
...Ada rasa yang tak dapat aku ungkapkan....
...Namun hanya dapat aku pendam dan kurasa sendirian...
...Dan banyak perasaan yang cuma bisa disampaikan dengan air mata....
...Karena aku terlalu takut untuk menceritakan...
...Kalian tidak akan tau rasanya...
...Tertidur disaat air mata masih berlinang...
...Dengan perasaan yang begitu tak tenang...
...Dan hanya berharap esok pagi kembali bangun dengan keadaan senang...
...Aku sudah berusaha semaksimal mungkin Sampai dititik ini...
...Titik lelahnya berjuang sendiri...
...Dan sesaknya merindu...
...Akan tetapi apapun yang terjadi padaku...
...Mungkin aku sudah benar benar bisa menerimanya...
...Entah ikhlas atau terpaksa...
...Karena......
...Aku hanya ingin terlihat baik baik saja...
...Tanpa ada luka atau kecewa...
...Terbiasa tuk berpura pura tertawa...
...Padahal mentalku sudah berantakan...
...Bahagia atau sedih pun aku sudah tak bisa membedakan...
...Semua terasa hampa...
...----------------...
Cherry berlari lebih dulu setelah Gerald memberitahu ruangannya. Sesampainya didepan pintu, Cherry mengatur emosi mentalnya. Perlahan dia menarik gagang pintu dan membukanya.
"Kakak om..." panggil Cherry lirih melihat sang suami tersenyum kearahnya. Masih dengan wajah yang pucat, Lucas masih kuat menyembunyikan sakitnya. Perlahan Cherry melangkah kearah Lucas, menatap seluruh wajahnya.
"Kenapa kau membohongiku kak...?" tanya Cherry masih dengan kucuran air mata.
__ADS_1
"Apa kau tak takut dengan hukumanku lagi...," ucap Cherry sengaja.
Bukannya takut, kini Lucas meraih wajah Cherry. Menyentuh pipinya yang basah, tanpa terasa dia ikut meneteskan air mata pula.
"Bagaimana aku tak takut dengan hukumanku sayang... kau selalu membuatku semakin tak bisa melepaskan dirimu karena cintamu padaku yang begitu tulus." jawab Lucas.
Cherry tak sanggup lagi menahan kesedihannya bahkan isak tangisnya kini mewakili seluruh perasaannya saat ini. Cherry langsung memeluk Lucas, menangis di dada bidangnya yang masih terbaring lemah.
Seluruh orang yang berada disana merasa haru bahagia. Bahkan Marco yang akan mengecek kondisi Lucas ikut terharu melihat pertemuan dua insan yang saling mencintai.
"Sudahlah sayang, jangan menangis. Aku tak mau orang-orang melihat kau jelek. Istri Lucas Xander harus terlihat cantik." bisik Lucas agar Cherry terdiam dari tangisnya.
"Gak mau... biar saja orang-orang melihatku jelek saat ini, yang penting dia tahu kalau aku sangat tak bisa melihat suamiku menderita... hiks... hiks... hiks...," sahut Cherry.
Lucas tersenyum bahagia, dalam hatinya dia sangat bersyukur memiliki istri seperti Cherry. Meski dia terlihat bar-bar tapi Lucas tahu kalau Cherry sangat memegang teguh soal hubungan asmara dengannya.
"Lucas...," panggil mama Risti.
Lucas lalu menoleh kearah mamanya, Lucas maupun mama Risti tak mampu menahan rasa sedihnya. Kelemahan Lucas ada di mama serta istrinya. Lucas memang tak mau membuat sedih keduanya.
"Ma-ma...,"
"Lucas... anak mama... hiks... hiks... hiks...," mama Risti sudah tak tahan, beliau langsung memeluk putranya sama seperti yang dilakukan Cherry.
"Mama... maafkan Lucas tak memberitahu mama dan Cherry. Lucas hanya tak mau mama dan Cherry khawatir lalu bersedih...," ucap Lucas merasa bersalah.
"Anak-anak mama tak pernah melakukan kesalahan. Jangan kau mengatakan ini lagi Lucas...," ucap mama Risti sengaja agar Lucas tak menyalahkan dirinya.
Setelah mereka saling mengungkapkan rasa rindu, Marco meminta ijin untuk mengecek kondisi Lucas pasca operasi.
"Maaf tuan dan nyonya Lucas, saya mohon ijin untuk mengecek tuan Lucas." ucap Marco meminta ijin.
Cherry mengusap air matanya menggunakan tisu, lalu memperhatikan bagian-bagian mana yang sangat berpengaruh.
"Gimana dok dengan kondisi suami saya?" tanya Cherry tak sabar.
"Sebagai pasien, tuan Lucas termasuk pasien yang memiliki rasa semangat yang tinggi. Ini semua berkat nyonya. Tuan Lucas bisa fit lebih cepat." jawab dokter Marco.
"Lagian mana bisa tuan Lucas tak cepat fit, istrinya sangat cantik... hehehe...," imbuh Marco memuji kecantikan Cherry.
Cherry tersipu malu, Lucas lalu meraih jemari istrinya.
"Dokter bisa saja sih...," sahut Cherry mendengar pujian Marco.
"Marco... apa kau sudah bosan berada di rumah sakit ini...?" sindir Lucas.
"Ampun Cass, kau bukan tandinganku." sahut Marco sembari memancing Lucas.
"Marco, kapan aku boleh pulang? " tanya Lucas.
__ADS_1
"Sampai kau bisa nengejarku kembali Lucas," jawab Marco.
Suasana yang tadinya sedih kini berubah menjadi bercanda. Bahkan Marco juga merasa bahagia bertemu sahabat-sahabatnya.
Singkat cerita, saat ini Lucas tertidur akibat obat yang disuntikkan kedalam tubuhnya.
"Cherry, kau istirahatlah dulu. Biar Lucas aku yg jaga." saran Lexi.
"Terimakasih kak... tapi aku belum ngantuk. Biarkan aku menjaganya. Kak Lexi, om Branded mending kalian istirahat lebih dulu karena aku masih mau memperhatikan wajah suamiku." ucap Cherry.
Semuanya kini beristirahat, kecuali Cherry. Dia masih terus memperhatikan wajah suaminya yang tertidur.
"Lekaslah sembuh sayang... aku sangat merindukan kau menjahiliku...," ucap Cherry sambil terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Aku sangat merindukanmu kakak om...," keluh Cherry.
Saking lelahnya tak terasa Cherry tertidur di sebelah Lucas dengan posisi duduk kepala diatas bed Lucas. Lucas sendiri tak sengaja menyentuh ujung kepala Cherry, terbangun dan tersenyum melihat siapa yang ada disampingnya.
"Aku seperti bermimpi bertemu denganmu, aku sangat mencintaimu Cherry." Ucap Lucas sembari mengelus ujung kepala Cherry.
**
Baby Aksa seolah paham dengan keadaan kedua orang tuanya, dia selalu tersenyum kepada orang-orang didekatnya. Seperti saat ini, Yora yang sedang membersihkan mainan Agha tersenyum kearahnya. Tidak hanya itu, baby Aksa bahkan sekarang lebih banyak berceloteh.
"Kenapa keponakanku sangat menggemaskan sih...," ucap Yora sambil mengecup pipi baby Aksa.
"Aksa... bagaimana kondisi mamamu ya? apa mamamu sudah bertemu dengan papamu? " tanya Yora langsung ditanggapi baby Aksa dengan suara yang keras. khas bayi.
"Aksa... kau semakin menggemaskan."
...----------------...
Selamat Hari Ibu buat Ibuku serta ibu-ibu di seluruh dunia...
Aku mau rekomendasi bacaan keren karya temanku judulnya "My love from the blue sea"
Zeo adalah pangeran Duyung tak dianggap oleh kaumnya karena di anggap keturunan iblis sebab tatoo yang berada di wajahnya. Hinaan dan cacian kerap ia dapatkan dari keluarga kerajaan maupun rakyat Duyung.
Suatu Hari dia menyelamatkan Ziya -- Manusia. Wajah Zeo yang tampan membuat Ziya menyukainya pada pandangan pertama.
"Kamu adalah pria paling tampan yang pernah aku temui di dunia ini!" puji Ziya membuat Zeo terkejut sekaligus terharu, karena untuk pertama kalinya di puji.
"Karena kamu memuji ku, maka aku akan menjadi pelindung mu mulai sekarang!" janji Zeo sungguh-sungguh.
Bagaimana kelanjutan kisah percintaan Zeo dan Ziya? Apakah berjalan baik? Atau malah berakhir sedih, karena Dewa laut menentang hubungan mereka?
Lalu apa yang akan terjadi saat kekuatan iblis Zeo bangkit? Apakah Dewa laut masih bisa menentang nya?
__ADS_1
ikuti kisah cinta non-human.