
Rumah keluarga Brata.
Pukul 15:00.
Irene datang ke rumah keluarganya atas permintaan dari mamanya. Saat Irene baru saja sampai, ia langsung disambut dengan sangat baik oleh mamanya.
"Irene, akhirnya kamu datang juga. Mama sudah lama menunggumu sayang,"
"Sebenarnya ada apa sih, Ma? Kok tiba - tiba banget mama nyuruh Irene datang kesini,"
"Ada yang ingin bertemu denganmu,"
"Siapa, Ma?,"
"Kakak kamu,"
"Hah, kakak?! Kakak siapa? Kak Amanda maksud mama,"
"Iya, kakak kamu - Amanda ingin bertemu denganmu dan berbicara hal penting padamu,"
"Enggak, enggak, gak mungkin, Ma. Kak Amanda kan sudah hilang selama bertahun-tahun. Kok bisa dia tiba - tiba kembali kesini,"
"Mama dan Papa selama ini tidak pernah menyerah untuk mencari keberadaan kakak kamu dan akhirnya kami berdua menemukannya,"
"Lalu sekarang dimana kakak, Ma?,"
"Ada di kamarnya, cepat sana kamu temui dia. Dia ingin bertemu dan berbicara padamu,"
******
Pintu kamar pun terbuka, Irene melangkah masuk ke dalam kamar. Ia melihat kakaknya yang sedang berdiri membelakangi dirinya menatap ke arah luar jendela.
"Kak," Panggil Irene dengan suara pelan.
Nathalia ( Amanda ) pun berbalik, Irene sangat terkejut saat mengetahui ternyata kakaknya adalah wanita yang telah membuat suaminya tidak bisa mencintainya hingga saat ini.
"Enggak, enggak, ini gak mungkin, kamu gak mungkin kakakku,"
__ADS_1
Irene pun berlari keluar kamar. Ia tidak bisa terima jika Nathalia ternyata adalah kakaknya.
"Irene, tunggu," panggil Nathalia yang terus mencoba untuk menghentikan langkah kaki Irene.
Lalita yang mendengar suara teriakan Nathalia ( Amanda ) pun langsung bergegas menghampiri mereka. Disaat itulah, Lalita melihat Irene yang berlari keluar rumah melewati dirinya dengan Nathalia ( Amanda ) yang terus mengejarnya.
"Aku berharap kedua anakku itu bisa saling berdamai dengan keadaan ini,"
******
"Irene, tunggu. Aku ingin meminta maaf padamu,"
Saat mendengar kata - kata itu, langkah kaki Irene pun terhenti. Secara perlahan, Nathalia ( Amanda ) pun mulai mendekati Irene.
"Aku ingin minta maaf padamu,"
"Untuk apa kamu minta maaf padaku,"
"Untuk semua yang telah terjadi,"
"Irene, semuanya sudah berlalu. Apa yang sudah terjadi semua itu adalah takdir. Aku sekarang adalah kakak kamu. Jadi aku tidak akan mungkin mau merusak pernikahan adikku sendiri,"
"Tapi Afnan sama sekali belum bisa mencintaiku, Kak. Dia masih terus memikirkan dirimu,"
"Perlahan Afnan pasti akan bisa mencintaimu kok, Dek. Percaya sama kakak ya,"
"Makasih ya kak, kamu sudah mau mengalah untuk kebahagiaanku,"
"Iya, Dek,"
Irene pun memeluk Nathalia ( Amanda ) dengan sangat tulus. Begitu juga Nathalia ( Amanda ) membalas pelukan Irene dengan penuh kasih sayang layaknya seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.
Lalita yang melihat kedua anaknya sudah bisa saling berdamai dengan keadaan mulai tersenyum bahagia.
"Akhirnya, aku bisa melihat kedua anakku bisa saling menerima satu sama lain,"
******
__ADS_1
Irene pulang kembali ke rumah. Afnan yang baru saja kembali dari dapur dengan membawa segelas kopi pun langsung bertanya habis darimana saja Irene tadi. Irene terlihat ragu memberitahukan kepada Afnan bahwa Nathalia ternyata adalah kakak kandungnya yang hilang karena Irene takut jika Afnan mengetahui bahwa Nathalia saat ini berada dekat dengan mereka. Maka Afnan pasti akan meninggalkan dirinya.
"Ren, kamu kenapa?,"
"Ah, enggak kok. Aku cuma capek aja. Aku mau istirahat dulu ya,"
Irene pun langsung berjalan pergi melewati Afnan. Sedangkan, Afnan terlihat bingung dengan sikap Irene yang sering berubah-ubah hari ini.
*******
Pukul 22:00.
Irene baru saja selesai melipat pakaiannya. Disaat, Irene ingin memasukkan pakaiannya ke dalam lemari tiba - tiba saja handphone milik Afnan yang diletakkan di atas meja berbunyi. Irene paham sekali bahwa suara itu adalah suara notifikasi pesan masuk.
"Siapa ya yang malam - malam begini mengirimkan pesan pada Afnan? Ah, mumpung Afnan lagi mandi. Aku lihat aja kali ya daripada aku penasaran dan jadi overthinking nantinya,"
Irene pun mencuri kesempatan untuk melihat notifikasi pesan baru yang ada di handphone milik Afnan. Dan betapa terkejutnya Irene sangat mengetahui bahwa yang mengirimkan pesan itu pada Afnan adalah Nathalia.
Nathalia
Aku ingin bertemu denganmu besok. Apakah kamu ada waktu sebentar saja?
"Dia berbohong padaku. Dia mengatakan bahwa dia tidak akan menggangu pernikahanku dengan Afnan lagi. Tapi kenapa dia masih ingin mengajak Afnan untuk bertemu,"
Irene yang terbakar api cemburu ingin menghapus pesan dari Nathalia. Namun, Afnan keburu keluar dari kamar mandi dan langsung memanggil Irene sehingga membuat Irene sangat terkejut.
"Afnan, kamu kok cepat sekali sih selesai mandinya," Ucap Irene sembari menyembunyikan Handphone milik Afnan di balik tubuhnya dan secara perlahan meletakkan kembali di atas meja.
"Kamu sedang apa disana?,"
"Ah, tidak apa - apa aku hanya sedang merapikan meja ini saja. Astaga, aku lupa kalau aku sedang masak air sepertinya sudah mendidih. Aku ke dapur dulu ya,"
Irene pun dengan tergesa - gesa langsung keluar dari kamar. Sementara, Afnan merasa ada yang aneh dengan sikap Irene barusan.
"Kenapa dia terlihat panik seperti itu ya?,"
Sebelum mengenakan pakaiannya, Afnan pun mengecek handphone miliknya terlebih dahulu. Disaat itulah, Ia tau bahwa Nathalia mengirimkan pesan untuknya.
__ADS_1