Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 124. Kejujuran Lionel


__ADS_3

Sesampainya di tempat rahasia mereka. Brandon dan Lucas langsung masuk kedalamnya. Pintu otomatis itu langsung menutup setelah mobil Lucas masuk.


Lucas berjalan dengan elegant namun kharismatik.


"Cepat katakan yang sebenarnya!" bentak Steve terdengar jelas di telinga Lucas dan Brandon.


"Hissssh... anak itu, Lucas... lebih baik kau menyuruhnya bermain komputer daripada bermain alat penggiling itu," desis Brandon.


Lucas hanya meliriknya tajam, langkahnya langsung mendekati Steve dan menggantikan Steve.


"Lucas...," ucap Steve mengetahui tangannya menggantikan tangan Steve menggerakkan alat tersebut.


"Nyawa harus dibalas dengan nyawa." ucap Lucas membuat orang yang mendengarnya bergidik ngeri. Lucas lantas menekan tombol tanpa melihat kedua anak buah Lionel yang berteriak kesakitan hingga suara itu hilang seketika.


Steve hanya bisa menelan ludahnya, dirinya baru sadar sisi kejam Lucas.


"Kau buang mayat mereka ketempat semestinya," perintah Lucas.


Brandon tersenyum sambil menepuk pundak Steve. Steve langsung mengusap wajahnya kasar.


Brandon mengikuti langkah Lucas. Sesampainya di ruang bawah tanah langkahnya terhenti mendengar perkelahian Lexi.


"Lexi... kau bisa membunuhnya, Stop Lexi!" Brandon langsung berlari menahan tubuh Lexi.


"Memang itu yang seharusnya aku lakukan Brandon!" sahut Brandon.


"Biarlah urusan dia menjadi tugas Lucas," ucap Brandon langsung membuat Lexi melepaskan Lionel.


Lucas berjalan mendekati Lionel, "Bunuh aku sekarang jika itu bisa menebus hukumanku," ucap Lionel.


Lucas berbalik, namun seperdetik kemudian berbalik lagi dan "BUGHK!".


Tendangannya mengenai tubuh Lionel. Darah segar keluar dari ujung bibir Lionel.


Lucas berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Lionel, menarik kerah bajunya.


"Kau tenang saja karena apa yang kau inginkan akan segera terwujud," ucap Lucas dengan tatapan seramnya.


Lucas mendorong tubuh Lionel sehingga dia terjerembab kebelakang. Kemudian Lucas membersihkan tangannya.


"Lexi, kita akan menyiksanya pelan-pelan. Biar dia merasakan apa yang Abimana rasakan." ucap Lucas melangkahkan kakinya.


"Hari ini Rudi beserta anggotanya akan menghancurkan kediamanmu," ucap Lionel langsung membuat Lucas dan yang lain terhenti.


"Lindungi Cherry karena dia target selanjutnya," imbuh Lionel.


"Kenapa kau mempedulikan istriku?" tanya Lucas.


"Karena dia sudah menolong nyawaku." jawab Lionel.


"Brandon... lepaskan dia." perintah Lucas.


"Ta--tapi Lucas--"

__ADS_1


"Dia tanggung jawabku, kalian tak perlu khawatir." sahut Lucas.


Lucas meminta Lexi dan Brandon keluar, dia ingin bicara berdua bersama Lionel.


"Apa rencana Lucas selanjutnya?" tanya Steve.


"Lucas selalu tau apa yang harus dia lakukan." jawab Lexi.


"Steve, bagaimana dengan perkembangan selanjutnya?" tanya Lexi.


"Aku sudah memasang semua kamera di kediaman Lucas" Steve kembali menatap layar laptopnya.


"Ada pergerakan baru!" ucap Brandon memberitahu.


Lexi dan Brandon langsung saja melihat ke layar laptop Steve. Benar saja, sebuah mobil lebih dari 1 berhenti didepan gerbang. Dibukanya dengan paksa menggunakan senjata, setelah terbuka mereka memasuki wilayah tujuannya. Salah seorang diantaranya menerobos masuk kedalam sisanya membakar barang-barang yang berada diluar.


Terlihat lagi seorang yang menerobos masuk kedalam rumah keluar lalu memberi kode untuk segera meninggalkan lokasi. Selang beberapa menit.... "BOOOM!"


Hancur sudah kediaman Lucas berkeping-keping.


"Pria itu mengatakan yang sebenarnya." ucap Brandon.


"Lucas tak pernah salah dengan prediksinya. Mereka benar-benar ingin menghancurkan keluarga kita, untung saja semuanya sudah berada ditempat yang aman." ucap Lexi ganti.


**


"Cherry... makan dulu ya..." saran Yora. Karena sedari tadi Cherry belum makan apa-apa.


"Kau tak lapar, tapi lihatlah Aksa sedari tadi dia menangis. Apa kau tak memikirkannya?" sahut Yora.


Air mata Cherry menetes kembali setelah tadi kering. Dirinya baru menyadari masih ada baby Aksa yang masih sangat membutuhkannya.


Terdengar suara baby Aksa menangis, dia belum terbiasa minum susu lewat botol. Mungkin itu yang membuatnya nangis karena perutnya lapar.


"Cherry... kakak mengerti perasaanmu saat ini, kehilangan orang tercinta sangat tak mudah. Tapi perlu kau ingat, masih ada seseorang yang masih menunggumu disana. Berharap kau bangkit dan belajar untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pikirkan itu Cherry...," ucap Yora kemudian meninggalkan Cherry.


"Mama... mama..." panggil Neva.


"Ada apa kau berteriak Neva?" tanya mama Risti masih sibuk menenangkan baby Aksa.


"Ma... lihatlah..." tunjuk Neva pada layar televisinya.


"Rumah kita hancur ma...," ucap Neva.


"Astaghfirullah... apa yang terjadi Neva?" mama Risti langsung lemas melihatnya.


"Ma... apa yang terjadi ma?" tanya papa Hadi dengan kursi rodanya didorong oleh Vino.


"Lihat pa... rumah kita hancur... hiks.. hiks..," jawab mama Risti.


"Tante... tenang ya...," Desty mencoba menenangkan mama Risti.


Yora yang baru saja dari kamar Cherry langsung mendekati mama Risti. Mengambil alih baby Aksa dari gendongan mama Risti.

__ADS_1


"Yora... kenapa kita harus mengalami hal seperti ini.. hiks... hiks..," keluh mama Risti.


"Rudi... baj*ngan kau! kau sudah benar-benar kehilangan akal sehatmu!" umpat papa Hadi.


"Mama... papa... tenanglah... ini tak akan lama. Lexi, Lucas, Brandon dan Steve mereka akan berusaha untuk menghukum Rudi atas apa yang sudah dia perbuat kepada keluarga kita. Sekarang kita berdo'a semoga Lexi, Lucas, Brandon dan Steve selalu dalam perlindungannya dan berhasil menghukum orang-orang yang sudah membuat keluarga kita menjadi seperti ini." ucap Yora berusaha menguatkan semuanya.


"Apa yang ka Yora katakan benar ma... pa... kita berdo'a untuk keselamatan mereka semua," imbuh Neva.


"Agha ikut berdo'a tante...," sahut Agha datang tiba-tiba.


"Adik Aksa juga ikut berdo'a ya... semoga kita semua diberi keselamatan," ucap Agha.


"Aku ikut," sahut Cherry.


"Cherry... kau sudah baikan nak?" sapa papa Hadi.


"Maafkan Cherry pa... ma... Cherry tak boleh egois. Benar kata ka Yora, masih ada Aksa yang membutuhkanku. Aku sudah ikh---las dengan kepergian Abimana... hiks.. hiks.." ucap Cherry.


"Cherry...," panggil Neva dan Desty bersamaan lalu memeluk Cherry.


Mereka semua saat ini melakukan do'a bersama, dipimpin oleh papa Hadi. Banyak do'a tercurah yang keluar dari bibirnya, terutama demi keselamatan keluarga besarnya.


Selesai berdo'a bersama Cherry memberi ASI baby Aksa. Sembari mengelus ujung kepalanya pelan baby Aksa yang sebelumnya menangis, kini seperti mendapatkan tempat teduh yang nyaman.


"Apa dia sudah tidur?" tanya Yora.


"Iya kak...," jawab Cherry.


"Kira-kira apa yang dilakukan suami kita disana ya Cherr?" tanya Yora. Terlihat dari wajahnya Yora sangat mengkhawatirkan suaminya. Sejak dirinya tiba di tempat ini, Lexi maupun Lucas belum menghubungi mereka.


"Ini sudah hari ke-3 kita disini, tapi tak mengetahui kabar mereka," ucap Yora kembali.


"Kak... bukankah kakak yang bilang kita tetap berpositif thinking... Mereka akan menjemput kita setelah menyelesaikan tugasnya. Bukan kita tak boleh menghubungi mereka, hanya saja mungkin mereka tak mau sinyal dari kita ketahuan Rudi dan anggotanya." sahut Cherry.


"Kau benar Cherry... kakak sangat bangga memiliki adik sepertimu."


Bersambung....


...----------------...


Selamat hari rabu menggebu... masih stay manis kan kaka semua... terimakasih yang sudah dukung karya aku ❤


Aku mau rekomendasikan karya teman aku berjudul "Jerat Cinta si Kembar"



Lahir dari rahim yang sama, hari, bulan dan tanggal yang sama. Bahkan wajah mereka pun sangat mirip.


Meskipun begitu, Amman dan Ammar memiliki watak yang jauh berbeda. Amman adalah pria pekerja keras dan penyayang, sementara Ammar adalah sosok pria yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa menghiraukan betapa sulitnya bekerja.


Memiliki banyak kesamaan selain watak, ternyata kedua pria kembar itu juga memiliki tipe wanita yang berbeda.


Keduanya juga tidak terlalu akrab, lalu bagaimana jadinya jika kekasih Amman menikah dengan Ammar dan begitupun sebaliknya?

__ADS_1


__ADS_2