Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 71. Kekhawatiran Lucas


__ADS_3

Lexi dan Vino tiba di kantor. Disana dia melihat Lucas sedang bersama seorang wanita. Terlihat sekali jika wanita itu begitu akrab dengan Lucas.


"Lexi, kenapa berhenti?" tanya Vino.


"Kau temui Lucas sendiri, aku akan mencari anak manja itu" jawab Lexi memutar balik langkahnya.


Vino merasa aneh dengan Lexi namun dia abaikan. Saat Vino berbalik Brandon mengagetkannya.


"Masih mau kerja disini? sudah jam berapa ini" sindir Brandon.


Vino mengecek jam di pergelangan tangannya. Waktu sudah hampir setengah hari dan Vino baru menyadarinya.


"Mentang-mentang perusahaan ini milik adiknya, seenaknya saja datang dan pergi" gerutu Brandon memperhatikan Lexi.


"Kau sedang menggerutu, tak baik buat kesehatan. Lebih baik kau tanyakan apa yang terjadi sebenarnya" ucap Vino.


"Yang terjadi? maksud lu apa?" tanya Brandon belum mengerti.


"Aku harus menemui bos, ada hal penting yang harus aku sampaikan" jawab Vino serius. Langkah Vino juga terhenti melihat Lucas tertawa bahagia bersama seorang wanita yang familiar menurutnya. Vino mencoba mengingat wanita tersebut.


"Bukannya itu--"


"Iya.. dia baru tiba pagi tadi" sahut Brandon mengerti arah pertanyaan Vino.


"Sedang apa dia disini?" tanya Vino.


"Entahlah... Hei, hal penting apa yang terjadi maksudnya tadi?" tanya Brandon.


"Ini mengenai Cherry" jawab Vino.


"Bos mengira Cherry bersama Lexi semalam tadi, tetapi dia salah paham. Melainkan ada kemungkinan Cherry diculik" imbuhnya.


"Hahaha... mana ada orang yang mau menculik anak ingusan kayak dia" Brandon menertawai ucapan Vino.


"Aku dan memiliki bukti" sahut Vino.


Brandon langsung terdiam kemudian mengajak Vino ke ruangannya. Vino memperlihatkan video CCTV dari tempat makan malam Lucas dan Lexi semalam.


Wajah Brandon berubah serius, kali ini dia juga merasa bersalah karena sudah membuat Lucas mempercayai ucapannya.


"Ini semua salahku Vin," ucap Brandon.


"Memangnya apa yang sudah lu perbuat?" tanya Vino.


"Aku akan mempertanggung jawabkannya" jawab Brandon.


Sementara diruang kerja Lucas, Reta terus saja berpura-pura mendekati Lucas.

__ADS_1


"Aku sangat senang Lucas, akhirnya kau bisa memperluas perusahaanmu" ucap Reta pura-pura simpati.


"Dari dulu kau memang hebat"


"Terimakasih Reta pujiannya, tapi aku tak perlu pujian darimu" sahut Lucas ketus.


"Jika tidak ada urusan lagi, silahkan keluar karena pekerjaanku sedang sibuk-sibuknya" sindir Lucas.


'Lucas, sebentar lagi aku akan mendapatkanmu. Aku akan bersabar menunggu waktu itu Lucas' batin Reta.


"Maaf Lucas, aku sudah mengganggu waktumu. Kapan-kapan aku akan mampir kesini lagi" pamit Reta, kemudian meninggalkan Lucas.


"Siapa yang memberitahunya perusahaan cabang terbaruku?" gumam Lucas merasa aneh, Reta mengetahui lokasi terbaru Lucas.


Tok.. tok..


Ceklek!


"Lucas, ada yang ingin gue sampein ke elu" ucap Brandon.


"Brandon aku sudah bilang, aku tak mau membahasnya sekarang" sahut Lucas.


"Ini soal Cherry"


"Dia sudah bebas bisa tertawa bersama Lexi, untuk apa kau membahasnya" sahut Lucas sembari sibuk mentandatangani tumpukan berkas di depannya.


"Itu hanya akal-akalan mereka" sahut Lucas tak peduli.


"Kau lihat ini Lucas" Brandon menyodorkan ponsel Vino kepada Lucas.


"Jarak antara Lexi dan kalian keluar serta taxi yang membawa Cherry. Disitu terlihat jika taxi yang membawa Cherry sudah berada di dekat sana disaat kalian tiba, dan berjalan disaat kau dan Cherry keluar. Apa kau tak merasa janggal Lucas?" tanya Brandon selesai menjelaskan.


Lucas terus memperhatikan posisi taxi tersebut, yang diucapkan Brandon ada benarnya.


"Sekarang lu cek waktu disaat memesan taxi dan jarak tiba taxi" perintah Brandon kembali menggunakan kata elu.


Lucas mengecek aplikasi taxi online di ponselnya. Harusnya dengan jarak tempuh sekian, taxi tersebut tiba ditempat yang dipesan 3 jam lamanya. Namun, taxi tersebut sudah berada disana dengan waktu yang sama.


"Sekarang lu cocokkan nomor polisi taxi tersebut dengan taxi yang kau pesan" perintah Brandon kembali.


Lucas tidak menemukan kecocokan nomor polisi taxi tersebut lalu menjatuhkan ponselnya. Wajahnya berubah menjadi pucat ketakutan, bahkan nyala AC di ruangannya tak mampu menyegarkan dahinya yang berkeringat. Kekhawatiran Lucas mulai terasa, dia sangat menyesal karena sudah berpikiran negatif tentang istri serta kakaknya.


"Lucas, semuanya belum terlambat. Cherry pasti masih dekat, kita harus segera mencarinya" ajak Brandon.


Lucas dan kedua asistennya berangkat mencari informasi mengenai taxi yang ditumpangi Cherry semalam.


"Tak seharusnya aku membiarkannya pulang sendiri. Ini salahku Brandon, Vino sudah salah paham kepada mereka" ucap Lucas menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Sudahlah bos, semuanya masih bisa diperbaiki. Cherry pasti baik-baik saja" ucap Vino menenangkan Lucas.


**


"Bangun!" teriak seorang pria misterius bernama Anton membangunkan Cherry.


"Si--siapa kamu?" tanya Cherry tak mengenali orang tersebut.


Prok.. prok.. prok!


Suara tepuk tangan memasuki ruang sekap Cherry.


"Selamat siang nyonya Lucas... ups... nyonya Lucas? kamu itu tak pantas mendapat panggilan nyonya Lucas. Kamu hanya gadis miskin, rendahan yang diangkat menjadi putri oleh keluarga Lucas" ejek Reta.


Cherry memandang tak suka kepada Reta, masih kuat mendengar ejekan serta hinaan dari Reta.


"Andai saja saat itu kalian tak menemukanku, pasti rahasia itu tak akan terbongkar dan Lucas tak akan memutuskan hubungannya denganku" ucap Reta lagi.


"Semua ini gara-gara kau anak brengs*k! kau sudah menghancurkan semua rencanaku mendapatkan Lucas Xander Hadinata pengusaha muda terkenal di seluruh penjuru kota"


"Pelan-pelan saja Reta, dia terlalu lemah dari kita" sahut Anton.


"Anton, kau segera kerjakan pekerjaanmu. Habisi dia agar tak kembali kepada Lucas ku" perintah Reta.


"Mbak kalau mimpi jangan ketinggian, kalau jatuh sakit tahu" ucap Cherry pada akhirnya.


"Dasar bocah brengs*k! berani-beraninya kau berkata seperti itu" bentak Reta tak terima.


"Yang aku ucapkan benar mbak... mbak itu cantik, seorang dokter tetapi kenapa mbak ga bisa bersyukur? aku saja yang tak memiliki apapun bisa tuh hidup bahagia, bahkan sebelum aku bertemu dengan ka Lucas" sahut Cherry santai.


"Kalau menurut aku ya mbak.. cari pria yang benar-benar tulus menyayangi mbak, biar mbak punya kesibukan urus diri sendiri tidak mengingat masa lalu" imbuh Cherry sengaja.


Disini Reta tak terima begitu saja ucapan Cherry. Menurutnya Cherry sedang mengejeknya. Berbeda dengan Reta, Anton justru tersentuh dengan ucapan Cherry.


'Akulah orang yang benar-benar tulus mencintaimu Reta'


Bersambung....


...----------------...


Happy weekend para pembaca semua... Sambil menunggu kelanjutan cerita othor, mampir ke karya temanku dibawah ini. Ceritanya ga kalah seru....



Harap bijak dalam memilih bacaan, terdapat adegan kekerasan, Kata-kata vulgar dan kotor


spin of novel Mr. Arogant

__ADS_1


lanjutan dari Mr. Arogant... perjalanan kisah hidup dan cinta Alexander Yudista Miller putra sulung Xavier dan Nesa.


__ADS_2