Kaget Nikah

Kaget Nikah
BAB 34#KAGET NIKAH


__ADS_3

Rumah Irene.


Pukul 08:00.


"Sayang,"


"Iya, Ma. Mama udah mau berangkat kerja ya,"


"Iya sayang. Sayangnya Mama, Mama sudah menyiapkan sarapan di Microwave. Ingat juga untuk mengeluarkannya dan makan ketika sudah waktunya untuk sarapan,"


"Baik, Ma,"


"Jaga diri baik - baik di rumah ya sayang,"


****


Irene berlarian di jalanan kota karena jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 08:15 yang artinya dia akan terlambat untuk Sampai ke kantor.


"Oh tidak, sepertinya aku akan terlambat hari ini. Aku harus segera cari taxi agar lebih cepat sampai ke kantor,"


Sebuah mobil berwarna putih yang sedang terjebak macet berada tepat tidak jauh dari tempat Irene berdiri. Mobil itu ditumpangi oleh Nathalia. Nathalia terlihat sangat bosan karena antrian kemacetan yang sangat panjang dan saat ia sedang melihat - lihat ke kanan dan ke kiri tanpa sengaja Nathalia melihat Irene.


"Irene?!,"


"Dia ada disini,"


"Pak, saya mau keluar bentar. Kalau misalkan sudah tidak macet, bapak jalan saja dan tunggu saya di jalan depan ya,"


"Baik nona,"


Nathalia pun langsung buru - buru keluar dari mobil. Tetapi saat ia keluar banyak sekali pejalan kaki yang ingin menyebrang jalan dan juga menunggu taxi. Nathalia pun menghampiri seseorang dengan baju yang sama dengan Irene. Tetapi saat dipanggil ternyata orang tersebut bukanlah Irene sehingga Nathalia menganggap bahwa dirinya salah lihat.


"Bukan Irene, apa aku salah lihat ya,"

__ADS_1


Nathalia pun kembali masuk ke dalam mobil. Tetapi ia tetap saja bersikeras bahwa orang yang ia lihat tadi benar - benar Irene - adiknya.


****


Ternyata disaat itu Irene bertemu dengan Reza, ia pun menumpang di mobil Reza untuk sampai ke kantor. Dia berfikir siapa coba yang akan memarahinya saat ia datang bersama dengan Boss dari perusahaan tempat ia bekerja.


"Irene, mulai hari ini kamu akan dipindahkan ke departemen IT,"


"Hah departemen IT? Kenapa tiba - tiba sekali, Za. Kamu tidak bilang apa - apa padaku sebelumnya,"


"Pemegang saham terbanyak di perusahaanku memilih untuk menjadi Boss baru di departemen IT dan dia memintamu untuk menjadi sekretarisnya karena menurut dia kamu memiliki kriteria yang cocok untuk jadi sekretarisnya. Jadi aku akan mengangkat Selvina untuk menggantikanmu menjadi sekretarisku,"


"Hmmm, baiklah terserahmu saja. Aku kan hanya pekerja, setidaknya aku masih mendapatkan nominal gaji yang sama untuk bisa mencukupi kebutuhan hidupku dan juga Kenzie,"


*****


Nathalia datang ke perusahaan milik Afnan. Ia langsung masuk ke dalam ruangan Afnan tanpa membuat janji terlebih dahulu dengan Afnan.


"Afnan,"


"Sudah hampir 7 tahun, aku memberikan kamu kesempatan untuk mencari adikku. Kamu tau kondisi papaku semakin memburuk karena dia harus kehilangan putrinya untuk kedua kalinya. Dimana tanggung jawabmu sebagai seorang suami, Afnan,"


"Aku sudah berusaha keras untuk mencarinya selama ini. Kamu pikir aku tidak khawatir dengan keadaan Irene. Dan kamu pikir aku selama diam saja saat aku tau istriku menghilang tanpa jejak,"


"Lalu kenapa hingga saat ini kamu belum juga menemukannya,"


"Aku sudah menemukannya, dia memiliki seorang anak laki - laki, dan aku tidak tau siapa anak itu,"


"Apa maksudmu Irene memiliki seorang anak laki - laki?,"


"Aku juga tidak tau siapa anak laki - laki itu, yang aku tau dia memanggil Irene dengan sebutan Mama. Aku sudah menemukan Irene hanya saja aku belum bisa membawanya untuk pulang. Jadi aku mohon beri aku waktu untuk bisa membawa Irene kembali,"


"Baiklah, aku beri kamu waktu 3 bulan untuk bisa membawa Irene kembali. Kalau tidak biarkan aku saja yang membawa Irene kembali dan aku akan mendukung apapun itu keputusan Irene termasuk untuk berpisah denganmu,"

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu, Nathalia pun langsung melangkah pergi meninggalkan Afnan.


****


Rumah keluarga Brata.


Rayyan terlihat terbaring lemah di atas ranjang tempat tidur, ia sedang sakit - sakitan karena terus memikirkan Irene yang sudah pergi menghilang selama hampir 7 tahun.


Tangannya ingin menggapai segelas air di atas meja yang berada tepat di samping ranjang tempat tidurnya. Namun tangannya yang tak sampai membuatnya jatuh ke lantai.


Lalita yang tau suaminya terjatuh pun langsung membantunya untuk kembali naik ke atas ranjang tempat tidur.


"Pa, papa ini mau ngapain sih kok bisa sampai jatuh kayak gitu,"


"Tadi papa itu cuma mau ngambil minum aja kok, Ma," Uhuk...uhuk...uhuk - Jawab Rayyan dengan terbatuk - batuk.


"Seharusnya papa itu manggil mama atau pelayan yang ada disini kalau mau ngambil apa - apa itu,"


"Papa itu cuma gak mau ngerepotin aja kok, Ma,"


"Papa ini ngomong apa sih, Papa itu sama sekali gak pernah ngerepotin mama kok,"


"Ma, udah ada kabar dari Nathalia belum mengenai Irene,"


"Belum ada, Pa,"


"Ya Allah sayang, kamu kemana sih? Sudah hampir 7 tahun kami semua mencarimu. Apakah kamu benar - benar ingin meninggalkan Papa dalam keadaan merindukanmu seperti ini,"


"Pa, kita itu harus yakin ya kalau Irene pasti akan segera ditemukan seperti dulu kita yakin akan bertemu kembali dengan Nathalia,"


"Iya, Ma,"


"Yaudah sekarang Papa minum obat ya, Papa harus cepat sembuh biar bisa membantu untuk mencari Irene lagi,"

__ADS_1


"Iya, Ma,"


Lalita pun memberikan obat - obatan yang diberikan oleh dokter untuk diminumkan oleh suaminya.


__ADS_2