
Hampir 30menit Lily mengeluarkan segala kesedihannya,air matanya tidak bisa dirinya kendalikan,ketika mendengar ucapan Billy yang entah kenapa membuatnya begitu bersedih.Bara melonggarkan pelukannya,di tatapannya sang istri yang masih sesenggukan.
“Ada apa sayang,ceritakan padaku!”
“Bisakah kita membawa Billy,ikut serta bersama kita.aku sedih meninggalkan tempat ini serta meninggalkannya,itu juga yang dia rasakan terhadap kita!”
“Bagaimana kau bisa tau sayang?”
“Aku tidak sengaja mendengar percakapan anatar Billy dan Neneknya,kakiku berat untuk melangkahkan kaki dari sini sayang.aku tidak mampu meninggalkannya disini!”
“Sayang,tatap mataku!”
Lily mengangkat kepalanya,menatap mata sang suami yang memberinya tatapan lembut dan penuh rasa sayang.
“Aku tau hatimu begitu lembut,dan kau begitu menyukai Billy.tapi satu hal yang harus kau sadari sayang,Billy masih memiliki seorang Nenek yang harus dia jaga.jika kita membawa Billy sekarang ,apa kau tidak kasihan dengan sang Nenek yang akan hidup seorang diri di tempat ini.jika kita meminta Billy,aku yakin sang Nenek akan mengijinkan Billy ikut dengan kita,tapi aku tidak ingin memisahkan Billy dari satu-satunya anggota keluarga yang dia miliki sayang!”
“Jika kau memang menyayangi Billy,kita bisa membantunya dengan memberinya pendidikan.dan mempekerjakan seseorang disini untuk membantu Nenek Billy,agar Billy bisa menempuh pendidikan yang semestinya!”
Lily menunduk dan memikirkan apa yang Bara katakan,semua yang suaminya katakan masuk akal.Lily mengangkat kepala, dan mengangguk.Bara tersenyum dan memeluk tubuh istrinya dengan hangat.
“Kita temui Nenek Billy malam ini,setelah makan malam.kita bicara dengan baik-baik!”
Malam mulai menyapa,Bara,Lily,Billy dan sang Nenek yang telah menyiapkan hidangan makan malam yang istimewa menikmati makan malam mereka dengan tenang.setelah santap malam selesai,Billy berpamitan masuk ke kamarnya untuk istirahat.sangat jelas terlihat jika Billy menghindari Lily,namun Lily berusaha bersikap tenang dan tidak menyadari hal tersebut.
“Tolong maafkan Billy,mungkin dia merasa lelah dengan aktifitasnya seharian ini!”
“Tidak apa-apa Bu,putra dan putriku juga kadang bersikap demikian.Bu,apa anda memiliki waktu,kami ingin bicara!”
Deg,perasaan Nenek Billy mulai tida tenang,sepertinya Lily dan Bara merasakan kejanggalan dari sikap Billy mala mini.apakah karena itu mereka ingin bicara,berbagai macam pertanyaan muncul di benaknya.hingga kerutan di keningnya dapat Lily lihat,dengan lembut Lily meraih tangan yang mulai keriput tersebut,mengelusnya dengan pelan.membuat Nenek Billy merasa lebih tenang,dari sebelumnya.
“Baiklah,ayo kita bicara di taman belakang!”
Bara dan Lily mengikuti langkah Nenek Billy yang berjalan di depan mereka,jantung Lily berdegup kencang,seolah-olah dirinya akan disidang mala mini.Bara yang mulai menyadari kegugupan Lily,mengelus lembut tangan sang istri yang dirinya genggam sejal tadi.kini mereka bertiga telah duduk di kursi taman belakang villa,suasana sepi menyelimuti Villa tersebut.tidak ada satupun dari mereka yang memulai percakapan,hingga Bara memberanikan diri bicara mewakili sang istri.
“Sebelumnya kami ingin meminta maaf jika dalam hal ini kami bicara salah,namun itu semua di luar nalar kami Nyonya.kami hanya ingin menyampaikan apa yang kami rasakan terhadap cucu anda,dan ini semua demi kebaikan cucu anda juga!”
“Kami ingin sekali mengadopsi Billy,namun kami sadar anda adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki.dan kami akan sangat egois jika membawanya pergi jauh dari sisi anda,maka dari itu ijinkan kami membiayai sekolah Billy.dan kami akan mengirimkan beberapa pekerja,untuk membantu perkebunan anda.selama Billy sekolah!”
__ADS_1
“Tuan!”
“Kami tidak akan membawa Billy Nyonya,tapi kami akan menyekolahkan Billy di kota,dan menempatkannya di asrama.Billy akan kembali setiap minggu,untuk menemani anda.namun semua itu tidak akan terlaksana tanpa persetujuan anda!”
“Apa yang membuat anda berbuat seperti ini kepada cucu saya Tuan?”
“Ibu,tolong jangan berprasangka buruk kepada kami.saya memiliki seorang putra dan putri yang umurnya hanya berbeda beberapa tahun dengan Billy,tidak ada maksud tertentu dari kami.sebagai seorang ibu,yang begitu mengerti rasanya kesendirian sangat mengerti apa yang Billy rasakan.saya hanya ingin membantu Billy,menata masa depannya.setidaknya dia harus sekolah,dan mendapatkan pendidikan!”
“Dan entah kenapa saya mulai menyayangi Billy,dia anak cerdas dan mungkin saja akan menjadi orang sukses suatu hari nanati.tolong berikan kesempatan kepada cucu anda untuk belajar!”
Nenek Billy tidak bisa menahan air matanya,dia meraih tubuh Lily dan membawanya kepelukannya.rasa bahagia serta haru,itulah yang dirasakan wanita yang kini sudah berusia setengah abad itu.baru kali ini dirinya bertemu dengan seorang wanita,yang benar-benar berhati tulus terhadap cucunya.beberapa wanita yang pernah di temui nya,hanya menatap cucunya dengan penuh minat jahat.karena itu sang Nenek,enggan menyekolahkan sang cucu ke tahap selanjutnya.
“Apakah ibu mengijinkan kami,menyekolahkan Billy?”
Nenek Billy melonggarkan pelukannya dan menatap Lily dengan mata yang berderai air mata,senyum tulusnya terukir dibibir yang keriput itu.anggukan kepala,Lily dapatkan dari Nenek Billy.membuat hati Lily berbunga-bunga,senyum kebahagiaan terukir indah dibibir manisnya.
“Terimakasih Ibu,kami tidak akan mengecewakanmu!”
“Terimakasih karena dengan tulus hati membantu kami,terutama pada cucuku.dan ada hal yang harus kalian tau,cucuku sangat menyukai kalian berdua.hiingga dia merasa sedih ketika mendengar kalian akan kembali besok,malam ini dia bersikap demikian karena tidak bisa menatapmu Nona!”
“Terimakasih Nona lily,Tuan Bara.saya wanita tua ini tidak akan melupakan kebaikan anda!”
Lily memeluk kembali tubuh wanita renta itu,perasaanya sangat bahagia mala mini.keinginannya untuk menyekolahkan Billy,akhirnya direstui oleh sang Nenek.meski keinginannya untuk mengadopsi Billy masih jauh dari harapannya.hampi 2 jam ketiganya menghabiskan waktu di tam itu,sambil mengobrol.hingga udara dingin mulai dirasakan tulang mereka,yang memaksa ketiganya harus kemabli masuk ke kamar masing-masing,untuk menghangatkan diri.
***
Semua pakaian serta barang lainnya, telah dimasukkan kedalam koper.pagi ini Bara dan Lily akan kembali ke kota,dan sejak 1 jam sebelumnya Lily tidak melihat keberadaan Billy sama sekali.setelah meminta ijin pada Bara,Lily mencoba mencari keberadaan Bocah lelaki yang menemaninya beberapa hari selama liburan.Lily terus mengedarkan pandangannya,mencari sosok lelaki dengan tubuh setinggi pinggangnya.hingga tatapan Lily tertuju pada sebuah pohon rindang,Billy duduk sambil menundukkan kepalanya.
“Apa yang kau lakukan disini,kau tidak ingin melihatku pergi?”
Billy menolehkan kepalanya ke asal suara yang mengganggu pendengarannya,Lily sejenak tertegun melihat mata merah Billy,mata seseorang yang baru selesai menangis.Billy kembali menundukkan kepala,dan menggeleng pelan.Lily tersenyum dan duduk tepat di sebelah Billy.
“Kau mau melihat putra dan putriku?”
Billy kembali mengangkat kepalanya dan menatap Lily,yang tersenyum lembut ke arahnya.
“Kau mau melihat saudara dan saudarimu?”
__ADS_1
Billy tersenyum senang,mendengar kata saudara dari mulut Lily.dengan cepat Billy menganggukkan kepalanya.membuat Lily tertawa bahagia,dengan semangat Lily mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.sementara Billy menunggu,dengan sedikit gugup karena akan bertemu dengan anak-anak dari wanita yang telah dirinya anggap sebagai seorang kakak serta ibu itu.suara cempreng yang menggemaskan dari Queen,membuat jantung Billy berdegup kencang.
“Hello Mommy,Queen rindu Mommy!”
“Hello sayangnya Mommy,dimana kak Bian?”
"Hai Mom,Bian disini!”
Terlihat keduanya menunjukan wajah manisnya kehadapan sang ibu,membuat Lily tersenyum senang.Billy yang melihat kedua anak manis itu ikut tersenyum,Lily meraih bahu Billy dan mengarahkannya ke ponsel,membuat BIan dan Queen bisa melihat wajahnya yang merona karena malu.Bian terdiam dan menatap Billy,sementara Queen melongo ketika melihat wajah Billy yang merona.
“Hai bocah pemalu,kenapa wajahmu jadi memerah.apakah kau demam?”
Suara cempreng Queen membuat Billy semakin menundukkan kepala,membuat Queen mulai mengerucutkan bibirnya karena tak menerima jawaban apapun dari Billy.Lily hanya bisa tertawa melihat kelakukan putrinya yang begitu terang-terangan menggoda dan mengerjai Billy,yang sedikit pemalu.
“Queen,jangan buat Billy malu!”
“Oh jadinya Billy,salam kenal aku Queen,putri kesayangan mommy!
“Hai Billy,aku Bian kakak Queen!”
Mendengar sapaan ramah dari Bian serta Queen,membuat Billy berani mengangkat kepala dan menatap keduanya.dengan senyuman manisnya Billy menjawab salam kedua bocah yang berada di sebarang,melihat senyum Billy yang menawan Queen berubah histeris,dan memukul punggung sang kakak.
“Sudah ya Mom,Queen kambuh lagi.Bian menunggu kepulangan Mommy,I miss you Mom!”
“I miss You Too Baby!”
Lily menutup panggilan teleponnya,dan menatap Billy yang terlihat senang.
“Maafkan putriku,dia anak yang sangat jujur dengan apa yang dilihatnya!”
“Mereka sangat Manis,terutama putri kak Lily,dia sangat imut!”
“Benarkah,banyak yang mengatakan demikian.aku jadi khawatir kelak dia akan menjadi rebutan serta incaran para pria tampan!”
“Aku akan menjaganya,dan menjauhkannya dari pria-pria hidung belang!”
Ucapan Billy yang penuh tekad membuat Lily tersentuh,dengan lembut Lily membawa Billy kepelukannya.hal yang sam dilakukan oleh Billy,bocah itu memeluk Lily dengan penuh kasih.mengingat dan menanam dalam ingatan tentang pelukan hangat seorang kakak serta ibu yang dirinya dapatkan dari sosok wanita bernama Lily.
__ADS_1