
Afnan tanpa sengaja melihat kebersamaan Irene dengan Reza. Ia merasa sangat cemburu karena Irene terlihat sangat bahagia saat bersama dengan Reza daripada bersama dengannya.
"Sepertinya Tuan merasa cemburu yah,"
"Akselino saat ini saya sedang marah, jangan memancing emosi saya. Oh ya bagaimana dengan informasi tentang anak yang di rawat oleh Irene,"
"Bisa kita berbicara di ruangan Tuan saja soalnya kalau berbicara disini saya takut ada yang mendengarnya,"
"Baiklah, ayo,"
****
Ruangan Afnan.
"Cepat beritahu aku, siapa anak itu sebenarnya?,"
"Menurut informasi yang saya dapatkan, Irene baru saja pindah ke kota ini saat ia sudah hamil 7 bulan,"
"Lalu sebelum itu dia berada dimana?,"
"Di Jepang,"
"Apakah anak itu adalah anak dari hasil hubungan gelap dirinya dengan pria yang ia temui di Jepang,"
"Bisa jadi, tapi ada satu hal yang lebih mengejutkan bahwasanya saat anak itu lahir dari data rumah sakit menyatakan bahwa anak itu adalah anak kandung dari nyonya Irene Bratarini dan juga Tuan Afnan Atmaja,"
"Apa?! Bagaimana mungkin,"
"Bisa saja anak itu sudah ada di dalam perut Irene saat ia melarikan diri dari rumah,"
__ADS_1
"Tidak mungkin, aku dan Irene hanya berhubungan satu kali,"
"Menurutku tidak ada yang tidak mungkin jika sudah terlanjur kebablasan,"
"Lalu, bagaimana caranya aku memastikan bahwa anak itu adalah anakku dan juga Irene,"
" bagaimana jika kita mengadakan perjamuan di perusahaan agar Irene bisa meninggalkan anak itu sendirian, lalu kita culik anak itu dan kita ambil sampel rambutnya,"
"Bagus juga ide kamu, baiklah atur semuanya. Pokoknya saya mau anak itu dan jika benar anak itu adalah anak saya maka Irene tidak akan berani mengajukan gugatan cerai terhadap saya karena dia takut kalah dalam perebutan hak asuh anak,"
*****
Pukul 13:00.
Irene pergi keluar untuk memfotocopy sebuah dokumen karena mesin fotocopy yang ada di perusahaan sedang mengalami kerusakan. Saat ia keluar, ia tanpa sengaja menabrak seorang wanita yang ternyata adalah kakaknya - Nathalia.
"Kakak,"
"Kamu kenapa aja sih, Dek? Semua orang mengkhawatirkanmu,"
"Aku sedang buru - buru, maaf yah kak,"
"Irene, tunggu. Sebenarnya kamu kenapa sih? Kenapa kamu sampai kabur dari rumah?,"
"Tidak apa - apa, aku hanya tidak tahan berada di antara keluarga yang tidak pernah mengerti perasaanku,"
"Maksud kamu?,"
"Selama ini Papa dan Mama hanya mengkhawatirkan dirimu bahkan saat kamu ditemukan mereka juga lebih menyayangimu. Dan, mereka tidak sedikit memberikan nasehat padamu bahwa aku dan Afnan sudah menikah tapi kamu dengan seenaknya masuk ke dalam rumah tangga kami berdua. Hubungan aku dan Afnan hancur seperti ini karenamu, Kak,"
__ADS_1
"Aku gak pernah punya niat sedikit pun untuk merusak hubunganmu dengan Afnan. Aku sangat menyayangimu jadi aku ikhlas jika Afnan bersama denganmu,"
"Kamu bohong Kak, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kamu dan Afnan bertemu di belakangku hari itu, aku sakit kak, aku sakit, aku sakit melihat suamiku sendiri lebih mencintai kakak kandungku sendiri,"
"Ren, aku bisa jelaskan semuanya. Aku dan Afnan tidak memiliki hubungan apapun. Aku sudah mengakhiri hubungan aku dengannya saat aku tau ternyata dia sudah menikah denganmu. Apalagi mana mungkin aku merusak pernikahan adik kandungku sendiri,"
"Aku udah gak mau dengar penjelasan kamu lagi, Kak. Aku sudah muak dengan semuanya,"
Irene pun pergi meninggalkan Nathalia. Ia benar - benar tidak mau mendengarkan penjelasan Nathalia sedikitpun, rasanya Irene sudah terlanjur terluka dengan apa yang dilakukan oleh Afnan dan juga Nathalia dulu.
*****
Tok...Tok...Tok
"masuk,"
"Permisi, Pak Afnan. ada dokumen yang harus bapak tanda tangani,"
"Dimana Irene? Kenapa kamu yang memberikan dokumen ini ke ruangan saya bukannya ini adalah tugasnya Irene sebagai sekretaris pribadi saya,"
"Mohon maaf, Pak Afnan. Irene menolak untuk menjadi sekretaris bapak. Jadi dia saat ini ada di departemen tempat Pak Reza memimpin,"
"Letakan saja dokumen itu di meja saya, lalu pergilah,"
"baik, Pak,"
setelah meletakkan dokumen, Wanita itu pun langsung pergi meninggalkan ruang kerja Afnan.
"Mau sampai kapan kamu menghindari ku, Dimana pun kamu berada aku akan tetap mengejarmu,"
__ADS_1