Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 142. Insecure


__ADS_3

2 hari selesai kedatangan tuan Sean kini mau ga mau Neva harus bisa membiasakan diri berpose di depan kamera dengan wajah elegant. Sayangnya Neva terus saja membuat kesalahan karena dilandasi dengan insecure.


"Nona... coba kau bergaya seperti layaknya seorang model nasional," ucap salah satu pelatih.


"Kau daritadi menyuruhku untuk bergaya... apa kau tak tahu kalau daritadi aku sudah bergaya" protes Neva sedikit tak terima.


"I---iya nona," sahut pelatih tersebut. Nampaknya pelatih itu ketakutan mendengar Cherry menaikkan nada suaranya.


Vino yang tak sengaja mendengar keributan diruang studio masuk begitu saja. Vino tak menyangka jika hari ini Neva begitu sangat cantik, dengan balutan dress berwarna biru muda.


Dari awal Vino memang sudah tertarik dengan Neva, hanya saja nyalinya belum cukup untuk menantang dirinya buat mengungkapkan isi hatinya.


Neva yang belum menyadari ada Vino masih bersikap seperti biasanya mengkritik serta memberi koment , dll.


"Kau ini daritadi ngajak ribut atau gimana sih?" protes Neva kesal.


"Bukan nona, anda salah paham. Saya hanya mengarahkan gaya nona agar terlihat aesthetic" sahut pelatih tersebut.


"Udah ah... aku capek" sahut Neva tak mau melanjutkan prosesi pemotretan.


"Nona... Nona... please... jangan pergi...,saya akan menuruti kemauan nona" rayu pelatih itu lagi.


Ceklek!


"Neva... kalau kau merasa bosan dengan pemotretan ini, kau boleh bermain terlebih dulu." ucap Vino.


"Sejak kapan kau disini Vin?" tanya Neva.

__ADS_1


"Sejak wanita cantik ini marah-marah." jawab Vino langsung membuat wajah Neva memerah menahan malu.


"Apaan sih Vin...," sahut Neva sembari tersenyum malu-malu.


"Lah... kan bener kau sangat cantik. Kalau ga cantik mana mau a...." Vino langsung melipat bibirnya. Hari ini Vino keceplosan persoalan hatinya.


Neva maupun Vino saling canggung. "A--aku mau melanjutkan pemotretan dulu Vin...," pamit Neva malu-malu.


"Semangat Neva...!" ucap Vino sembari mengangkat kepalan tangannya.


Neva kembali melakukan pemotretan, tetapi kali ini Neva tak protes dengan pelatihnya bahkan Cherry gaya serta pose Neva lebih natural seperti yang diinginkan.


'Kenapa dia sangat cantik, aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku padanya. Tapi, apakah Neva mau menerimaku? ah... sepertinya tak mungkin' batin Vino.


"DUAAR!" Desty sengaja mengagetkan Vino.


"Eh... copot... copot...!" sahut Vino latah.


"Ngapain sih Des... ngagetin orang saja" protes Vino.


"Tuh... dicari bos besar" jawab Desty.


"Emang ada apa Des?" balik tanya Vino.


"Ditanyain berkas yang kau bawa sudah ditandatangani tuan Sean belum?" tanya Desty memastikan.


"Busyet! aku hampir lupa Des..." sahut Vino.

__ADS_1


"Des... nanti kalau Neva menanyakanku kau bilang aku ada acara bertemu tuan Sean." pesan Vino.


"Soal itu tenang saja Vin... bakal nyampe koq pesannya," sahut Desty terkekeh.


Vino kemudian keluar meninggalkan Neva dan Desty


"Sepertinya Vino menyukai Neva," gumam Desty curiga.


"Desty.... dimana Vino?" Neva tiba-tiba menanyakan Vino.


Bukannya menjawab, Desty menatap curiga Neva.


"Emangnya ada hubungan khusus apa sih kalian?" tanya Desty.


Bersambung


...----------------...


Mampir lagi yuk di karya temanku, ceritanya keren ga kalah seru....



Meski terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan santun, tetapi Mirza tetaplah sosok anak muda yang butuh mengekspresikan diri dan ingin menikmati kebebasan masa mudanya.


Ia menjadi pemuda yang urakan dan sering gonta-ganti pacar dengan dalih penjajakan untuk menentukan sebuah pilihan yang tepat, gadis pilihan yang akan Ia jadikan sebagai istri.


Namun, dari banyaknya gadis yang Ia pacari, tak satupun yang bisa memenuhi kriteria Mirza. Kriteria istri idaman, yang membuat semua keluarga tercengang.

__ADS_1


"Mereka semua adalah gadis yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik, masak baru pacaran sudah minta cium?" gerutu Mirza.


Akankah Mirza, dapat menemukan gadis seperti yang Ia idam-idamkan?


__ADS_2