Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 104. Sebentar saja


__ADS_3

Jika kamu mengerti arti penantian yang sesungguhnya, kamu akan terbiasa menjaga hatimu untuk seseorang yang benar benar kamu tunggu.


Yora dan Cherry bersamaan memeluk Agha. Lexi dan Lucas juga tak mau kalah, mereka berdua ikut memeluk istrinya. Pemandangan yang sangat bahagia. Dua saudara yang terpisah jauh selama berpuluh tahun lamanya, dengan rencana terbaik Tuhan mereka dipertemukan dengan akhir yang bahagia.


Mama Risti dan papa Hadi yang sedari tadi menyaksikan dari kejauhan tak terasa meneteskan air mata harus bahagia.


"Zain, Rahayu semoga kau memaafkanku disana. Sekarang kau bisa bahagia disana karena kedua putrimu sudah bersama" ucap Hadinata lirih masih terdengar. Mama Risty menyeka air matanya lalu mengangguk menyetujui ucapan suaminya.


"Ma... Pa...," panggil Cherry melihat mertuanya sedang memperhatikannya.


Yora tersenyum, dia mengerti permasalahan perasaan adiknya.


"Cherry... seorang sahabat tak akan menjerumuskan sahabat lainnya. Begitu juga dengan papa. Papa adalah sahabat terbaik ayah... Ayah pernah menceritakan semuanya tetapi tidak ada satu kata jelek untuk papa." ucap Yora.


Cherry berjalan menghampiri mertuanya, sedangkan Lucas mengikutinya dari belakang.


"Maafkan Cherry pa... ma...," satu kalimat yang langsung membuat hati Hadinata dan Risti tersentuh.


"Harusnya Cherry tak meninggalkan kalian waktu itu... hiks... hiks...," suara Cherry sedikit bergetar, Lucas langsung saja memegang pundak Cherry lalu mengusap air matanya.


"Apakah Cherry masih bisa menjadi menantu papa dan mama?" pertanyaan yang langsung membuat mama Risti dan papa Hadi tertawa.


Mama Risti lalu membuka tangannya lebar, Cherry langsung saja memeluk mama Risti dengan tangis harus bahagia.


"Kau selamanya akan menjadi bagian dari keluarga kami Cherry," ucap papa Hadi ikut memeluk keduanya.


"Kenapa daritadi peluk-pelukan terus sih... kapan potong tumpengnya?" protesAgha kesal karena acara inti potong tumpeng dalam merayakan kedatangan Cherry kembali tak segera dilaksanakan.


Mendengar Agha protes, Brandon langsung saja menggendongnya dari belakang. Sehingga membuat bocah kecil itu sedikit terkejut.


"Ih... om Don jangan gendong-gendong aku, aku udah gede" ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Udah gede harus berani sunat. Agha kan belum berani sunat, jadi masih bocah" sahut Brandon.


"Ayah... aku mau sunat...!" teriak Agha. Semuanya tertawa mendengarnya.


Selesai acara makan dan berdo'a bersama, mereka semua berkumpul diruang keluarga yang letaknya tak jauh dari ruang makan.


"Cherry... mama sangat bahagia akhirnya kau kembali," ucap mama Risti membantu Cherry merapikan meja makan bersama Yora.

__ADS_1


"Kaka juga bahagia akhirnya bisa berkumpul kembali bersama satu-satunya saudara kaka," Yora merangkul Cherry.


"Kalian berdua anugerah yang Tuhan berikan yang sangat luar biasa untuk mama dan papa,"


Kembali mereka bertiga berpelukan bersama.


"Mama... Neva sudah menelfon om Wisnu. Acaranya akan dilaksanakan lusa," ucap Neva.


"Acara?" tanya Cherry.


"Iya Cherry... acara syukuran serta 4 bulanan keponakan aku yang terlewat," jawab Neva sambil mengelus perut buncit Cherry.


"Eh... ini tadi apa?" Neva terkejut karena tak sengaja merasakan gerak lembut calon bayi diperut Cherry. Neva jahil, dia mengelus kembali perut Cherry dan gerakan itu terasa kembali bahkan lebih aktif.


"Aaaaa...! mereka sangat menggemaskan, aku tak sabar untuk menggendongnya"


"Ka... ka Lucas...!" Neva berteriak memanggil Lucas, sontak saja Lucas berlari khawatir sedang terjadi sesuatu.


"Neva, apa yang terjadi?" tanya Lucas.


"Ka... lihatlah, mereka tahu jika aku ini tante mereka" jawab Neva masih mengelus perut Cherry dengan bahagia.


"Maaf ka... aku sangat kagum dengan mereka. Mereka bisa langsung mengenalku, berarti aku amazing bukan..." ucap Neva dengan pedenya.


Cherry hanya menggeleng mendengar ucapan sahabatnya.


"Cherry... salah satu dari mereka harus ada yang mirip denganku pokoknya,"


"Kenapa harus mirip kamu dek?" tanya Lexi.


"Kan aku cantik, manis, hemat juga bersahaja...," jawab Neva dengan pedenya. Sedangkan Lexi hanya nyengir mendengar pujian adiknya.


"Sudahlah Neva, tak usah berpikir mirip denganmu. Bibitnya sudah beda jauh....," sindir Steve tak sengaja ikut mendengar.


"Siapa bilang beda jauh? kan keturunan Sultan Hadinata pasti mirip. Masa' iya mirip sama lu Steve yang otaknya cuma secuil...," ucapnya setelah itu sedikit menjulurkan lidah kearah Steve.


"Ga bener nih anak ngatain gua secuil," gerutu Steve.


"Masih mending secuil nah lu sejumput habis itu ditiup ubun-ubunnya biar ga kebanyakan halu," imbuhnya.

__ADS_1


Neva dan Steve saling bertukar pendapat membuat yang mendengar membubarkan posisi masing-masing begitu saja. Lucas langsung menarik pergelangan istrinya, begitupun dengan Lexi. Dia juga melakukan hal yang sama. Kini tinggal Neva dan Steve diruang makan masih dengan perdebatan sengitnya. Semoga yang menang mendapatkan tropi khusus dari entun, hehe...


Dikamar masing-masing, kini semua sedang beristirahat.


"Kenapa tidak memanggilku jika sedang kesusahan melepasnya sayang?" Lucas langsung membantu Cherry membuka resleting dressnya. Cherry sendiri sedikit malu kala Lucas membantunya melepas dressnya.


"Aku bisa melepasnya sendiri om," tahan Cherry saat dress itu akan terjatuh.


"Aku suamimu, sebentar lagi aku akan menjadi papa dari anak-anakku. Kenapa kau harus malu?" ujar Lucas.


Cherry terdiam. Baginya yang diucapkan Lucas memanglah benar. Tapi entah mengapa Cherry sedikit malu dengan tubuhnya yang kurus, hanya perutnya yang besar.


"Aku tak akan berpaling darimu sayang, meski saat ini kau sedikit berbeda. Perbedaan ini hanya sementara, kau bisa menambah jumlah makan dari porsi biasanya. Karena ada twins yang masih membutuhkan asupan darimu," Kali ini Lucas melingkarkan tangannya ke perut Cherry.


"Kau akan menjadi permaisuri untukku selamanya" bisik Lucas di telinga Cherry.


"Aku hanya malu karena terlihat begitu kurus. Saat itu aku tak bisa kalau dipaksa untuk makan banyak. Meski sebenarnya menyiksa," Cherry merubah ekspresinya menyedihkan. Mual muntah yang dialami sepertinya akan menjadi trauma untuknya.


"Maafkan aku tak berada di sampingmu," kini Lucas merubah posisinya berhadapan dengan Cherry.


"Aku akan menebus semuanya yang sudah kau lewati sendirian. Cup!" Lucas mengecup bi*bir Cherry yang sudah lama dia rindukan.


Kecupan itu berubah menjadi ciuman, dan berakhir dengan persatuan yang sudah lama tak mereka lakukan.


"Om...," panggil Cherry lirih sebelum Lucas mengeksekusinya. Lucas berhenti sejenak.


"Pelan-pelan saja, takut twins terganggu" ucap Cherry sedikit malu.


Lucas tersenyum lalu mengelus lembut perut istrinya, "Hai anak-anak papa... papa mau menjenguk kalian sebentar saja, jangan rewel ya" ucapnya sambil mengelus.


'Bisa-bisanya orang ini ijin segala, hadeh...' batin Cherry. Keduanya tak menunggu lama untuk mencapai nirwana. Selesai itu keduanya tertidur bersama.


**


"Aku akan membalas perbuatan kalian semua, terutama kau Hadi!" ucap Rudi tangannya meremas jeruji besi, matanya terlihat merah menunjukkan emosinya.


"Kalian sudah menghancurkan hidupku. Aku akan membunuh kalian satu persatu,"


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2