
Hari ini Cherry sudah diperbolehkan pulang oleh dokter Anggia. Terpancar rasa bahagia dari wajahnya. Cherry yang beberapa hari bersikap manja, rewel dan rusuh sekarang berubah menjadi lebih dewasa dari sebelumnya.
"Ka... kenapa wajahnya sangat mirip dengan om ya?" tanya Cherry yang duduk di kursi penumpang bersama Yora.
"Kan emang dia bapaknya Cherry..." jawab Yora jengah dengan pertanyaan konyol adiknya.
"Ga bisa gitu ka... mereka harus mirip Taehyung dan Jungkook, kan waktu hamil aku nontonnya mereka bukan om," sahut Cherry dengan bibir lemas aduhai yang mencubit relung hati pria didepannya, sedang pria yang disampingnya sedari dari hanya bisa menahan tawa.
"Cherry... adik kaka yang paling cantik, baik hati, dan tidak sombong... dengerin kaka ya... emang Cherry bikinnya sama mereka?" tanya Yora pelan tapi mengesalkan.
"Gimana mau bikin sama mereka? ketemu aja kagak pernah" jawab Cherry seenak jidatnya.
'Apa dia bilang, ketemu aja ga pernah? berarti kalau ketemu mau bikin dong?' batin Lucas menginjak gas lebih dalam membuat yang berada didalam terombang-ambing dalam penasaran dan ketakutan.
"Aaaaaaaa...!" teriak Cherry dan Yora bersamaan.
"Plak!, Cas... ngantuk atau gimana?" Lexi menepuk bahu Lucas sengaja.
"Laper ka...," jawab Lucas.
"Tenang ya sayangnya mama, kalian berdua pasti kaget. Papamu bakal mama bikin membayar perbuatannya hari ini." ucap Cherry sambil melirik kearah spion depan tepat saat Lucas juga menengoknya.
Sesampainya dirumah semua keluarga bahagia menyambut kedatangan baby Abimama dan Adhyaksa.
"WELCOME my keponakan..." sambut Neva dengan bahagia.
"Selamat datang saingan aku," ucap Agha sembari menampakkan wajah kesal karena semua orang sudah teralihkan dengan 2 baby boy baru.
"Hey... keponakan om... kenapa selamat datang saingan?" tanya Lucas berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Agha.
"Memang saingan om... itu cewek-cewek pada pindah ke mereka semua" jawab Agha masih dengan mode kesal.
Spontan saja semua orang yang mendengarnya tertawa serempak, terutama Neva dia sampai sakit perut ingin mencubit pipi bulat Agha yang gembul menggemaskan.
"Agha... ga boleh gitu nak, ini kan adik Agha juga. Suatu hari, mereka berdua akan menjadi team hebat Agha. Bukannya Agha mau menjadi Kapten?" ucap Yora selalu bisa membuat Agha mengerti.
"Okay ma... mereka berdua akan menjadi team hebatku. Tapi aku ga rela cewekku diambil mereka ma...," sahut Agha kembali.
"Cewek" Yora mengulangi ucapan putra tampannya.
"Emangnya Agha punya cewek?" tanya Yora.
"Tante Cherry dan tante Neva itu cewek Agha ma...," jawab Agha langsung membuat Yora menepuk dahinya pelan.
__ADS_1
Sedangkan Cherry dan Neva tertawa mendengar jawaban Agha yang lucu.
"Bos... sepertinya putramu akan menjadi seperti omnya," celetuk Vino.
"Kau benar Vino, mungkin kau benar... tapi kalau itu sampai terjadi yang harus dieksekusi terlebih dulu adalah sumbernya" sahut Cherry langsung melirik kearah Lucas. Lagi-lagi dia harus menerima tuduhan yang tak semestinya.
"Hahaha...! Terima saja nasibmu kakakku," tawa Neva pecah melihat ekspresi Lucas.
"Agha... sekarang kenalan dulu sama adiknya" perintah Lexi.
Agha yang tadinya enggan, setelah melihat wajah Adhyaksa yang digendong mamanya langsung tersenyum, kini tangan jahilnya mulai mentowel pipi gembul Adhyaksa.
Adhyaksa langsung saja menggerakkan bibirnya seolah meminta ASI.
"Apa dia haus ma?" tanya Agha.
"Sepertinya kau mulai paham putraku" jawab Yora senang karena Agha bisa mengerti.
"Apa kau mulai menyukainya?" tanya Yora.
"Yes mom, dia sangat menggemaskan." jawab Agha.
Oek.. Oek.. Oekkk...
"Tante cantik dia nangis..." panggil Agha.
"Siapa nama mereka kak?" tanya Neva yang lain juga ingin mendengar nama twins karena Lucas dan Cherry belum memberitahu nama kedua bayinya.
Lucas mengambil alih baby yang berada di gendongan Cherry lalu menciumnya.
"Abimana Xavier Hadinata dan Adhyaksa Luxier Hadinata" ucap Lucas memandangi kedua putranya yang sudah beralih di sebuah stroller.
"Nama yang sangat bagus kakakku" puji Neva.
"Nama yang bagus bos," puji Vino.
"Abimana dan Adhyaksa keren sekali Lucas," puji Yora.
"Kau masih mengingat nama itu Lucas?" tanya Lexi.
"Masih... aku sangat berharap dengan mengingatnya akan mengembalikan dirimu ke keluarga ini kembali." jawab Lucas.
Abimana dan Adhyaksa adalah 2 tokoh yang sering dijadikan permainan oleh Lucas dan Lexi sewaktu kecil. Menurutnya dari sebuah tokoh tersebut bisa membuatnya selalu bersama selamanya.
__ADS_1
"Adik Abi dan adik Aksa perkenalkan aku kakak Agha. Kakak yang akan menjadi Kapten di team kita dalam membela kebenaran" ucap Agha memperkenalkan dirinya.
Semuanya kembali tertawa mendengar ucapan Agha yang selalu bisa membuat kram pipi.
Selesai memperkenalkan baby twins mereka dibawa ke kamar untuk beristirahat. Cherry berdiri di samping box baby kembali dia mensyukuri apa yang ada pada dalam dirinya, sampai tak terasa air matanya menetes kembali.
"Sayang... kau menangis?" tanya Lucas baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku hanya bahagia melihat mereka," jawab Cherry.
Lucas tersenyum lalu memeluk Cherry dengan lembut dan mesra, dikecupnya ujung kepala Cherry.
"Aku juga sangat bahagia melihat mereka dan lebih bahagia lagi memiliki istri sepertimu. Dulu aku sedikit tak yakin, apa aku bisa diterima di hatimu setelah kau mengetahui yang sebenarnya---" Cherry langsung menutup mulut Lucas.
"Kau tak perlu membahasnya lagi karena semua yang sudah terjadi sudah kehendaknya. Jangan selalu menyalahkan diri sendiri... percayalah aku tak akan lagi meninggalkanmu, karena sudah ada Abimana dan Adhyaksa yang akan membuat hidup kita semakin berwarna" sahut Cherry.
"Terimakasih Tuhan kau sudah memberikan istri yang terbaik untukku" ucap Lucas.
**
"Pa... untuk apa kita kesini? bukankah mama sudah selalu memperingatkan paps untuk tidak mengunjungi Rudi" protes mama Risti.
"Lagian apa papa lupa, hari ini Cherry dan Lucas serta cucu kembar kita diperbolehkan pulang. Kita harus menyambutnya" ajak mama Risti mengalihkan tujuan papa Hadi.
"Ma... aku harus memastikan berita itu---" ucap papa Hadi terjeda.
"Berita apa yang papa maksud?" tanya mama Risti penasaran.
Papa Hadi mengeluarkan nafas beratnya. Tadinya dia tak ingin memberitahu mama Risti, agar tak menjadi pikirannya. Tapi, mama Risti akan selalu bertanya soal itu.
"Mama janji ga akan berpikir yang aneh-aneh ya..." pinta papa Hadi.
"Emang apa pa, sepertinya sangat serius" ucap mama Risti makin penasaran.
"Papa baru saja mendapatkan informasi jika Rudi kabur dari penjara ma...," jawab papa Hadi pada akhirnya.
"Ini ga mungkin pa... dia ga mungkin bisa kabur," tolak mama Risti.
"Entahlah ma... papa ingin sekali memastikannya. Rudi orang yang sangat berbahaya, jangan sampai dia melakukan hal gila seperti yang sudah-sudah" ucap papa Hadi meyakinkan.
"Pa...," panggil mama Risti dengan lirih dibarengi dengan lelehan air matanya seketika itu juga.
"Bos... aku baru saja mendapatkan informasi jika Rudi dan Lionel berhasil kabur dari penjara."
__ADS_1
"Kita pastikan berita itu Brandon"
Bersambung....