Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
161.Bermain


__ADS_3

Cuaca hari ini cukup cerah,karena bertepatan dengan hari libur,Queen meminta kepada kedua orang tuanya serta Han untuk pergi jalan-jalan.mereka pergi dengan satu mobil,ke pusat perbelanjaan terbesar di kota.selama perjalanan Queen tak henti-hentinya mengoceh,dan menyanyi sesuai hobinya.hanya Han yang sanggup menghadapi kecerewetan Queen,sementara kedua orang tuanya hanya diam dan menjadi pendengar,namun sesekali Bara ikut nimbrung dalam obrolan mereka.


Mobil mulai memasuki area pertokoan,setelah mobil terparkir dengan sempurna,ke empatnya turun.Queen langsung menggandeng tangan Han,dan memaksa pria itu mengikuti langkah kecilnya.


“Queen bisakah kau berjalan pelan-pelan,Mommy kesulitan mengejar langkahmu!”


“Mommy bisa pergi bersama Daddy,Queen akan berkeliling dengan paman!”


“Lihatlah putriku yang sampai hati padaku,Queen mengusirku sayang!”


Lily pura-pura bersedih,membuat bibir Queen mengerucut,Lily tertawa pelan melihat wajah putrinya yang menggemaskan.


“Melangkah pelan-pelan sayang,agar kau tidak terluka.Mommy akan mengikuti dari belakang!”


Mata Queen berbinar bahagia mendengar ucapan sang Mommy,dengan cepat ia menganggukkan kepalanya,dan menarik tangan Han.pria tampan itu hanya mengikuti langkah Queen,tanpa membantah dan bertanya.hingga mereka tiba di pusat permainan ice skating,Queen membawa Han mencoba permainan tersebut.Lily tak percaya dengan permainan yang dipilih sang putri,dirinya bahkan tak tau cara meluncur dan berjalan di atas es.Bara menarik tangan Lily ,membawanya ketempat ganti.melihat antusias Queen dan Han,Bara tidak ingin kalah.


“Sayang,aku tidak tau cara berjalan di atas lantai e situ,aku tidak pernah melakukannya!”


“Ada aku disini,jadi tenanglah aku akan megajarimu.lagi pula apa yang kau lakukan diluar negri selama bertahun-tahun sayang,tidakkah kau mencoba permainan ini?”


“Aku tidak punya waktu untuk itu sayang!”


“Benar,semua waktumu untuk Bian dan sekolah.apa yang tidak pernah kau lakukan,mari kita lakukan sekarang,mari kita bersenang-senang!”


“Tapi,,!”


Bara memaksa Lily untuk berdiri dengan sepatu Ice Skating yang sudah Bara pasang,dengan langkah hati-hati Lily melangkahkan kakinya.Tangannya menggenggam erat kedua tangan Bara,tanpa melepaskannya.Queen tersenyum melihat sang ibu yang terlihat kaku,Queen berjalan menghampiri kedua orang tuanya.Lily terpaku melihat sang putri yang berjalan dengan santai di atas lantai Es itu.


“Ayo Mom,hari ini kita bersenang-senang.Mommy tidak usah takut akan terjatuh,ada Daddy yang akan menjaga Mommy,benar kan Dad?”


“Tentu saja sayang,Daddy akan menjaga Mommy mu dengan sangat baik.dan bolehkan hari ini,Daddy dan Mommy pacaran?”


“Of Course Dad!”


Queen mengacungkan jempolnya kearah kedua orang tuanya,Bara tersenyum puas atas sikap pengertian sang putri.Lily menatap Queen yang mulai menjauh dengan tatapan kesal,bisa-bisanya Ayah dan anak itu bekerjasama untuk mengerjainya.Bara mencoba melangkah pelan-pelan sambil memegangi tangan Lily,dengan langkah pelan Lily mencoba mengimbangi langkah Bara.sementara Queen dan Han,terlihat meluncur dengan lihai.Bara merasa dongkol melihat Han yang tertawa lepas.


“Lihatlah mereka berdua sayang,apa kau mau dikalahkan oleh mereka?malu dong!”


Bara mencoba mengompori sang istri,yang menatapnya dengan tatapan kesal,Bara menelan ludahnya dengan kasar melihat wajah kesal sang istri untuk pertama kali.

__ADS_1


“Ayo kita lakukan yang terbaik,kita tidak boleh kalah dari mereka berdua.meski ini yang pertama bagiku,aku harus bisa seperti mereka sayang!”


“Benar sayang,mari kita kalahkan Han dan Queen!”


Bara tersenyum senang melihat tekad kuat sang istri,tentu dirinya senang karena bisa memperlihatkan kemampuannya di depan Han,serta Queen dan terutama pada sang istri.Lily melangkah pelan,dan mulai meluncur pelan-pelan.Lily yang memeng pandai dan cepat mengerti,dengan mudah dan cepat Lily dengan mudah menguasai cara berjalan di lantai Es.melihat sang istri yang dengan mudah menguasai teknik meluncur,Bara tersenyum senang.Bara meraih tangan Lily dan membawanya meluncur,keduanya tertawa dan mulai bersenang-senang.Queen yang melihat senyum kedua orang tuanya,tersenyum bahagia.tanpa sepengetahuan mereka,Queen mengambil beberapa gambar keduanya dengan pose alami.


“Queen tidak ingin mengambil gambar dengan paman juga?”


Queen menolehkan kepalanya,menatap sang paman yang menatapnya dengan tatapan memohon,yang mirip dengan seekor kucing.Han terlihat sangat manis dimata Queen,dengan gemas Queen mencubit kedua pipi Han dan tersenyum senang.Queen mengambil ponselnya,dan mengambil beberapa gambar mereka.


“Ayo kita dekati kedua orang tuamu,kita ganggu mereka!”


“Ayo paman!”


Queen menggenggam tangan Han kembali,menariknya dan meluncur bersama,langkah keduanya begitu lincah.beberapa pasang mata melihat mereka,bahkan ada beberapa wanita yang mengira jika keduanya adalah Ayah dan anak.beberapa wanita menatap Han dengan tatapan mendamba,mereka terpesona akan ketampanan,serta kehangatan Han yang terlihat begitu bersikap manis pada Queen.menyadari ada beberapa pasang mata yang mengawasinya,Queen melemparkan tatapan tak suka,seperti mengatakan jangan ganggu papaku,dimata para wanita muda itu.dan salah satu penonton itu adalah Dona,wanita cantik yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan Bara beberapa waktu lalu,namun belum mencapai kesepakatan. 


Keempatnya sangat menikmati permainan ice skating,terutama Lily yang baru pertama kali mencobanya,rasa lelah mulai dirasakan ke empatnya.mereka memutuskan mencari minum,Lily dan Queen  duduk di kursi panjang sambil menunggu Bara dan Han,yang sedang  memesan minuman untuk mereka.


“Hai!”


Lily dan Queen menolehkan kepalanya mendengar sapaan wanita cantik,yang kini sedang berdiri di depan mereka.Lily dan Queen saling lempar pandangan,seolah saling bertanya tentang siapa wanita yang sok dekat dengan mereka.Queen menatap kembali penampilan Dona,dari ujung kaki hingga rambut.


Cantik,tapi tante ini sepertinya wanita angkuh.dilihat dari pakaiannya dia pasti wanita kaya raya,yang menghabiskan uangnya untuk pergi ke salon kecantikan ,karena itu kulitnya sangat mulus,,


“Ada yang bisa kami bantu Nona?”


Lily menyapa Dona dengan ramah,Dona memberi senyuman tercantiknya.jika keduanya adalah pria ,maka bisa dipastikan keduanya akan langsung jatuh hati pada pesona Dona.Queen masih menatap Dona dengan tatapan menilai,entah kenapa dia tidak menyukai wanita yang kini berdiri di hadapannya.


“Bisa aku bergabung dengan  kalian,dan duduk disini?”


“Kami tidak mengenalmu Tante,jadi jangan sok dekat dengan kami!”


Lily tertegun mendengar ucapan sang putri,begitu juga dengan Dona,yang mengagumi sikap dan ketegasan bocah perempuan yang terlihat menggemaskan itu.Dona tersenyum dan mengulurkan tangannya,dengan sopan Lily meraih tangan wanita tersebut.


“Dona!”


“Lily,dan ini Queen putriku!”


“Benarkah,putrimu sangat to the poin,aku menyukai sikapnya!”

__ADS_1


“Terimakasih!”


Dona duduk tepat di sebelah Queen,mencoba menarik hati gadis kecil itu.tatapan Queen masih sama dinginnya dan tak bersahabat,semakin membuat Dona penasaran,dan ingin mencoba mendekatinya.di sela perbincangan Dona dan Lily,Bara menghentikan langkahnya membuat Han ikut berhenti.dan mengarah pada pandangan Bara,mencari sesuatu yang membuat  langkah sang sahabat itu terhenti.keduanya terdiam melihat keberadaan wanita yang mereka kenali adalah Dona,wanita yang beberapa hari lalu mengajukan kerja sama dengan perusahaannya.tatapan keduanya mulai dingin,tak suka jika para wanita kesayangannya,di dekati dengan maksud lain.Bara dengan langkah lebarnya mulai mendekati ketiganya,begitu juga dengan Han yang menyusul di belakang.


“Sayang!”


Mendengar panggilan sayang dari seorang pria,membuat ketiga wanita berbeda generasi itu menolehkan kepala secara serentak.Dona terkejut melihat keberadaan Bara,namun tidak dengan keberadaan Han yang memang telah dirinya ketahui.Bara melirik Dona tak suka,Bara sangat melihatkan sikap tak sukanya kepada Dona,membuat Lily mengernyit heran.karena tak biasanya sang suami bersikap demikian.


“Mana minumanku paman?”


“Ini untuk Queen paman yang cantik,jus alpokat kental!”


Han menyerahkan satu cup jus ke tangan Queen,yang di terima dengan senyum manis oleh Queen,Han duduk santai di pojokan kursi tanpa menyapa Dona.


“Ini Jus mu sayang!”


“Terimakasih sayang!”


Lily melirik Dona yang masih terpaku dengan wajah sedikit pucat,entah kenapa Lily merasa jika mereka saling kenal.


“Perkenalkan,Dia suamiku dan pria yang berada di kursi sudut itu adalah kakakku!”


Dona semakin tak percaya dengan apa yang dirinya dengar dan lihat hari ini,calon partner bisnisnya telah menikah bahkan telah memiliki anak.kenapa dirinya sama sekali tak mengetahui,hal penting tersebut.


“Aku sudah mengenalnya sayang,beberapa hari lalu dia datang kekantor,untuk mengajukan kerjasama denganku!”


“Benarkah?”


“Iya Lily,dan aku sungguh tak menyangka jika Tuan Bara adalah suamimu!”


Bara menatap Dona dingin,duduk di samping istrinya dan mulai merebahkan kepalanya,hal biasa yang sellau Bara lakukan.menyadari sang Daddy dan sang paman,yang tidak nyaman dengan keberadaan Dona,Queen tersenyum tipis.


“Kenapa tante ingin duduk bergabung dengan kami,apakah karena tante mengetahui keberadaan Daddy dan pamanku?”


“Tidak Queen,tadi tante hanya melihatmu dan pamanmu,karena itu tante memutuskan untuk menghampirimu!”


Han membuang wajahnya ketika Dona meliriknya,hal yang paling tidak disukai oleh Han,adalah wanita yang memiliki modus lain,serta cara pikir yang sempit untuk mencapai tujuannya.


“Queen,Mommy akan pergi membeli sesuatu,ayo ikut Mommy!”

__ADS_1


Queen menatap mata sang ibu,tersirat sebuah permohonan di mata itu.Queen menatap sang Paman yang menatapnya dengan tatapan yang sama,Queen terdiam dan menyedot jusnya secara perlahan.


Mommy memiliki tujuan lain pada tante ini,Mommy ingin memberikan kesempatan kepada tante ini dan paman untuk bicara.tapi paman jelas tidak menyukai tante ini,,maaf Mommy,aku lebih memilih menemani paman Han,dibanding Mommy yang sudah di temani oleh Daddy,,


__ADS_2