Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 45. Apa yang harus kulakukan? 2


__ADS_3

Epsd. 45. Apa yang harus kulakukan? 2


"Cherry... sarapanlah dulu nak," panggil mama Risti melihat Cherry hanya melewati mereka yang sedang berkumpul dimeja makan.


"Maaf ma.. Cherry buru-buru, karena pagi ini Cherry bertugas upacara pagi," tolak Cherry dengan halus.


"Apa benar itu Neva?" tanya mama Risti dan mendapat jawaban hanya dengan anggukan kepala Neva.


"Maaf ma, Cherry harus segera berangkat karena sudah ditunggu tukang ojek" pamit Cherry, kemudian mencium punggung telapak tangan mama Risti dan papa Hadi.


"Assalamu'alaikum...," ucap Cherry.


"Wa'alaikum salam...," sahut keduanya.


"Ma... apa mama merasa ada yang salah dengan hari ini?" tanya papa Hadi masih menatap punggung Cherry yang keluar dari rumahnya.


"Mama juga ngerasa ada yang aneh pa.. tapi apa ya...," jawab mama Risti.


"Cherry... Cherry...," panggil Lucas.


Mama Risti dan papa Hadi saling menoleh dan bertatapan dengan pikiran yang sama tentunya.


"Cherry...," panggil Lucas sekali lagi.


"Lucas... apa kau tak tahu jika Cherry sudah berangkat?" tanya papa Hadi.


"Dia baru saja berpamitan dan berangkat menggunakan ojek motor" imbuh papa Hadi.


"Papa dan mama ga lagi nge-prank kan?" tanya Lucas dengan ekspresi terkejut.


"Dia baru saja pergi Lucas..." ucap mama Risti memberitahu Lucas.


"Apa yang sedang terjadi diantara kalian? kenapa Cherry harus berangkat sekolah sangat pagi dan tak sempat sarapan sekaligus" imbuh mama Risti.


Bukannya menjawab Lucas malah berlari mengejar Cherry, namun sayangnya Cherry sudah tak kelihatan lagi.


"Kenapa jadi seperti ini sih!" gerutu Lucas.


"Kalau saja aku tak menyuruhnya untuk mengikhlaskan Steve untuk Neva, semuanya tak akan seperti ini" keluh Lucas.

__ADS_1


Di perjalanan ternyata Cherry tak langsung ke sekolah melainkan berbelok ke makam kedua orang tuanya.


"Assalamu'alaikum ayah, ibu" sapa Cherry di depan pusara kedua orang tuanya.


"Ayah Ibu, Cherry sangat merindukan kalian sangat rindu. Andai kalian masih hidup, kalian pasti akan melindungiku. Aku merindukan kalian Ayah dan Ibu" Cherry tak bisa lagi membendung air matanya. Tak bisa dipungkiri jika hatinya terasa sakit manakala Lucas tak mempercayainya.


Flash back**


"Kenapa kau belum tidur Cherry?" tanya Lucas yang masuk kedalam kamarnya.


"Aku menunggumu om," jawab Cherry.


"Apa ini sebuah kode?" sindir Lucas, namun Cherry tak menanggapinya.


"Aku menunggumu hanya ingin mengetahui kondisi Neva" sahut Cherry yang tak mau bercanda.


"Huffffttt...," Lucas membuang nafasnya kasar.


"Dia baik-baik saja, hanya perlu menenangkan diri sejenak," imbuh Lucas.


"Aku ga tau kalau semuanya akan terjadi seperti ini--" ucapan Cherry sedikit terjeda.


Manik mata Cherry seketika memerah, hatinya terasa sakit saat Lucas mengucapkan kalimat itu.


"Biarkan Neva bahagia bersama Steve" pinta Lucas.


Bagai tersayat 1000 mata pisau mendengar sang suami tak percaya dengan perasaan istrinya. Lucas mengira jika belum kesiapan Cherry menerimanya sebab ada Steve di hatinya.


Air mata Cherry jelas jatuh membasahi Pipinya. Pikiran serta hatinya sedang tidak balance.


'Kau menangis Cherry... itu artinya benar kau menyukai Steve dan belum bisa menerimaku' batin Lucas.


"Sudahlah... kau pasti bisa melupakan Steve" imbuh Lucas sembari akan memeluk Cherry. Sayangnya Cherry menolaknya, dia malah mendorong tubuh Lucas dan masuk kedalam kamar mandi.


'Maafkan aku Cherry, aku tak bisa melihatmu mencintai orang lain' batin Lucas lagi.


Flash on**


"Ibu, aku tahu dia pilihanmu.. tapi kali ini hatiku terasa sakit saat dia tak mempercayaiku" ucap Cherry dengan hati yang sangat sakit.

__ADS_1


"Ibu tanpa om sadari, dia sudah melukai hatiku... hiks.. hiks.. hiks.." air mata Cherry lolos begitu saja.


"Aku sudah mulai membuka hati untuknya, kenapa om tak mempercayaiku disaat cinta sudah berada di hati ini ibu... hiks.. hiks.. hiks.." suara Cherry terdengar parau.


Ditempat lain, Lucas sengaja mengantarkan Neva ke sekolah. Dia ingin memastikan keadaan Cherry baik-baik saja.


"Pagi Neva...," sapa Tania.


"Pagi Tania" balas sapa Neva.


"Siapa dia Neva? pacarmu ya, oke bener pilihanmu" ucap Tania memperhatikan Lucas.


"Iya, pacar dunia akhirat" jawab Neva.


"Ih... kok sewot sih, aku cuma tanya Neva" sahut Tania merasa gimana.


"Hehe.., aku juga bercanda. Itu kakakku," jawab Neva pada akhirnya.


"Serius?" Neva langsung menganggukkan kepalanya.


"Ih... keren punya kaka keren begini, kenalin dong Nev...," pinta Tania berbisik.


"Kenalan saja sendiri, hayuk masuk" ajak Neva.


"Eh.. eh... bentar, dimana Cherry?" tanya Tania.


"Bukannya dia sedang mempersiapkan upacara pagi ini?" tanya Neva bingung. Pasalnya Neva juga mendengar Cherry berpamitan dengan mama papanya.


"Neva... pagi ini ga ada upacara, kamu lupa kalau ini hari sabtu?" Tania mencoba mengingatkan Neva.


Neva menepuk dahinya pelan, "aku benar-benar lupa Tania"


"Terus dimana Cherry sekarang?" tanya Neva setengah berteriak. sedangkan Lucas yang mendengarnya langsung saja masuk ke dalam sekolah mencari Cherry.


"Ada yang tahu dimana Cherry?" tanya Lucas kepada teman-teman Neva.


"Ga tau pak" jawab mereka bersamaan.


'Pak? kenapa harus 'pak' jika terdapat pilihan lain, mas kek atau apa.. masa' iya aku dipanggil pak' , gerutu Lucas disaat yang tidak tepat.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2