
7 tahun kemudian....
Seorang pria berkulit agak gelap berjalan masuk ke dalam sebuah ruangan yang di dalamnya sudah berdiri seorang pria berbadan tegap. Pria itu berdiri membelakangi dirinya.
"Pak Afnan," panggil pria berkulit agak gelap itu.
Pria itu pun berbalik dan itu ternyata adalah Afnan. Wajah Afnan masih tetap sama walaupun sudah 7 tahun berlalu.
"Apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan istri saya,"
"Belum Pak,"
"Baiklah, cepat kamu suruh supir untuk siapkan mobil. Saya ada meeting penting siang ini,"
"Baik, Pak Afnan,"
Pria itu pun pergi meninggalkan Afnan.
"Sebenarnya saat ini kamu ada dimana sih, Ren. Aku sudah hampir putus asa untuk mencarimu tanpa henti selama 7 tahun terakhir ini,"
*******
Seorang wanita muda terlihat melambaikan tangan ke arah seorang anak laki - laki yang baru saja keluar dari gerbang sekolah.
"Kenzie," Panggil wanita muda itu.
"Tante Gisella," Teriak Kenzie sambil berlari ke arah Gisella dan Langsung memeluknya.
__ADS_1
"Bagaimana sekolahmu hari ini sayang?,"
"Baik kok, Tante. Oh ya, Mama dimana?,"
"Mama lagi ada meeting penting. Jadi Tante yang jemput kamu hari ini,"
"Kenapa sih mama selalu aja sibuk? Kayak gak ada waktu untuk Kenzie. Sebenarnya Mama itu sayang gak sih sama Kenzie, Tante,"
"Eh, kamu gak boleh ngomong kayak gitu. Mama kamu itu sayang banget sama kamu. Cuman, mama kamu itu memang lagi sibuk akhir - akhir ini. Kenzie harus bisa mengerti ya. Lagipula Mama kamu itu kan bekerja agar Kenzie bisa sekolah dan bisa makan yang enak - enak,"
"Iya deh, Tante,"
"Yaudah sekarang kamu mau Tante beliin es krim gak,"
"Mau dong, Tante,"
"Yeah, beli es krim,"
*********
Singkat cerita, Gisella mengajak Kenzie untuk membeli es krim di dekat sebuah taman yang tak jauh dari rumah. Gisella menyuruh Kenzie untuk menunggunya sembari duduk dan melihat indahnya pemandangan di taman itu.
Tetapi saat Gisella pergi, Kenzie melihat seekor kucing yang berlari ke tengah jalan. Kenzie yang tidak ingin kucing itu tertabrak pun langsung berlari ke arah jalanan untuk menyelamatkan kucing itu.
Kenzie yang sangat suka dengan binatang langsung menggendong kucing itu. Tetapi saat Kenzie bangkit berdiri, sebuah mobil mewah berwarna hitam terpaksa harus mengerem mendadak agar tidak menabrak Kenzie.
Afnan yang berada di dalam mobil itu sekilas melihat wajah Kenzie. Ia begitu sangat terkejut karena sekilas wajah Kenzie sangat mirip dengannya. Dan tak lama kemudian, Gisella datang menghampiri Kenzie. Ia segera berlari saat mendengar suara teriakan Kenzie.
__ADS_1
"Kenzie, kamu tidak apa - apa kan,"
"Tidak, Tante,"
"Syukurlah, ayo kita pergi sekarang juga,"
Gisella dan Kenzie pun pergi dari tempat itu. Sedangkan, Afnan masih terus menatap ke arah Kenzie sebelum Kenzie mulai berjalan menghilang dari pandangannya.
******
Di dalam mobil.
"Pak Afnan tidak apa - apa kan,"
"Saya tidak apa - apa. Lanjutkan saja perjalanan kita,"
"Baik, Pak,"
Mobil yang ditumpangi Afnan pun pergi meninggalkan taman itu.
********
*Afnan POV*
"Kenapa aku seperti pernah melihat tatapan mata yang sama dengan tatapan mata anak itu?,"
"Tatapan itu seperti tatapan mata Irene. Dan wajah anak itu sekilas juga sangat mirip denganku,"
__ADS_1
"Andai saja aku masih diberikan kesempatan sekali lagi untuk memutar ulang waktu, mungkin aku akan berusaha memperbaiki semuanya dan mungkin saja aku dan Irene sudah memiliki anak sebesar itu,"