
Pagi merekah, sebingkai jendela melukiskan pemandangan indah.
Sebaris embun sekilau warna secerah mentari..
semua tersimpul dalam senyummu
menandai dimulainya kehidupan indah hari ini.
"Selamat pagi suami aku...," ucap Cherry membangunkan Lucas sembari membawa segelas susu hangat dan sepiring nasi goreng.
"Ini masih terlalu pagi Cherry... bisakah aku tidur 5 menit lagi" sahut Lucas kembali menarik selimutnya.
"Ngeselin banget sih, aku sudah susah-susah bangun pagi buatin sarapan spesial om malah gini" protes Cherry.
"Ya udah aku berangkat sekolah dulu, jangan lupa do'ain ujianku lancar" Cherry meletakkan nampan berisi susu hangat dan nasi goreng diatas nakas samping tempat tidur Lucas.
Lucas yang sedikit tersadar mendengar kata ujian langsung beranjak dari tidurnya melompati tempat tidurnya mengejar Cherry. Hampir saja dirinya melupakan motivasi untuk istrinya.
"Cherry berry strawberry mangga manalagi...," panggil Lucas sembari menarik pergelangan tangan Cherry.
"Kamu ga mau gitu cium tangan suami solehmu?" pertanyaan yang tak diinginkan Cherry, Cherry langsung mendesis begitu saja.
"Hissssh... soleh darimananya" gerutu Cherry pelan.
Lucas menyodorkan tangannya untuk dicium oleh Cherry.
"Cherry...," panggil Lucas memberi kode dengan matanya menunjuk ke tangannya.
Cherry menyahut tangan Lucas menyalami dan menciumnya. Meski Lucas mengesalkan baginya, namun Cherry sangat menghormatinya. Ada perasaan lega saat Cherry mencium tangan suaminya.
"Semoga Allah memudahkan ujianmu, melancarkan jalan suksesmu istriku" ucap Lucas sembari mengelus ujung kepala Cherry yang masih mencium tangannya.
"Kamu nangis Cherr?" tanya Lucas melihat istrinya menyeka air matanya selesai mencium tangannya.
"Aku hanya bahagia om, bahagia sudah dipertemukan pria sepertimu. Aku pikir, om itu orangnya susah tetapi ternyata pikiranku salah. Om orang baik yang dikirimkan Allah untukku," ucap Cherry.
Lucas tersenyum lalu memeluk Cherry.
"Kita sarapan dulu, perut kosong akan sulit untuk konsentrasi" ajak Lucas.
Cherry menganggukkan kepalanya setuju. Lalu mereka berdua sarapan bersama. Selesai sarapan, Cherry menunggu Lucas mandi.
"Selamat pagi menantu mama...," sapa mama Risti.
"Selamat pagi ma..," balas Cherry.
"Tante Cherry pagi ini terlihat cantik" puji Agha.
"Ya iya dong, siapa dulu Cherry gitu loh..." sahut Cherry bercanda seperti biasanya.
__ADS_1
Mama Risti dan Agha tertawa bersama.
"Cherry, tante sama ibu mertua kamu berencana mengadakan tasyakuran kelulusan kamu" ucap tante.
"Tante, Cherry kan baru mau ujian hari ini... soal tasyakuran kelulusan nanti saja selesai pengumuman kelulusan" saran Cherry.
"Oh.. iya ya.. tante lupa kalau kamu baru mau ujian hari ini... hehe,"
'Ya elah tante... napa sekarang jadi pikun sih' batin Cherry.
"Mama berencana mengadakan tasyakuran kelulusan kamu dan Neva bersamaan dengan tasyakuran pernikahan kamu dan Lucas. Mama dan papa kan belum mengadakan tasyakuran pernikahan kalian biar orang-orang tahu jika kamu istrinya Lucas. Jadi tidak terjadi kesalah pahaman seperti kemarin" ujar mama Risti.
"Gimana menurutmu Cherry?" tanya mama Risti.
"Cherry terserah mama dan tante gimana baiknya" jawab Cherry.
"Tante Cherry kenapa ga menikah sama ayahku saja?" tanya Agha polosnya.
Semuanya langsung terdiam sambil menoleh kearah Agha yang masih asyik menggigit ayam gorengnya.
"Agha... Ayah sudah pernah bilang, kita ga akan membahas soal ini" sahut Lexi yang datang tiba-tiba.
"Baik ayah" ucap Agha.
"Ma, Lexi pamit mau berangkat bekerja. Jika mama berkenan bisa mampir kerumah Lexi. Tapi... rumah Lexi kecil tidak seperti rumah mama" Lexi berganti menyapa mama Risti.
Lexi terdiam, Lexi tiba-tiba teringat dengan papa Hadinata.
"Ma... Lexi tak punya hak disana--"
"Lexi... mulai hari ini kau bekerja bersamaku, Brandon dan Vino. Karena kita akan membuka cabang di Jogja dan setelah Cherry lulus nanti kita akan meluncurkan produk terbaru Jewelry Axosha" Lucas memotong ucapan Lexi.
"Tak ada penolakan kali ini," imbuh Lucas sebelum Lexi menolaknya.
"Apa hakmu ngatur-ngatur kerjaanku?" protes Lexi.
"Lexi... jelas aku berhak karena aku adikmu selamanya akan menjadi adikmu. Seorang adik akan selalu mengikuti kemanapun kakaknya pergi. Sekarang aku sudah menemukanmu jadi tugasku akan selalu mengikutimu" sahut Lucas.
Mama Risti tersenyum melihat tingkah kedua anak lelakinya, sudah lama sekali dia merindukan moment seperti ini.
'Mas Hadi, Neva... sebentar lagi kalian akan ikut bergabung bersama mereka' batin mama Risti.
Selesai sarapan, semuanya berpamitan ke tugas masing-masing. Terkecuali mama Risti dan tante, mereka berdua menghabiskan kegiatannya dengan berkebun sayur dibelakang rumah. Lexi pada akhirnya menyetujui pinta Lucas. Lexi berangkat bersama Vino dan Brandon. Sedangkan Lucas, harus mengantarkan Cherry dan Agha berangkat sekolah.
"Semangat istriku" ucap Lucas sebelum Cherry turun dari mobilnya.
"Pasti semangat..," sahut Cherry.
Cherry lalu turun dari mobilnya, namun sebelumnya dia mencuri ciuman di pipi Lucas.
__ADS_1
Cup! Cherry mendaratkan ciuman di pipi Lucas. Lucas yang tak menyangka bakal mendapatkan kejutan dari Cherry tersenyum bahagia.
"Daaaaa Om.... Hati-hati dijalan, ga usah ngebut belajar sabar dan ikhlas sama pengendara lainnya... ," teriak Cherry sembari melambaikan tangannya sebelum akhirnya masuk ke dalam sekolah.
Lucas bukannya marah tetapi dia sangat bahagia. Cherry memasuki sekolah setelah Lucas pergi. Suasana sekolah pagi ini sangat tenang, damai dan nyaman setelah peristiwa kemarin. Semoga saja pak Alfian bisa berubah, mengakui kesalahannya dan berinterospeksi.
"Cherry..." panggil salah seorang teman Cherry.
"Maya..,"
"Cherry, maafkan aku soal kemarin ya... aku baru tau kalau yang terjadi kemarin fitnah dari pak Alfian karena dia mengincar kamu" ucap Maya meminta maaf.
"Ga apa-apa Maya, wajar kalau kamu berpikiran itu tentang aku. Sudahlah, yang terpenting sekarang kita fokus sama ujian sekolah ini" sahut Cherry.
"Terimakasih Cherry, kamu masih seperti dulu. Baik kepada siapapun, meski mereka sudah menyakitimu" lanjut Maya.
**Di Sekolah Neva.
"Neva...," panggil Steve.
"Steve... ruang berapa?" tanya Neva.
"Ruang 18 sebelahan sama kamu" jawab Steve.
"Neva, gimana kabar Cherry?" tanya Steve lagi.
"Aku belum tau Steve.. kemarin ka Lucas kesana setelah mendapatkan kabar jika Cherry mendapatkan perlakuan buruk dari salah satu guru disana" Neva bercerita kondisi Cherry.
"Perlakuan buruk gimana? apa dia bikin ulah sehingga guru disana--"
"Awalnya aku berpikir sama sepertimu, tapi bukan... entahlah, selesai ujian ini aku dan papa menyusul kesana Steve. Ka Lucas sudah menemukan ka Lexi," ucap Neva dengan bahagia.
"Syukurlah kalau begitu Neva, aku turut senang mendengarnya" sahut Steve.
Bersambung....
...----------------...
Malam kaka semua... mohon dukungannya buat karya teman aku nih ka "CINTA LELAKI BIASA"
Olivia, seorang gadis yang dianugerahi kesempurnaan dalam hidup, memiliki paras cantik, tubuh seksi dan juga gelimangan harta. Bahkan dia pun tak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tuanya hingga apa yang dia inginkan selalu bisa didapat.
Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda sederhana yang menjadi obsesinya, hingga Olivia berbuat segala hal untuk mendapatkan pemuda tersebut.
Azam, pemilik kedai kecil yang setiap hari diganggu oleh kehadiran gadis yang baru sekali ditemuinya secara tak sengaja, dan membuat pemuda itu muak. Dia selalu mengacuhkan dan berusaha mengusir gadis tersebut.
Namun, sebuah kejadian mengharuskannya menikah dengan si gadis yang terus mengganggunya. Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan?
__ADS_1