Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 67. Aku sangat menghormati keputusanmu


__ADS_3

Ruang bahagia itu selalu ada..


Tidak pernah berpindah tempat ..


Namun terkadang, kita lebih sering berada di tempat lain, menghabiskan waktu untuk kesedihan yang harusnya sudah selesai.


Jadi pertanyaan: "kapan bahagia?"


jawabannya bergantung pada diri sendiri.


Pertemuan yang sangat diharapkan semuanya berakhir dengan bahagia. Rasa rindu Lexi terhadap mamanya berujung haru bahagia. Tak selamanya orang tua bersalah, terkadang kita sebagai anak lah yang kurang mengerti, lebih egois.


"Agha anak cerdas, dia sama sepertimu Lexi" puji mama Risti.


"Dia lebih mirip ke ibunya, selalu ceria meski didalam ruang hatinya menyimpan duka" ucap Lexi.


Lucas dan yang lainnya memberikan ruang untuk Lexi dan mama berdua. Lucas mengerti jika mereka berdua membutuhkan waktu untuk meluangkan rasa rindu masing-masing.


"Dimana menantu mama? kenapa kau tak menghubunginya Lexi?" tanya mama Risti.


"Dia sudah bahagia di surga ma..," jawab Lexi dengan suara parau menahan sesak di dadanya.


Mama Risti menutup mulutnya, hatinya ikut merasakan sesak. Air matanya menetes begitu saja,


"Lexi..." panggil mama Risti lirih.


Lexi memeluk mamanya,


"Ma... meski mama belum pernah bertemu dengan ibunya Agha, tetapi Lexi yakin Yora juga sangat menyayangi mama" ucap Lucas.


"Yora..?"


"Iya ma.. namanya Yora Grace Attalia. Lexi bertemu dengannya saat dia sedang berjualan minuman di tengah kota. Dia bukan wanita karir seperti kebanyakan wanita yang lain. Tetapi bagi Lexi, Yora wanita hebat yang Lexi miliki"


"Grandma dan ayah mengapa menangis?" tanya Agha berlari kearah Lexi dan mama Risti.


"Cucu grandma yang tampan, grandma tak menangis... mata grandma hanya terasa perih jadi sedikit mengeluarkan air mata" mama Risti beralasan.


Agha mengusap air mata mama Risti.

__ADS_1


"Grandma adalah orang wanita ketiga Agha yang Agha sayang. Wanita yang Agha sayang tak boleh menangis, jadi grandma harus tersenyum" ucap Agha.


Mama Risti tertawa mendengar penuturan cucunya. Di usianya yang masih kecil, Agha harus bisa belajar kuat dihadapan semua orang.


"Cucu grandma sangat pintar, bahkan ayahmu kalah soal ini" sindir mama Risti.


"Iya grandma, ayah itu sangat payah..." ejek Agha.


"Payah kenapa?" tanya mama Risti.


"Payah, karena ga bisa membuat tante Cherry jadi mamaku grandma" jawab Agha dengan polosnya.


"Tante Cherry?"


"Iya grandma, Agha hanya mau tante Cherry yang menjadi mama Agha. Tetapi, ayah payah grandma... ayah ga berani buat tante Cherry jadi mama Agha" jawab Agha.


"Emmm... sekarang Agha tidur siang dulu ya, kita bahas soal ini nanti lagi" saran mama Risti yang langsung ditanggapi dengan anggukan.


"Tak usah dibuat serius ucapan Agha mam... dia masih kecil" ucap Agha melihat rasa penasaran mama Risti.


"Lexi.. apa kau tak mencari pengganti Yora?" tanya mama Risti.


"Tetapi Agha menginginkan Cherry sebagai mamanya, sedangkan kau tahu jika Cherry---"


"Cherry istri sah Lucas, Lexi tau diri mam... Lagian Cherry bukan tipe Lexi" ucap Lexi.


"Mama lega mendengarnya.


Sementara di ruangan lain, Brandon dan Vino melepas penat sedangkan Lucas dan Cherry berada di kamar mereka.


"Om... sebenarnya darimana om tahu permasalahanku di sekolah?" tanya Cherry sembari menikmati cokelat hangat.


"Apapun yang terjadi padamu aku selalu tahu Cherry..," jawab Lucas yang sedang asyik menonton berita bisnis di ponselnya.


"Hisssh....," desis Cherry tak puas dengan jawaban Lucas.


"Terus, itu kok bisa dapatin info mengenai pak Alfabet?" tanya Cherry lagi.


"Bisa Cherry berry strawberry mangga manalagi... suamimu ini kan Sultan, apapun dia bisa lakukan termasuk...," Lucas menjatuhkan ponselnya dan menarik pergelangan Cherry yang baru saja selesai menaruh gelasnya.

__ADS_1


"Aaaa.... om!" teriak Cherry.


Lucas mendekatkan wajahnya ke wajah Cherry, menyentuh dahi serta hidungnya dengan dahi dan hidung milik Cherry. Tangannya memeluk tubuh Cherry. Ada desiran aneh di jantung Cherry. Jantung yang biasanya berpacu normal, namun kali ini tak biasanya bahkan ritmenya membuat sekujur tubuh terasa panas.


"Apa yang akan om lakukan?" tanya Cherry sedikit ketakutan.


"Melakukan yang seharusnya dilakukan sepasang suami-istri" jawab Lucas.


"Om.. ga usah aneh-aneh, aku masih sekolah kalau nanti aku hamil gimana?" pertanyaan polos dari seorang Cherry.


Bukannya serius, Lucas langsung saja melepaskan pelukannya dan menjauhkan wajahnya. Lucas tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan polos Cherry.


"Cherry berry strawberry mangga manalagi, mana sampai hatiku melakukan itu, lagian aku sudah berjanji akan menunggumu siap tanpa paksaan sedikitpun" ucap Lucas disela tertawanya.


Bukannya kesal dan marah, Cherry malah menundukkan wajahnya. Terlihat raut wajahnya menjadi sedih, Cherry menangis pelan.


"Cherry... aku hanya bercanda tak bermaksud--" rayu Lucas merasa tak enak.


"Maafkan aku om belum bisa menjadi istri yang sempurna, Cherry belum bisa memberikan hak itu kepada om... hiks.. hiks.. hiks...," ucap Cherry dengan parau.


Cherry memang selalu merasa bersalah soal ini, dia belum bisa memberikan hak Lucas atas dirinya. Bukan karena dirinya belum ada rasa kepada Lucas yang pada akhirnya rasa itupun mulai tumbuh perlahan. Melainkan Cherry masih harus menyelesaikan sekolahnya, dia takut jika kehamilan akan terjadi disaat posisinya masih sekolah. Meski hubungan mereka sah tetapi tetap saja banyak orang yang menilai tak pantas.


"Hai gadis manis cintanya Tuan Lucas. Aku sudah pernah mengatakan ini berulang kali, jangan kau pikirkan tentang hal itu. Karena aku selalu setia menunggu saat kau siap segalanya. Yang terpenting sekarang fokus kepada sekolahmu, wujudkan cita-cita ibu sebelum meninggal" ucap Lucas pelan agar dimengerti oleh Cherry.


'Aku tak akan merampas kesiapanmu Cherry, aku sangat menghormati keputusanmu' batin Lucas memeluk Cherry.


Bersambung....


...----------------...


Selamat hari selasa... Senantiasa lapang dada dan sabar..


Buat teman-teman pembaca semua, terimakasih atas dukungannya semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Aamiin Allahumma Aamiin.


Kali ini aku mau rekomendasiin karya temanku 'DI UJUNG SAYAP RINDU' mohon dukungannya ya ka..like, vote dan komentarnya'



Kanaya Khairunnisa terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bisa ditolaknya dengan abang dari tunangannya sendiri, Kei Hasan. Kehidupan pernikahan mereka tidak berjalan baik karena Kei hanya menjadikan Naya sebagai alat untuk membalas sakit hatinya. Naya yang sedang melaksanakan studi di Perancis harus menelan pil pahit saat mengetahui bahwa sang suami ternyata telah menikah lagi dengan seorang model dan bintang iklan terkenal, Nadia Jefferson. Sang mertua yang sangat menyayangi Naya berusaha untuk menjauhkan Naya dari Kei. Setelah beberapa tahun ternyata takdir malah mempertemukan mereka dalam banyak situasi. Akankah pertemuan demi pertemuan mampu menghangatkan kembali hati Naya yang sempat membeku? Akankah Kei mengungkapkan cinta yang ternyata telah dimilikinya sejak lama? Mari ikuti alur ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2