Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 101. Permintaan bu Sri kepada Steve


__ADS_3

"Lucas... kau mau kemana?" tanya mama Risti. Karena, tiba-tiba saja Lucas yang tadinya tak pernah keluar kamar semenjak Cherry pergi tiba-tiba Lucas dengan penampilan seadanya buru-buru keluar menggunakan kendaraan pribadinya.


"Lucas... Lucas...," panggil mama Risti setengah berteriak.


"Ma... mama... apa yang terjadi?" tanya Yora mendengar mama Risti berteriak.


"Yora, kau hubungi suamimu Lexi katakan padanya jika Lucas pergi" ucap mama setengah memerintah.


"Lucas sudah keluar dari pertapaannya ma?" bukannya langsung melaksanakan perintah mama Risti, Yora malah bertanya.


"Yora, segera hubungi suamimu. Mama khawatir dengan keadaan Lucas.


Yora mengambil ponselnya segera menghubungi Lexi yang sementara ini menggantikan posisi Lucas di kantor.


"Ma... Lexi tak merespon telfonku," keluh Yora.


"Yora, coba kau hubungi papa atau siapa saja yang bisa mengejar Lucas" saran mama Risti.


Yora kembali menekan tombol ponselnya mencari kontak Hadinata.


"Papa...," panggil Yora dalam ponselnya saat Hadinata merespon panggilannya.


"Pa... tiba-tiba saja Lucas pergi dari rumah menggunakan kendaraan pribadinya. Mama sangat panik,"


"Lucas sudah keluar dari kamarnya?" tanya Hadinata setengah bahagia.


"Kau bilang dia pergi, pergi kemana Yora?" balik tanya Hadinata.


"Pa, jika Yora tahu Yora tak akan menghubungi papa" jawab Yora dan langsung disadari Hadinata.


"Aku akan segera pulang. Katakan pada mama, jika papa akan mencari Lucas" ucap Hadinata kemudian menutup ponselnya.


"Apa yang papamu katakan Yora?" tanya mama Risti.


Seperti yang dikatakan Hadinata, Yora juga memberi tahu informasi tersebut sesuai dengan yang diucapkan Hadinata.


"Papa akan segera pulang dan mencari keberadaan Lucas," jawab Yora.


Mama Risti terdiam, dia mencoba tenang. Seharusnya dia sangat senang melihat Lucas pada akhirnya keluar dari kamarnya setelah Cherry menghilang.


"Yora," panggil mama Risti.


"Mengapa tiba-tiba Lucas keluar dari kamarnya? apa dia sudah menemukan keberadaan adikmu Cherry?" mama Risti curiga.


"Jika memang adikku sudah ditemukan, mungkin ini jawaban do'a dari kita semua." jawab Yora dengan bijak.


"Mama sangat berharap jika Cherry segera ditemukan. Mama merasa bersalah atas hilangnya nyawa ayah kalian. Jika saja--"

__ADS_1


"Ma... semuanya sudah takdir Tuhan. Kita tak perlu lagi menengok kebelakang. Ayah dan Ibu sudah bahagia di surga." Yora memotong ucapan mama Risti.


"Terimakasih Yora sudah mengerti keadaan kami waktu itu," sahut mama Risti kemudian memeluknya.


"Aku yakin adikku pasti akan mengerti soal ini ma...," ucap Yora.


Sementara diperjalanan, Lucas melajukan kendaraannya dengan kencang. Telfon dari Rendi beberapa saat lalu membuatnya semangat untuk bertemu dengan sang istri yang sudah lama tak ia lihat. Kabar mengenai Cherry memeriksakan kandungan di Rumah sakit besar tempat Rendi bekerja yang pada akhirnya membuat Lucas harus bangkit dari keterpurukannya.


"Cherry... tunggu aku sayang," ucap Lucas.


**Sebelumnya,


Drrttt... Drrrttt...,


"Hei lama sekali kau mengangkat panggilanku," teriak suara diseberang sana.


"Jika kau menghubungiku untuk menanyakan aku sudah makan atau belum, jangan harap kau menghubungiku lagi." ancam Lucas kesal karena Rendi selalu menghubunginya hanya untuk menanyakan makan atau belum.


"Hahaha... kau rupanya kesal aku selalu perhatian denganmu," sahut Rendi.


"Aku tak punya banyak waktu untuk memberimu kabar bahagia, simpanlah tenagamu saat ini. Karena ada hal yang lebih penting dari ini." ucap Rendi memberitahu dengan nada serius.


"Apa aku harus mempercayaimu?" tanya Lucas sewot.


"Kali ini kau harus percaya padaku, jika tidak kau akan menyesal untuk selama-lamanya," jawab Rendi serius.


"Hissssttt..., sekarang katakan apa yang membuatmu yakin aku percaya padamu"


"Aku tak percaya!" sahut Lucas dengan kesal.


Drrrtt...


"Kau lihat yang aku kirim," ucap Rendi. Langsung saja Lucas mengecek ponselnya. Betapa terkejutnya ternyata yang dikirim oleh Rendi adalah foto Cherry sedang berbaring memeriksakan kandungannya. Sontak saja Lucas beranjak dari tidurnya.


"Rendi, kau tahan dia bagaimanapun juga. Aku segera menyusulnya." ucap Lucas lalu memutus panggilannya.


**


"Nyonya Cherry, mengenai mual dan muntah anda ini hal biasa. Tapi tetap makan dan minum meski sedikit untuk memberi asupan makanan kepada kedua calon bayi nyonya," ucap Rendi sembari memberi resep.


"Saya sudah memberikan resep vitamin yang terbaik untuk Nyonya," imbuhnya kembali.


"Dokter, kedua calon bayi maksudnya?" tanya Cherry yang masih terlihat pucat.


"Calon bayi nyonya kembar. Untuk jenis kelaminnya belum terlihat karena keduanya sangat aktif di dalam sana," ucap Rendi sambil terkekeh.


Cherry menutup kedua mulutnya takjub, tak menyangka jika bayi yang dikandungnya selama 5 bulan ini adalah bayi kembar.

__ADS_1


Ibu Sri juga sama begitu takjub dengan kabar kehamilan kembar Cherry.


"Nak Cherry... ibu akan mendapatkan 2 cucu sekaligus," ucap bu Sri berkali-kali tentunya dengan bahagia.


"Nak... kau harus memberitahu suamimu tentang berita bahagia ini," ucap bu Sri entah sadar atau tidak.


Cherry langsung terdiam, dalam hatinya ingin juga memberitahu perihal kehamilannya dengan Lucas. Namun, hatinya masih teringat dengan peristiwa ayahnya.


Mendengar ucapan bu Sri dalam hati Rendi, "Sebentar lagi kau akan bertemu Lucas nyonya,"


Diluar sana, Steve maju mundur ingin memberitahu informasi ini dengan keluarga Neva.


"Bagaimana ini, apa aku harus memberitahu Neva?" gumamnya bingung.


"Bodo amat dengan ancaman Cherry, mereka semua harus tahu jika Cherry sedang bermasalah dengan kehamilannya," ucap Lucas bermonolog pada dirinya sendiri.


Steve kemudian menghubungi Neva, tak menunggu lama Neva mengangkat panggilannya.


"Kau dimana Steve?" tanya Neva.


"Neva, aku ingin memberitahumu kalau sekarang aku sedang bersama Cherry," jawab Steve mengejutkan Neva pastinya.


"Bercandamu ga lucu Steve," sahut Neva tak lantas percaya.


"Neva, kali ini aku serius. Aku sedang bersamanya di Rumah sakit. Wajahnya sangat pucat, badannya kurus, perutnya buncit," ucap Steve bercerita dengan nada memelas.


"Steve, apa Cherry sangat menyedihkan?" tanya Neva khawatir.


"Kau lihat sendiri kondisinya, aku akan berusaha menahannya hingga kau tiba," jawab Steve lalu menutup panggilannya.


Ceklek,


Mendengar pintu terbuka, Steve menoleh dan berpura-pura terlihat biasa. Jantungnya hampir copot, takut jika Cherry atau bu Sri mendengar percakapannya dengan Neva.


"Apa sudah selesai tante?" tanya Steve masih mengatur gelagatnya.


"Belum nak, nak Cherry masih berkonsultasi mengenai kehamilannya," jawab bu Sri.


"Ibu sangat bahagia karena nak Cherry mengandung bayi kembar," imbuhnya dengan bahagia terlihat dari mimik wajahnya.


"Kembar...," ucap Steve lirih.


"Tapi ibu sedih karena sampai saat ini nak Cherry belum mau mengabari suaminya mengenai ini. Padahal ibu tahu, jika sebenarnya nak Cherry sangat merindukan suaminya," lanjut bu Sri. Steve masih setia mendengarkan ucapan bu Sri.


"Nak, apa kau bisa membantu ibu?" tanya bu Sri.


"Membantu untuk apa tante?" tanya Steve.

__ADS_1


"Mempertemukan nak Cherry dengan keluarga dan suaminya."


Bersambung.....


__ADS_2