Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
140. Hari Pernikahan Diego


__ADS_3

Bangunan tinggi serta gedung-gedung tampak berjejer rapi,Lily membawa Bara ke sebuah butik milik sahabatnya.Lily melangkahkan kakinya kedalam butik, dan disambut hangat oleh beberapa pelayannya,sapaan para pelayan yang ramah akan meninggalkan kesan tersendiri bagi pelanggannya.Pemilik butik yang bernama Lorens teman Lily,sedikit histeris melihat kedatangan sahabatnya,apalagi Lily datang bersama sang suami.sungguh hal yang sangat membahagiakan bagi Lorens.


“Bagaimana kabarmu di sana,aku sangat merindukanmu!”


“Kabarku sangat baik Lorens,dan kenalkan dia suamiku!”


Lorens mengulurkan tangannya,yang kemudian di sambut oleh Bara,keduanya saling mengenalkan diri.terlihat Lily begitu bahagia bisa bertemu sang sahabat,yang menemaninya semasa menempuh pendidikan di Negara Y.Lily yang merupakan pendatang,dan tidak memiliki teman,secara tidak sengaja bertemu dengan Lorens dan membantunya,ketika Lorens mengalami sedikit kecelakaan.dan sejak saat itu keduanya menjadi sahabat dekat.Lorens melirik kiri dan kanan,mencari seperti mencari sesuatu,membuat Lily mengerutkan kening dan ikut mengarahkan pandangannya.


“Kau mencari siapa Lorens?”


“Kau tidak datang bersama anak-anakmu?”


“Mereka pergi bersama Pamannya,dan kami kemari ingin mencari gaun dan jas untuk suamiku!”


“Sungguh waktu yang tepat,aku memiliki gaun terbaru,semoga saja kau menyukainya dan pas di tubuhmu ini!”


Lorens menarik pergelangan tangan Lily,dan membawanya ke sebuah ruangan.Lily begitu terpesona akan gaun yang terpajang di etalase,sungguh gaun elegan menurut Lily.


“Ayo coba,dan untuk suamimu aku juga memiliki Jas dengan warna senada!”


Lily menganggukkan kepalanya,tanpa menunggu lebih lama,Lily mengajak Bara untuk mencoba gaun dan Jas untuknya.Lily yang di bantu sang suami,tampak anggun dengan balutan gaun tersebut.gaun dengan belahan dada rendah,yang dipadu dengan brokat putih,sungguh cantik di tubuh Lily.Bara tidak menyangka jika sang istri begitu cantik,mengenakan gaun tersebut.Lily yang lebih sering mengenakan Dress,tampak cantik memukau dengan balutan gaun mewah.


“Kau cantik sayang!”


“Aku belum berdandan sayang!”


“Kau akan jauh lebih cantik lagi,jika di dandani!”


Lily tersenyum malu mendengar pujian sang suami,ketika pintu di ketuk,Lorens sudah berdiri dengan tatapan tak percaya.dirinya sangat jarang melihat Lily berdandan,apalagi mengenakan gaun pesta.auranya kecantikannya benar-benar memukau siapa saja yang memandangnya.


“Lily kau sangat cantik,gaunnya sangat pas di tubuhmu!”


“Iya Lorens,aku dan suamiku sangat menyukai karyamu.kau tau aku sengaja datang kemari,dan tidak kebutik.itu semua Karena aku ingin mengenakan karyamu,dihari bersejarah bagi keluargaku!”


“Iya aku sudah mendengarnya,Diego akan menikah.kau tau besok adalah hari patah hati,untuk semua kaum wanita yang mengagumi Diego,termasuk aku.hah,,akhirnya dia menikah dengan seorang wanita,kau tau kalau aku pernah berpikir jika dia itu pria penyuka sesama jenis!”


“Kau sungguh tega berpikir seperti itu tentangnya!”

__ADS_1


Lorens hanya mengangkat kedua bahunya,beberapa pelayan terlihat merapikan dan membungkus gaun,serta Jas yang akan mereka kenakan.tak lupa gaun cantik dan jas dengan warna yang senada untuk sepasang putra dan putrinya.setelah menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam,untuk melepas rindu.Bara dan Lily berpamitan dan kembali ke rumah.


Berbagai persiapan telah dilakukan,pernikahan Diego dan Karin akan dilaksanakan di sebuah Hotel mewah,para MUA profesional telah di bayar untuk merias sang calon pengantin.setelah dirias sedemikan rupa,Karin yang tampak luar biasa cantik.Lily membantu Karin mengenakan gaun pengantinnya,gaun berwarna putih susu,dengan taburan manic-manik cantik.membuat penampilan Karin yang akan menjadi ratu sehari,sangat memukau.


“Kau sangat cantik Karin,kak Diego akan semakin jatuh cinta padamu!”


“Kau bisa saja,gaun serta riasannya  yang membuatku cantik!”


“Tidak kau memang cantik,berbahagialah Karin.dan tolong bahagiakan kakakku!”


Karin mengangguk haru,entah kehidupan seperti apa yang dulu dirinya jalani,hingga sampai bertemu dengan Diego.Serta keluarga dan calon adik ipar yang begitu hangat,dirinya sangat bersyukur atas apa yang Tuhan berikan untuk hidupnya.setelah memastikan Karin selesai dengan gaun pengantin dan riasannya,Lily menuju kamar miliknya,mencari keberadaan kedua anaknya yang sejak pagi belum terlihat.


Lily tertegun melihat penampilan Bian dan Queen,sungguh ciptaan tuhan yang sempurna.Bian mengangkat sebelah alisnya,melihat sang Mommy yang hanya berdiri,tanpa mengatakan sepatah katapun.


“Tutup mulutmu Mom,nanti ada lalat yang masuk!”ucap Bian diselingi tawa,yang membuat Queen ikut tertawa.Lily sadar dan merasa malu,kenapa dirinya bisa bodoh di hadapan kedua anaknya.Lily menutup pintu kamar,dan melangkahkan kakinya menuju sofa tempat kedua anaknya duduk.


“Mommy berharap bisa membantu kalian berdandan,tapi sayangnya sepertinya Mommy terlambat!”


“Tenanglah Mom,masih ada satu orang yang perlu bantuan mu!”


“Siapa?”,,Bian menunjuk dengan dagunya,membuat Lily menengok kebelakang.terlihat Bara yang sedikit kesusahan memakai dasinya,Lily menatap kedua anaknya sambil tersenyum.


Bian dan Queen hanya mengangguk dan tersenyum,melihat sang Daddy yang kerepotan. Keduanya hanya melihat apa yang dilakukan oleh dua orang dewasa di depannya itu.pintu diketuk,munculah Han dengan wajah tampannya,membuat Queen langsung bangun dari duduknya,dan berlari memeluk sang paman.


“Lihatlah Queen paman Han,terlihat cantik hari ini!”


“Tentu saja,Queen dan kak Bian mengenakan gaun yang paman berikan.lihatlah penampilan kami,cantik dan tampan bukan!”


“Tentu saja,siapa dulu pamannya!”


“Siapa dulu Daddy dan Mommy nya,kami berperan besar menciptakan mereka bocah tengik.jangan asal mengakui!”


“Lihatlah singa tua itu,sekarang dia sedang marah.ayo kita pergi dan tinggalkan mereka,biarkan ibu peri yang menjinakkannya!”


Queen tertawa dan menutup kedua mulutnya,mendengar ucapan Han yang lucu,Han menggendong dan menggenggam tangan Bian,meninggalkan kamar Lily.Bara yang tidak terima dikatai singa tua hanya bisa menggerutu kesal,membuat Lily malas dan meninggalkannya keruang ganti.


Bukan hanya sang pengantin yang tampak luar biasa hari ini,semua keluarga tampil anggun dan elegen.Diego yang mengenakan stelan jas hitam mahalnya,tampak gagah berdiri  dan menunggu kedatangan pengantinnya di atas altar.keheningan mulai terjadi,music pengantar mulai terdengar.Queen dan Bian,mendapatkan hak istimewa menjadi penabur bunga,dan membawa cincin pernikahan keduanya.

__ADS_1


Senyum cantik dan tampan dari sepasang anak Lily,cukup memukau para tamu undangan,di susul sang pengantin wanita yang berjalan dengan anggun yang di dampingi Ayahnya.jangtung Diego berdegup kencang,melihat mempelainya mulai mendekatinya.uluran tangan yang disambut dengan penuh senyum oleh Karin, membuat Diego lebih tenang.


Sejenak Diego ingat akan pesan Bara,jika dirinya merasa gugup dan tidak bisa berpikir jernih,lihatlah senyum pengantinmu.dia akan memberikan dirimu ketenangan,dan rasa gugup yang kau rasakan akan sirna oleh senyumannya.dan entah kenapa Diego,mengikuti apa yang Bara katakan.dan memang benar,rasa gugup dan tidak percaya diri yang sedari tadi dirinya rasakan,kini lenyap sudah.


Diego dan Karin mengikat janji suci pernikahan mereka,di depan para tamu undangan serta keluarga besarnya.Lily meneteskan air mata bahagianya,bahagia karena telah menyaksikan pria yang selalu melindunginya dan sang putra,mendapat kebahagiaan.Lily merangkul pundak Nyonya Renita,yang menjadi kedua orang tua  angkat yang begitu hebat bagi mereka berdua.senyum kebahagiaan juga terpancar di wajah cantiknya,kini kedua anaknya,telah mendapatkan pasangan hidup masing-masing,dan tugas mereka telah selesai sebagai orang tua.


Lily memeluk erta kedua orang tuanya,tidak ada kata yang bisa Lily ucapkan.kasih sayang mereka begitu tulus,Tuan Stave tersenyum teduh dan mengusap kepala Lily dengan penuh sayang.


“Kejarlah kebahagiaanmu,ingat patuhlah kepada suamimu,limpahkan seluruh kasih sayangmu pada mereka!”


Lily mengangguk dan memeluk mereka kembali,sang ibu hanya bisa mengusap lembut punggung putrinya,yang kini tinggal berjauhan dengannya.Bara hanya bisa diam dan tersenyum haru,menyaksikan kedekatan Lily dan kedua orang tuanya.


Satu persatu tamu memberi selamat kepada Diego,dari para relasi,pengusaha ternama,penjabat serta tamu dari kalangan menengah.mereka turut berbahagia atas pernikahan Diego,Queen dan Bian tak lupa memberikan selamat kepada sang paman,dan Bibi baru mereka.bahkan keduanya terlihat memberikan sebuah kado kepada Karin.


“Apa ini sayang!”


“Bukalah,setelah Bibi berada dikamar.dan pastikan kado dari kami tidak tertukar dengan yang lainnya!”


“Baiklah tuan putri,paman dan Bibi akan mengingat pesan mu!”


“Selamat  atas pernikahanmu paman,dan cepatlah berikan kami adik sepupu yang imut!”,,Ucapan Bian membuat Diego tersentak,dan membuat Karin malu.Diego melirik Han yang berdiri dibelakangnya,merasa menjadi tertuduh Han hanya mengangkat kedua bahunya.


“Jangan menuduhku sembarangan,aku tidak mengatakan apapun pada kedua keponanmu.kau taukan Bian cerdas!”


“Aku percaya,nikmatilah pestanya.siapa tau kau menemukan jodohmu disini!”


“Cihh,,kalian bertiga sama saja.kau,Bara dan Lily .apa karena aku belum menemukan jodohku,sehingga kalian bisa menindas ku!”


“Hahaha,,,tidak akan aku lakukan lagi!”


“Selamat atas pernikahan kalian,berbahagialah.dan seperti yang Bian katakan,cepatlah memberi mereka sepupu yang imut!”


Diego memukul bahu Han,yang hanya tertawa.sementara pipi Karin sudah bersemu merah,Karena malu dengan apa yang dia dengar,dari sahabat suaminya itu.Lily dan Bara juga tidak mau kalah,Lily memeluk erat Diego dan Karin secara bergantian.


“Selamat atas pernikahan kalian,berbahagialah kak!”


“Terimakasih Lily!”

__ADS_1


”Selamat Diego,jangan terlalu lelah nanti tidak bisa sampai puncak!”,,Bara berbisik jahil di telinga Diego,butuh beberapa menit bagi Diego untuk memahami apa yang Bara maksudkan.mmebuat pipi Diego merona,untung saja perhatian mereka semua sudah tertuju pada Karin,jika tidak mungkin saja dirinya akan menjadi bahan candaan dari keluarganya yang bisa dikatakan sedikit gila itu. Apalagi Bara dan Han,bisa-bisa dirinya tidak mampu menatap sang istri,karena ulah keduanya.



__ADS_2