
Epsd. 46. Meski hanya sedetik
"Ka.. apa sudah ketemu Cherry?" tanya Neva. Lucas menggelengkan kepalanya.
"Neva..," panggil Steve.
Neva sedikit menghindar namun Steve menahannya.
"Kemana saja lu semalam, pergi tanpa pamit gue jadi bingung" keluh Steve.
"Eh... anda," Steve menyadari keberadaan Lucas disampingnya.
"Kamu yang bernama Steve? sudah berapa lama berhubungan dengan Cherry?" tanya Lucas langsung tanpa basa basi.
"Iya, aku Steve" jawab Steve melupakan sejenak elu gue.
"Berhubungan dengan Cherry dari kecil, dia sahabat kita. Iya ga Nev," Steve meminta pembenaran dari Neva, namun Neva merasa sedikit acuh terhadapnya.
"Hubungan cintamu dengan Cherry sudah berapa lama?" tanya Lucas kembali.
"Cinta?" Steve mengulang kata 'Cinta' yang diucapkan Lucas.
"Iya Cinta.. ku harap kau tak berpura-pura" Lucas masih didalam emosinya.
Steve tersenyum getir, "Ckk, Bukannya cinta itu untuk anda," sahut Steve.
__ADS_1
Neva, Tania maupun Lucas mereka saling memandang Steve dengan penuh tanda tanya.
"Apa yang kamu maksud Steve?" Neva yang tak sabar menanyakannya dengan penasaran.
"Neva, bukannya semalam aku sudah mengatakannya. Aku menyukai Cherry yang tak menyukaiku sama sekali, dan sekarang kalian tega menuduhnya sudah berhubungan jauh bersamaku," ucap Steve.
Neva terdiam otaknya kembali mengingat ucapan Steve semalam.
'Sebenarnya sudah lama gue memendam perasaan ini, sejak pertama kali dia hadir gue sudah menyukainya. Hanya saja, saat gue tahu dia menyukai orang lain gue memutuskan untuk memendamnya sampai sekarang' batin Neva mengingat semuanya.
Steve mengirimkan video Cherry yang sedang berziarah ke makam kedua orang tuanya.
Neva menutup bibirnya menahan kesedihan melihat sang sahabat terpuruk.
"Aku dan Cherry tak akan pernah bersatu karena dia sudah mulai mencintai anda" ucap Steve.
Lucas lalu pergi meninggalkan Steve, Neva dan Tania.
"Bodoh.. Bodoh! kenapa kamu ga bisa peka Lucas!" Lucas merutuki dirinya sendiri.
'Tinggalkan Steve untuk Neva...'
Kalimat itu terus saja membuat pikiran Lucas semakin bersalah.
"Maafkan aku Cherry," ucap Lucas pada akhirnya.
__ADS_1
Lucas menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai ketempat Cherry. Benar saja jarak tempuh yang seharusnya berjalan kurang lebih 1 jam, mampu Lucas lewati hanya 30 menit. Lucas turun dari mobilnya dan sedikit berlari mencari Cherry.
Langkah Lucas terhenti saat sosok yang dia cari sedang meringkuk didepan makam kedua orang tuanya.
"Cherry..," panggil Lucas sembari merangkul pundaknya.
"Maafkan aku Cherry.., ' ucap Lucas meminta maaf.
"Kita pulang ya, kamu harus banyak istirahat" rayu Lucas.
"Om, ngapain kesini?" tanya Cherry dengan suara yang masih terdengar parau.
"Assalamu'alaikum ayah dan ibu. Saya Lucas menantu anda yang sangat tampan" ucap Lucas dengan sengaja agar Cherry tersenyum kepadanya.
"Om,mending om pulang saja" ucap Cherry sengaja.
Lucas lantas menarik tubuh Cherry ke dalam pelukannya. Pelukan yang sangat Cherry rindukan meski baru beberapa jam dia dapatkan. Namun, pelukan kali ini sangat berbeda. Hati Cherry merasa tenang.
"Jangan pernah tinggalkan aku meski hanya sedetik" ucap Lucas.
"Cherry benci om, sangat membenci om" ucap Cherry gantian namun masih berada didalam pelukan Lucas.
"Kau pantas membenciku Cherry, maki terus diriku yang tak peka ini" ucap Lucas.
"Aku benci om, hiks... hiks... hiks... ;
__ADS_1
Bersambung....