
Sore itu, ketika Lila sedang menyiapkan bahan makanan untuk makan malam.karena Bara meminta Lila yang membuatkan makan malam, sedangkan untuk sarapannya,para koki yang akan membuatkannya.Bara tidak ingin Lila terlalu kelelahan.saat itulah Vero datang membawa makanan yang ia beli direstoran mahal.Lila yang melihat kedatangan vero hanya kebingungan. Madam Rima,menghampiri Vero yang seakan seenaknya dirumah itu.
“Nona Vero apa yang anda lakukan?,Vero menghentikan aktifitasnya,dan menatap Madam Rima, yang kini telah berdiri disampingnya.
“ Aku ingin menyiapkan makan malam untuk Bara,aku sudah membawa makanan kesukaannya!,Madam Rima, melihat beberapa makanan yang sudah di atur di atas meja,namun sang madam tetap meminta Lila untuk membuat makan malam.sempat terjadi adu mulut antara Vero dan Madam Rima.meskipun sedikit kesal tapi Vero mengikuti aturan yang sudah ada di dalam rumah.
Suara deru mobil Bara,telah memasuki rumah. Vero begitu antusias menanti kedatangan Bara,saat memasuki rumah, Bara maupun Han hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi,saat mengetahui keberadaan Vero dirumah.
Bara kini telah duduk dimeja makan,Han masih setia menemani Bara,tidak seperti biasanya setelah sampai di rumah Han akan meninggalkan Bara begitu saja. namun berbeda untuk malam ini.beberapa macam menu makanan telah terhidang di atas meja, dari makanan restoran mahal dan makanan rumahan,yang di masak oleh Lila.saat itu Lila hanya bisa berdiri disamping Madam Rima,menyaksikan adegan demi adegan yang akan segera dimulai dengan jantung yang sedikit berdebar. Lila meremas tangannya, yang kini mulai berkeringat dingin,hal itu tak luput dari perhatian Bara.
“Han duduklah untuk makan malam!,Han menarik kursi,dan duduk tepat disebelah Bara.Vero tak habis pikir dengan Bara, bisa-bisanya dia meminta sang sekertaris ikut makan malam di meja yang sama pikirnya.Vero mengalihkan perhatiannya kepada Bara ia berusaha meredam rasa kesalnya.
“Bara aku membeli makanan kesukaanmu,kau masih ingatkan ini adalah makanan kesukaanmu dulu!,Vero mengambilkan beberapa macam makanan yang ia beli,di isinya dalam piring dan memberikannya kepada Bara.
Bara hanya diam, ia mengambil piring sendiri dan mengambil makanan yang Lila masakan untuknya.
“Bara ini makanan kesukaanmu!, ucap Vero ketika melihat Bara mengambil piring dan makanan lain, dan bukan menerima piring darinya.
“Aku sudah tak menyukainya lagi!,Bara melirik piring Han yang masih kosong,Bara tersenyum.
__ADS_1
"Kau bisa berikan pada Han.piringnya masih kosong,atau kau makan sendiri!,ucap Bara asal, membuat Han memaki dalam hati. Sial kenapa mengalihkannya padaku aku ingin makan masakan Lila,maki Han dalam hati.Vero tak berani memaksa Bara,akhirnya dia memakan sendiri makanan yang ia beli,sementara Bara dan Han makan begitu lahap dengan makanan yang dibuat Lila.beberapa kali Vero meminta Lila,melakukan sesuatu dari mengambil air minum,tissue yang lupa ia siapkan di atas meja,Bara hanya diam saja tetapi dalam hati ia begitu menahan rasa kesal.setelah makan malam,Bara meninggalkan ruang makan.Bara kembali ke kamar, untuk membersihkan diri berharap vero meninggalkan rumah secepatnya.
Setelah mandi dan menggunakan pakaian rumahan, Bara hendak menemui Lila.namun apa yang Ia lihat,sungguh membuat amarahnya memuncak,beberapa kali ia melihat Vero memarahi Lila,karena Teh yang ia minta tidak sesuai keinginannya.
“Aku memintamu membuatkan teh hangat kenapa ini malah dingin begini Hahh!, ucap Vero kesal, memandang wajah cantik Lila.
“Tadi anda,memintaku menggantinya karena terlalu hangat,ini sudah yang ke tiga kalinya Nona!,,ucap Lila yang membela dirinya, sebenarnya Vero hanya ingin melampiaskan rasa kesalnya. dan Lila adalah sasarannya.Madam Rima yang tidak senang, karena ulah vero menghampirinya.
“Maaf Nona Vero, jika anda memiliki masalah diluar jangan membawanya ke dalam rumah ini, dan menyalahkan pelayan kami!, ucap Madam Rima, mencoba menasehati dan menegur vero.
“Hei kau!,,Vero tak terima akan ucapan Madam Rima, ia berdiri sambil menuding Madam Rima,yang masih berdiri di samping Lila.
"Dengar ketika aku menjadi Nyonya Muda dirumah ini,yang pertama akan aku usir adalah kalian berdua!,ucap vero dengan nada sombongnya,Bara dan Han,yang melihat kejadian itu begitu murka dengan ucapan dan perilaku vero.yang begitu tidak menghargai orang tua.Madam Rima dan Lila, masih berdiri dalam diam.Bara datang menghampiri mereka,melihat kedatangan Tuan Mudanya, Madam Rima dan Lila menundukan kepalanya.Vero mengambil kesempatan, dan dia mendekati Bara berusaha memprovokasi Bara.
“Kau lihat Bara,kelakuan Para pelayanmu yang tak sopan itu kepadaku!,Bara menatap Dingin ke arah Vero.
“Ikut aku!,perintah Bara,vero mengikuti langkah Bara. entah kenapa ia merasakan hawa kemarahan disekelilingnya.sesampainya diruang kerja ,Bara masih diam ia memasukan kedua tangan kesaku celananya.tak ada yang memulai percakapan diantara mereka,Bara berharap vero meminta maaf,namun bukan maaf yang vero katakan. hinaan dan cacian,yang ia ucapkan untuk kedua pelayan kesayangan Bara.
Bara menutup matanya, meredakan emosi yang sudah bergemuruh di dadanya.
__ADS_1
“Bara Pecat saja mere….ka!,,belum selesai vero mengucapkan kalimatnya, sebuah suara nan mengerikan menggema di setiap sudut ruangan.
“KAU PIKIR SIAPA DIRIMU HAHH!!,,vero terkejut, untuk pertama kalinya ia melihat amarah dimata Bara.dan untuk pertama kali juga Bara berteriak padanya.
“Kau pikir dirimu Nyonya dirumah ini, sehingga kau bisa melakukan apapun kepada para bawahanku!,ucap Bara yang kini menatap Vero, dengan tatapan kebencian.
"mereka yang kau hina,adalah orang-orang terkasih di rumah ini, jadi tempatkan dirimu sebagai tamu di rumah ini!,ucapan Bara sinis,tepat menusuk hati Vero.
" Aku tidak ingin kau, menginjakan kaki di rumahku lagi,apa kau mengerti!, ucap Bara yang kini menatap vero. tatapan yang menusuk dan penuh kebencian, itulah yang bis vero lihat.
“Bara aku …hanya..”,,vero tidak bisa membela dirinya, ia sadar yang dia lakukan hari ini memang salah,dan ia tidak tau akibat dari ulahnya, yaitu memancing kemarahan Bara.tapi tetap saja ia tidak terima,hanya karena pelayan, Bara begitu marah padanya,jika seperti ini bagaimana ia bisa mendekati Bara lagi.akhirnya ia mengalah dan menurunkan sedikit ego dan gensinya.
“Bara aku minta maaf,aku datang kemari untuk memperbaiki hubungan kita!, ucap vero lembut, dan berusaha menyentuh tangan Bara.
“CUKUP Vero!,Kau tau dimana pintu keluar kan!,,Vero tidak ingin melihat kemarahan Bara lebih dari ini, akhirnya ia mengalah,vero meninggalkan rumah mewah itu dengan perasaan kesal. selama Dua tahun menjalin asmara, Bara tak pernah memperlihatkan sisi buruknya,hanya sikap cuek dan dingin yang vero rasakan. karena itu ia merasa jenuh akan hubungannya, dan lebih memilih pria lain yang memberinya perhatian dan kelembutan.
Setelah kepergian Vero, rumah kembali tenang lain halnya dengan yang dirasakan Lila,ia begitu penasaran tentang apa yang dilakukan Bara bersama wanita itu.Lila menghembuskan nafasnya kasar, ia lebih memilih pergi ke taman dan duduk di bosago. menikmati angin malam, menghilangkan perasaannya yang gundah, akan kedatangan mantan dari kekasihnya sekarang. Bara keluar dari ruang kerjanya, ia langsung mencari Lila. hatinya tak karuan saat ini,dilihatnya sang gadis sedang duduk sendiri sambil memejamkan mata,Bara menghampiri Lila mengecup singkat pipinya.Bara memeluk erat tubuh Lila,menyalurkan rasa sayang dan cintanya yang disambut oleh sang gadis.Bara merasa begitu bersalah pada Lila,ia menyalahkan dirinya yang belum mampu menjaga Lila dan membuktikan perasaannya dengan baik.
__ADS_1