
...Terima kasih telah hadirkan tawa...
...Terima kasih telah berikan senyum...
...Yang Sesaat namun sangat berarti...
...Sementara namun penuh makna...
...Terima kasih pula atas rasa sayang yang kau beri...
...Terima kasih atas semua cinta yang kau hadirkan dalam hidupku ...
...Aku pasti hancur...sehari.2hari...
...Sebulan 2bulan bahkan setahun lamanya lagi...
...Selebihnya aku pasti kuat...
...Bukan kah ini juga pernah aku alami...
...Bukan kah aku sudah tau akhirnya akan begini ...
...Terima kasih sudah pernah hadir...
...Terima kasih pernah bahagiakan aku...
...Kini ku lepas dirimu...
...Ku lepas dengan ikhlas ...
...Terlalu banyak kecewa yang kau rasa...
...Terlalu banyak kesal yang ku simpan...
...Biarkan lah...
...Aku yang menepi...
...Aku yang tak berarti. ...
...----------------...
"Sayang... apa kau sudah selesai?" tanya Lucas setengah berteriak. Sambil menengok jam di pergelangan tangannya Lucas sedikit panik karena Cherry tak kunjung turun dari kamar.
"Apa Cherry sudah selesai?" tanya mama Risti.
"Belum ma...," jawab Lucas.
"Tenanglah Lucas...," ucap mama Risti sambil menepuk baju Lucas.
"Cas... apa bocah ingusan itu belum selesai?" kini gantian Brandon yang bertanya tentang Cherry.
"Dia istriku bukan bocah ingusan." sahut Lucas dengan sewot.
"Iya... iya istri lu... istri yang masih bocah... hahaha...!" ledek Brandon lalu tertawa setelahnya.
"Sudah bosan menikmati harta dariku...?" sindir Lucas langsung membuat Brandon kicep seketika.
"Sorry Cas... gua bercanda...," ucap Brandon.
Tap... tap.. tap...
__ADS_1
Suara hentakan sepatu Cherry langsung mengalihkan Lucas dan Brandon.
"Itu beneran si bocah ingusan?" tanya Brandon ikut terpana dengan penampilan Cherry pagi ini. Tak mendapatkan respon Brandon menoleh kearah Lucas yang terlihat tak mengedipkan mata sama sekali.
"Cinta memang merubah dunia..." ucap Brandon sambil menggelengkan kepalanya.
"Maaf Kak Lucas aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama," ucap Cherry.
"Ayo kita berangkat sekarang...,"
"Tak apa sayang... kau sangat cantik sekali saat ini. Bolehkah aku ijin tak jadi kelokasi?" ucap Lucas membuat Cherry dan Brandon menaikkan satu alisnya.
"Emangnya mau kemana kok ijin?" tanya Cherry heran.
"Kita balik ke kamar aja melanjutkan perang dunia yang tertunda semalam," bisik Lucas takut terdengar oleh Brandon.
"Dasar, pria tua mesum...!" sahut Cherry.
Sontak saja Brandon tertawa terpingkal-pingkal, kini dia mengerti apa yang dibisikkan oleh Lucas.
"Sa--sayang...." panggil Lucas mengejar Cherry yang berjalan terlebih dulu. Sedangkan Brandon masih asyik menertawakan sahabatnya itu.
"Kesambet ya kak?" tanya Neva dan Vino.
Brandon langsung melipat bibirnya dan merapikan penampilannya kembali ke mode jaim lalu melewati Neva dan Vino.
Neva dan Vino mereka saling melempar tatapan kemudian tertawa bersamaan menertawakan sikap Brandon.
"Dasar kak Brandon...! maunya terlihat keren doang padahal ambyar sikapnya... hahaha..."
Singkat cerita kini semua keluarga Hadinata tiba di lokasi. Mereka sudah disambut oleh para wartawan untuk meliput hari besar perusahaan mereka setelah peristiwa mengenaskan tahun lalu.
"Tuan dan nyonya Hadinata bisa minta waktunya sebentar?" pinta salah satu wartawan.
"Kami semua bertanya-tanya apa sih resep keharmonisan keluarga anda?" tanya wartawan tersebut.
Hadinata dan Risti tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan wartawan itu.
"Kepercayaan serta kerjasama" jawab mama Risti.
"Benar yang istriku katakan, dikeluarga kami selalu mengutamakan kepercayaan serta kerjasama yang kuat. Tanpa adanya itu keluarga kami mungkin tak bisa seperti ini." sahut Hadinata.
"Wow luar biasa... kami sangat iri dengan keluarga Hadinata," ucap salah satu wartawan.
"Terimakasih atas resep keharmonisan keluarga anda tuan dan nyonya Hadinata. Semoga Tuhan selalu mempermudah kebaikan kalian sekeluarga."
Disatu sisi, seorang wartawan kembali menyoroti putra putri Hadinata.
"Maaf tuan dan nyonya Lexi, bisa minta waktunya sebentar?" pinta seorang wartawan wanita.
"Silahkan...," jawab Lexi dengan ramah.
"Tuan dan nyonya Lexi apa dukungan serta do'a yang akan anda berikan kepada Jewelry Axosha sebagai perusahaan ternama di dunia?" tanya wartawan tersebut.
"Yang pasti dukungan spiritual serta moril yang utama. Dari awal Jewelry Axosha berdiri selalu mengutamakan kepercayaan serta kerjasama yang solid antar team. Tentunya untuk kemajuan perusahaan. Jika didalamnya sudah terdapat point itu maka tak ada yang namanya pengkhianatan. Betul kan Yora?" Lexi sengaja meminta pendapat Yora.
"Anda luar biasa tuan... benar sekali jika didalam sebuah team harus ditanamkan kepercayaan serta kerjasama. Terimakasih tuan dan nyonya Lexi atas waktunya."
Tidak hanya Lexi dan Yora, kini Neva dan Vino juga menjadi salah satu pencari berita terpopuler saat ini.
"Maaf nona dan tuan... bisa minta waktunya sebentar?" pinta wartawan yang baru saja mewawancarai Lexi.
__ADS_1
"Baiklah... tanyakan saja apa yang mau ditanyakan... pumpung aku lagi cantik," ucap Neva.
"Nona Neva merupakan brand ambassador Jewelry Axosha setelah istri tuan Lucas. Apa yang membuat anda juga tertarik dengan bidang ini?" tanya wartawan.
"Simple saja, kerjasama team." jawab Neva singkat.
"Jewelry Axosha selalu mengedepankan kepercayaan serta kerjasama itu yang membuatku tertarik di bidang ini."
"Salut sekali dengan keluarga anda mampu membuat orang-orang mengerti arti kepercayaan serta kerjasama dengan baik tanpa menjatuhkan yang lain. Oh iya nona satu pertanyaan lagi, kami mendengar gosip apa benar nona Neva sudah memiliki seorang kekasih?"
Neva yang tadinya santai, percaya diri tiba-tiba saja canggung mendapat pertanyaan perihal hatinya.
"Emmm... itu... anu..." jawab Neva terlihat canggung.
"Jikapun nona Neva memiliki seorang kekasih, dia pasti akan mengumumkan secepatnya. Jadi, terimakasih atas pertanyaannya." sahut Vino membuat Neva lega.
"Maaf nona atas pertanyaan kami. Sekali lagi kami minta maaf" ucap wartawan sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Terimakasih atas waktunya nona dan tuan," imbuhnya.
"Sayang... biar aku yang menggendong Adhyaksa." pinta Lucas lalu mengambil alih gendongan baby Aksa.
"Tampannya papa... hari ini papa akan memperkenalkanmu ke seluruh dunia." bisik Lucas.
"Bocah ingusan... peralatan Aksa siapa yang bawa?" tanya Brandon dengan nada kesal.
"Ya om Branded lah...," jawab Cherry seenaknya.
"Steve...," panggil Cherry melihat Steve datang baru saja.
"Hai keponakan om... apa kabarnya? hari ini kau terlihat elegant Aksa." sapa Steve.
"Ya iyalah.... anak siapa dulu... kita kan bibit unggul..." sahut Cherry mulai tak anggun.
"Mending lu diem aja napa Steve kalau ga mau kena malu," bisik Brandon.
"Kau benar... sahabat setengah otakku gesreknya kambuh," sahut Steve berbisik pula.
"Isssh... kalian ini si tukang ghibah. Aksa ga usah didengerin kata mereka ya... sesat semua omnya," ucap Cherry menyindir keduanya.
"Cherry...," panggil Desty.
"Desty...," balas sapa Cherry kemudian memeluk Desty.
"Gimana keadaanmu, apa sudah enakan?" tanya Cherry.
"Semua baik-baik saja Cherry. Dimana Aksa?" tanya Desty.
"Dia bersama papanya disana," tunjuk Cherry. Bukannya tersenyum, Desty menarik senyumnya saat melihat Brandon yang juga melihatnya.
...----------------...
Minta waktunya sebentar kakak semua, otor mau rekomendasiin karya teman otor berjudul "Pernikahan tanpa Hati"
Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.
Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.
Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?
__ADS_1
Penasaran???
Ikuti terus ceritanya hingga tamat!