Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 69. Pria misterius


__ADS_3

"Aaaaaaaa... Dasar kau gadis pura-pura lugu! kau sudah merebut semua yang aku punya, aku bersumpah tidak akan membuat perhitungan denganmu" teriak Reta.


Reta kemudian mengambil ponselnya menghubungi seseorang kepercayaannya.


"Kita bertemu ditempat biasanya" ucap Reta kemudian menutup panggilannya. Reta kembali mengambil tasnya yang sudah dia lemparkan diatas bednya.


"Kebahagiaanmu hanya sementara gadis lugu, aku tak akan membiarkanmu merebut Lucasku" ucap Reta sembari memukul setirnya.


Reta kemudian memarkirkan kendaraannya di sebuah tempat pertemuannya dengan seseorang.


"Hai Reta sayang... gimana kabarmu?" tanya seorang pria sudah sejak tadi menunggu kedatangan Reta.


"Tutup mulutmu! jangan panggil aku dengan sebutanmu itu, aku merasa jijik mendengarnya" sahut Reta ketus.


"Reta... seharusnya kau tahu, hanya aku yang pantas bersanding denganmu. Bukan dokter itu maupun Lucas"


"Sekali lagi tutup mulutmu Anton! atau aku akan pergi sekarang juga" ancam Reta.


"Baiklah Reta, apa rencanamu?" tanya pria bernama Anton.


"Aku hanya ingin kau menghabisi gadis ini" sembari menyodorkan selembar foto Cherry.


Anton menerimanya dan memperhatikan foto Cherry.


"Gadis yang sangat cantik" ucap Anton lirih masih terdengar oleh Reta.


"Hanya rupanya saja, hatinya sangat busuk karena sudah merebut Lucasku" sahut Reta tak terima.


"Apa yang akan aku dapatkan setelah menghabisinya?" tanya Anton. Pria dengan tinggi 175cm, berkulit putih, memilikimu warna mata berwarna biru serta hidung mancung itu berjalan memutari Reta.


"Apapun permintaanmu akan aku kabulkan, asalkan kau benar-benar menghabisinya" jawab Reta.


"Oke jika itu persyaratannya" sahut Anton.


"Aku ingin kau melakukan secepatnya agar kau mendapatkan yang kau minta" ucap Reta kemudian meninggalkan Anton.


"Reta... ini terlalu mudah untukku, menghabisinya untuk mendapatkanmu" ucap Anton setelah Reta pergi.


"Kau gadis cantik, maafkan aku mengambil nyawamu" imbuhnya lagi.


**


3 hari sudah Cherry, Neva, Steve menjalani ujian sekolahnya. Kini mereka bisa sedikit berlega sampai menunggu pengumuman kelulusan.


Sedangkan Lucas dan Lexi sedang bersiap mempersiapkan Grand opening launching produk Jewelry Axosha terbaru di kota Jogja. Rencananya Lexi yang akan memimpin perusahaan tersebut, sedangkan Lucas akan kembali ke kota bersama Cherry.


"Jadi, aku harus berlenggak lenggok di sana gitu?" sembari menunjuk kearah stage yang sudah dipersiapkan.


Rencananya acara tersebut akan dibuka 3 hari kedepan. Namun, disini mereka masih kebingungan karena model dari tersebut masih enggan.

__ADS_1


"Om... bisa diganti orang lain ga?" tanya Cherry.


"Ga bisa. Waktunya sudah mepet Cherry berry strawberry mangga manalagi...," tolak Lucas.


"Aku akan bilang ka Lexi kalau minta ganti," sahut Cherry melenggang begitu saja.


"Cher---" panggil Lucas.


"Cas... gue jadi takut.." sahut Brandon di satu ruang yang sama dengan Lucas.


"Takut kenapa?" tanya Lucas.


"Takut kalau anak ingusan belok suami" celetuk Brandon.


"Maksudnya apa?" nada suara Lucas sedikit meninggi.


"Secara akhir-akhir ini mereka terlihat dekat, belum lagi Agha masih meminta bini lu jadi emaknya. Kagak takut lu..," Brandon mulai memprovokasi Lucas.


"Gue ga akan terpengaruh sama elu!" sahut Lucas sembari melemparkan bolpoint kearah Brandon.


Lucas kemudian mengejar Cherry, ada rasa kekhawatiran dalam hatinya setelah Brandon berucap seperti itu. Yang diucapkan Brandon ada benarnya, Agha masih sangat menginginkan Cherry menjadi mamanya. Tak menutup kemungkinan jika Lexi mengabulkan permintaan putranya.


Langkah Lucas terhenti disaat melihat Lexi, Agha dan Cherry tertawa bahagia. Ada denyut rasa sakit dihatinya, namun lagi-lagi Lucas membuangnya, berpikiran positif jika diantara mereka tidak ada apa-apa.


"Om Lucas...," panggil Agha melihat Lucas.


"Om...," Cherry ikut memanggil Lucas dan menghampirinya lalu mengalungkan tangannya ke pergelangan tangan Lucas.


'Brandon kau benar, Cherry hanya menurut ucapan Lexi' batin Lucas.


"Om.. om...," panggil Cherry karena melihat Lucas malah melamun sembari menatapnya.


"Lexi benar, kau sangat cocok menjadi brand ambassador Jewelry Axosha. Dari dulu Lexi tak pernah salah jika menilai seseorang" ucap Lucas namun ditangkap berbeda dengan Lexi.


'Aku sudah mengenalmu lama Lucas, kau terlihat kecewa karena sudah membuat istrimu lebih memilih pendapatku' batin Lexi.


"Agha, apa kau sudah makan siang?" tanya Lucas beralih kepada Agha.


"Belum om... apa om mau mentraktirku?" balik tanya Agha.


"Apapun yang Agha minta, om akan kabulin" ucap Lucas, lalu mengangkat tubuh Agha kedalam gendongannya.


"Kau sekarang lebih berat," keluh Lucas.


"Bagaimana aku ga berat om, grandma selalu menyuruhku makan padahal Agha sudah kenyang" sahut Agha langsung mendapatkan tawa lucu dari Lexi, Lucas dan Cherry.


"Sekarang gantian om, yang akan menyuruh keponakan om makan" sahut Lucas.


"Ayah... tolong Agha... Agha mau diculik om Lucas buat makan..." teriak Agha saat Lucas membawanya.

__ADS_1


"Cherry...," panggil Lexi.


Cherry menghentikan langkahnya. Menoleh kearah Lexi.


"Jaga Lucas" ucap Lexi.


Cherry merasa aneh dengan ucapan Lexi, disaat Cherry masih berpikir dengan ucapan Lexi dia baru menyadari jika Lexi juga meninggalkannya sendirian.


"Dasar... kaka adek ga tau akhlak. Om Lucas... ka Lexi...." teriak Cherry ikut mengejar keduanya.


Lexi berpamitan terlebih dulu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun intinya dia hanya menghindar dari Cherry agar Lucas tak salah paham.


"Sudah makannya?" tanya Lucas.


"Sudah om" jawab Cherry.


"Kau pulanglah dulu, aku masih ada yang mau dikerjakan bersama yang lain" ucap Lucas merasa ada yang beda.


Cherry hanya menatap tingkah suaminya dan merasakan aneh. Tak biasanya Lucas membiarkannya pulang terlebih dulu.


"Aku sudah memesankan taxi online untukmu, istirahatlah aku yakin kau lelah" ucap Lucas, lalu mengecup kening Cherry.


Lucas membukakan pintu taxi online dan Cherry segera masuk kedalamnya. Diujung sana seorang pria misterius sedang memata-matai gerak gerik Lucas dan Cherry.


"Apa yang terjadi denganmu om? kau terlihat berbeda beberapa menit ini" gumam Cherry.


Cherry yang kelelahan tertidur didalam taxi online, setelah sadar dia menyadari tak berada ditempat semestinya.


"Dimana aku?" ucap Cherry terkejut.


"Bukankah tadi aku sedang perjalanan pulang, tapi kenapa sekarang...," Cherry segera beranjak dari tempat duduknya, namun tangan dan kakinya tak bisa gerak dikarenakan tali yang melilit tubuhnya.


"Siapapun yang diluar, tolong...!" teriak Cherry.


"Tolong...!" air mata Cherry jatuh begitu saja, tak tahu harus bagaimana.


"Lucas... dimana kau... aku sangat takut"


Bersambung....


...----------------...


Para pembaca setia karyaku, mohon dukungannya karya temanku "FINDING LOVE"



Mengisahkan perjuangan Zaki, putra ayah Yusuf dan bunda Fatima (dalam novel *_Ketulusan Cinta Nabila_*) untuk mendapatkan restu dari orang tua sang pujaan hati, Delia Zahwa, yang merupakan putri kyai pengasuh pondok pesantren (dalam novel *_Menjagamu Dengan Doa_*).


Sanggupkah Zaki menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh orang tua sang gadis yang sudah lama di incar nya itu dengan tepat waktu, sehingga mereka berdua bisa bersama-sama?

__ADS_1


Ikuti terus kisah Zaki dalam mengejar cinta, hanya di... *_FINDING LOVE_*


__ADS_2