
Gisella baru saja sampai di rumah Irene, ia yang khawatir dengan keadaan Kenzie pun langsung masuk ke dalam rumah untuk memastikan keadaan Kenzie.
"Kenzie, Kenzie, sayang, kamu dimana?,"
"Tante Gisella," Kenzie berlari ke arah Gisella. Lalu memeluk dirinya.
"Mana tangan kamu yang sakit sayang,"
"Ini Tante," Kenzie menunjukkan telapak tangannya yang terlihat memerah.
"Astaga sayang tangan kamu sampai merah seperti ini, apakah ini terasa sangat sakit?," Gisella menyentuh telapak tangan Kenzie.
"Awh, sakit," Rintih Kenzie
"Yasudah, kamu duduk dulu disini ya sayang biar Tante ambilkan kotak P3K dulu,"
"Baik, Tante,"
Gisella mengambil kotak P3K di dalam lemari obat. Setelah itu, Gisella pun lang mengobati telapak tangan Kenzie.
"Tante,"
"Iya Kenzie sayang, ada apa?,"
"Tante tau gak siapa sebenarnya Papa Kenzie soalnya kan Tante sudah lama berteman dengan Mama,"
"Kenzie kok tiba - tiba bertanya seperti itu,"
__ADS_1
"Gak apa - apa Tante hanya saja Kenzie ingin tau siapa sebenarnya Papa kandung Kenzie. Kenzie ingin bertemu dengan Papa, Tante. Kenzie juga ingin punya Papa seperti teman - teman Kenzie yang lain,"
"Kenzie dengarkan Tante ya, suatu saat Kenzie pasti akan bertemu dengan Papa. Tapi tidak untuk sekarang karena hubungan Papa Kenzie dan juga Mama Irene sedang tidak baik,"
"Apakah Papa dan Mama bisa bersatu kembali Tante?,"
"Tante yakin bisa, Tapi Kenzie juga harus banyak berdoa yang terbaik untuk Papanya Kenzie dan juga Mama Irene,"
"Iya Tante,"
*****
Cafe Rembulan.
Nabila berjalan masuk ke dalam cafe itu dengan sangat terburu - buru seperti ingin bertemu dengan seseorang. Ia berjalan menghampiri sebuah meja yang disana sudah duduk seorang wanita paruh baya.
"Tante Anggun, kenapa Tante kesini? Kalau misalkan ada yang lihat gimana Tante,"
"Sepertinya Afnan belum bisa melupakan wanita itu, Tante. Aku gak tau gimana caranya agar Afnan melupakan istrinya itu,"
"Nabila, kamu harus bisa ambil hatinya Afnan. Kamu sudah berhasil mengambil hati orangtuanya jadi langkahmu untuk menjadi seorang nyonya muda hanya tinggal satu langkah lagi,"
"Iya aku tau Tante, tapi masalahnya Afnan masih sangat mencintai wanita itu,"
"Cara satu - satunya saat ini adalah jangan biarkan Afnan menemukan wanita itu kalau bisa kita singkirkan saja dia. Jadi dia lenyap dari hadapan Afnan selamanya,"
"Tapi bagaimana kita bisa tau siapa wanita yang pernah menjadi istri Afnan itu, Tante,"
__ADS_1
"Itu dia tugas kamu, kamu harus bisa segera mencari tau siapa wanita itu karena dengan begitu kita akan sangat mudah untuk menyingkirkan dirinya. Kamu harus ingat bahwa kehidupan mewah yang kita miliki ini adalah pemberian dari keluarga Atmaja. Jika kamu tidak berhasil merebut hati Afnan maka kita juga akan kehilangan semua kemewahan ini,"
"Baiklah Tante, aku tidak akan membiarkan wanita itu muncul di hadapan Afnan. Apalagi berani merebut Afnan kembali dariku. Aku mencari tau siapa wanita itu dan Langsung menyingkirkan dirinya,"
*****
Jam pulang kantor pun telah tiba, Irene berjalan di koridor perusahaan agar segera pulang ke rumah. Tetapi, Afnan tiba - tiba memanggil dirinya.
"Irene,"
"Iya, Boss,"
"Jangan panggil Boss, panggil saya Afnan saja. Lagipula kita kan masih suami istri,"
"Afnan, aku sudah pernah bilang soal ini berulang kali sama kamu kalau aku ingin kita cepat berpisah. Kamu kenapa sih membuat rumit perceraian kita,"
"Karena aku cinta sama kamu, aku gak mau kehilangan kamu, dan aku ingin satu hal sama kamu,"
"Kamu mau tanya apa?,"
"Aku mau tanya siapa anak itu sebenarnya,"
"Kamu gak perlu tau siapa anak itu, yang terpenting anak itu adalah anak aku dan anak itu tidak ada hubungannya dengan urusan kita berdua,"
"Oke, tapi jika terbukti bahwa anak itu adalah anakku maka aku akan merebut hak asuhnya dari kamu jika kamu memang bersikeras untuk berpisah denganku,"
"Silahkan saja, kamu tidak akan mendapatkan bukti apapun karena anak itu tidak ada hubungannya dengan dirimu,"
__ADS_1
Irene pun berjalan pergi meninggalkan Afnan. Ia mungkin bisa terlihat biasa saja di hadapan Afnan. Namun hatinya gelisah dan takut Afnan mengambil Kenzie dari dirinya karena Irene benar - benar tidak akan bisa berpisah dengan anak semata wayangnya itu.
"Ya Tuhan, aku mohon bantuan lah aku. Jangan biarkan Afnan mengetahui semuanya. Aku gak mau dia merebut Kenzie dariku, aku sangat menyayangi anakku," Batin Irene.