
Mendengar tuan Sean terus saja memojokkannya, Desty tak kuat lagi dia langsung melepaskan tangan Brandon dan mendekati tuan Sean.
"Apa anda sudah selesai memaki saya tuan?" tanya Desty.
"Desty... biar gua yang hadapin pria tua ini," sahut Brandon tak mau Desty ikut dalam tanggung jawabnya. Sayangnya Desty sama sekali tak menggubris ucapan Brandon.
"Jika belum selesaikan semua makian anda kepada saya, saya akan mendengarkan semuanya." imbuh Desty.
Bukannya marah dengan ucapan Desty, tuan Sean terdiam dia terus memperhatikan wajah Desty.
'Mata itu seperti---' batin tuan Sean mengingat sesuatu.
"Anda mengatakan jika kehilangan putri anda gara-gara saya. Gara-gara saya juga Brandon tak bisa memilih putri anda. Lalu anda dengan seenaknya merendahkan saya, apa anda tak menyadari pria macam apa anda yang sudah meninggalkan anaknya begitu saja disaat mereka mengalami kesulitan...!" bentak Desty.
Deg!
Jantung tuan Sean seolah berhenti berdetak.
"Pria yang pamitnya pergi untuk mencari nafkah untuk anak dan istrinya, pria yang berjanji sehidup semati dalam menghadapi masa depan serta rumah tangga yang menerpa dan berjanji akan datang di acara kelulusan anaknya tepat waktu. Apakah itu sudah layak dikatakan sebagai kepala rumah tangga?" ucap Desty sengaja menyindir tuan Sean.
Tuan Sean langsung terdiam. Ingatannya tiba-tiba kembali ke masa 20 tahun silam.
"Papa... cepatlah kembali..." ucap seorang bocah pria berusia 10 tahun.
"Papa... siapa yang akan menjemputku sekolah nanti?" tanya bocah wanita berusia 5 tahun.
"Papa akan segera kembali...Dan kau Desty putri papa yang paling cantik, papa janji akan datang di acara perpisahan sekolah TKmu besok nak. Kalian berdua baik-baiklah bersama mama" ucap Sean.
"Bagaimana menurut anda tuan? apakah pria yang baru saja saya sampaikan bisa dikatakan layak? atau lebih rendah dari yang tuan tuduhkan kepada saya?" cecar Desty.
"Desty Anggia Maharani...," ucap tuan Sean masih mengingat nama panjang Desty.
"Ya... aku Desty Anggia Maharani, putrimu yang kau tinggalkan begitu saja tanpa kabar sama sekali." Pengakuan yang sangat tidak disangka oleh tuan Sean.
"Desty... maafkan papa nak..." ucap tuan Sean pada akhirnya, dia sangat menyesal sudah mengatakan yang bukan-bukan tentang Desty.
"Papa?" ucap Brandon, Vino, Lucas, Lexi, papa Hadi, Cherry dan Neva bersamaan. Mereka semua juga sama-sama terkejut mendengar pengakuan Desty yang sebenarnya.
Vino dan Neva sendiri baru tiba disaat suasana sedang tegang-tegangnya. Hari ini mereka semua tak menyangka jika Desty adalah putri kandung tuan Sean.
"Aku sudah memaafkan papa sejak lama, tapi tidak untuk hari ini. Papa sudah membuat hatiku merasakan sakit, papa sudah merendahkan harga diriku!" suara Desty meninggi, Desty sangat kecewa dengan tuan Sean. Saking kencangnya emosinya, Desty merasakan pusing kepalanya serta penglihatan yang sedikit kabur. Desty tiba-tiba saja pingsan, untungnya tubuhnya langsung ditangkap oleh tuan Sean.
"Desty... bangun nak! bangun...!" teriak tuan Sean.
"Desty...." panggil Cherry dan Neva bersamaan.
"Lucas... siapkan mobil sekarang juga!" perintah Brandon.
Brandon langsung saja mengambil alih Desty dari tuan Sean. Brandon membopong Desty setengah berlari.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Lexi?" tanya Yora mendengar keributan serta panggilan memanggil nama Desty.
"Desty kenapa?" tanya Yora lagi melihat Brandon membopong Desty.
"Yora... aku akan mengikuti Lucas bersama papa dan Vino. Kau jaga mama dan anak-anak," sahut Lexi.
"Desty... semoga tak terjadi sesuatu pada janinmu," ucap Cherry sembari menatap punggung Brandon.
"Janin...?" Yora mencoba memperjelas pendengarannya.
"Kau mengatakan janin Cherry.... Janin siapa yang kau maksud?" tanya Yora serius.
"Kak... Desty sedang hamil. Usia kandungannya sudah 3 bulan." jawab Cherry.
"Siapa yang menghamili Desty Cherry?" kali ini bukan Yora yang bertanya melainkan mama Risti.
"Mama... mama sudah enakan?" bukannya menjawab Cherry malah menanyakan kondisi mama Risti.
"Cherry... mama tadi bertanya, siapa yang sudah menghamili Desty?" tanya mama Risti kembali.
Cherry melirik Yora dan Neva yang berada didekatnya lalu kembali menatap mama Risti.
"Desty hamil dengan, dengan, dengan om Brandon ma...," jawab Cherry.
Yora langsung menutup mulutnya terkejut, sedang mama Risti lemas tak menyangka jika ini perbuatan Brandon.
"Ma... mama tak apa-apa kan?" tanya Cherry.
"Ma... mama tak usah ikut berpikir keras, semua ini sudah ditangani oleh mereka," ucap Cherry menenangkan mama Risti.
"Cherry benar ma... mama tak usah khawatir ya... Kak Brandon dan Desty dibawah pengaruh alkohol saat itu, menurut info terbaru jika minuman mereka ditemukan obat perang*sang juga. Dan saat ini sedang diselidiki ma...," Neva ikut menjelaskan.
"Kira-kira siapa orang yang sudah tega terhadap mereka? bukankah selama ini keduanya tak memiliki musuh?" pikir Yora.
"Entahlah kak... kita juga belum mengetahui siapa dalang dibalik ini. Yang harus kita pikirkan sekarang dimana Dania setelah malam itu?" sahut Cherry.
"Betul yang dikatakan Cherry, permasalahan kita saat ini adalah mencari keberadaan Dania." ucap Neva.
"Cherry, aku akan meminta bantuan Steve untuk soal ini" sahut Neva.
"Kau benar Neva, segera hubungi Steve untuk mencari Dania." sahut Yora ikut setuju.
**
"Dania... sampai kapan lu berada disini?" tanya Steve tak mengerti isi pikiran Dania.
"Sampai aku menyembuhkan luka." jawab Dania.
"Terserah lu Dania, pokoknya gua gak mau kalau harus di salahin." ucap Steve kemudian menutup pintunya.
__ADS_1
"Steve... Steve...," panggil Dania berlari mengejar Steve.
"Steve, mau kemana? aku lapar...,"
"Dania... lu bisa cari makan sendiri diluar. Gua mau ngampus...," sembari mengambil tasnya.
"Gak bisa gitu... perutku lapar kau harus bertanggung jawab" sahut Dania menahan langkah Steve.
"Tanggung jawab apa.. elu sendiri yang ikut gua, ogah...!" Steve sengaja menggeser tubuh Dania. Namun kakinya tersandung kaki satunya mengakibatkan tubuh Dania oleng.
"Aaaaaa...!" teriak Dania sudah tak bisa mengontrol tubuhnya. Dania merasa ada yang menangkap tubuhnya.
"Apa aku masih hidup?" tanya Dania pada dirinya sendiri.
"Heh kutu kupret! badan lu berat!" sahut Steve sengaja.
Dania membuka matanya dan langsung melepaskan pegangan Steve.
"Ih... berat, berat... aku gak gemuk cuma 48 kg dibilang berat. Ngeselin deh!" sahut Dania.
"Aku lapar... carikan aku sarapan...," pinta Dania.
Steve lalu mengambil ponsel didalam sakunya.
"Gua sudah pesanin makan di GrabFood," ucap Steve.
"Steve...."
"Apalagi..."
"Terimakasih..." sahut Dania sembari membuat finger heart kearah Steve.
Steve terlihat sangat jengah, 3 hari bersama Dania membuatnya semakin pusing. Sebelumnya Steve menolak permintaan Dania yang meminta untuk tinggal ditempatnya, tapi Dania mengancam akan bunuh diri jika Steve tak menurutinya.
''Dasar gadis gila'' gerutu Steve
...----------------...
Ketemu lagi sama malam minggu hari dimana para jomblo ngenes... eit, tapi tenang aja gak perlu ngenes buat malam minggumu produktif dengan baca karyaku dan temanku.
Nih... aku rekomendasiin ya... karya temanku dengan judul "One Night Stand In Dubai"
Selena Young adalah seorang Queen of gambler dia adalah putri dari Erick Young seorang Legend of gambler. Tidak ada yang mengetahui jika Selena adalah queen of gambler. Seminggu sebelum pertandingan judi se-Asia. Selena beserta teman-temannya menuju Dubai untuk merayakan ulang tahun salah satu teman Selena. Seorang teman yang menyukai Selena memberi Selena obat perangsang membuat Selena menghabiskan malam bersama pria asing.
Segerombolan pria mencoba membunuh Selena saat pertandingan judi se-Asia di sebuah kapal pesiar. Selena jatuh ke laut dan diselamatkan nelayan. Selena mengalami amnesia dan mendapati dirinya hamil.
Sanggupkah Selena menjalani hidup menjadi single mom?
__ADS_1
Akankah Selena bertemu kembali dengan pria yang menanamkan benihnya?