Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 112. Suster genit


__ADS_3

...Jika ditanya...


...Kuharap kamu akan menjawab......


...Tidak apa selalu jadi pelarian. Pada dasarnya orang istimewa selalu menjadi jalan terakhir tempat berlabuhnya orang yang tersakiti. Dimatanya kita satu-satunya yang berbeda....


...Yang tersisa diantara yang tak pernah mengerti tentangnya yang terbaik diantara segala dunianya yang terindah....


...kita seperti rumah baginya yang tak pernah melarangnya untuk bermain, yang tak pernah mempertanyakan pergi dan kembalinya dia pada kita....


...Tempat peristirahatan tempat dimana selalu mengutarakan kalimat² untuknya tentang nilai-nilai dari Tuhan....


...Jangan berpikir menjadi dirimu selalu di manfaatkan, tapi berpikirlah bahwa semakin kita lebih baik semakin kita banyak manfaatnya tidak mengapa jika yang datang itu-itu saja, mungkin tidak ada lagi yang hadir sepertimu di hidupnya....


...Percayalah berpikir positif itu pilihan kita bisa memilih untuk berpikir dan berprasangka baik meskipun dalam hal tersulit sekalipun....


...****************...


3 hari sudah Agha menjalani perawatan di Rumah sakit penyakit alerginya. Hari ini dia diperbolehkan untuk pulang. Lagi-lagi Cherry yang notabene sedang terkena syndrome manja, berulah kembali gara-gara Lucas yang dekat dengan suster genit.


"Cherry, apa kau merasa begah?" tanya Yora.


"Tidak juga ka... aku hanya merasa mau makan orang" jawabnya pas dengan Lucas masuk kedalam ruangan Agha.


"Tante cantik serem... makannya bukan nasi tapi orang," sahut Agha.


"Pumpung lagi laper." jawabnya ketus.


"Sayang... kau lapar lagi?" tanya Lucas tak tahu apa-apa.


Bukannya menjawab Cherry melewati Lucas begitu saja membuat Lucas semakin bingung dengan kondisi sang istri yang dari kemarin tak bersahabat.


"Lucas... sebaiknya kau mengajaknya babymoon," saran Yora.


"Yora... apa sudah siap?" tanya Lexi baru masuk.


"Itu Cherry kenapa?"


"Semuanya sudah siap Lexi. Kau bisa bertanya pada Lucas" jawab Yora kemudian menggendong Agha menaruhnya di kursi roda.


"Aku harus gimana lagi Lexi?" tanya Lucas pening.


"Kau harus pintar-pintar mencari peluang. Wanita hamil memang sulit ditebak, pendekatan yang terpenting" jawab Lexi.


"Ucapanmu benar sekali Lexi. Kau kakak yang terbaik" ucap Lucas memeluk Lexi lalu meninggalkannya.


"Apa kau sudah mendapatkan solusinya Lucas?" tanya Yora sedikit berteriak melihat Lucas melewatinya.

__ADS_1


"Suamimu memang ahlinya" jawab Lucas sambil mengacungkan ibu jarinya.


"Om Lucas kenapa ma?" tanya Agha bingung.


"Apa dia mau makan orang juga seperti tante cantik?"


Yora dan Lexi tertawa bersama mendengar pertanyaan putranya.


Lucas mencari Cherry, pandangannya terhenti disatu titik didepan lobi. Seorang wanita yang sangat Lucas kenal sedang tersenyum kearah seorang pria yang dikenalnya juga.


"Apa-apaan ini, kenapa Cherry dan Rendy tertawa bersama. Ini tak bisa dibiarkan" gerutu Lucas tak terima. Lucas kemudian melangkahkan kaki mendekati Cherry dan Rendy.


"Ehm!" Lucas sengaja berdehem agar Cherry menyadari keberadaannya.


"Ehm!" Lucas mengulangi dehemnya.


"Ehm, Ehm!"


"Lucas... Sejak kapan berada disini?" tanya Rendy.


"Sejak kalian ngobrol" jawab Lucas sengit.


"Nona... sepertinya suamimu mengalami cemburu," sindir Rendy sengaja.


Bukannya menjawab Cherry malah ikut menyindir, "Dokter sepertinya Rumah sakit ini sudah tak aman" ucap Cherry.


"Maksud nyonya?" tanya Rendy tak mengerti.


Rendy tertawa terbahak-bahak melihat tingkah keduanya.


"Sayang... sayang... sebenarnya apa yang terjadi? apa aku ada yang salah?" tanya Lucas mengalah.


"Jelas kaka om salah!"


"Iya... salahku dimana?" Lucas masih mencoba sabar.


"Kaka om ga menghargai perasaanku, apa karena bodyku yang sudah tak seramping dulu, jadi kaka om betah lama-lama ngobrol sama suster tadi... hiks... hiks... aku memang sudah tak seramping dulu tapi aku begini juga karena ulahmu. Kalau saja gajahnya ga keluar kemungkinan besar badanku ga bengkak... huaa... hiks... hiks" ucap Cherry tanpa sadar dimana posisi dia saat ini. Lucas mengusap wajahnya selain malu dia tak menyangka jika obrolannya dengan suster menjadi masalah yang rumit. Rumit baginya bukan untuk Cherry.


"Sayang... kita selesaikan dirumah ya, semua orang sekarang sudah memperhatikan kita. Nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu" bisik Lucas.


"Biarin... aku mau semua orang dengar kalau suamiku digoda suster genit" ucap Cherry.


'Tuhan... cobaan apalagi ini?'


Akhirnya dengan seribu bahkan sejuta cara, Lucas berhasil membujuk Cherry. Kini Cherry berubah 180 derajat dari beberapa jam yang lalu. Cherry lebih manja dari sebelumnya. Bahkan untuk makan pun dia minta disuapin hanya dengan tangan Lucas.


"Apa twins didalam masih lapar?" tanya Lucas. Hari ini dia harus ijin tidak masuk ke kantornya demi menemani Cherry.

__ADS_1


Selesai dari menjemput Agha dan tragedi kesengsaraan, Lucas yang seharusnya bertemu dengan klien, dia tunda demi mensejahterakan gajahnya... eh dirinya.


"Sepertinya mereka sudah kenyang. Mereka sudah anteng sekarang" jawab Cherry.


"Sekarang gantian papa yang makan ya sayang..." ucap Lucas sembari mengelus perut buncit Cherry.


"Okay papa, makan yang banyak biar kuat gendong mama" sahut Cherry dengan bahasa logat anak batita.


"Kaka om...," panggil Cherry sebelum Lucas pergi.


"Masih lapar lagi?" tanya Lucas.


Cherry menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya. Kemudian menarik pergelangan tangan Lucas menyuruhnya untuk menempati tempat duduk dekat bednya.


"Kaka om disini aja, biar gantian aku yang melayani" sahut Cherry.


Lucas akhirnya menuruti perkataan Cherry. Lucas sendiri sekarang lebih berhati-hati dengan perubahan Cherry yang mendadak. Dia lebih banyak memahami istrinya ketimbang marah.


"Mau apalagi ya dia?" gumam Lucas.


"Wanita hamil memang susah ditebak"


"Om Lucas...," panggil Agha yang baru tiba karena Agha menginginkan mainan sebelum pulang kerumah.


"Hey keponakan om yang tampan sedang membawa apa?" tanya Lucas.


"Aku tadi beli robot BoBoiBoy. Om mau main sama Agha kan?" pinta Agha.


"Ma-maaf Agha, untuk saat ini om belum bisa main denganmu" tolak Lucas halus.


"Ga seru dong... Agha tunggu om Brandon, Vino dan Steve aja kalau gitu." ucap Agha.


"Itu napa si Cherry?" tanya Yora.


"Ssssttt" Lucas menyuruh Yora untuk tidak membahasnya. Lucas takut Cherry akan marah lagi.


"Jangan kau tanyakan lagi kak Yora, bisa-bisa gajahnya puasa" keluh Lucas, sedangkan Yora menahan tawanya dengan ucapan Lucas.


"Mereka memang pasangan somplak," ucap Lexi lalu merangkul bahu Yora.


Cherry membawa sepiring makanan dan segelas minuman.


"Biar aku yang gantian menyuapimu kaka om," ucap Cherry.


"Sayang... kau serius?" Lucas memastikan.


"Serius lah... aku kan istri sholeha, aku ga mau pahalaku terlewat begitu saja dengan sia-sia. Lagian juga biar kaka om sadar kalau aku lebih perhatian dan sayang dari suster genit itu" sahut Cherry.

__ADS_1


"Kalau sampai aku melihatnya dia mendekati suamiku jangan harap wajah genitnya aku acak-acak dengan tanganku" imbuh Cherry membuat Lucas bergidik ngeri.


Bersambung....


__ADS_2