Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 169. Apa kau tak rindu padaku?


__ADS_3

...Yang aku takutkan saat ini...


...bukan lagi tentang bagaimana perasaan ini berakhir,...


...tetapi bagaimana jika .....


...perasaan ini tetap ada,...


...saat cerita tentang kita telah selesai......


...----------------...


"Kenapa tak ada yang mengangkat panggilan telfonku?" gumam Cherry. Ini sudah ke 10 kali Cherry menghubungi ponsel Lucas tapi tak ada satupun yang dijawab.


"Cherry...," panggil mama Risti terbangun dari tidurnya.


"Kau belum tidur nak?" tanya mama Risti.


Cherry menggelengkan kepalanya, terlihat wajahnya sangat sedih. Mama Risti kemudian beranjak dari tidurnya menghampiri Cherry yang masih meremas ponselnya.


"Hari sudah hampir pagi, segeralah istirahat. Mama yakin Lucas akan mengabarimu besok pagi" ucap mama Risti.


"Perasaanku tak enak ma... daritadi aku tak bisa tidur memikirkan kakak om...," sahut Cherry.


"Lebih baik kau tidur sebelum Aksa bangun mengganggu tidurmu," ucap mama Risti tak begitu menanggapi serius ucapan Cherry.


Cherry memaksakan dirinya untuk naik ke ranjangnya. Namun tetap dia terus memegangi ponselnya berharap Lucas segera membalas panggilannya.


Keesokan pagi seperti biasa semua orang rumah menjalani aktivitas seperti biasanya. Hanya mama Risti yang tak terlihat.


"Mama kemana kak?" tanya Cherry.


"Mama masih dikamar membereskan tempat tidur." jawab Yora beralasan.


"Kita hanya berempat saja ini?" tanya Cherry melihat Neva dan Vino tak seperti biasanya.


"Papa dan kak Lexi?" tanya Cherry lagi.


"Em... mereka sudah berangkat ke kantor pagi tadi." jawab Yora.


"Neva... apa pagi ini kakak om menghubungimu?" tanya Cherry.


Terlihat kegugupan Neva saat Cherry menanyakan Lucas.


"Mana ada dia menghubungiku, sejak bersamamu kak Lucas jarang menghubungiku... hehe..." jawab Neva akhirnya bisa memberikan alasan.


"Eh... mau kemana?" tanya Yora melihat Cherry tak jadi sarapan.


"Aku gak nafsu makan kak...," jawab Cherry.


"Gak boleh begitu Cherr... kau masih dalam keadaan menyusui baby Aksa," ucap Yora menyusul lalu menggandeng tangan Cherry kembali duduk bersama.


Neva ikut membujuk Cherry mengambilkan sepiring nasi beserta lauk pauknya.


"Dimakan dulu... habis itu terserah mau ngapain." paksa Neva.


"Tante cantik...," panggil Agha.


"Om Lucas telfon...," ucap Agha langsung membuat Cherry beranjak serta kegirangan bahagia.


"Mana tampannya tante..." pinta Cherry langsung menyambar ponselnya.


Cherry langsung saja menggeser tombol hijau di layar ponselny.

__ADS_1


"Kakak om... kemana saja kau, dari kemarin kau tak menghubungiku sama sekali. Apa kau tak rindu padaku?" tanya Cherry.


"Cherry...," panggil Brandon. Rupanya Brandon yang menghubungi Cherry.


"Kok om Branded sih... kakak om mana?" tanya Cherry kesal.


"Laki lu lagi sibuk banget gak bisa diganggu, soalnya keadaan disini sangat denting sedenting emosi lu sama Lucas" jawab Brandon.


"Ye... ya sudah... sampaikan ke dia, jangan pernah lihat senyumku lagi. Kesel banget rasanya." sahut Cherry.


"Cuma senyum doang Cherr... lainnya ada gak?" tanya Brandon sengaja memancing emosi Cherry.


"Bodo ah...!" sahut Cherry langsung mengakhiri panggilannya sengaja.


"Awas kau kakak om... aku tak akan memaafkanmu!" gumam Cherry langsung melahap sarapan pagi yang sempat dia tolak tadi.


Sementara di waktu Swiss, papa Hadi sedang membicarakan kondisi Lucas bersama Marco.


"Apa yang akan terjadi jika operasi ini gagal tuan Marco?" tanya papa Hadi.


"Tuan Lucas akan mengalami kelumpuhan permanen" jawab Marco.


Papa Hadi keluar ruangan dokter Marco dengan wajah yang sedih. Sesampainya di depan ruangan Lucas, papa Hadi menyembunyikan kesedihannya.


Ceklek!


"Papa...," panggil Lucas yang masih terbaring lemah.


Papa Hadi segera menghampiri putranya lalu memeluknya. Tak terasa air matanya jatuh begitu saja.


"Pa..." panggil Lucas lagi.


"Andai papa bisa menggantikanmu, papa tak akan menolaknya Lucas... Hiks... hiks...," ucap papa Hadi.


"Pa... Lucas baik-baik saja" ucap Lucas menenangkan papa Hadi.


Lexi, Brandon dan Gerald terdiam. Mereka semua ikut bersedih atas apa yang terjadi pada Lucas. Terutama Lexi, dia menyesal pernah tak bisa menerima kehadirannya.


"Kita juga akan selalu bersamamu Lucas dalam keadaan apapun." sahut Lexi.


"Lexi benar Lucas, kita semua tak akan pernah meninggalkanmu seumur hidup kita" sahut Brandon.


"Bos... kau adalah panutanku, segeralah pulih agar kita sama-sama beladiri lagi seperti biasanya," sahut Gerald.


Dukungan dari orang-orang terdekat membuat Lucas yakin jika semuanya bisa dia lewatkan dengan mudah.


Lucas tersenyum tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja. Bukan karena bersedih, melainkan terharu kepada semua orang yang peduli dengannya.


Beberapa saat setelah semuanya dalam keadaan tenang. Kini berganti mereka mengobrol santai.


"Pa... aku tak mau Cherry mengetahui keadaanku" pinta Lucas.


"Aku tak mau membuatnya bersedih,"


"Kau tenang Lucas kita semua sudah memikirkan tentang itu." sahut Lexi.


"Papa sudah meminta Yora untuk menjaga rahasia ini dari Cherry." ucap papa Hadi.


"Besok akan dilakukan operasi pertama. Siapkan kondisimu Lucas... Papa yakin kau pasti bisa melewati ini semua." imbuh papa Hadi.


Lucas mengangguk pelan.


'Aku akan segera pulang sayang...' batin Lucas mengingat Cherry dan baby Aksa.

__ADS_1


**


"Cherry pasti sedih mendengar kondisi kak Lucas...," keluh Neva.


"Lebih baik kita tak memberitahunya sementara waktu. Nanti setelah kondisi bos membaik, baru kita kasih tahu Cherry yang sebenarnya." ucap Vino disetujui oleh Neva.


Perjalanan mereka tiba di kampus Neva. Mulai hari ini Vino bertugas untuk menggantikan posisi Lexi sementara.


"Neva... kabari aku jika kuliahmu sudah selesai" ucap Vino kemudian melajukan kendaraannya.


"Neva..." panggil Steve dan Dania.


"Dania..."


"Gua lupa cerita sama elu Nev, jika mulai hari ini Dania pindah ke kampus kita." ucap Steve menjawab pertanyaan yang akan diajukan Neva.


"Eh... iya... aku jadi ada temannya, gak melulu dirimu terus...," sindir Neva.


"Eh bentar... kalian ada yang beda" Neva membolak-balikan pandangannya.


"Fix! kalian jadian" sahut Neva.


Steve maupun Dania hanya tersenyum malu.


"Aaaaaww....! selamat ya Dania..." peluk Neva kepada Dania.


Mereka bertiga kini berkumpul di kantin favorit Neva. Neva menceritakan kondisi Lucas kepada Steve.


"Apa Cherry mengetahui soal ini?" tanya Steve terlihat khawatir.


"Kami belum bisa menceritakan ini semua kepada Cherry. Kau tahu bukan, kita takut jika kita menceritakan kondisi kak Lucas saat ini Cherry pasti akan syok." jawab Neva.


"Aku tahu kau sangat mengkhawatirkan Cherry, Steve..." ucap Dania meraih jemari Steve.


"Dania... bukan maksud gua---"


"Steve... aku mengerti perasaanmu dan aku percaya padamu." ucap Dania memotong ucapan Steve.


"Terimakasih Dania" sahut Steve.


**


"Ma... Yora bawakan sarapan mama. Mama makan ya?" bujuk Yora.


"Kalau mama seperti ini bisa-bisa Cherry curiga ma...," imbuh Yora.


Mama Risti sedikit berpikir ucapan Yora ada benarnya. Jika sampai Cherry mengetahui kondisi Lucas, Cherry pasti akan mengalami syok berat. Secara semalaman tadi Cherry sengaja tak tidur hanya untuk menunggu kabar Lucas.


...----------------...


Met rehat untuk semuanya.... sebagai teman rehat aku rekomendasi karya temanku judulnya "Suamiku bukan milikku"



Menelan pil pahit bukanlah suatu keinginan tapi mungkin sudah keharusan dan takdir.


harus dijalani itu yang pasti.


Rumah tangga Nadira harus kandas ditengah jalan karena perbedaan prinsip dan tersandung kasus lain yang menyebabkan mereka harus berpisah.


Dan kali kedua ini ataukah masih hidup bersama pria yang diinginkan nadira.


"Ceraikan aku" tanggis Nadira.

__ADS_1


"Sampai kapan pun aku takkan pernah meninggalkanmu atau pun berpisah. Aku tak ingin itu terjadi"


"Tapi ini. Adalah kenyataan bahwa kau" .


__ADS_2