Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 119. Tamu misterius


__ADS_3

Tok... tok... tok...!


"Siapa yang datang jam segini dengan mengetuk pintu?" gumam Yora.


"Apa Lucas sudah berangkat Cherry?" tanya Yora.


"Kakak om sudah berangkat daritadi, tapi apa ada yang sesuatu tertinggal?" gumam Cherry kembali.


"Biar aku yang membukanya ka..." Cherry langsung menuju pintu utama.


"Kakak om... apa tak bisa membu---" Cherry membelalakkan matanya terkejut karena ternyata bukan Lucas yang melainkan segerombolan pria bersenjata tak dikenal.


'Cherry' batin Lionel bahagia melihat wanita yang sudah membuat pikirannya kacau beberapa akhir ini.


"Dimana Hadinata!" bentak pria didepan Cherry.


"Anda siapa? ga sopan tau" protes Cherry.


"Kalau mau bertamu yang sopan, ga pernah diajarin bangku sekolah ya..."


Lionel langsung memberi kode anak buahnya untuk masuk begitu saja.


"Eh... eh ini apa... aku belum mengizinkan kalian masuk!" protes Cherry kesal. Cherry lalu menghadang Lionel dengan merentangkan kedua tangannya.


Lionel terus saja menatap mata teduh Cherry yang terhalang dengan kaca mata hitamnya. Cherry sendiri tak mengetahui jika itu Lionel, karena mereka semua memakai penutup kepala, masker serta kaca mata hitam.


"Apa yang kalian lakukan!" bentak Yora.


Mereka semua tak menjawab pertanyaan Yora. Yang mereka lakukan malah mengobrak-abrik suasana rumah hingga mengganggu baby Abi dan Aksa.


Oek... oek... oeeeek...


Suara tangis twins bersamaan membuat Cherry sedikit berlari kearah mereka.


BRAK!


"Om siapa? jangan ganggu adik-adikku!" lawan Agha.


Salah satu dari mereka langsung mengobrak-abrik kamar twins.


"Mama...!" teriak Agha. Yora terlebih dulu masuk kedalam kamar twins. Dia langsung saja memeluk Agha dan memegangi twins.


"Apa yang kalian lakukan! hentikan!" teriak Yora sudah dengan air mata yang menetes di pipinya. Rasa takut bercampur panik tak karuan, Yora harus bisa menghubungi Lexi tapi Handphonenya tertinggal di ruang dapur.


"Cepat katakan dimana Hadinata!" bentak pria yang masuk kedalam kamar.


"Aku tak tahu dimana papa." jawab Yora berbohong.


'Papa... jangan pulang dulu pa...' batin Yora khawatir.


Pria itu melirik kearah Abi dan Aksa, lalu mengambil paksa salah satunya.

__ADS_1


"Lepaskan anak itu...." pinta Yora tapi diabaikan pria tersebut. Pria itu membawa Abimana yang menangis. Saat akan keluar, Cherry menghadangnya, Cherry sangat terkejut melihat bayinya dalam gendongan pria itu.


"Mau kau bawa kemana anakku!" bentak Cherry.


Bukannya menjawab, pria itu mendorong Cherry hampir terjatuh. Untungnya Lionel berada dibelakang Cherry, dia langsung menangkap tubuh Cherry.


"Kembalikan anakku...!" teriak Cherry, Lionel langsung berpura-pura memegangi Cherry.


"Kita pergi sekarang!" teriak pria yang membawa Abimana.


Vino, papa Hadi dan mama Risti yang baru tiba sangat terkejut dengan kondisi rumahnya.


"Anakku.....!" teriak Cherry terdengar sampai keluar.


Vino dan papa Hadi buru-buru berlari untuk melihat keadaan didalam rumahnya. Mereka berdua makin terkejut melihat pria tak dikenal membawa senjata tajam langsung menyerang mereka.


"Vino awas!" teriak papa Hadi. Untungnya Vino berhasil lolos dari pukulan mereka.


Keadaan semakin panas, Vino maupun papa Hadi baku hantam dengan mereka. Karena anggota mereka lebih banyak, Vino dan papa Hadi agak kewalahan.


Cherry menginjak kaki Lionel agar bisa terlepas dari cengkeramannya. Cherry berlari mengejar pria yang membawa Abimana. Abimana sendiri terus saja menangis.


"Lepaskan anakku...!" Cherry memukul pria tersebut, sayang tenaganya lebih kuat dia mendorong tubuh Cherry hingga terjatuh dan Cherry mengalami pendarahan sehingga dia pingsan.


"Cherry..." ucap Lionel terlambat melindungi Cherry.


"Cherry....!" teriak Yora membuat perhatian Vino dan papa Hadi teralihkan.


Melihat sang suami tersungkur, mama Risti mencoba melakukan perlawanan tetapi sayangnya mereka lebih kuat. Mama Risti terjatuh dan langsung pingsan.


Agha langsung mencari dan mengambil ponsel Yora.


"Mama... ini," ucap Agha menyodorkan ponsel Yora.


Yora langsung saja menghubungi Lexi memberitahu kondisi rumah dan keluarga.


"Lexi...Abimana... hiks... hiks..." suara tangis Yora.


"Apa yang terjadi Yora?" tanya Lexi khawatir.


"Mereka membawa Abimana Lexi... hiks.. hiks... hiks..." jawab Yora.


**


Lexi dan Steve masih merasa lemas melihat kondisi Cherry, papa, mama dan Vino. Setibanya dirumah mereka langsung menghubungi pihak Rumah Sakit. Tak menunggu lama beberapa ambulance tiba dan langsung membawa mereka.


"Lexi... hiks.. hiks...," Yora terus saja menangis sembari menggendong Aksa.


"Ayah... Agha mau mencari adik Abi," ucap Agha polosnya.


Lexi tak menyangka jika Rudi akan melakukan hal ini kepada keluarga besarnya.

__ADS_1


Tak... tak... tak...


Suara langkah lari Neva.


"Papa... mama... hiks... hiks..." ucap Neva baru tiba bersama Desty.


"Neva..."


"Kak Lexi... hiks.. hiks.. apa yang sebenarnya terjadi... hiks.. hiks... " tanya Neva dengan sesenggukan.


Lexi langsung memeluk Neva, menenangkannya.


"Kak Lexi, sampe sekarang Kak Lucas maupun Kak Brandon belum bisa dihubungi" ucap Steve memberitahu.


"Bagaimana kondisi Cherry dan Kak Vino?" tanya Neva teringat keduanya.


"Cherry masih belum sadarkan diri, dia kehilangan banyak darah. Kondisinya selesai melahirkan membuatnya semakin lemah," jawab Lexi.


"Vino, dia mengalami jahitan di punggungnya. Sebentar lagi mungkin selesai" imbuhnya lagi.


"Ka Yora..." Neva gantian memeluk Yora.


"Ka... bagaimana kondisi Abimana... hiks... hiks..."


"Kita berdo'a yang terbaik untuk Abimana. Lucas harus segera tahu tentang ini... hiks... hiks... hiks...," jawab Yora merasa tak sanggup mengingat Abimana.


Oek... oek... oeeekk...


Adhyaksa terus saja menangis, mungkin ikatan batin keduanya terasa. Desty langsung mengeluarkan sisa stock ASI yang diambilnya sebelum menuju ke Rumah sakit.


**


"Cas... apa ga da tempat yang sekalian pake lampu petromak," sindir Brandon karena Lucas mencari lokasi yang sinyalnya sangat sulit.


"Selesai," ucap Lucas tak memperdulikan sindiran Brandon.


"Sekarang kau cek sinyalnya," perintah Lucas.


Brandon langsung mengaktifkan ponselnya, sejenak dia langsung terkejut melihat banyak panggilan tak terjawab serta pesan yang masuk.


"Lucas, kita kembali sekarang juga!" perintah Brandon panik.


"Aku belum selesai menata kamar twins---"


"Mereka membawa Abimana pergi!" ucap Brandon langsung membuat Lucas terkejut.


Lucas langsung mengambil ponselnya mengecek isi pesan yang masuk kedalam ponselnya. Tanpa berpikir panjang, Lucas langsung menuju atap menaiki helikopter pribadinya. Sepanjang perjalanan, Lucas dan Brandon terdiam dengan pikirannya masing-masing. Sesekali Brandon melirik kearah sahabatnya yang menangis. Baru saja dia berbahagia dengan kedatangan twins, sekarang harus terpisah kembali.


'Cherry... bertahanlah, aku berjanji akan membalas semua perbuatan mereka dan akan membawa pulang Abimana dengan selamat'


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2