
Setelah kejadian diruang tamu, Bara mencari keberadaan Lila. dimana lagi kalau bukan di taman,kekasihnya itu suka sekali berada ditaman bersama kucing kesayangannya.
“Apakah rasa sayangmu,sudah kau bagi dengan kucing itu”,,Lila tersenyum ketika mengetahui siapa yang datang.Lila merentangkan tangannya, yang disambut oleh Bara. Lila mendekap tubuh Bara yang ia rindukan hari ini.
“Maaf,hari ini terjadi lagi”,,ucap Bara penuh penyesalan.Lila menggeleng pelan,ia menatap wajah Bara di usapnya wajah tampan kekasihnya,Lila mengecup singkat bibirnya.
“Apakah kak Bara Lelah “,, tanya Lila lembut.
“Aku lelah sekali, tolong hilangkan rasa lelahku ini”,,Lila hanya tersenyum, membiarkan kepala kekasihnya berada di pangkuannya. Lila mengelus kepala Bara,menyalurkan rasa sayangnya.
“Bagaimana Nona vero”,,mendengar nama vero Bara memejamkan matanya.
“Jangan membahasnya,aku hanya ingin membahas tentang cinta kita”,,ucap Bara, Lila tertawa mendengar ucapan Bara.
“Hei kenapa kau tertawa”,,Bara yang tak terima menggelitik perut Lila, sehingga membuat Lila tertawa lepas. hingga tak ada jarak antara mereka. Bara menarik tengkuk Lila,dan mengecup kening Lila.hingga turun ke bibir manis milik Lila, mereka saling mencium dan saling membalas.dari atas balkon, sang ayah sungguh tak percaya dengan apa yang ia lihat. putranya mencium pelayannya.
“Mama cepat kemari,kau harus melihat ini”,,seru Tuan Danu memanggil istrinya,sang istri dengan malas berjalan kearah suaminya.
“Ada apa sih Pa”,,Tuan Danu menunjuk ke arah taman ,dan sang istri mengikuti arah tangan suaminya,Nyonya santika menutup mulutnya melihat adegan romantis putranya.
“Ahh putra Mama sudah laku Pa",,teriak sang istri histeris.
"Bara sudah punya pacar,berarti tak lama lagi Mama akan punya mantu”,,Nyonya santika melompat kegirangan, sambil memukul lengan suaminya,bukannya kaget sang istri malah bahagia.
“Mama kenapa tidak terkejut,mama tau siapa gadis itu”,,sang istri hanya tersenyum, dan menganggukan kepalanya.
“Dasar Papa tidak peka”,,ucap sang istri kedal.
"Papa butuh penjelasan",,suara Tuan Danu, sudah naik satu oktaf,mau tak mau sang istri menceritakan siapa wanita yang bisa meluluhkan hati putranya itu.
“Jadi dia Lila pelayan kita?,pantas saja Bara sangat marah melihat dia diperlakukan seperti tadi oleh vero”,,Tuan Danu duduk di sofa, yang di ikuti oleh sang istri,Tuan Danu berfikir sejenak.
“Jika memang Bara mencintainya,dan memilihnya papa setuju saja Ma",,ucap Tuan Danu, menatap sang istri.
__ADS_1
"Apalagi gadis itu sopan dan baik,tapi ada yang papa khawatirkan”,,sang istri mulai serius mendengar ucapan sang suami.
“Maksud papa”,,Tuan Danu menghela nafasnya.
“Putra kita pebisnis yang hebat,tentu ia akan bertemu dengan orang yang berasal dari kalangan atas",,Tuan Danu,melihat kekhawatiran dimata sang istri.
"Lila,dia hanya gadis biasa yang tidak memiliki pendidikan,Papa takut gadis itu tidak percaya diri berdiri di samping putra kita”,,sejenak Nyonya Santika berfikir, apa yang dikatakan suaminya benar adanya. meskipun mereka sebagai orang tua, tidak mempermasalahkan hal tersebut, tapi berbeda dengan pandangan orang lain.
“Biarkan Mama yang mengurusnya Pa",,ucap sang istri menatap sang suami.
"Mama akan buat Lila, menjadi gadis yang pantas untuk putra kita,papa mendukung Mama kan”,,sang suami hanya tersenyum dan menggunakan kepala tanda setuju.sang istri begitu bahagia, ia tak menyangka usahanya tak sia-sia.
Di taman dua insan,yang masih dimabuk cinta itu masih setia ditempatnya ,Bara benar-benar tak rela berpisah dari Lila.(lagi Bucin😄).
“Minggu depan mau ikut liburan”,,Lila tak menjawab.
“kenapa tak menjawab”,,tanya Bara,Lila tersenyum.
“Jika di ijinkan oleh Madam”,,Bara mengusap kepala Lila.
Beberapa hari telah berlalu, kini Nyonya santika sedang bersama Lila di taman.
"Lila kau tidak ingin kuliah",, Lila hanya menunduk, dan memilin ujung bajunya.
" Sebenarnya Lila ingin sekali kuliah, tapi Lila tinggal disini dan harus bekerja, jadi Lila tidak enak Bu",, sang Nyonya tersenyum mendengar ucapan Lila yang begitu jujur.
"Ibu sudah mendaftarkan mu di Universitas xxx",,ucap Nyonya Santika,membuat Lila menoleh kearahnya.
"Jurusan Desainer,universitas terbaik di kota ini. Ibu sudah mengatur semuanya, besok kau sudah bisa memulai kuliahmu",, Lila terkejut mendengar ucapan sang Nyonya.
" Secepat itu?,dan bagaimana ibu tau, jurusan yang saya suka",, Lila merasa terlalu cepat, ia belum menyiapkan apapun,dan belum memberi tau apapun. tapi sang Nyonya mengatakan,sudah mengatur semuanya. apakah ia tau dari Madam Rima?,pikir Lila. memang orang kaya, apapun serasa mudah ucap Lila dalam hati.
"Lebih cepat lebih baik Lila",, Nyonya santika hanya tersenyum melihat kepolosan Lila.
__ADS_1
" Dan untuk biaya kuliahmu jangan takut, ibu akan menanggungnya. tugasmu adalah belajar dengan baik, buat ibu bangga",, Lila tersenyum dan memeluk sang majikan, ia sudah tidak sungkan lagi.
"Buat Bara semakin tergila-gila padamu, dan jangan ciuman disembarang tempat, live lagi",,Nyonya santika berbisik ditelinga Lila, sehingga membuat pipi chubby itu memerah karena malu.
"Ibu melihatnya?,tanya Lila polos.
" Bukan hanya ibu,tapi bapak juga",, Nyonya santika tertawa lepas melihat reaksi Lila, sedangkan Lila menutup wajahnya dengan ke dua tangannya, ia benar-benar malu dan tak berani melihat sang majikan.
"Kami serahkan Bara padamu, rawat dia dan tolong bahagiakan dia",, sang Nyonya menggenggam tangan Lila.
" Iya Bu, Lila akan berusaha melakukan yang terbaik ",, Nyonya santika tersenyum bahagia, hari itu mereka berdua benar-benar bahagia.
Malam Pun telah tiba, seperti biasa Lila berada di taman menghirup udara malam.Bara datang dan memeluk Lila dari belakang.
" Kau merindukan ku",, Lila mengangguk.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini kak",, Bara tak menjawab, ia hanya sibuk mencium leher jenjang dan menghirup aroma tubuh Lila,yang menurut Bara sangat wangi tanpa parfum itu.
"Aku merindukanmu",,ucap Bara lagi, ia memutar tubuh Lila, diciumnya bibir manis nan menggoda itu,untuk beberapa saat Lila menikmati ciuman Bara yang tak bisa ia tolak. saat Bara benar-benar menikmati ciuman mereka, Lila menghentikan ciumannya yang membuat Bara menatap heran ke arah Lila.
"Ada apa",, Lila hanya menengok kiri dan kanan, seperti memastikan sesuatu, Bara heran ia menangkup wajah Lila,dikecupnya bibir Lila berulang kali.
"Kak Bara, jangan ciuman sembarangan lagi",, Bara mengangkat sebelah alisnya, heran dengan ucapan Lila.
"Kita berada di taman, tidak akan ada yang melihat kita Lila sayang ",,Lila menggelengkan kepalanya, tanda tak setuju.
" Kemarin ibu dan bapak, melihat kita berciuman ",, satu detik, Dua detik Bara menyadari sesuatu.
"Maksudmu ayah dan ibuku",, Lila mengangguk, Bara benar-benar terkejut. apa tanggapan mereka nanti, apakah mereka akan menentang hubungan kami. aku harus bicara pada mereka, ucap Bara dalam hati. Bara menghilangkan perasaan ragu dihatinya. ia lebih suka menggoda Lila.
"Jika kita tidak bisa ciuman disini, dikamar kak Bara saja ya",, Lila yang mendengar ucapan Bara, melototkan matanya, dan mukul Bara bertubi-tubi. bukannya kesal Bara hanya tertawa.
"Kak Bara mesum",, teriak Lila.
__ADS_1
"Mesum pada kekasih sendiri, boleh kan",, sambil menaik turunkan alisnya, membuat Lila yang tadinya kesal jadi ingin ikut tertawa, malam yang indah untuk mereka berdua.