Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 128. Ketuker sama es buah


__ADS_3

"Tuh kenapa bocah ingusan?" tanya Brandon saat Cherry melewatinya.


"Auranya serem...," imbuh Brandon.


"Kalau dipikir lebih sereman kamu. Udah mirip Ghost posyong. Sukanya lompat-lompat ga tau arah." sahut Desty mengingat Brandon saat mabuk akibat putus dari Elsa.


"Nyahut apa lu! enak aja ngatain gua hantu pocong... lah elu kuntilanak tapi yang menjelma jadi mak lampir," sahut Brandon kesal. Lagi-lagi Desty mengejeknya.


"Heh otak gesrek! di mana-mana kuntilanak ya kuntilanak kagak ada kuntilanak menjelma mak Lampir yang ada kolaborasi Ghost posyong sama mak Lampir yang menghasilkan kuntilanak. Adil kan... jadi mereka kagak perlu dekat lagi." sahut Desty dengan santainya.


"Tuh mulut lemes amat sih... Lama-lama gua kirim ke Mars tau rasa!" sahut Brandon.


"BERISIK!" bentak Neva.


"Daritadi aku dengerin, kalian tuh berantem terus. Ga takut jodoh...," sindir Neva.


Brandon dan Desty langsung menjauhkan diri masing-masing.


"Feelingku mereka itu jodoh," sahut Vino.


"Eh, ngomong apa lu Vin! Gua ama dia jodoh? sampai dunia berubah jadi kotak gua ga mau ama dia." sahut Brandon.


"Emang aku mau apa sama kamu.... iiiihhh... aku juga ogah kali, cuma bikin darah tinggi." sahut Desty juga.


Brandon dan Desty kembali lagi berantem dengan pendapatnya masing-masing sehingga membuat Neva dan A Vino hanya bisa tertawa melihat tingkah keduanya.


"Kalian tahu dimana istriku?" tanya Lucas lewat tiba-tiba.


"URUSAN LU!" jawab Desty dan Brandon bersamaan.


"Dasar aneh...," gerutu Lucas.


"Neva, kakak titip Aksa sebentar," pinta Lucas lalu memberikan baby Aksa kepada Neva.


"Kakak mau kemana?" tanya Neva.

__ADS_1


"Mengembalikan kesejahteraan yang sudah lama dilanda kesengsaraan." jawab Lucas langsung pergi begitu saja.


**


"Agha sudah tidur?" tanya Lexi baru masuk ke kamarnya.


"Sudah... kau tidurlah Lexi, aku yakin kau lelah." jawab Yora.


"Aku tak mengantuk." sahut Lexi.


"Kalau begitu akan aku buatkan wedang rempah," ucap Yora. Namun, saat Yora akan pergi Lexi langsung menarik pergelangan tangannya sehingga Yora jatuh terjerembab keatas tubuhnya.


"Lexi... kau tak akan melakukannya kan?" pertanyaan aneh yang keluar dari Yora.


"Kenapa tidak, kita hampir 1 bulan tak melakukannya. Aku takut kau lupa caranya," sahut Lexi.


"Kau pintar sekali merayuku Lexi, tapi tidak untuk malam ini." langsung membuat Lexi menaikkan satu alisnya.


"Karena malam ini aku hanya ingin tidur berada dipelukanmu" Yora mengambil tangan Lexi sebagai sandaran kepalanya.


"Kau tahu Lexi, aku sangat khawatir saat itu. Hampir tiap malam aku tak tidur hanya memikirkan keselamatanmu. Aku harus selalu membuat mama, papa dan Agha tenang. Padahal hatiku sendiri merasakan tak tenang. Aku takut terjadi sesuatu padamu Lexi." ucap Yora kini posisinya beralih miring berhadapan dengan Lexi.


"Terimakasih Yora... aku tau kau sangat mencintaiku, bahkan rasa cintaku tak sebanding dengan rasa cinta yang kau berikan padaku. Saat aku memutuskan untuk pergi saat itu, aku sudah berjanji kepada diriku sendiri untuk pulang dan kembali kepada kalian. Karena aku tahu kalian pasti sangat khawatir denganku." ucap Yora.


"Jadilah imam untukku dan anak-anak kita kelak Lexi. Sejak awal bertemu denganmu, aku sudah sangat yakin jika kau adalah jodoh yang di takdirkan oleh Tuhan untukku." sahut Yora mengingat pertemuan pertamanya dengan Lexi.


Yora yang saat itu kabur dari markasnya, tak sengaja bertemu dengan Lexi dan memintanya untuk melindunginya. Lexi yang kala itu masih bersifat dingin tentunya menolak permintaannya. Namun... bukan Yora namanya jika tak mampu membuat Lexi yang pada akhirnya menolong Yora. Dari pertemuannya itu, Yora maupun Lexi terpaut perasaan masing-masing. Sayangnya keduanya masih sama-sama menjaga ego masing-masing. Sampai pada akhirnya, Lexi dengan berani memutuskan untuk menikah dengan Yora langsung disambut hangat dengan orang yang mengasuhnya sejak kecil.


"Kau dulu sangat dingin Lexi...," ucap Yora.


"Dingin gimana?" tanya Lexi.


"Dingin sekali, aku hanya takut kau ketuker sama es buah. Kan aneh aja bertemu aku yang sangat cantik malah dianggurin... hehe..," Yora terkekeh dengan ucapannya sendiri. Tak menyadari jika mengingatkannya dengan membanggakan dirinya sendiri.


Lexi kembali mencium kening Yora.

__ADS_1


"Saat itu aku hanya merasa kasihan terhadapmu Yora. Kau terlihat mengenaskan saat itu, jadi aku kepikiran mau menafkahimu.... hahaha...!" tawa Lexi pecah berhasil membuat Yora kesal.


"Oh... gitu ya ceritanya... jadi aku mengenaskan ya... " Yora beranjak dari tidurnya, mode Angry bird.


"Yora... kau mau kemana?" tanya Lexi heran.


"Mau mengenaskan orang yang sudah menafkahiku." jawab Yora langsung membuat Lexi beranjak dari tidurnya.


"Payah ini... salah lagi ngomongnya," gerutu Lexi sembari menjambak rambutnya.


**


"Sayang... aku tak bermak--"


"Malam ini kita tidur masing-masing dulu sampai batas yang tidak ditentukan." sahut Cherry memotong ucapan Lucas.


"Ga bisa gitu dong Cherry... kali ini aku menolak keras kemauanmu." sahut Lucas memikirkan kesejahteraan gajahnya.


"Ga bisa diganggu gugat, titik ga ada koma apalagi tanda petik." sahut Cherry juga.


"Cherry sayang... apa kau tak memiliki belas kasih padaku dan dia," sembari menunjuk kearah bawah menggunakan dagunya.


"Kakak om harusnya sadar, Cherry begini karena kakak om yang mengajari. Bukannya malah mengatakan otakku mesum. Itu kan julukan kakak om... Kesel tau rasanya." sahut Cherry.


"Ma--maafin aku sayang... aku benar-benar serius hal tadi itu pyur bercanda." rayu Lucas.


"Tapi bercandanya ga lucu. Kakak om tahu bagaimana aku sebenarnya sedang pusing memikirkan kesejahteraan kakak om, karena aku harus menyelesaikan fase selesai nifas," wajah Cherry berubah menjadi bersalah.


"Sayang... aku sangat mengerti, jangan jadikan itu sebagai beban saat ini. Aku akan menunggu sampai semuanya siap. Cup!" ucap Lucas lalu mengecup kening Cherry setelahnya.


"Aku merasa mengecewakan kakak om... aku tak bisa menjadi istri yang baik, tak bisa menjadi ibu yang baik...," Cherry teringat Abimana dan selalu menyalahkan dirinya sendiri.


"Sayang... sudah ya, please... jangan mengatakan itu. Karena bagiku kau istri yang sangat sempurna. Kau tahu, kalau Abimana juga mengakui hal itu, dia akan memamerkanmu kepada teman-temannya di Surga." sahut Lucas.


"Abimana akan mengatakan jika mamanya adalah orang hebat yang sudah melahirkannya." imbuh Lucas.

__ADS_1


"Sampai saat ini aku masih sangat merindukan Abimana kak...," mata Cherry mulai berkaca-kaca. Lucas bisa melihatnya sangat jelas. Lucas sendiri sebenarnya masih belum bisa menerima kenyataan kematian Abimana, tapi demi Cherry dan yang lain dirinya harus bersikap kuat. Lucas lalu memeluk Cherry.


Bersambung....


__ADS_2