Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 50. Apa yang sebenarnya terjadi


__ADS_3

Epsd. 50. Apa yang sebenarnya terjadi


"Mama.. Lucas pulang..," teriak Lucas sampai dikediamannya.


"Pa.. apa itu suara Lucas?" tanya mama Risti masih terbaring lemah diatas ranjangnya.


"Iya ma.. itu Lucas kita, dia kembali" jawab Papa Hadi.


"Mama.. gimana kondisi mama?" tanya Lucas memasuki kamar orang tuanya.


"Ini benar kau nak?" mama Risti memastikan.


"Iya ma... ini Lucas"


"Alhamdulillah nak.. mama ga tau lagi kalau ga ada kamu di sini" ucap mama Risti.


"Ma.. sudahlah jangan berpikir seperti itu. Yang terpenting sekarang mama lekas sembuh, karena Lucas ga akan pergi lagi" sahut Lucas menenangkan mamanya.


Selesai Lucas menemani mama Risti meminum obat, dia keluar teringat dengan istrinya.


"Dimana Cherry? daritadi aku belum melihatnya" gumam Lucas.


"Ka... ini diminum dulu-" pinta Neva saat Lucas akan menuju kamarnya dilantai atas.


"Kau taruhlah dimeja, nanti kaka minum. Kaka sudah sangat merindukan istri kaka, pasti dia sangat khawatir" ucap Lucas dengan senyum bahagia.


"Ka...!" panggil Neva.


"Neva.. kaka sudah bilang taruhlah disitu nanti kaka minum. Atau mungkin kamu menunggu ucapan terimakasih dari kaka," terka Lucas.


"Bu--bukan ka.."


"Sudahlah Neva.. aku harus menemui istriku, daritadi aku belum melihatnya. Dia pasti sedang bersedih di kamar" lalu melangkah menaiki tangga.


"Ka.. Cherry... ga ada di kamarnya. Dia sudah pergi" ucapan Neva menghentikan langkah Lucas.


"Cherry sudah pergi ka..," ucap Neva sekali lagi.


Lucas tersenyum tak mempercayai ucapan Neva. Tanpa menoleh Lucas melanjutkan langkahnya.


"Cherry Berry strawberry mangga manalagi... aku sudah datang.." panggil Lucas.


Brandon yang tak sengaja melihat dan mendengarnya ikut berlari mengejar Lucas dan Neva.


"Ka Lucas... Cherry sudah pergi, dia tak akan kembali kesini.. hiks.. hiks.." Neva tak tega melihat sang kaka saat ini.


"Cherry.. om tau kamu pasti sembunyi di kamar mandi kan?" Lucas berusaha untuk tak mempercayai ucapan Neva. Dia terus saja mencari Cherry di setiap sudut ruang kamarnya.


"Ka Lucas.. hiks.. hiks.. hiks..," Neva terus saja menangisi sikap Lucas yang mencari Cherry.


"Lucas... tenanglah..," Brandon yang akhirnya ikut masuk ke dalam kamar Lucas.


"Cherry... Cherry...!" Lucas mendobrak pintu kamar mandinya berharap Cherry tak benar-benar pergi.


BRAK!

__ADS_1


Lucas terdiam menjatuhkan dirinya ke lantai karena tak mendapati Cherry didalamnya.


"Lucas.. kau baru saja tiba, istirahatlah dulu" rayu Brandon.


Lucas kemudian beranjak mendekati lemari kamarnya, dibukanya lemari tersebut dan tak mendapati baju-baju milik Cherry. Bulir air matanya jatuh begitu saja saat dirinya mengambil sepucuk surat yang ditinggalkan Cherry.


Dear om kulkas..


Selamat datang kembali..


Mungkin setelah om kembali, om hanya akan mengingatku, aduh aku jadi ke ge-er-an.. hehe..


Sebelumnya aku meminta maaf kepada om dan semua keluarga atas kepergianku yang mendadak. Kau tahu om, aku baru saja menyadari kalau om bukan tipe aku. Aku sangat malu memiliki suami tua seperti om. Untuk itu, aku memutuskan untuk meninggalkan om..


Untuk kesepakatan kita sudah aku anggap tak berlaku, karena sampai sekarang aku belum ada rasa cinta sama om.


Om sekarang bebas, boleh mencari wanita terbaik manapun.


Semoga om bahagia selalu..


Cherry Jovanka E.


Lucas meremas surat itu begitu saja, lalu membalikkan badan menatap Neva.


"Neva.. katakan yang sejujurnya apa yang terjadi!" bentak Lucas.


"Ka--kaka... maafkan aku, aku tak bisa mengatakan apa-apa" jawab Neva terbata-bata karena isak tangisnya.


"Neva.. sekali lagi kaka bertanya.Apa yang sebenarnya terjadi sehingga Cherry pergi dari sini! jawab Neva, jawab!" Lucas sedikit mengguncang tubuh Neva.


"Lucas, sadar dia adik elu!" bentak Brandon.


Lucas mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu menyeka air matanya.


"Kita bisa bicarakan ini baik-baik, elu tenang!" suara Brandon sedikit meninggi.


Lucas menonjok pintu lemari kemudian pergi tanpa suara.


"Neva.. kau tenangkan dirimu," pesan Brandon kepada Neva lalu berlanjut mengejar Lucas.


**


Perjalanan kurang lebih 9 jam Cherry sampai ke terminal Giwangan. Kemudian dia melanjutkan perjalanan dengan memesan grab car menuju Gunung cilik. Cherry sengaja meninggalkan hand phone serta ATM pemberian Lucas agar tak terlacak olehnya.


"Darimana mbak?" tanya sopir grab.


"Dari mana-mana pak," jawab Cherry seperti biasanya.


"Mbaknya apa ga capek perjalanan jakarta-jogja naik bus?" tanya sopir sok akrab.


"Tugas bapak tuh nyopir, ga usah nyensus dah...," sahut Cherry sedikit kesal.


"Mbak, saya hari ini ulang tahun. Jika berkenan saya mau traktir mbaknya gudeg jogja" ucap sopir grab.


"Eh pak... kalau mau sedekah jangan sama saya... saya masih bisa kok menghidupi diri saya sendiri" sahut Cherry sengaja sombong.

__ADS_1


"Tapi kan niat saya bukan sedekah mbak, tapi ingin mentraktir mbaknya di gudeg Yu Djum wijilan"


"Gudeg mana?" Cherry yang tadinya cuek langsung saja menyahut.


"Gudeg Yu Djum...," sopir tersebut mengulanginya lagi.


"Gudeg Yu Djum wijilan.. omegat! Vino....!" teriak Cherry menyadari siapa yang menjadi sopir.


Vino membuka topi dan kacamatanya.


"Welcome Echerr-echerr.." ucap Vino.


"Ga ada nama panggilan yang baik lagi gitu, kesel dengernya" sahut Cherry mode BT.


"Welcome Cherry Emilia..." Vino meralat panggilannya dengan tertawa.


"Ngapain kamu ke sini? uda ga di nafkahin suami apa" ledek Vino.


"Suami apaan! ngaco kalau ngomong" sahut Cherry.


"Cherry.. kita semua udah tau kalau kamu udah nikah diam-diam. Budhe Rahayu yang memberitahu mama sebelum meninggal"


Cherry terdiam, tiba-tiba dia teringat dengan Lucas.


"Cherry... diajak ngobrol malah ngalamun. Ngapain kamu kesini?" tanya Vino.


Vino merupakan sepupu Cherry, putra satu-satunya adik mamanya. Usia mereka terpaut 4 tahun lebih tua dari Vino. Namun, kebersamaan mereka sudah seperti adik kaka.


"Vin, jangan kasih tahu siapapun termasuk suamiku kalau aku berada di sini" pinta Cherry.


"Aku sih ga masalah, gimana dengan mama. Dia pasti sudah menyiapkan 1000 pertanyaan untukmu" ucap Vino.


"Vino.. bantu aku, aku melupakan hal ini" Cherry ternyata melewatkan kejadian yang akan terjadi setelah ini.


"Aku sih bisa saja membantumu, tapi bantu aku balik gimana?" Vino meminta timbal balik.


"Hiisssh... ini pasti soal Dewi anak pak lurah," desis Cherry menebak isi pikiran Vino.


"Elu emang sepupu gue yang cerdas Cherry" sahut Vino membenarkan tebakan Cherry.


Dengan amat sangat terpaksa Cherry menerima permintaan Vino.


Setelah perjalanan panjang, Cherry dan Vino tiba dikediaman tante Nanik.


"Assalamu'alaikum tante..," Sapa Cherry.


"Wa'alaikum salam keponakan tante yang cantik.. masuk yuk, tante sudah masakin kamu sayur bayam sama ikan bagong penyet sambal jeruk" ajak tante Nanik.


"Tante tahu banget kesukaan aku..," sahut Cherry.


"Siap-siap jadi anak kandung yang menjelma anak tiri kamu Vino.." gerutu Vino terdengar Cherry dan tante Nanik.


Cherry maupun tante Nanik seketika tertawa mendengarnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2