
"Apa dia sudah tidur Des?" tanya Lucas.
"Sudah pak..." jawab Desty.
"Bagaimana dengan Cherry pak?" tanya Desty.
"Sudah aman terkendali." jawab Lucas kesal. Pasalnya gara-gara ucapan Brandon, Cherry terus saja berpikir yang bukan-bukan tentangnya. Untung saja Lucas memiliki jurus jaran goyang yang membuat Cherry lelah dan ketiduran juga seperti Brandon.
"Apa kau tahu kenapa Brandon bisa seperti itu?" tanya Lucas.
"Maaf Pak, saya tak tahu dan tak mau tahu," ucap Desty kesal. Terlihat dari wajahnya nampak gurat kecewa. Selesai menjawab, Desty pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan Lucas.
Ingin rasanya Lucas marah gara-gara sikap Brandon, Cherry dan sekarang Desty. Tapi Lucas hanya bisa berdecak kesal karena ketiganya sedang dalam fase kesambet.
"Ckck, dasar anak buah pada sesat" umpat Lucas. Lucas lalu memasuki ruangan Brandon.
Ceklek!
"Ku pikir tidur, ngapain disitu?" tanya Lucas melihat Brandon duduk menatap luar jendela sambil menyesap r*k*knya.
Brandon masih terus menatap luar jendela tanpa merespon pertanyaan Lucas. Mengetahui jika sahabatnya sedang tidak baik-baik saja. Lucas duduk disamping Brandon mengikutinya menatap luar jendela.
"Sekarang gua sadar, jika gua terlalu bodoh" ucap Brandon. Lucas sejenak menoleh kearah Brandon lalu menatap kembali keluar jendela.
"Lu benar Cas... semua wanita dimuka bumi ini bulshit! mereka kebanyakan ga mau menunggu kekasihnya berjuang," imbuh Brandon kali ini nada suaranya agak meninggi dan penuh tekanan.
Lucas tersenyum menoleh kearah Brandon. "Brandon, wanita itu hanya membutuhkan kepastian. Mereka sebenarnya tak menuntut keadaan kita, hanya saja kita yang tak mengerti. Kita, laki-laki tak pernah berpikir sampai kesana, yang kita pikir hanya bagaimana diri kita layak didepan keluarganya." sahut Lucas.
Brandon menghentikan aktivitas merokoknya. "Apa hal ini yang membuat lu menyadari kesalahan kepada Reta?" tanya Brandon.
Lucas kembali menoleh keluar jendela kali ini dia beranjak dari duduknya.
"Bisa jadi begitu, aku terlalu lama memberi kepastian Reta saat itu. Wajar jika Reta dan Ammar akhirnya bersatu"
Brandon langsung memikirkan ucapan Lucas.
"Apa gua terlalu lama memberi kepastian Elsa sehingga pada akhirnya dia meningggalkanku?" tanya Brandon mengukur kedalaman pikirannya.
"Elsa meninggalkanku Cas...," ucap Brandon sedih.
Elsa merupakan kekasih Brandon. Selama ini memang Brandon merahasiakan hubungannya dengan Elsa bukan karena apa-apa melainkan Brandon yang kurang percaya diri memperkenalkan dirinya kepada keluarga besar Elsa.
"Elsa menemuiku memberikan undangan pernikahannya dengan pria pemilik perusahaan Adeswara, Ricki Permana." ucap Brandon kembali.
Lucas terkejut karena ternyata pria bernama Ricki itu adalah sahabat Brandon waktu sekolah dulu. Dia juga salah satu partner kerja Lucas.
__ADS_1
"Ricki Permana?"
"Iya Cas... dia Ricki Permana. Dia orang selain elu yang mengetahui hubungan gua dengan Elsa. Itu yang membuat gua tak terima saat ini." jawab Brandon.
Lucas kembali mendekati Brandon, "Anggap saja ini yang terbaik. Tuhan akan mengganti yang lebih indah dari ini" ucap Lucas memberi support Brandon.
Lucas kemudian meninggalkan Brandon sendiri, memberinya ruang untuk berpikir.
"Kau pasti bisa melewatinya Brandon" ucap Lucas dengan lirih dibalik pintu.
"Pak bos...," panggil Vino.
"Gimana Vin, apa sudah siap semua untuk acara besok?" tanya Lucas.
"Tadinya sih siap...,"
"Tadi? emang sekarang gimana?" tanya Lucas.
"Noh... lihat sendiri aja...," jawab Vino pasrah.
Lucas melihat Cherry yang sudah bangun entah sejak kapan sedang sibuk merubah konsep acaranya. Sebelumnya semuanya akan dilaksanakan dengan nuansa putih, tetapi Cherry merubah semua konsep dengan nuansa pink cetar dengan motif Hello Kitty.
"Mbak... mbak... ini suami aku, cakep kan..." ucap Cherry memperkenalkan Lucas.
"Sayang kau sedang apa?" bisik Lucas.
"Tenang saja aku sedang memilih kostum untuk acara kita besok," jawab Cherry dengan bisik pula lalu melemparkan senyum kepada mbak-mbak didepannya.
"Suami... kalau kau mau mengacaukan aku pastikan tidak ada jatah malam ini dan malam-malam selanjutnya." ancam Cherry berbisik membuat Lucas langsung terdiam. Lucas tak mau kesejahteraannya menjadi taruhannya.
"Mbak... jangan lupa saya pilih warna ini. Deal!" ucap Cherry dengan bahagia tanpa memikirkan perasaan suaminya yang tersiksa saat ini.
**
"Pa... apa tak sebaiknya papa urungkan niat papa mengunjungi pria itu" saran Lexi.
"Papa tetap akan mengunjunginya Lexi, karena bagaimanapun Rudi sahabat papa dari kecil bersama Zayn juga." sahut papa Hadinata.
"Baiklah jika itu yang papa inginkan, Lexi pesan jika dia sampai mengancam atau melukai papa, Lexi tak akan mengampuninya."
"Terimakasih anakku," ucap Hadinata merasa senang karena Lexi sangat mempedulikannya.
Sesampainya di rumah tahanan, Hadinata menemui Rudi sedangkan Lexi menunggu diruang tunggu.
"Cuih! mau apalagi kau kesini!" bentak Rudi melihat Hadinata yang ternyata menjenguknya.
__ADS_1
"Aku tak sudi menemuimu, lebih baik kau pergi!" imbuh Rudi membalikkan badan.
"Aku hanya ingin menyampaikan pesan Rahayu sebelum dia meninggal," sahut Hadinata dan langsung membuat Rudi berhenti.
"Rahayu ingin sekali berterima kasih padamu. Jika bukan karenamu saat itu mungkin kehidupan Rahayu akan jauh lebih menderita. Rahayu menitipkan ini untukmu" Hadinata mengambil sesuatu dari dalam saku jassnya.
"Rahayu berpesan jika kau akan mengerti tentang ini" imbuh Hadinata sambil menyodorkan sebuah gelang simpul kepada Rudi.
"Aku pamit, jaga dirimu baik-baik Rudi" ucap Hadinata lalu meninggalkan Rudi.
Rudi menggenggam erat gelang simpul tersebut, hatinya berdenyut pilu mengingat moment tersebut.
'Kau benar Rudi semuanya akan baik-baik saja, gelang jimat ini akan aku simpan sebagai kenangan jika aku memiliki sahabat terbaik sepertimu...,'
Ucapan Rahayu terus terngiang di pikiran Rudi. Wajah dan senyum menenangkan itu tak pernah sedetikpun Rudi lupa.
"Rahayu... kau masih menyimpannya dengan baik. Terimakasih... semoga kau tenang di surga" ucap Rudi lirih disertai air mata yang menetes begitu saja. Kenangan-kenangan bersama Rahayu kini bagaikan sebuah video yang diputar flashback. Hatinya sangat nyeri kala Rudi mengingat tak bisa mendapatkan Rahayu sehingga membuatnya gelap mata.
...Hay Kamu......
...Cinta pertama akan selalu punya tempat di hati,...
...diam dan tenang ......
...Tidak akan pernah mengganggu atau mengusik....
...Sesekali mungkin akan kutemui dengan ingatan-ingatan...
...yang tidak lagi menyimpan banyak rindu....
**
"Mama... ini ga salah dekorasinya?" tanya Neva baru tiba dari kuliahnya.
Mama hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan Neva. Melihat mama Risti tak menjawab Neva ganti bertanya kepada Yora yang kebetulan sedang lewat sambil membawa cemilan pisang dan ketela goreng.
"Ka Yora... ini ga salah dekorasinya? kenapa Hello Kitty?" tanya Neva.
"Bukan hanya dekorasinya, kostumnya juga sama Nev...," jawab Yora sambil terkekeh.
"Cherry.......!"
Bersambung......
"
__ADS_1