
Rumah keluarga Brata.
Rayyan dan Lalita kembali ke rumah bersama dengan Nathalia. Mereka sangat bahagia dengan kembalinya Nathalia itu artinya keluarga mereka menjadi lengkap.
"Mulai hari ini, rumah ini adalah rumah kamu juga. Dan mulai hari ini juga nama kamu adalah Amanda Anastasya Bratarini,"
"Baik, Ma, Pa. Nathalia, eh maksudnya Amanda sangat senang bisa bertemu kembali dengan kedua orangtua kandung Amanda,"
"Yasudah kalau begitu, ayo mari biar mama antarkan kamu ke kamar yang sudah Mama siapkan khusus untukmu. Biar koper kamu nanti dibawakan sama pelayan disini,"
"Baik, Ma. Pa, Amanda mau ikut mama dulu ya,"
"Iya silahkan sayang,"
*****
Saat berjalan bersama dengan Lalita menuju ke kamar yang telah disiapkan untuknya, Nathalia/Amanda tanpa sengaja melihat bingkai foto besar yang terpaksa di dinding ruang keluarga. Ia sangat terkejut saat melihat wajah Irene berada disana.
"Ma, perempuan itu siapa?,"
"Oh, mama lupa bilang sama kamu. Dia adalah adik kamu. Namanya Irene Bratarini,"
"Apakah dia istri dari Afnan Atmaja?,"
"Iya adik kamu sudah lama menikah dengan Afnan - anak dari temannya Papa kamu. Awalnya sih dia menolak tapi Mama rasa sekarang mereka sudah semakin akrab. Eh tapi kamu tau darimana kalau adik kamu itu adalah istri dari Afnan Atmaja,"
"Ma, Mama tau kalau aku ini adalah kekasihnya Afnan. Aku pernah menjadi orang ketiga di hubungan Irene dan juga Afnan. Saat itu aku gak tau kalau Irene dan Afnan sudah menikah, Afnan dan juga Irene tidak pernah cerita apapun padaku soal pernikahan mereka sehingga aku terus berfikir bahwa hubungan mereka hanya sebatas sekretaris dan juga Boss,"
"Jadi kamu wanita yang dicintai oleh Afnan itu,"
"Iya, Ma. Dan sekarang bolehkah aku bertemu dengan Irene. Aku ingin berbicara banyak padanya dan aku juga ingin meminta maaf padanya,"
__ADS_1
"Baiklah nanti biar Mama yang hubungi Irene untuk datang kesini ya,"
"Iya, Ma. Terimakasih,"
*****
Rumah Afnan & Irene.
Irene terlihat sedang memasak di dapur hingga tiba - tiba saja Afnan datang menghampirinya dan berkata bahwa ada yang menelepon dirinya. Dan, Afnan pun langsung memberikan handphone milik Irene padanya.
"Siapa yang menelepon? Mama?! Tumben sekali mama meneleponku. Ada apa ya?,"
Irene pun menelepon kembali dan dengan sigap Lalita langsung mengangkat panggilan telepon dari Irene.
"Halo, Ma. Ada apa? Tumben sekali mama menelepon Irene,"
"Tidak ada apa - apa. Emmm, kamu sedang sibuk tidak?,"
"Tidak kok Ma, ada apa?,"
"Bisa kok, Ma. Nanti Irene bakalan datang ke rumah ya,"
"Iya sayang,"
Percakapan di antara Irene dan Lalita pun berakhir. Irene masih merasa sedikit bingung mengapa tiba - tiba sekali Mamanya ingin dia pulang ke rumah.
******
Perusahaan Gradien Company.
Salman bersama dengan beberapa orang dari pihak kepolisian berjalan dengan ekspresi datar dan masuk ke dalam sebuah ruangan. Di dalam sana terdapat Imran yang tertawa sambil menikmati kemenangannya.
__ADS_1
Imran terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Salman yang membawa beberapa orang dari pihak kepolisian masuk ke dalam ruangannya.
"Ada apa ini?,"
"Kamu masih bisa bertanya ada apa ini, kamu tidak sadar apa yang telah kamu lakukan selama ini,"
"Saya tidak mengerti apa maksud bapak,"
"Pak polisi tolong tangkap dia,"
"Baik,"
Beberapa orang dari pihak kepolisian itu pun mulai menangkap Imran dan memborgol tangannya.
"Salman, lepaskan aku,"
"Tidak akan, kamu terbukti telah melakukan penggelapan uang perusahaan dan juga kamu telah membuat wanita yang paling kucintai pergi untuk selamanya,"
"Apa buktinya?,"
"Buktinya semua sudah aku serahkan ke kantor polisi. Kamu tinggal jelaskan saja disana. Silahkan kamu lakukan pembelaanmu di kantor polisi,"
"Dasar brengsek, kematian Ivanna bukanlah salahku. Dia yang melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung perusahaan,"
"Pak, bawa dia,"
"Baik,"
Beberapa orang dari pihak kepolisian itu pun membawa Imran. Dan Imran terus berteriak "Lepaskan aku, aku tidak bersalah. Ini semua hanya kesalahpahaman saja,"
Setelah Imran tertangkap, Salman pergi ke atas gedung perusahaan - tempat dimana Ivanna melakukan bunuh diri karena beban hidup yang ia rasakan.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah bisa bahagia disana? Aku sudah berhasil membuatnya membayar semua kesalahannya,"
"Aku sudah menepati janjiku padamu, Ivanna,"