
"Om... bolehkah aku mengajak serta bu Sri bersama kita?" pinta Cherry hati-hati takut Lucas tak setuju.
"Tentu saja boleh sayang, beliau sudah menjagamu dengan baik. Dia harus ikut bersama kita." ucap Lucas dengan senang hati.
Cherry tersenyum bahagia mendengarnya, dia langsung saja memberitahu bu Sri. Setelah dari Rumah sakit, Lucas mengantarkan bu Sri ke rumahnya. Sesampainya di rumah bu Sri, Lucas merasa tersentuh dengan kondisi bangunan rumah bu Sri yang hampir roboh. Dalam hati, 'maafkan papa nak karena baru menemukan kalian'.
"Bu, ibu ikut tinggal bersama Cherry ya..." pinta Cherry.
Ibu Sri tersenyum, lalu menggenggam tangan Cherry.
"Maafkan ibu nak, bukan ibu menolak tawaranmu tapi ibu ga bisa jika harus meninggalkan rumah ini. Rumah ini penuh sekali dengan kenangan almarhum bapak. Ibu ga mau meninggalkan tempat ini," jawab bu Sri wajahnya bersedih.
"Bu... ibu sudah menolong, merawat serta menjaga Cherry. Dengan segala hormat saya memohon kepada ibu untuk tinggal bersama kami," ucap Lucas dengan sopan.
Terlihat ibu Sri menatap sebingkai foto yang menempel di dindingnya. Seorang pria dengan berpakaian prajurit sedang tersenyum dengan gagahnya. Air mata bu Sri menetes menatapnya, lalu beranjak mendekati bingkai foto lalu mengambil dan mengelusnya.
"Bukan ibu menolak permintaan kalian... ibu sudah berjanji kepada almarhum bapak tidak akan meninggalkan tempat ini dalam keadaan apapun. Disinilah ibu dan bapak pertama kali bertemu dan berpisah untuk selama-lamanya. Sebelum kepergiannya, bapak sudah berjanji akan menjemput ibu." ucap bu Sri sambil menatap keluar pintu. Terlihat dari netra matanya, bu Sri masih menunggu bapak kembali untuk menjemputnya setelah kepergian bapak dalam menjalankan tugas mengabdi kepada negara.
Cherry langsung saja memeluk bu Sri, dia bisa merasakan apa yang dirasakan bu Sri saat ini. Jauh terpisah dengan orang tercinta, apalagi untuk selama-lamanya. Cherry saja yang hanya kurang lebih 5 bulan lamanya merasakan rindu yang amat terdalam, bagaimana dengan bu Sri? Cherry tak bisa lagi membayangkan.
Lucas tak bisa lagi memaksa bu Sri untuk tinggal bersamanya, tapi Lucas berjanji akan mengakomodasi kehidupan bu Sri.
"Jaga dirimu baik-baik nak Cherry..., selalu kabari ibu tentang perkembangan cucu kembar ibu." ucap bu Sri.
"Ibu juga jaga diri baik-baik ya... kabari Cherry kalau ibu kenapa-kenapa," sahut Cherry dengan sesenggukan. Kedua wanita itu kembali saling berpelukan.
"Ibu, kami berdua pamit." ucap Lucas lalu mencium telapak tangan ibu Sri.
"Ibu... Cherry pamit, ibu jaga diri baik-baik," Cherry mengulang ucapannya kembali sedang Ibu Sri tersenyum. Lalu keduanya memasuki kendaraan kemudian pergi meninggalkan bu Sri.
"Semoga kalian berdua bahagia nak," ucap bu Sri sambil menyeka air matanya menatap kepergian Cherry dan Lucas.
Sepanjang perjalanan Cherry terus saja tertidur. Sepertinya Rendi sengaja memberinya obat tidur agar istrinya istirahat. Karena memang Cherry mengakui semenjak hamil dia tak pernah tidur dengan nyenyak. Apalagi morning sickness yang mengganggu istirahatnya.
Lucas tersenyum kearah istrinya sembari mengelus ujung kepalanya dengan lembut.
"Terimakasih Tuhan kau sudah mengembalikan istriku," ucap Lucas lirih.
__ADS_1
Singkat cerita, kini Lucas dan Cherry tiba di kediamannya. Merasa tak tega membangunkan istrinya, Lucas berinisiatif untuk membopongnya. Alih-alih membopong, pasukan jahil mengejutkan mereka berdua dengan meniup terompet.
"WELCOME CHERRY....!" sorak gembira dari mereka semua yang sudah menunggu kedatangan Cherry.
Cherry yang tadinya masih tertidur akhirnya terbangun mendengar suara Brandon, Vino, Steve, Neva, Lexi dan Agha.
"Om... kenapa digendong sih, kan malu..." keluh Cherry.
"Kan kau istriku, aku ga mau kau lelah sayang" sahut Lucas.
"Cherry pokoknya malu, mana dilihat orang banyak lagi" gerutu Cherry.
"Mereka keluarga kita sayang, kan sudah biasa mereka melihat keromantisan kita." sahut Lucas.
"Mulai deh... kontrak... kontrak...," ucap Brandon menyela.
"Makanya om Branded jangan lama-lama singlenya, tuh kan kebukti ga laku-laku." sahut Cherry.
"Eh... ni bocah kirain udah berubah ternyata makin parah," ucap Brandon pura-pura kesal.
"Iya juga sih...," ucap Brandon. Mereka berdua kemudian tertawa bersama.
"Sepupuku... apa kau tak pernah makan, kau terlihat kurus. Ini juga, kenapa pipimu tak berisi" ucap Vino gantian mencubit pipi Cherry.
"Terus ini, kenapa perutmu bisa sangat besar. Kau tidak terkena busung lapar kan?"
"Hisssst....," desis Cherry.
"Aku begini juga gara-gara om tuh," sahut Cherry langsung melirik kearah Lucas.
"Ini hasil karya dia" ucap Cherry langsung membuat Lucas kicep.
Perut Brandon dan Vino sudah mulai kram mentertawakan ekspresi Lucas saat ini. Sedangkan Lucas ingin sekali cepat-cepat membawa Cherry segera masuk kedalam kamar dan memberinya hukuman.
"Sudah... sudah... kalian berdua ini suka banget ngerjain kakakku, ga takut apa fasilitas kalian dicabut dari peredarannya" sahut Neva langsung membuat Brandon dan Vino gantian kicep.
"Terimakasih adikku sayang," ucap Lucas.
__ADS_1
"Cherry selamat datang kembali," ucap Steve.
"Terimakasih Steve, ibu sudah menceritakan semua. Kalian berdua memang sahabat terbaikku" ucap Cherry.
"Tante mama...," panggil Agha.
Cherry langsung menoleh kearah Agha, Agha langsung saja memeluk kaki Cherry.
"Tante mama, Agha sangat merindukanmu..." ucap Agha.
"Tante juga sangat merindukanmu sayang," sahut Cherry.
"Tante mama janji ya ga boleh ninggalin Agha lagi. Agha juga mau menjaga dan merawat dedek bayi di perut tante" Agha kemudian mengelus perut Cherry dengan pelan lalu menciumnya.
"Tante janji sayang" sahut Cherry lalu mengelus pipi Agha. Cherry sendiri sekarang sedikit kesusahan untuk sekedar menunduk jadi dia hanya mengelus pipi Agha.
"Selamat datang kembali Cherry," sapa Lexi ganti. Disampingnya terdapat Yora yang masih memperhatikan adiknya yang sudah lama terpisah.
Bukannya menjawab, pandangan Cherry terfokus dengan Yora. Terlihat banyak sekali pertanyaan dalam benak Cherry.
"Sayang... aku belum menceritakan tentang wanita yang berada disamping Lexi. Dia Yora, istri Lexi kakak kandungmu" ucap Lucas mengerti apa yang dipikirkan istrinya.
Yora tersenyum kearah Cherry, melangkahkan kaki mendekati Cherry berdiri saat ini.
"Apa kau tak mau memelukku?" tanya Yora.
"Bagaimana bisa kita terpisah?" balik tanya Cherry.
"Tuhan yang sudah merencanakan hal terindah ini. Aku yakin Ayah dan ibu juga setuju dengan yang Tuhan rencanakan." ucap Yora.
Yora memeluk Cherry dengan perasaan sangat bahagia, sampai tak terasa air matanya menetes di pipinya. Begitupun dengan Cherry, dalam hatinya dia tak henti-hentinya bersyukur karena masih diberi kesempatan bertemu dengan saudara kandung satu-satunya. Cherry membalas pelukan Yora. Mereka berdua menangis haru bahagia.
"Agha juga mau dipeluk," celetuk bocah pria tampan yang menggemaskan.
Yora dan Cherry melepaskan pelukannya, tertawa kearah Agha. Begitupun semuanya, mereka ikut tertawa mendengar celetukan Agha.
Bersambung...
__ADS_1