Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
164. Menyiapkan Ulang Tahun Queen


__ADS_3

“Ulang Tahun Queen?”


Bara melebarkan matanya,dan menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.tingkahnya sungguh menarik perhatian beberapa karyawannya,Bara hanya akan bersikap demikian bila bersama orang-orang tertentu.


“Apa yang kau ingat,ulang tahun Queen sebentar lagi,tidakkah kita membuat acara ulang tahun untuknya?”Bara menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan usulan Han,keduanya larut dalam obrolan seputar acara ultah Queen,yang ingin mereka buat.


“Aku akan meminta pendapat Lily dulu,perayaan yang seperti apa yang Queen inginkan.kau paling tau sifat Queen,berilah ide mu pada Lily.” Han mengangguk,karena jam makan siang telah usai keduanya kembali berkutat dengan pekerjaan masing-masing yang menunggu untuk di selesaikan.


Dona mengerutkan kening melihat wajah Sasa yang tampak pucat,pikirannya langsung tertuju pada dua sosok mengerikan,yang pasti melakukan sesuatu kepada sasa.Dona duduk di samping Sasa,memperhatikan wajah rekannya.


“Kau kenapa,apa dua pria titisan dewa itu melakukan sesuatu padamu?” mendengar pertanyaan Dona,sasa menolehkan kepalanya,dan menangis sejadi-jadinya.Dona tentu panik,tak ada angin serta hujan,Sasa menangis dan memeluk tubuhnya dengan erat.


“Kau benar Dona,seharusnya aku mendengarkan ucapan mu,dan tidak mencoba mendekati salah satu dari mereka.” Dona menjauhkan tubuh Sasa,menatapnya dengan sedikit khawatir.memastikan jika tubuh Sasa baik-baik saja,meski tidak mungkin keduanya melakukan hal yang tidak senonoh terhadap Sasa,namun tetap saja instingnya sebagai seorang wanita berpikir kearah sana. 


“Jauhkan pikiran konyol mu Dona,mereka tidak menyentuh atau melukai fisikku,tapi mereka melukai hatiku Huauaua..” Tangisan Sasa semakin keras,sementara Dona menghela nafas lega.Dona mulai menenangkan Sasa dengan menepuk pelan pundak wanita itu,bersabar menunggunya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


“Dia menolak ku mentah-mentah,dan mengatakan hanya akan makan bersama keluarga dan istrinya.dia menghargai ajakan ku,tapi lebih menghargai perasaan istrinya..Hauuaa..aku benar-benar sesak mendengarnya.” Sasa semakin menundukkan kepalanya,di bahu Dona. 


“Aku sudah mengatakan padamu,jika Tuan Bara telah berkeluarga,kenapa masih nekat mengajaknya makan siang.” Dona bicara dengan ketus,menyalahkan kebodohan rekannya.Sasa melepaskan pelukannya,dan menatap Dona dengan bingung.


“Aku tidak mengajak Tuan Bara,yang aku maksud adalah sekertaris Han,dia menolak ku seperti itu.dan kau,kenapa tidak mengatakan padaku,jika kedua pria itu telah beristri.” Dona tertegun mendengar ucapan Sasa,jadi yang menolak Sasa bukan Tuan Bara melainkan Han.Dona menatap Sasa kembali,memaksa tubuh wanita itu menghadap dirinya.


“katakan padaku sekali lagi,Apa yang sekertaris Han katakan padamu?” Sasa mengerucutkan bibirnya,mengingat kembali ucapan Han yang sangat beribawa.betapa pria itu sangat mencintai keluarga,serta istrinya.


“Aku menghargai tawaran anda,tapi aku lebih menghargai istriku.aku hanay akan makan bersama keluarga dan istriku,jika aku menerima tawaranmu hari ini.maka sudah dipastikan akan ada kesempatan kedua,ketiga dan seterusnya.” Sasa memperagakan ucapan Han,dengan gayanya.ucapan Sasa membuat Dona tersenyum,karena sebelumnya dirinya pernah makan siang bersama Han,apakah itu berarti?


Dona tidak ingin berpikir terlalu jauh,namun pipinya merona karena pikirannya sendiri.Sasa yang menyadari perubahan wajah Dona,mengernyit dan menangkup kedua pipi Dona dengan tangannya.

__ADS_1


“Apa yang kau lakukan Sasa?lepaskan pipiku.” Sasa menatap wajah Dona dengan sedikit Khawatir,Sasa menatap Dona memastikan jika wanita itu baik-baik saja.


“Wajahmu memerah,aku pikir terjadi Sesuatu padamu seperti demam misalnya.” Dona melepas paksa tangan Sasa,yang menangkup kedua pipinya.


“Aku kepanasan,sudahlah kembali kemejamu.carilah pria lain yang bisa menerimamu dengan baik.” Dona mengalihkan perhatian Sasa darinya,ia tidak ingin Sasa curiga.Dona menepuk pelan kedua pipinya,menyadarkannya dari pikiran konyol tentang Han.meski tak bisa dirinya pungkiri,hatinya merasa senang dan berbunga-bunga saat ini.Sasa kembali kemejanya dengan langkah lesu,dia kembali berkutat dengan pekerjaannya yang sempat tertunda.


****


Didalam kamar yang bercahaya kan lampu temaram,dimana tubuh sepasang suami istri yang basah karena keringat,saling berpelukan di bawah selimut.setelah percintaan panas mereka,keduanya mengistirahatkan tubuh sejenak.Lily memeluk tubuh Bara yang masih telanjang di bawah selimut,menempelkan pipinya di dada Bara sambil mendengar detak jantungnya yang berirama.


“Dua minggu lagi Ulang Tahun Queen,apa kau memiliki rencana untuk merayakannya?” Bara berucap,sambil mengelus rambut Lily yang halus.Lily menengadah,menatap wajah Bara sekilas dan menempelkan pipinya kembali di dada bidang Bara. 


“Mungkin sebaiknya aku bertanya pada Queen dulu,anak itu ingin pesta seperti apa.kau tau sendiri jika Queen,selalu ingin sesuatu yang sempurna.” Bara tertawa mendengar ucapan istrinya,kedua anaknya memang seperti dirinya,selalu menginginkan sesuatu yang sempurna.Bara mengusap lembut punggung Lily,sambil memikirkan ide untuk merayakan ulang tahun Queen sebentar lagi.


“Hari ini kami kedatangan klien,salah satunya mengincar Han.” Lily melebarkan matanya,mengangkat kepala dan menatap Bara tak percaya.


“Jangan berharap lebih dari Han,kau pasti sudah tau jawabannya.” Lily mendesah pelan,dia berpikir kali ini Han akan menemukan cintanya,ternyata harapannya masih terlalu jauh.


“Jangan memaksa Han untuk cepat-cepat mencari jodoh,sepertinya dia sangat menikmati kesendiriannya.biarkan waktu yang menjawabnya,kita hanya bisa berdoa.” Lily menganggukkan kepalanya pelan dalam pelukan Bara,dia tau tak seharusnya mereka menanyakan perihal kekasih Han.jika pria itu telah memilikinya sudah pasti Han akan memperkenalkan wanita itu pada keluarga besarnya.


Matahari telah menampakan sinarnya yang cerah serta hangat,seperti suasana hati Queen saat ini.gadis kecil bersenandung ria sambil menuruni tangga ,menuju meja makan dimana kedua orang tua serta kakek dan Neneknya menunggu.


“Selamat pagi semuanya”,Queen menyapa dengan riang,serta memberikan kecupan selamat pagi untuk semua yang ada disana.Queen menikmati sarapan Roti serta susu yang di buatkan sang Mommy untuknya,sebelum berangkat ke sekolah.


Seperti biasa Queen akan di antar oleh Ayahnya,karena arah sekolah dan kantor searah.dalam perjalanan,beberapa kali Bara melirik sang putri,yang hari ini lebih ceria dari biasanya.


“Apa hari ini putri Daddy sedang bahagia?” Bara menyipitkan matanya,sambil menatap sang putri yang tersenyum sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


“Queen bahagia,karena kak Billy dan Kak Bian akan datang di ulang Tahun Queen nanti.mereka akan datang bersama paman Diego.” Bara melebarkan matanya,dirinya bahkan belum bicara dengan sang putra,maupun Diego perihal kunjungan mereka.lantas bagaimana dengan sekolah mereka nanti,melihat suasana hati Queen yang baik,Bara   tidak ingin mengacaukannya.dia akan bicara langsung dengan Diego dan sang putra.


“Tema perayaan seperti apa yang ingin Queen adakan,tema princess?” Queen mengetuk-ngetuk dagunya,menimang tema ulang tahun seperti apa yang dirinya inginkan kali ini.Queen menatap sang Ayah,yang terlihat tidak sabar menunggu jawaban darinya.


“Kali ini Queen ingin merayakan ulang tahun di taman,Queen hanya ingin merayakannya bersama keluarga,dan tidak mengundang teman-teman!” Bara mengangkat alisnya mendengar ucapan sang putri,biasanya Queen akan meminta pesta meriah serta kado istimewa di acara ulang Tahunnya.dan permintaannya kali ini cukup sederhana,sudut bibir Bara tertarik membentuk sebuah senyuman indah.Bara mengusap pelan kepala Queen,yang di inginkan putrinya kini hanyalah waktu bersama keluarganya,itulah yang Bara bisa tangkap dari permintaan Queen.


“Baiklah jika itu permintaannya,Daddy akan menyiapkannya.” Bara menjawab dengan antusias yangs sama,demi membahagiakan sang putri.


“Daddy harus membawa perlengkapan kemping,karena kita akan menginap!” 


“Ok”


Queen melempar senyum bahagia kearah sang Daddy,ketika mendengar jawaban sang Daddy dengan penuh semangat.setelah mengantarkan putrinya,Bara langsung menuju kantor untuk melakukan meeting.


Pekerjaan hari ini yang cukup padat dan menyita seluruh tenaga,membuat Bara menghela nafas berat.penampilan yang tadinya rapi,kini sudah hancur berantakan.Han mengerutkan dahi melihat penampilan Bara yang tak seperti biasanya,Han tersenyum tipis sambil meletakan dua buah kotak buah segar yang dia beli di kantin.


“Kenapa wajamu kusut begitu?” Han membuka kotak buah,dan memasukkan buah segar yang telah di potong dadu kedalam mulutnya.rasa segar langsung menyebar di tenggorokannya,Bara melakukan hal yang sama,ikut menikmati buah yang Han Bawa.


“Pekerjaan kali ini cukup menyita tenagaku!” Han melirik jam di tangannya,yang sudah menunjukan pukul 4 sore,itu pertanda sebentar lagi mereka akan kembali ke rumah.


“Tinggal satu jam lagi,setelahnya kau bisa kembali pulang,mandi serta beristirahat!” Han melirik Bara,yang mengangguk-anggukan kepala sambil menikmati rasa manis buah segar yang Han bawa.


“Queen ingin merayakan ulang tahunnya  di taman,dengan kamping.dia tidak mengundang teman sekolah,hanya keluarga kita saja!” Han mengangkat alisnya,permintaan Queen kali ini cukup sederhana,Han tersenyum tipis mengetahui permintaan Queen di hari ulang tahunnya.


“Putrimu sudah mulai dewasa!” Bara mengangkat alisnya,menatap Han tak suka.”putriku masih kecil Han,hanya cara berpikirnya terkadang seperti orang dewasa.”


“Hahaha..” Han tertawa lepas,melihat sikap tak terima yang di perlihatkan oleh Bara dengan gambling.sikap seorang Ayah yang tidak terima,jika putri kesayangannya mulai beranjak dewasa.

__ADS_1


__ADS_2