Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 93. Upik abu jadi Cinderella


__ADS_3

Selamat pagi Kamu


Carilah pasangan yang bukan cuma bucin cinta cintaan


tapi bisa bikin bertumbuh sama sama jadi lebih baik,


sama sama memikirkan masa depan, pendidikan, keuangan, keluarga ..


karena nantinya setelah menikah,


urusannya bukan cuma cinta cintaan aja.


Eli atau Aiora yang masih sedikit lemas harus dipaksa Rudi dan Lionel untuk menjalankan tugasnya.


"Apa kita tak memberi kesempatan untuk anak itu istirahat?" tanya Lionel entah mengapa hatinya merasa iba.


"Sejak kapan kau mencampurkan perasaan dengan misi kita. Jangan bilang kalau kau ada rasa kepada anak Zain itu!" bentak Rudi.


Lionel terdiam. Bukan maksud dia mencampur adukkan perasaan dengan kerjaannya. Melainkan Lionel tiba-tiba teringat saat Aiora melahirkan. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali berada dipelukan Lionel, sayangnya Rudi menyuruh Lionel untuk membunuhnya.


"Apa yang kau lakukan Lionel! bunuh bayi itu saat ini juga!" teriak dan bentak Rudi saat itu.


Lionel sangat tak tega, dia membawa bayi tersebut menjauhi Rudi yang sedang membawa Aiora melarikan diri.


"Matanya sangat indah," gumam Lionel melihat bayi Aiora mengerjapkan matanya dengan pelan.


"Kenapa aku merasa tak tega," sahutnya bermonolog pada dirinya sendiri.


"Bayi ini harus hidup, kau tak boleh mati" ucap Lionel.


BOM.... DUAAARRRR...


Lionel sedikit terpental akibat bom yang dilemparkan Rudi.


"Sial! Rudi kau mau membunuhku juga" gerutu Lionel.


Oek.. oek...,


Tangis bayi tersebut, mungkin karena kaget atau lapar.


"Maafkan aku bayi, aku tak bisa mengajakmu" Lionel kemudian menaruh bayi tersebut didalam ember pecah disampingnya.


"Aku akan menjemputmu selesai mengendalikan Rudi" imbuhnya kemudian meninggalkan bayi tersebut.


Setelah Lionel meninggalkan bayi tersebut, rupanya pengasuh Aiora sejak kecil yang sudah Aiora anggap sebagai orang tua mengikuti Lionel diam-diam. Dengan tubuh penuh luka akibat bom Hana mengambil bayi tersebut.


"Aiora, ibu akan merawat bayimu hingga besar," ucap Hana memeluk bayi itu lalu menjauh dari lokasi tersebut. Sayangnya belum begitu jauh Hana melangkah, Rudi melemparkan bom kembali sehingga Hana tersungkur dan bayi itu sempat lepas dari tangannya.


"Aiora... bayimu tak boleh mati...," ucap Hana dengan nafas tersengal-sengal sambil meraih bayi tersebut dengan sedikit merangkak menahan rasa sakit ditubuhnya. Pelan Hana merangkak, bayi tersebut bisa diraihnya kembali. Hana mencoba bertahan melindunginya sampai pertolongan tiba. Hana bersembunyi di antara reruntuhan bangunan agar Rudi dan yang lain tak melihatnya.


Hana juga sempat melihat Aiora pingsan entah mati dibopong oleh Lionel dengan noda darah di bajunya. Hana menangis dia mengira jika Aiora telah meninggal dan berpikir jika Aiora akan dibuang kelautan.

__ADS_1


"Aiora...maafkan ibu tak bisa menolongmu nak," ucap Hana dari balik persembunyiannya. Untung saja bayi Aiora tak rewel saat Rudi dan yang lain melewatinya.


Nafas Hana sudah tak tertahan, sambil mengelus bayi yang baru lahir itu Hana tersenyum.


"Bertahanlah nak... kau masih memiliki seorang ayah. Biarkan dia merawatmu hingga kau dewasa" ucap Hana.


"Yora....!" teriak Lexi.


"Yora dimana kau?"


"Lexi... apa itu kau," ucap Hana terbata-bata.


"Lex--Lexi.... Lex--Lexi... Lex--Lexi...,"


panggilan Hana akhirnya terdengar oleh Lexi. Lexi segera menolong Hana, "Ibu... Ibu apa yang terjadi?" tanya Lexi khawatir melihat kondisi Hana.


"Mereka sudah menghancurkan semuanya, bahkan Aiora---" ucap Hana dengan nafas yang mulai berat.


"Yora... apa kau melihat istriku ibu?" tanya Lexi.


Hana mengangguk pelan, "Jangan berharap Yora kembali Lexi,"


"Apa maksud ibu?" tanya Lexi.


"Yora sudah tenang di surga, mereka semua sudah membunuhnya," jawab Hana.


"Ini tak mungkin ibu, Yora tak mungkin meninggalkanku...," ucap Lexi mulai meneteskan air mata.


"Sebagai gantinya, bayi ini yang akan menggantikan Yora bersamamu Lexi. Maafkan ibu tak bisa menjaga istrimu dengan baik," Hana menyerahkan bayi itu kepada Lexi.


"Bayi ini--"


"Iya Lexi, dia bayimu dan Aiora. Rawat dan jaga dia Lexi... ibu pamit" ucap Hana, nafasnya mulai tak beraturan pada akhirnya Hana menghembuskan nafas terakhir untuk selama-lamanya.


Kembali kepada Aiora. Tubuh Aiora dan Reta saat ini sudah dipenuhi dengan bom. Nenek juga sudah tak bisa lagi untuk menemui mereka berdua.


"Kali ini jangan sampai gagal," ucap Rudi tersenyum bahagia.


Lionel kemudian membawa Aiora dan Reta memasuki mobilnya.


'Hadinata hari ini kau akan membayar semuanya atas apa yang sudah kau lakukan padaku' gumam Rudi.


Sementara di tempat acara grand opening launching produk Jewelry Axosha semuanya telah bersiap dengan tugas masing-masing.


Para tamu undangan serta para peliput berita juga sudah mulai berdatangan.


"Apa Cherry sudah selesai?" tanya Desty.


"Sebentar lagi," jawab Neva masih membantu Cherry di ruang make up.


"Acara akan segera dimulai, bisa lebih cepat?" saran Desty kembali.

__ADS_1


Belum mendapatkan jawaban, Neva dan Cherry keluar dari ruang make up nya.


"Waw... Cherry... kau terlihat sangat cantik," puji Desty melihat Cherry.


"Eh... upik abu jadi Cinderella," sahut Steve.


"Heh... kodok ngomongnya yang bener.. upik abu beda jauh sama Cinderella," sahut Cherry.


"Samalah..."


"Sama apanya?" tanya Neva ganti.


"Sama-sama dari kalangan rusuh," jawab Steve.


"Bilang aja iri pingin punya cewek secantik aku," sahut Cherry.


"Cewek kayak elu itu ajaib jadi jodohnya juga kudu ajaib" ucap Steve yang langsung mendapatkan pitingan dari Lucas.


"Hehehe... sorry om... eh om, mas, eh... bos," ucap Steve.


"Sekali lagi bilang istriku ajaib, kelar disini malam ini juga" ancam Lucas.


"Om...," panggil Cherry dengan manja.


Lucas kemudian melepaskan tangannya dari leher Steve. Lucas terpesona dengan kecantikan istrinya.


"Ehm," dehem Neva.


"Nasib orang ngontrak begini amat ya Steve," sahut Neva.


"Mau ngadem dulu gue Neva...," ucap Steve kemudian keluar ruangan diikuti Neva dan Desty.


"Om... apa aku terlihat jelek? aku sangat grogi om," tanya Cherry merapikan dirinya.


"Sempurna," ucap Lucas.


"Tak ada yang kurang darimu sayang, kau begitu sempurna dimataku kau begitu indah." imbuh Lucas.


Cherry terkekeh mendengar ucapan Lucas, "om kenapa jadi nyanyi sih...,"


Seperti biasanya, hal romantis yang diucapkan Lucas akan menjadi gurauan dimata Cherry.


Lucas kemudian berjongkok bertumpu dengan salah satu kakinya, tangannya mengulur meraih tangan Cherry lalu menciumnya. Kemudian Lucas beranjak lalu mencium kening lalu bi*bir sang istri yang sekarang menjadi favoritnya.


"I love you, not only for what you are, but for what I am when I am with you," ucap Lucas romantis.


(Aku mencintaimu bukan hanya untuk apa adanya, tapi untuk apa adanya saat aku bersamamu).


Mendengar Lucas berucap romantis, Cherry meneteskan air mata.


"Apa aku membuatmu sedih sayang?" tanya Cherry.

__ADS_1


"Tidak om, justru sebaliknya aku sangat takut kita berpisah"


Bersambung....


__ADS_2