Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 152. Kedatangan Dania bersama Brandon


__ADS_3

"Om Branded kenapa tega sih ngomong gitu... sumpah ga ada empatinya sama sekali..." sahut Cherry kesal.


"Ngomong gua benar bukan.. dia tuh bukan anak-anak lagi, dia udah dewasa pasti nanti pulang sendiri" ucap Branded makin mengesalkan.


"Aku pastikan om Branded bakal nyesel seumur hidup udah ngomong kayak gini!" bentak Cherry lalu meninggalkan Brandon.


**


"Kenapa kepalaku mulai pusing lagi...," keluh Desty. Sekarang gantian dibarengi rasa mual.


"Jangan sekarang... kita masih dijalan nak..." Desty berusaha mengajak kompromi janin di kandungannya.


Drrrttt... drrttt...


Suara ponsel Desty berdering, dilihatnya layar ponselnya.


"Cherry..." ucap Desty lirih.


"Maafkan aku Cherry..." Desty sengaja mematikan ponselnya.


**


"Desty... ayo dong angkat telfonku..." Cherry terus saja bergumam.


"Haiiiiish... kenapa harus dimatikan Desty..." ucap Cherry.


"Sayang... tenangkan dirimu, kita cari Desty bersama" Lucas ikut khawatir dengan kondisi istrinya.


"Suamimu benar Cherry... kau tenanglah, kita cari sama-sama. Aku yakin Desty belum jauh dari sini" ucap Steve.


"Desty... bertahanlah..." ucap Cherry dengan sangat lirih.


Mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke rumah. Lucas sudah menyuruh seseorang untuk mencari Desty.


"Kakak om... apa aku katakan saja kondisi Desty yang sebenarnya kepada om Branded?" Cherry meminta saran kepada Lucas.


"Sekarang pikiranmu sayang, aku takut kekhawatiranmu ini berpengaruh kepada ASI Adhyaksa." ucap Lucas.


Cherry mengangguk menuruti saran Lucas. Cherry memutuskan untuk mempercayakan pencarian Desty kepada orang-orang suruhan Lucas.


"Ma... Apa Aksa tidur?" tanya Lucas.


"Lihatlah sendiri... kenapa akhir-akhir ini cucu-cucu mama sangat menggemaskan. Mama jadi ragu mau pulang ke Jerman" ucap mama Risti.


"Papa jadi pulang ke Jerman ma?" tanya Lucas.


"Papa ingin menghabiskan masa tua bersama mama di tanah kelahirannya. Kalau mama balik kesana, mama akan kesepian jauh dari anak, menantu dan cucu-cucu mama. Apalagi sekarang Yora sedang hamil... mama ingin berada disini Lucas...," curhat mama Risti.


"Lucas akan bicarakan ini dengan papa... mama tenang saja ya...," sahut Lucas. Lucas kemudian masuk kedalam kamar Adhyaksa, disana senyum Aksa merekah saat melihat Lucas masuk kedalamnya.


"Om Lucas...," panggil Agha melihat Lucas masuk.


"Keponakan om yang tampan sedang main apa?" tanya Lucas.


"Ini om... Agha sedang memperkenalkan dedek Aksa mainan robot Agha," jawab Agha.


"Emangnya Aksa udah tau nama robotnya?" tanya Lucas.


"Kayaknya ga tau sih om... Aksa cuma cengar-cengir mulu daritadi. Kadang teriak ga jelas terus ketawa-ketawa sendiri." ucap Agha langsung membuat Lucas terkekeh.


"Agha... Aksa itu penglihatannya belum begitu jelas...nanti kalau usianya sudah memasuki 3-4 bulan Aksa pasti mengerti" Lucas menjelaskan dengan pelan agar dimengerti oleh Agha.

__ADS_1


"Berarti Agha masih harus menunggu dedek Aksa 1 bulan lagi ya om?" sambil berpikir.


Lucas tersenyum sembari menyegarkan rambut lurus keponakannya.


"Jagoannya papa hari ini bahagia sekali... main robot-robotan sama kakak Agha ya...,"


"U... u... u...,"


"Adhyaksa kau berbicara?" Lucas sangat terkejut mendengar suara selain tangis dari Aksa. Lagi-lagi Aksa tersenyum bahkan tawanya sekarang terdengar bersuara.


"Nak... papa sangat bahagia...," ucap Lucas dengan mata berkaca-kaca.


Cherry yang ikut menyusul ikut merasakan bahagia. Melihat kedua pria yang dia cinta saling mengobrol.


"Aksa sudah mulai mengajak ngobrol dari kemarin Lucas" ucap mama Risti.


"Iya om... dedek Aksa dari kemarin sudah cerewet, ngoceh mulu... Agha sampai pusing" keluh Agha membuat semuanya tertawa.


"Apa aku yang kurang waktu bersamanya? secara pagi-pagi sekali aku sudah meninggalkannya sampai rumah pasti Adhyaksa sudah tertidur" Lucas merasa sangat bersalah membuat Cherry langsung menghampirinya sambil membawa hasil pompa ASInya.


"Waktumu sudah berlebihan untuk kita kakak om... Aksa mengerti dengan pekerjaanmu, lelahmu, usahamu semuanya semata-mata demi masa depannya." ucap Cherry.


"Terimakasih sudah menjadi suami terbaik" imbuh Cherry.


Lucas langsung memeluk Cherry mengecup ujung kepalanya.


"Malam semuanya...," sapa seorang wanita yang baru tiba.


"Ma--lam..." balas sapa mama Risti dan Cherry.


"Dania..." ucap mama Risti.


"Iya tante... maaf Dania mengganggu" ucap Dania.


"Iya tante. Dania kesini bersama Brandon" jawab Dania.


'Apa maksudnya coba om Branded bawa-bawa Dania' batin Cherry kembali kesal.


"Dania... kau disini dulu, aku dan Steve sedang ada urusan" pesan Brandon.


"Brandon...," panggil Dania.


"Jangan lama-lama..," ucap Dania sedangkan Brandon hanya bersikap biasa saja.


"Eh... Brandon, Steve mau kemana?" tanya Yora membawakan minuman dan cemilan.


"Sedang dalam urusan kakak ipar" jawab Brandon.


"Tapi ini... gimana dengan minumannya...?"


"Kakak minum semuanya saja..." sahut Brandon.


"Dasar anak itu... sukanya bikin orang kesel," gerutu Yora.


"Eh... ada tamu ternyata" ucap Yora melihat Dania.


Dania tersenyum kearah Yora.


"Apa kau yang bernama Da-nia?" tanya Yora.


"Iya kak, perkenalkan aku Dania putri papa Sean" jawab Dania memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Kau cantik sekali Dania...," puji Yora.


"Kakak juga cantik sama seperti kakak Cherry. Sudah lama aku mengagumi kakak Cherry" ucap Dania.


"Mengagumiku... yang benar saja...," ucap Cherry tak yakin.


"Aku sudah lama mengagumi istri tuan Lucas saat media televisi menemukan sosok anda kakak Cherry." sahut Dania.


"Apa yang membuat kau mengagumiku?" tanya Cherry penasaran.


"Kesetiaan kakak terhadap tuan Lucas." jawab Dania.


"Darimana kau tau aku setia? kan kita baru kenal...," tanya Cherry lagi.


"Semua orang tau jika tuan Lucas sangat menjaga pandangannya terhadap wanita lain selain anda. Untuk itu kami beranggapan jika istri tuan Lucas sangat berharga sekali" jawab Dania.


Cherry menoleh kearah Lucas yang bermain dengan baby Aksa dan Agha. Benar sekali yang dikatakan Dania, Lucas tak tertarik untuk menatap Dania yang seumuran dengannya.


"Kau terlalu berlebihan..." sahut Cherry.


"Eh.. jangan panggil aku kakak, kita seumuran kan... panggil saja aku Cherry, biar kelihatannya akrab" imbuh Cherry.


"Terimakasih Cherry...,"


Cherry dan yang lain mengobrol di ruang tamu. Sedangkan Lucas tak sengaja tertidur bersama baby Aksa dan Lexi tertidur dengan Agha.


"Dania... boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Cherry.


"Silahkan Cherry..."


"Apa kau menyukai om Branded?" tanya Cherry serius.


Dania tersenyum dan mengangguk samar Cherry bisa mengerti jawaban Dania.


"Apa hubungan kalian serius?" tanya Cherry lagi.


"Entahlah Cherry... aku sendiri belum mengetahui perasaan Brandon kepadaku" jawab Dania.


'Berarti om Branded belum ngomong serius dong, itu tandanya masih ada kesempatan untuk bersatu dengan Desty' batin Cherry.


"Cherry... apa kau tahu, Brandon menyukai siapa?" tanya Dania.


"Dulu sih ada, namanya Elsa. Hubungan mereka sudah berjalan 5 tahun. Namun, terputus akibat Elsa mengkhianati cintanya. Mungkin hal ini yang membuat om Branded belum bisa membuka hati untuk seseorang. Tapi... ada satu lagi wanita yang dekat dengannya." ucap Cherry sedikit menggantung.


"Siapa?"


Bersambung.....


...----------------...


Malam semuanya... masih setia stay disini ya... aku rekomendasiin karya temanku berjudul "Daddy is My Husband"



Blurb : Cinta Terlarang. Begitulah dia menyebut perasaannya ini.


Bercerita tentang seorang anak berusia 10 tahun yang mengalami nasib malang. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan maut. Namun, ada seseorang berhati malaikat yang mau mengadopsinya sebagai anak.


Waktu berlalu, hingga si anak ini beranjak dewasa. Reina, tumbuh menjadi gadis cantik dan manis. Banyak pria yang mengincarnya untuk menjadikannya pacar.  Namun, perasaan cintanya telah terpaut pada satu orang. Reina mencintai ayah angkatnya sendiri. Namun, dia cukup pandai memendam perasaannya karena dia tahu jika perasaannya adalah cinta terlarang.


Namun sepertinya, Reina tidak bisa terus-menerus memendam perasaannya selama itu. Apalagi setelah sang Ayah telah mengenalkannya dengan calon istrinya yang di pilihkan oleh Neneknya, Ibu dari Ayah angkatnya.

__ADS_1


Dia akan mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada sang Ayah angkat, meski dia tidak tahu bagaimana nanti respon Ayah angkatnya itu. Tidak peduli dengan apa jawabannya nanti.


Apa cinta Reina akan di terima?


__ADS_2