Kaget Nikah

Kaget Nikah
BAB 33#KAGET NIKAH


__ADS_3

Rumah Irene.


"Kenzie, lain kali jangan pernah seperti tadi lagi ya. Kamu tau kan mama itu cuma punya kamu sayang,"


"Iya, Ma. Maaf ya Kenzie sudah bikin Mama khawatir tadi saat berada di festival pasar malam,"


"It's okay sayang, tapi jangan diulangi lagi ya,"


"Iya Mama, Kenzie janji gak akan buat Mama khawatir lagi,"


"Baiklah kalau begitu, Mama akan menyiapkan makan malam, kamu nonton TV di ruang tamu dulu ya, mama akan memasak dengan cepat dan kita akan segera makan malam," Ucap Irene sambil merendahkan tubuhnya dan mengelus kepala Kenzie dengan lembut.


"Mama akan segera kembali sayang," Teriak Irene yang bergegas pergi menuju ke dapur.


*****


Ruang tamu.


Kenzie sedang asik menonton televisi. Dan tanpa sengaja ia melihat siaran berita mengenai Afnan Atmaja. Kenzie pun menyadari bahwa Afnan Atmaja itu adalah Om - Om baik yang ingin menolongnya saat di Festival pasar malam tadi.


"Jadi nama Om itu adalah Afnan Atmaja. Wah ternyata Om itu adalah orang yang hebat,"


Tiba - tiba suara dering handphone pun terdengar. Kenzie melihat handphone milik mamanya yang diletakkan di samping dirinya.


"Hp mama berbunyi, sepertinya mama tidak mendengarnya. Apa aku coba angkat saja ya, siapa tau penting?,"


Kenzie pun berinisiatif mengangkat panggilan telepon dari nomor tak dikenal itu.


"Irene, akhirnya kamu mau mengangkat telepon dariku,"


"Siapa ini?,"


"Hah?! Suara anak kecil," Batin Afnan


"Halo, siapa ini?,"


"Adek kecil, mama kamu dimana ya?,"

__ADS_1


"Mama sedang masak makan malam di dapur. Kalau boleh tau, Om ini siapa ya?,"


"Sampaikan saja pada mama kamu ya, dia mendapatkan panggilan telepon dari Afnan Atmaja,"


"Hah? Afnan Atmaja. Om itu yang ada di festival pasar malam tadi ya,"


"Darimana kamu tau kalau Om ini adalah orang yang kamu temui di festival pasar malam tadi?,"


"Kenzie baru saja melihat siara berita tentang Om dan langsung tau kalau Om Afnan itu adalah Om baik yang mau menolong Kenzie tadi,"


"Sayang, makan malam sudah siap. Ayo makan,"


"Iya, Ma,"


"Om baik, Kenzie tutup dulu ya teleponnya. Mama sudah memanggil Kenzie untuk makan malam,"


"Baiklah,"


Panggilan telepon dari Afnan pun dimatikan oleh Kenzie. Lalu, Kenzie pun langsung berlari ke arah meja makan.


*****


"Andai saja hari itu kamu tidak pergi secara tiba - tiba, mungkin sekarang malaikat kecil itu akan memanggilku dengan sebutan Papa. Tapi sekarang, malaikat kecil yang lahir dari rahimmu itu sudah memanggil laki - laki lain dengan sebutan Papa,"


Nabila datang menghampiri Afnan dengan membawakan secangkir teh hangat.


"Kamu sedang memikirkan istri kamu ya,"


"Kamu tau darimana soal istriku,"


"Aku tau banyak tentang kamu, Nan. Udah gak usah dipikirkan. Nih ada secangkir teh untuk kamu. Mana tau kan setelah kamu minum secangkir teh buatan aku ini, kamu akan merasa lebih baik,"


"Terimakasih ya, Bil," Ucap Afnan sembari menerima secangkir teh hangat yang diberikan oleh Nabila padanya.


"Kamu sepertinya sangat mencintai istrimu. Memangnya kamu yakin mau menerima perjodohan kita berdua,"


"Irene adalah wanita yang sangat aku cintai. Aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa jatuh cinta padanya. Jadi aku juga pasti akan butuh waktu sangat lama untuk melupakannya. Dari kata - kata saya ini kamu pasti sudah tau kan apa yang sangat maksudkan,"

__ADS_1


"Aku sangat mengerti apa yang kamu maksudkan Afnan, jika kamu memang tidak mau dengan perjodohan ini. Maka kamu harus tegas dalam berbicara dengan orangtuamu Afnan sebelum persiapan pernikahan kita dipercepat,"


Setelah mengatakan itu, Nabila pun pergi meninggalkan Afnan sendirian di ruang tamu sambil merenungkan apa yang dikatakan oleh Nabila.


****


Irene dan Kenzie pun sudah selesai menikmati makan malam bersama.


"Masakan Mama adalah masakan yang paling enak di seluruh dunia. Mama memang paling the best dalam hal memasak,"


"Kamu ini bisa aja ya sayang, yaudah habis ini kamu sikat gigi. Lalu pergi tidur ya, sudah sangat malam ini,"


"Mama,"


"Iya sayang,"


"Mama boleh tidak aku tidur dengan Mama malam ini. Aku ingin sekali tidur dengan Mama malam ini,"


"Baik, jika kamu ingin tidur bersama dengan Mama malam ini. Mama akan memelukmu saat tidur,"


******


Singkat cerita, ketika Irene sedang memeluk Kenzie saat tidur tiba - tiba saja Kenzie melontarkan pertanyaan yang membuatnya sedih dan juga bingung untuk menjawab pertanyaan itu.


"Mama, mengapa semua anak lainnya memiliki ayah kecuali aku?, Teman - teman Kenzie saja memiliki sosok ayah, Ma. Kenapa Kenzie berbeda dengan anak lainnya?,"


"Kenzie tidak berbeda. Kenzie juga punya ayah. Hanya saja Mama dulu berpisah dengan ayah Kenzie. Jadi, kami harus tinggal terpisah dan Mama harus membesarkan Kenzie seorang diri,"


"Lalu, dimana ayah sekarang Ma?,"


"Kenzie sebenarnya kamu sudah bertemu dengan ayahmu tadi. Ayahmu adalah sosok laki - laki yang kamu sebut sebagai Om baik," Batin Irene.


"Sayang, apa kamu ingin sekali bertemu dengan ayah?,"


Kenzie pun hanya tersenyum manis sembari menatap wajah Irene.


"Baiklah, Mama berjanji padamu kalau kamu akan segera bertemu dengan ayahmu. Sekarang kamu tidur ya,"

__ADS_1


"Baiklah, Ma. Good night Ma,"


"Good night sayang,"


__ADS_2