
Dini hari dengan udara malam yang begitu menusuk,kedua bawahan vero masih setia menungguinya di ruang inap.setelah mendapat pertolongan kini vero harus terbaring lemah,di ranjang rumah sakit.sang manajer telah menghubungi kedua orang tua vero,dan hanya mengatakan kalau vero sedang sakit.tidak ada di antara mereka berdua yang berani membuka mulut,keduanya takut dan belum siap jika harus menjawab pertanyaan dari kedua orang tua vero.
Melihat keadaan vero yang sungguh menyedihkan,keduanya hanya bisa menundukkan kepala,seraya mengutuk kebodohan vero yang luar biasa.bagaiaman bisa dirinya merencanakan penculikan serta pemerkosaan,yang pada akhirnya membuat dirinya lah yang harus terbaring di ranjang pesakitan.
“Apa menurutmu yang melakukan ini adalah orang-orang suruhan Tuan Bara?”
“Jaga bicaramu,kita tidak bisa sembarangan menuduh orang tanpa bukti.kita harus menunggu sampai vero sadar,kita bisa bertanya padanya secara langsung!”
“Aku tau kau cemas,dan tidak terima dengan keadaan vero.tapi apa yang bisa kita lakukan sekarang,tidak ada yang bisa kita lakukan!”
Apakah kau membayar seseorang untuk memperkosa Lily,kemudian orang itu malah menargetkan mu?atau Lily selamat,dan kau menjadi korban dari rencana mu sendiri?.Hah,,kenapa serumit ini.
****
Pagi telah menjelang,Lily mengerakkan tubuhnya yang terasa remuk.ingatannya semalam kini menari di kepalanya,menyadari ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya yang polos,Lily membalikkan tubuhnya dan mendapati sang suami yang terbangun beberapa menit lalu.
Melihat wajah pucat sang istri,Bara mengerti akan ketakutan sang istri karena kejadian semalam.dengan lembut Bara menarik tubuh Lily dan memeluknya kembali,Lily memejamkan matanya dan menikmati pelukan sang suami.
“Kau pasti sangat ketakutan,maafkan aku karena datang terlambat aku sungguh menyesal!”
“Aku sangat takut,,aku takut kalian tidak akan menyadari keberadaan ku!”
“Aku benar-benar bodoh,tolong maafkan aku!”
Bara masih memeluk tubuh polos di bawah selimut itu,hingga beberapa menit kemudian keduanya memutuskan untuk membersihkan diri.setelah beberapa menit keduanya sudah terlihat rapi,Bara menggenggam tangan Lily dan membawanya meninggalkan kamar,dan menuju kamar Diego.
Pintu terbuka,terlihat Han dan Diego serta 3 orang lainnya.Diego berdiri dan langsung menghampiri Lily dengan tatapan datarnya,Lily langsung memeluk Diego dan menangis.hal itu tak luput dari perhatian Han dan Bara,yang hanya diam menyaksikan serta mendengar tangisan Lily yang memilukan.
Bara mengepalkan tangannya,Lily menumpahkan tangisannya di pelukan pria yang dia sudah anggap sebagi kakaknya selain Han.setelah tenang,Diego melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata Lily.
“Pulanglah bersama suamimu,tenangkan pikiranmu dan lupakan yang terjadi semalam!”
“Bagaimana dengan wanita itu,dia membayar orang untuk menculik dan memperkosa ku!”
__ADS_1
“Aku yakin suamimu sudah membereskannya!”
Diego melirik Bara,dan menatap Lily kembali.mengusap kepala itu dengan penuh kelembutan.
“Pulanglah,kakak akan membereskan sisanya!”
“Terimakasih telah datang menolongku Kak!”
“Adalah tugasku untuk melindungi adikku,dan sekarang adalah tugas suamimu untuk menjagamu.sekarang pulanglah!”
Lily mengangguk,kemudian melirik Han,dan Han mengangguk sambil tersenyum kepada Lily.membuat wanita itu mengikuti perintah sang kakak,Lily menghampiri Han dan memeluknya.mengucapkan terimakasih,dan meninggalkan kamar Diego.sebelum pergi Bara memberi kode kepada Han,yang dengan cepat di respon oleh Han.
“Aku juga harus kembali,terimakasih untuk semuanya!”
“Kau tidak memiliki pertanyaan untukku Tuan Han?”
“Siapapun kau,selama kau tidak membahayakan keluarga Danu dan Stave,aku Han akan memihak mu!”
Diego tersenyum mendengar jawaban dari Han yang cukup tegas,Han menghilang di balik pintu.dan kini hanya menyisakan Diego dan ketiga anak buahnya.
“Baik Tuan!”
Diego dan ketiga anak buahnya meninggalkan kamar,Diego pergi dengan mobilnya sendiri,sementara ketiga anak buahnya masih berada di dalam mobil.mereka meretas dan menghapus histori serta rekaman CCTV yang menampilkan keberadaan Tuan serta ketiga rekan Tuannya.setelah memastikan semua data terhapus,ketiganya menyusul sang Bos ke tempat biasa.
Di rumah sakit vero masih dijaga oleh sang asisten,sementara sang manajer pulang untuk membersihkan diri dan membawakan rekannya pakaian ganti.beberapa jam menunggu akhirnya dia kembali,dengan wajah fresh dan pakaian ganti.
“Dia belum sadar?”
“Belum ada tanda-tanda jika dia akan membuka mata!”
“Bersihkan dirimu setelah itu kita makan!”
Tanpa menunggu lebih lama lagi,sang asisten bangun dari duduknya,dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.setelah membersihkan diri,mereka menikmati sarapan bersama-sama.perlahan mata vero terbuka,sang manajer yang mengetahui hal itu langsung menghampirinya.
__ADS_1
“Kau sudah sadar?,Hah,,syukurlah,bagaimana perasaanmu?”
Vero menggelengkan kepalanya,dia mengarahkan pandangannya ke penjuru ruangan.bau obat yang menyengat, membuatnya sadar kalau dirinya kini berada di rumah sakit.vero terdiam,ingatan tentang malam naas itu menari-nari dikepalanya.bagaimana dirinya diperlakukan secara tidak manusiawi oleh ketiga preman tersebut,bagaimana dirinya harus melayani nafsu ketiga pria,yang bahkan tidak dikenalnya.
Tubuh vero bergetar,keringat dingin menghiasi keningnya.ketakutan dan kecemasan menjalar ke tubuhnya,dengan cepat vero memeluk tubuhnya.dengan cepat sang asisten bergerak dan mendekati vero,dia memeluk dan mencoba menenangkan tubuh yang gemetaran itu.
“Tidak apa-apa vero kita aman disini!”
“Aku takut,mereka pasti akan datang untuk melukaiku!.Bara,dia pasti akan menemuiku,dan membunuhku!”
Vero berteriak histeris membuat keduanya kebingungan,namun dengan penuh kesabaran sang asisten mencoba memberikan pengertian,dan menyenangkan vero.perlahan wanita itu tenang,bahkan meminta sarapan.keduanya bisa bernafas lega,untuk menghilangkan kejenuhan sang asisten mencoba mencairkan suasana dengan memutar TV.
Awalanya tampak biasa saja,namun berita yang cukup menggemparkan dan tentunya mengejutkan bagi ketiganya.berita panas tentang sang model,yang melayani tiga pria dalam semalam menyebar luas di dunia maya.dengan cepat sang asisten mematikan sambungan TV,keduanya bahkan melihat wajah pucat vero.
“Kau dengar yang di TV itu,coba kau cari tau apa yang mereka sebarkan,cepat!”
“Vero jangan kau pikirkan itu,apakah kau pikir model yang berinisial V hanya dirimu?,banyak diluar sana vero!”
“Benar vero,sebaiknya kau tidur dan tenangkan pikiranmu!”
“Apa kalian dungu,cepat berikan ponsel kalian!”
Entah kenapa keduanya merasakan sesuatu yang mengerikan dalam video tersebut,meski hanya berinisial V.namun keduanya merasa kalau wanita dalam video tersebut adalah vero,mengingat bagaimana keduanya menemukan vero saat itu.
Dengan tangan gemetar sang asisten memberikan ponselnya kepada vero,dengan gerak cepat ponsel itu telah berpindah tangan.meski mereka memberi pengertian dan mencoba melarang vero,nyatanya wanita itu berkeras mencari video yang kini sedang memanas itu.
Wajah vero pucat pasi,air mata membasahi pipinya yang pucat.ver melemparkan ponselnya dan mulai menjambak rambut dan berteriak histeris,kedua bawahannya dengan sigap mendekat dan mencoba menenangkan vero,namun amukan vero membuat keduanya kewalahan.
Dengan sigap sang manajer memencet tombol darurat,beberapa menit kemudian datanglah beberapa perawat dan seorang Dokter.melihat vero yang berteriak histeris,sang Dokter akhirnya memberinya obat penenang,dan dimenit berikutnya vero tertidur dalam pengaruh obat.
Melihat vero yang tertidur dengan cepat sang asisten mengambil ponselnya,dan mencari video hangat tentang seorang model berinisial V tersebut.Sang asisten menganga,dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.video mesum vero bersama tiga pria dewasa yang wajahnya di blur beredar luar di media.
Sang asisten hanya bisa menangis melihat video memalukan tersebut,sang manajer yang sejak tadi mengurus vero,melihat asistennya menangis dengan ponsel di tangannya.karena rasa penasaran dia pun mengambil ponsel,dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Kedua kakinya lemas dan tidak bertenaga,dirinya hanya bisa memejamkan mata.siapa sangka hal yang dia takutkan kini terjadi,bukan Lily yang diperkosa melainkan vero sendiri.keduanya hanya bisa saling menguatkan,mereka bahkan tidak tau apa yang akan terjadi nanti setelah vero sadar kembali.
Senyum puas menghiasai wajah seorang pria,dia begitu puas dengan kehancuran vero kali ini.dia yakin kali ini vero tidak akan mampu memperlihatkan wajahnya lagi,meski di bilang cukup kejam karena menyebar aib vero,namun baginya ini adalah hukuman yang pantas untuk wanita seperti dirinya.