Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 47. Tak kan pernah terganti


__ADS_3

Epsd. 47. Tak kan pernah terganti


Melihat Cherry tertidur dengan pulas didalam pelukannya, Lucas merasa semakin bersalah sudah menuduhnya yang bukan-bukan. Bahkan saat ini Cherry memegang erat genggaman tangan Lucas, seakan dirinya tak mau berpisah dengan Lucas.


"Cherr... Cherry..," Lucas pelan membangunkan Cherry karena hari mulai gelap.


Cherry lalu mengerjapkan matanya, membukanya perlahan.


"Kita pulang sekarang, mama, Papa dan Neva sudah menunggu kita" Lucas memberitahu Cherry.


Cherry terdiam, ada sesuatu yang dia pikirkan.


"Maafkan aku sudah berpikiran buruk tentangmu, hanya maaf ini yang bisa aku ucapkan" ucap Lucas tulus dari lubuk hati terdalam.


"Aku tahu, mungkin ini akan sulit untuk kau maafkan. Tapi percayalah jika aku melakukan ini semua karena aku sangat sayang kepadamu. Aku sungguh tak rela jika ada pria lain yang menyukaimu meski dia sahabat baikmu" imbuh Lucas menjabarkan isi hatinya.


"Aku sudah berjanji kepada ibu Rahayu untuk terus menemanimu dalam suka maupun duka, seumur hidupku hanyalah milikmu Cherry.. kau wanita pertama dan terakhir yang tak akan pernah tergantikan oleh apapun" ucap Lucas kembali.


Cherry merasa tersentuh di setiap kalimat yang keluar dari bibir Lucas, sehingga tak terasa air matanya menetes begitu saja. Tangan Lucas menyeka air matanya dengan sangat lembut.


"Tak perlu menangis lagi Cherry, kau terlihat sangat jelek sekarang," sahut Lucas sengaja agar Cherry memarahinya lagi.


"Kalau aku jelek, om mau cari lagi?" sindir Cherry terpancing ucapan Lucas.


"Ya enggaklah.. bagiku kau sangat cantik abadi tak termakan oleh waktu" ucap Lucas.


"Iiih... pintar gombal sekarang" sahut Cherry sembari menyeka air matanya sendiri.


"Aku ga gombal, ini tulus benar-benar dari hati yang terdalam" ucap Lucas lalu menarik tubuh Cherry kembali ke pelukannya.


Setelah perdebatan panjang, Cherry akhirnya mengikuti permintaan Lucas kembali ke kediaman mama papanya. Awalnya Cherry menolak kembali kesana, setelah Lucas memberikan pengertian padanya Cherry menuruti permintaan Lucas.


"Cherr..," panggil Lucas sambil mengemudi.


Cherry pun menoleh kearah Lucas.


"Terimakasih sudah membuka hati untukku," ucap Lucas, lalu tangan kirinya meraih tangan kanan Cherry untuk diciumnya.


"Maafin aku om.. karena belum memberitahu perasaanku yang sesungguhnya kepada om.." gantian Cherry yang merasa bersalah.


"Tak perlu meminta maaf, karena kau tak bersalah Cherr...," ucap Lucas.

__ADS_1


"Jika saja aku mengatakan sebelumnya.. malam itu, pasti om tak akan berfikir tentang aku yang bukan-bukan" Cherry berganti menoleh lurus kedepan.


"Aku mulai memakluminya om..," lanjut ucap Cherry.


"Sekarang aku sudah tahu mengenai perasaanmu, aku sangat berterimakasih. Jadilah milikku seutuhnya Cherry," ucap Lucas.


Cherry menanggapinya dengan tersenyum.


Kediaman Lucas**


"Ma.. mereka koq lama sekali sih," keluh Neva yang tak sabar ingin bertemu Cherry.


"Lucas bilang sudah di perjalanan, paling sebentar lagi nyampe" sahut mama Risti.


"Tapi ini sudah pukul 07.00 malam... Atau... Mamaaa!" teriak Neva.


"Neva ada apa? coba ceritain semuanya" pinta mama Risti kaget mendengar teriakan putrinya.


"Ma... apa mungkin Cherry berbuat nekat?!" Neva mulai berpikir konyol.


"Nekat gimana maksudnya?" tanya mama Risti terpancing dugaan putrinya.


"Kali aja Cherry gantung diri didepan makam ortunya, atau kalau enggak dia terjun ke sungai. Makanya ka Lucas lama jemputnya" jawab Neva asal.


"Duren itu apa ma?" Neva malah membalikkan pertanyaan mamanya.


"Duren itu Duda keren Neva," jawab mama Risti.


"Kirain Neva itu Duren yang sering di buat nimpukin mulut tetangga yang ember belah pecah" ucap Neva.


"Kenapa pikirannya jadi kesana Neva anak perempuannya mama yang baik.... mending ikut mama yuk" saran mama Risti mengajak Neva bersamanya.


"Kemana mah?" tanya Neva.


"Ke dapur bantu mama lah... " jawab mama Risti.


"Ya amplop... kirain mau diajak ke swiss," ucap Neva sembari menepuk dahinya.


"Sekolah yang bener, baru nanti di ajakin ke Swiss" ucap mama Risti sambil berjalan menuju dapur cantiknya sedangkan Neva mengikutinya dari belakang.


"Mah, kira-kira Cherry bakal maafin Neva ga ya?" tanya Neva pesimis.

__ADS_1


"Sayang... mama mengerti posisi kalian berdua, tapi percayalah Cherry tak seburuk yang kamu kira. Bukannya kamu lebih paham karakter Cherry, karena kalian bersahabat dari kecil" ucap mama Risti menenangkan kegundahan putrinya.


"Iya Ma... Cherry itu sangat baik sekali. Meskipun dia dikelilingi orang-orang berlebihan rezeki, dia hanya tersenyum tanpa mau komen sama sekali" ucap Neva.


"Cherry itu selalu mensyukuri segala yang ada pada dirinya"


Cerita Neva, mengingatkan mama Risti dengan almarhum Zain papanya Cherry. Zain terkenal sangat baik dan tak pernah membeda-bedakan teman seprofesinya. Sayangnya saat itu perusahaan mencurigai Zain sebagai tersangka pembobol identitas serta File penting perusahaan Axosha Jewelry. Sampai dia dipecat dari perusahaan dengan tidak hormat. Belum selesai sampai disitu, Zain tidak pernah memiliki dendam kepada Hadinata atau perusahaan. Zain yang tak disangka sedang berjualan sembako kecil-kecilan dipinggir jalan melihat Lucas kecil akan di tabrak sebuah mobil sedan berwarna abu metalik. Seolah memiliki feeling yang kuat Zain berlari menolong Lucas tanpa memikirkan kondisinya yang menggantikan Lucas tertabrak. Zain diumumkan tak tertolong akibat keterbatasan biaya dan takdir.


'Cherry.. kau sama seperti ayahmu Zain, andai saja kami sekeluarga tak terlambat menemukanmu, kau pasti sudah berbahagia dengan putri manjamu Zain' batin mama Risti.


"Assalamu'alaikum.."


"Ma.. denger ga suara salam didepan?" tanya Neva.


"Itu pasti sahabat Neva.." sahut Neva lagi, lalu melepas celemek masak yang terpasang ditubuhnya.


"Neva... hati-hati jangan lari" teriak mama Risti.


"Kaka.... Cherry....," panggil Neva. Namun, raut bahagianya berubah kesal saat yang tiba bukannya Lucas maupun Cherry melainkan Reta yang membawa koper besar.


"Ka Reta...," ucap Neva lirih.


"Neva.. tolongin kaka, kaka sudah diusir dari keluarga kaka gara-gara kehamilan sialan ini" keluh Reta.


"Reta.. silahkan pergi dari sini, aku tak bisa lagi menerimamu di sini!" bentak papanya Hadi.


"Tapi pa.. apa papa tak merasa kasihan melihat aku yang sedang hamil harus tidur di jalanan, hiks.. hiks.. hiks..." Reta menggunakan mode sedih tingkat provinsi untuk membuat papa Hadi iba kepadanya.


Reta memang sudah terbiasa memanggil sebutan pak Hadi dengan panggilan papa.


"Tidak sama sekali! sebaiknya kau segera pulang atau apa perlu saya panggilkan satpam agar kau bisa keluar dari sini," ancam papa Hadi.


"Assalamu'alaikum...," suara Cherry dan Lucas bersamaan.


"Ka Lucas..." teriak Neva.


Reta ikut menoleh kearah Lucas yang bergandengan mesra dengan Cherry. Rasa panas pada dirinya semakin terasa kala tangan Lucas satunya menyentuh Pipi Cherry.


"Cherry....," panggil Neva bergantian.


"Neva.. maafkan aku, aku tak bermaksud--" ucapan Cherry terjeda karena Neva langsung memeluknya"

__ADS_1


Bersambung....


"Sam


__ADS_2