
"Assalamu'alaikum... eh lagi banyak tamu...," sapa Reva disaat yang tepat.
"Desty... apa ini kawan-kawan yang kau ceritakan itu?" tanya Reva.
"Iya Rev... perkenalkan ini Cherry dan ini Neva...," jawab Desty lalu memperkenalkan kedua sahabatnya.
"Hai Reva... senang berkenalan denganmu" balas sapa Neva dan Cherry.
Reva berganti menoleh kearah Vino dan Lucas.
"Ouh... tampan banget mas ini, kenalkan mas aku Reva janda tercantik di RT sini" sapa Reva kepada dua pria didepannya.
Vino tersenyum takut sambil melirik kearah Neva, sedangkan Lucas tak memperdulikan sapaan Reva. Lucas lebih tertarik dengan ponselnya ketimbang membalas sapaan Reva.
"Ih... mas kok senyumnya manis, ngalahin gula sekilo," ucap Reva.
Vino masih bersikap tersenyum takut. Lalu Reva beralih mendekati Lucas, memepetkan posisinya ditengah Vino dan Lucas.
"Masnya ini kok cuek banget sih... Akika jadi tertantang buat deket-deket," Reva masih tak pantang menyerah.
"Mbak...!" panggil Cherry sudah mulai emosi.
"Mbaknya sudah pernah dikirim ke kandang macan belum?" tanya Cherry.
"Ealah mbak... ke kandang macan ngapain orang saya julukannya sudah macan, mama cantik... hihihi...," jawab Reva masih belum menyadari emosi Cherry.
"Eh... gitu ya mbak, kalau gitu dikirim ke sungai Nil aja deh..." sahut Cherry.
"Lah ngapain mbak ke sungai Nil, jauh banget...," Reva masih menanggapi sahutan Cherry.
"Ngitung serpihan daki kuda Nil," ucap Cherry mulai kesal.
"Hahaha... mbaknya lucu banget, ngitung kok serpihan daki kuda Nil. Kalau serpihan dakinya mas ini akika mau deh...," Reva sengaja mengedipkan mata kearah Lucas.
Lucas yang menjaga jarak dengan Reva merasa risih, sedangkan Brandon tak bisa lagi menahan kram di perutnya melihat bakal ada perang Dunia ke-3 setelah ini.
"Mas... kenalin aku Reva janda tercantik di RT ini... pokoknya mas gak nyesel deh ngawinin akika," Reva terus memepet Lucas.
"Sa-yang...," ucap Lucas karena Cherry langsung menariknya kebelakang. Dengan posisi sudah berkacak pinggang, Cherry kini siap mengibarkan bendera perang melawan Reva.
"Apa akika tak salah dengar masnya panggil mbaknya dengan sebutan Sayang...?" tanya Reva memastikan.
"Mbaknya sangat amat benar, pendengaran mbaknya masih bagus. Pria yang mbak pepet terus daritadi tidak lain tidak bukan adalah su-a-miku." jawab Cherry sengaja memperjelas kata akhirnya.
__ADS_1
"Masa' iya Des?" Reva memastikan kepada Desty dan Desty langsung menganggukan kepalanya.
"Sekarang sudah sangat jelas ya mbak, jadi jangan coba-coba mengganggunya karena kalau sampai mbak Reva mengganggu suamiku siap-siap aku kirim ke kandang macan yang sebenarnya." ancam Cherry.
"Hehehe... maaf mbak Cherry, aku cuma bercanda. Kita baikan ya..." rayu Reva.
"Masse... maafkan akika ya...,"
"Mbak Reva lucu ya...," sahut Neva mencairkan suasana.
"Maaf mbak Neva, aku cuma bercanda. Maklum mbak sudah lama gak ketemu pria tampan. Desty beruntung sekali berada dilingkungan pria tampan dan wanita cantik seperti mbaknya." ucap Reva.
"Sekali lagi aku minta maaf, terutama untuk mbak Cherry... Reva tak benar-benar serius kok...," imbuh Reva.
"Masnya beruntung punya istri cantik sayang pula sama masnya... beda sama mantan suamiku dulu, ninggalin saat aku sedang hamil. Untungnya Desty tak mengikuti jejak ku, mas Brandon datang disaat yang tepat. Jadi, Desty tak mengalami apa yang aku alami." ucap Reva kembali.
"O... jadi pria yang menghamili Desty itu kak Brandon," sahut Neva akhirnya mendapat jawaban pertanyaannya.
'Selesai sudah nasibku setelah ini,' batin Brandon.
"Memangnya Desty gak cerita mbak Neva ya?" tanya Reva tak bisa diajak kompromi.
"Terimakasih mbak Reva... sudah memberitahu siapa pria yang harus bertanggung jawab atas Desty," sahut Neva.
"Neva... ampun Neva... kakak minta maaf...," ucap Brandon merayu Neva agar menghentikan pukul memukulnya dengan bantal kursi tadi.
"Ih... kenapa kak Brandon tega sih... Desty orang baik, kenapa kak Brandon buat dia begini...," Neva terus saja mencecar Brandon.
"Sekali lagi kakak minta maaf Neva... ini semua pyur ketidak sengajaan. Kakak dan Desty dibawah naungan minuman beralkohol. Kakak gak bohong Neva..." sahut Brandon.
"Sekarang jawab pertanyaan Neva, kak Brandon sayang gak sama Desty?" tanya Neva kepada intinya.
"Kakak sangat mencintai Desty Neva. Untuk itu kakak mau mengajak Desty menikah setelah bayi itu lahir. Tapi selama Desty hamil, kakak akan tetap bertanggung jawab dalam kebutuhannya" ucap Brandon membuat Neva kega.
Neva menghentikan aksi kejar-kejaran mereka. Sambil mengatur nafasnya, Neva terlihat senang karena pada akhirnya Brandon mampu menerima Desty.
"Neva maafkan kesalahan kak Brandon. Tapi Neva gak janji bantu ngomong ke mama dan papa" ucap Neva.
"Kakak saja yang bicara kepada om dan tante bersama Desty." ucap Brandon.
Cukup lama mereka melepas rindu serta berkenalan dengan Reva, semuanya berpamitan dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Reva.
"Reva... terimakasih atas semuanya, maafkan aku kalau sudah banyak merepotkanmu," ucap Desty berpamitan kepada Reva.
__ADS_1
"Desty... jangan katakan itu lagi, aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri. Kau wanita yang sangat baik, jaga dirimu kabari aku tentang perkembangan kandunganmu," sahut Reva diakhiri dengan pelukan.
"Reva... terimakasih sudah membantu dan menjaga sahabatku selama ini. Semoga kau dan Lusi selalu diberikan kebahagiaan." gantian Neva yang mengucapkan terimakasih.
"Cherry...," panggil Reva dengan lirih.
"Maafkan aku soal yang tadi ya... aku gak sungguh-sungguh merayu suamimu, hihihi...," gantian Reva yang memanggil Cherry.
Dengan senyuman yang tulus, Cherry langsung memeluk Reva.
"Jadilah wanita yang kuat Reva.... teruskan masa depanmu bersama Lusi. " ucap Cherry kemudian mengelus pipi Lusi yang berada disampingnya.
"Terimakasih Cherry... terimakasih mas Brandon, mas Vino dan mas tuan Lucas." ucap Reva tak lupa berterimakasih dengan para senior.
Desty dan yang lain kemudian nemasuki kendaraan masing-masing. Desty dan Brandon sengaja semobil dengan Cherry dan Lucas.
"Cherr... Aksa sudah bisa apa?" tanya Desty.
"Aku sangat merindukan kak Yora dan Agha juga,"
"Kau akan semakin gemas melihat Aksa yang sekarang Desty, karena sikapnya menuruni sikap papanya yang jahil" sahut Cherry menceritakan Aksa yang sekarang.
"Ah... aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya," ucap Desty sudah tak sabar.
"Brandon apa kau tahu siapa yang sudah memberikan campuran obat tidur ke minuman kalian?" tanya Lucas.
"Maksudnya gimana sih!?" tanya Cherry belum paham.
"Gini loh anak ingus... menurut informasi minuman yang sudah membuat gua dan Desty khilaf. Ada seseorang yang dengan sengaja menaruh obat kedalam minumanku dan Desty" jawab Brandon.
"Apa kau juga mengetahuinya kakak om?" tanya Cherry.
"Iya sayang... kita sedang proses mencari dalang semuanya."
...----------------...
Baca juga yuk di karya temanku dengan judul "Istri pilihan Akika"
Jihan mengantarkan ibu mertuanya untuk melayat ke rumah teman pengajiannya. Namun ketika berada di rumah duka ada seorang anak kecil memanggilnya ‘Mamah’.
Abrisam seorang suami yang sangat mencintai istrinya. Namun takdir menentukan lain, istri yang sangat dicintainya meninggal dunia. Meninggalkannya dan anak mereka yang bernama Alika.
__ADS_1