Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
45.Pencarian (2)


__ADS_3

Suasana villa yang terletak di pedesaan,membuat Lila tenang.ketika tiba di villa keluarga stave,Lila sangat takjub dengan dengan pemandangan alamnya.jika villa milik keluarga Bara terletak ditengah pulau, yang di kelilingi oleh lautan.villa keluarga Stave dikelilingi oleh pepohonan yang dirawat dan di tata dengan rapi,sehingga begitu sejuk dan menenangkan.


“Bagaimana,apakah kau menyukai tempatnya?”


“Iya Nyonya,villa anda sangat indah!”


“Jangan memanggilku Nyonya,panggil Mama saja!”


“Tapi..Nyonya!”


“Mama mohon!”


Nyonya Stave menggenggam tangan Lila dengan lembut,tatapannya yang lembut meluluhkan hati Lila.


“Iya Ma!”


Ucap Lila pada akhirnya,yang disambut pelukan haru oleh Nyonya Stave.ia merasakan kehangatan ketika bersama Lila,ia begitu mendambakan kehadiran seorang anak di tengah-tengah keluarganya.namun karena beberapa faktor membuat ia tidak bisa mengandung.Nyonya Stave membawa Lila berkeliling Villa,mengajaknya ke kebun anggur yang berbuah lebat.


Tidak terasa sudah sebulan Lila dan keluarga stave tinggal di Villa,karena setiap tahunnya keluarga tersebut akan berlibur dan benar-benar menghabiskan waktu santai mereka.Lila pun begitu menikmati kebersamaannya dengan keluarga Stave,sampai ia melupakan satu hal yang sangat penting.yaitu keluarga Danuarta, yang terus melakukan pencarian dan berusaha menemukan keberadaannya.semua anak buah serta detektif Bara kerahkan untuk mencari keberadaan sang kekasih,dan selama itu pula Bara tidak menginjakan kakinya di rumah orang tuanya.Han yang selalu setia dan mendukungnya,memberikan yang terbaik untuknya.dan selama sebulan pula,hidup Bara berantakan.ia tidak lagi mengurus penampilannya,setelah jam kerja ia akan mencari keberadaan Lila.hingga tanpa sengaja ia bertemu mantan manajer vero.


“Apa anda Tuan Bara?”


Ketika seseorang memanggil namanya,Bara menghentikan langkahnya ketika ia melewati wanita tersebut.


“Apa aku mengenalmu?”


“Tidak,tapi bolehkah kita bicara?ini mengenai wanita yang bersama Tuan Rangga, yang bernama Lila!”


Mendengar nama Lila dan  Rangga,tubuh Bara membeku dan menatap tajam wanita tersebut,yang dengan tenang menghadapi Bara.kini mereka berdua telah duduk di sebuah meja, dengan minuman yang telah mereka pesan.sang wanita meneguk minumannya dan menghembuskan nafas beratnya.


“Saya minta maaf atas apa yang terjadi,jika saya tau vero akan menyalahgunakan foto tersebut,saya tidak akan bertanya atau mengirim foto Tuan Rangga bersama kekasih anda!”


“Apa maksudmu?”


Mantan manajer vero menceritakan semuanya,apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri,membuat Bara semakin dirundung rasa bersalah yang teramat sangat.ia marah dan kecewa pada dirinya sendiri,kenapa harus terhasut oleh omongan vero,yang sebenarnya membenci Lila.setelah mengatakan semua kebenaran yang sesungguhnya,wanita itu meninggalkan Bara dalam penyesalan yang teramat dalam.


Sementara itu di R Fashion,Rangga tampak kacau,ia tidak bisa menghubungi Lila sama sekali.perasaannya kacau,semua prasangka menari-nari dikepalanya.ketika sang sekertaris membuka pintu,dengan langkah lebar ia mendekati sekertarisnya.


“Apa kau sudah dapat kabar?”


Sang sekertaris hanya menundukkan kepala,tidak berani menatap sang Tuan.


“Jangan menunduk dan cepat katakan!”


“Nona Lila hilang,sehari setelah dia menjaga anda dikamar hotel Tuan!”


“Apa maksudmu?”

__ADS_1


“Sepertinya seseorang menggunakan kebersamaan anda saat itu,hingga membuat tunangan Nona Lila murka.dan sebenarnya malam itu..!”


Ucapan sang sekertaris terhenti,ia tak berani menyampaikan apa yang sebenarnya telah direncanakan Bara untuk Lila pada malam Rangga pingsan.


“Katakan ada apa?”


“Malam itu adalah hari ulang tahun Nona Lila,dan Tuan Bara telah menyiapkan pesta serta lamaran untuknya Tuan!”


“Deg”,,hati Rangga sakit mendengar ucapan sang sekertaris,namun lebih sakit lagi mengetahui kenyataan bahwa Lila menghilang.seminggu setelah kejadian,Rangga kembali kerja namun ia tidak melihat kehadiran Lila dikantornya,Rangga mengira Lila sedang memiliki urusan Lain dikampus.hingga sebulan berlalu ia tidak menerima kabar sama sekali dari Lila,membuatnya khawatir sehingga meminta sang sekertaris mencari tau keberadaan dan kabarnya.


Rangga menghempaskan bokongnya di sofa,ia memejamkan matanya,seluruh pikirannya dipenuhi oleh Lila.


“Menurutmu dia pergi kemana?”


“Maaf Tuan,saya juga tidak tau.bagaimana kalau kita melakukan pencarian seperti yang Tuan Bara lakukan?”


Rangga membuka matanya,dan menatap sang sekertaris.


“Lakukan, dan alangkah baiknya jika kita menemukan keberadaannya!”


“Baik Tuan!”


Rangga berdiri dan menatap keluar, bangunan tinggi yang terlihat dari ruangannya.perasaannya kacau rasa bersalah menjalar di hatinya.”haruskah aku menemui Bara dan menjelaskan semuanya”,Rangga memijit pelipisnya,ia bingung harus memulai darimana.


Sementara di kantor Rangga,beberapa pekerjaan terbengkalai.pikiran Bara hanya tertuju pada Lila,bagaimana keadaannya sekarang,apakah Lila makan dengan baik,dan mendapat tempat tidur yang layak?,semua itu menjadi pertanyaan yang terus berputar dikepalanya.Han selalu sigap,ia mengambil alih pekerjaan Bara  dan menyelesaikan semua urusan dan masalah dengan cepat.


“Aku tidak perduli lagi Han,aku harus mencari kemana lagi,Lila bagai ditelan bumi!”


“Beri dia waktu,aku yakin setelah dia menenangkan dirinya,dia akan datang kembali kepada kita!


Bara hanya bisa tertunduk lemah dan mendengar ucapan Han,dia terlalu lelah menjalani hidupnya sebulan terakhir,belum lagi amarah ibunya yang belum hilang sampai sekarang.semakin membuatnya tersudutkan.


Sore itu Bara kembali ke rumah,ingin melihat keadaan sang ibu yang kesehatannya sedikit menurun beberapa minggu ini.mobil telah memasuki halaman rumah yang luas,ia dan Han turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.keadaan rumah tidak sehangat bulan lalu,sepi,dan dingin,itulah yang Bara rasakan.Han memberinya kode untuk menemui sang ibu,dengan patuh Bara melangkahkan kakinya menuju kamar sang ibu.Bara mengetuk pintu berapa kali,hingga seseorang berdiri dihadapannya.sang ayah tersenyum melihat kedatangan sang putra,Bara memasuki kamar orang tuanya,terlihat sang ibu yang terbaring lemah di atas ranjang dengan tatapan kosong.hati Bara bagai ditusuk ribuan jarum,melihat keadaan sang ibu sekarang.Bara mendekat dan duduk di samping sang ibu,menggenggam tangan yang terasa dingin itu.


“Maafkan Bara Ma,..Bara berjanji akan membawa kebahagiaan Mama kembali!”


Bara terisak seperti seorang  bayi,hingga suara tangisannya mengusik pendengaran sang ibu,yang langsung menolehkan kepalannya.


“Bara!”


Mendengar sang ibu memanggil namanya,Bara mengangkat kepalanya hingga mereka saling menatap,Bara memeluk erat tubuh sang ibu.menumpahkan semua perasaannya,dalam pelukan hangat sang ibu yang begitu ia rindukan.hampir 30menit mereka menumpahkan segala rasa,Tuan Danu hanya diam dan menatap keduanya.


“Temukan Lila,Mama mohon!”


“Bara berjanji Ma,akan membawa kembali kebahagiaan Mama ke rumah!”


Senyum indah terukir jelas dibibir sang ibu yang kering,Tuan Danu mendekat dan memeluk keduanya.memberikan dukungan kepada sang putra dan istri tercinta.

__ADS_1


“Kita akan berjuang bersama,membawa Lila kembali!”


Ucapan sang Ayah menjadi motifasi bagi Bara,untuk menemukan Lila.ia berjanji pada dirinya akan menebus semua kesalahannya pada sang kekasih.Dua hari setelahnya,Bara kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa,Bara merapikan penampilannya.kini ia kembali menjadi Bara yang dingin itu,membuat Han tersenyum senang.Han merasa kelelahan jika ia harus mengerjakan semuanya,dengan kembalinya Bara,tentu ia bisa sedikit lebih fokus dalam pencarian Lila.


Hari-hari tidak terasa telah berlalu,pencarian Lila tetap dilakukan oleh Bara dan Han.mereka tak pernah lelah menyebar anak buah dan mencari informasi tentang Lila,meski hasilnya belum pernah membuahkan hasil,namun Han dan Bara tidak patah semangat.


 Di tempat lain,yaitu di Villa tempat Lila menenangkan diri.seperti biasa Lila menikmati harinya dengan berkebun dan memetik buah anggur.entah kenapa sinar matahari hari ini membuat Lila merasa pusing dan mual,hingga beberapa kali ia muntah-muntah.hal itu tidak luput dari perhatian Nyonya stave yang berada tidak jauh darinya,dengan cepat Nyonya Stave menghampiri Lila yang sedang berjongkok.


“Apa yang terjadi Lila?”


Nyonya Stave memijat pelan leher bagian belakang Lila,serta mengusap lembut punggung Lila.sejenak Nyonya Stave memperhatikan keadaan Lila.setelah memuntahkan isi perutnya,Lila mengangkat kepalanya, Nyonya Stave sedikit terkejut ketika menatap wajah Lila yang sudah pucat.


“kau pucat Lila!”


“Mungkin Lila masuk angin Ma!”


“Ayo Mama bantu ke kamar!”


Nyonya Stave membantu Lila berdiri,namun ketika mereka akan melangkahkan kaki,tiba-tiba Lila jatuh pingsan,membuat Nyonya Stave terkejut dan cemas.


“Papa!Papa!..Tolong!”


Mendengar suara teriakan sang istri, Tuan Stave berlari bersama para penjaga villa mencari keberadaan sang istri.


“Ada apa Ma!”


“Mama,tidak tau Pa!,Lila tiba-tiba muntah kemudian pingsan!”


Dengan sigap Tuan Stave, dan beberapa penjaga membopong Lila masuk kedalam Villa, dan membaringkannya di ranjangnya.


“Cepat hubungi Dokter Bram!”


Perintah Tuan Stave kepada penjaga villa,yang dengan patuh segera menghubungi sang Dokter.tidak menunggu lama,sang Dokter datang dengan nafas yang tersengal-sengal.sang Dokter mengira jika yang sakit adalah Nyonya Stave.


"Apa yang terjadi pada Nyonya, Tuan? "


Nyonya Stave kemudian berdiri dihadapan sang Dokter, yang sedikit terkejut melihatnya baik-baik saja.


“Bukan saya Dokter,tapi putriku!”


Ucapan Nyonya Stave,membuat Dokter Bram terkejut.Dokter Bram mengalihkan pandangannya ke arah ranjang, nampak seorang gadis tertidur lelap di ranjangnya.Dokter Bram tidak memperdulikan pengakuan sang Nyonya lagi, dengan cepat sang Dokter,mengeluarkan alat medisnya dan mulai memeriksa keadaan Lila.Tuan dan Nyonya Stave,memperhatikan dengan seksama apa yang Dokter Bram lakukan.hingga tatapan aneh Dokter Bram kepada mereka,membuat Tuan dan Nyonya Stave saling melempar pandangan.


“Tuan dan Nyonya,bolehkah saya bicara?”


Tuan Stave menganggukkan kepalanya,Tuan Stave dan Dokter meninggalkan kamar Lila.setelah menyelimuti dan mengecup kening Lila,Nyonya Stave meninggalkan kamar  dan menyusul sang suami dan Dokter Bram ke ruang tamu.


__ADS_1


__ADS_2