
"Tuan Hadinata terus terang saja saya tidak terima dengan sikap Brandon. Dia tidak bisa begitu saja meninggalkan Dania" ucap tuan Sean sangat kecewa.
"Tuan Sean, kita bisa bicarakan ini dengan baik-baik..." papa Hadi berusaha membujuk tuan Sean.
"Dimana tanggung jawab Brandon tuan... Dania sudah hampir 3 hari tak pulang. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Dania aku tak tanggung-tanggung melaporkan perusahaan anda dengan tuduhan menyembunyikan Dania." ancam tuan Sean serius.
"Tuan Sean kita akan bertanggung jawab untuk mencari nona Dania, saya mohon anda untuk bersabar. Karena disini kami juga baru mengetahuinya, Brandon sendiri juga belum pulang 3 harian ini" ucap Lexi ikut membantu membujuk tuan Sean.
Mendengar perdebatan papa Hadi dan Lexi dengan tuan Sean, mama Risti dan Yora langsung panik dan cemas.
"Yora... apa Brandon sudah aktif ponselnya?" tanya mama Risti.
"Ponsel Brandon tak aktif ma...," jawab Yora masih sibuk menghubungi ponsel Brandon.
"Kemana Lucas, Cherry, Neva dan Vino kenapa disaat denting seperti ini mereka tak ada disini," keluh mama Risti.
"Yora... coba kau hubungi Cherry..." perintah mama Risti. Yora langsung merubah kontak pencariannya.
Drrrtttt... Drrrttt...
Lama Yora menghubungi Cherry lalu menggelengkan kepalanya kearah mama Risti.
"Dicoba sekali lagi Yora...," pinta mama Risti.
**
"Ponsel istri lu dari tadi bunyi terus tuh Cas...," sahut Brandon.
"Sayang... ponselnya berdering tuh...," panggil Lucas membangunkan Cherry yang tertidur. Cherry hanya menggeliat saja sepertinya dia sangat mengantuk. Lucas lalu mengambil tas Cherry dan mengambil ponselnya.
"Yora...," ucap Lucas melihat nama Yora dipanggilan ponsel Cherry. Lucas kemudian menggeser tombol hijau dilayar ponselnya.
"Hallo..." sapa Lucas.
"Cherr--, eh Lucas kebetulan sekali ponsel Cherry kau yang mengangkatnya" ucap Yora.
"Ada apa Yora? sepertinya sangat penting sekali?" tanya Lucas.
"Kau segeralah pulang bersama Brandon, tuan Sean sedang marah disini. Beliau mengancam akan membawa Brandon dan perusahaan ke jalur hukum." jawab Yora.
"Maksudnya gimana nih, kenapa ada tuan Sean, lapor, jalur hukum coba jelaskan maksudnya Yora?" tanya Lucas belum begitu paham.
Mendengar nama tuan Sean disebut, Brandon mengerem kendaraannya mendadak sehingga membuat Cherry, Desty dan Lucas sedikit terpental kedepan.
"Om Branded kalau gak bisa nyetir ngomong dong... sakit tau!" protes Cherry karena dahinya sempat membentur kursi depannya.
"Desty kau tak apa?" tanya Brandon.
"Aku, aku gak apa-apa kok" jawab Desty.
__ADS_1
"Cherry yang sakit mana?" tanya Lucas.
"Cuma kebentur dikit kakak om," jawab Cherry sambil menunjukkan dahinya yang terbentur.
"Lucas... Lucas... apa yang sedang terjadi?" teriak Yora didalam ponsel.
Lucas kembali beralih kepada ponsel Cherry yang sedang dipegangnya.
"Tak apa Yora... hanya masalah kecil," jawab Lucas.
"Apa yang sebenarnya terjadi Yora?" tanya Lucas.
"Sebaiknya kalian segera pulang. Papa dan Lexi sudah tak mampu membujuk tuan Sean. Dania tak pulang semenjak pergi bersama Brandon." jawab Yora pada akhirnya.
"Baiklah Yora, tahan dulu tuan Sean 15 menit kita sampai." sahut Lucas kemudian menutup panggilannya.
"Sebaiknya kau duduk dibelakang bersama Desty. Aku yang akan menggantikan menyetir." ucap Lucas kemudian dilaksanakan mereka segera.
"Sebenarnya apa yang terjadi Lucas?" tanya Brandon.
"Iya kakak om... sebenarnya apa yang terjadi? apa yang disampaikan oleh kak Yora?" tanya Cherry juga.
"Tuan Sean mencarimu. Beliau mengancam akan melaporkanmu dan perusahaan atas tuduhan menyembunyikan Dania" ucap Lucas.
"Dania sampai sekarang belum pulang," imbuh Lucas.
Desty langsung terlihat panik sebaliknya Brandon terlihat biasa saja. Menyadari Desty panik, Brandon meraih jemari Desty lalu menggenggamnya erat. Seolah memberikan kode semuanya akan baik-baik saja.
"Ma... kak Yora...," panggil Cherry.
"Cherry... mama takut...," ucap mama Risti.
"Mama tenang ya... semuanya akan baik-baik saja kok. Kak Yora sebaiknya mama dikamar saja bersama anak-anak. Aku takut dengan kondisi kesehatan mama," saran Cherry.
"Kau benar Cherry" sahut Yora.
"Ma... sebaiknya kita ke kamar bersama Agha dan Aksa ya... Yora akan membuatkan teh hangat untuk mama," ajak Yora. Cherry dan Yora memapah mama Risti kedalam kamar.
"Kau apakan putriku sehingga dia tak pulang 3 hari ini?" tanya tuan Sean dengan sorot mata yang sudah tak bisa dikondisikan.
"Sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya jika saya tak bisa melanjutkan hubungan bersama Dania---"
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Brandon dengan keras.
"Tuan Sean... kita bisa bicarakan ini semua dengan baik-baik" lerai Lucas.
"Jika anda tak mau ikut terkena imbasnya, jangan ikut campur dalam urusan ini tuan Lucas" ucap tuan Sean ketus.
__ADS_1
"Tapi tuan, semua yang berkaitan dengan keluarga saya maka akan menjadi tanggung jawab saya juga" sahut Lucas tegas.
"Apa begini cara anda mengajari anak buah anda tuan Lucas?" sindir tuan Sean.
"Dia sudah membawa anak saya. Dia sudah membawa Dania malam itu dan sampai sekarang Dania tak pulang ke rumah. Apa saya sebagai orangtua harus diam saja?" sembari melirik kearah Brandon yang sedang menyeka darah diujung bibirnya.
"Tuan saya akan menjelaskan semuanya---"
"Lucas, kau tak perlu menjelaskannya. Aku yang akan menjelaskannya sendiri" sahut Brandon memotong ucapan Lucas.
"Tuan... bukankah anda tahu jika sebelumnya anda yang menginginkan perjodohan ini sebelumnya? apa saat itu anda tak berpikir apakah diantara saya dan Dania langsung mengiyakan? kita hanya melaksanakan sesuai dengan alur yang kita jalani. Tapi takdir berkata lain tuan, Tuhan mempertemukan saya dengan wanita yang selama ini saya cari." Brandon sengaja meraih tangan Desty.
"Maaf jika saya tak bisa mencintai putri anda," ucap Brandon.
"Seleramu sangat rendah Brandon!" ucap tuan Sean memandang rendah Desty.
"Kau membuang putriku demi wanita seperti ini. Sungguh tak layak!" ejek tuan Sean.
Hati Desty terasa sangat sakit mendengar semua ejekan yang memandang rendah dirinya. Desty sudah tak mampu lagi menahan air mata yang sudah memenuhi kedua ujung matanya.
"Tutup mulutmu tuan!" bentak Brandon.
"Anda tak pantas menjelekkan Desty!"
"Kau masih berani membelanya yang sudah jelas-jelas membuat Dania tak pulang" sahut tuan Sean.
"Saya akan tetap membawa permasalahan ini lewat jalur hukum." imbuhnya.
"Silahkan anda bawa persoalan ini ke jalur hukum. Saya sama sekali tak takut tuan, justru malah sebaliknya tuan akan merasa dipermalukan jika yang anda tuduhkan semua itu tak terbukti" sahut Brandon.
"Kau sebagai wanita seharusnya tahu dengan keadaan ini, bukannya malah seperti ini"
...----------------...
Mampir yuk ke karya temanku dengan judul "Gadis Bogor"
Dan ini Blurb nya.
Indah adalah seorang gadis yang tinggal di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota.
Dia tinggal bersama Ibu tiri dan kakak tirinya, awalnya hidup Indah biasa saja. Sama seperti keluarga pada umumnya, Ibu tirinya Indah menyayangi Indah sama seperti dirinya sayang kepada anak kandungnya. Namun, setelah Ayahnya Indah meninggal, Ibu tirinya menjadi jahat dan memperlakukan Indah layaknya seorang pembantu di rumahnya sendiri.
Indah pernah dijual oleh Ibu tirinya kepada laki-laki hidung belang, untungnya dia bisa melarikan diri dari laki-laki itu dan akhirnya Indah ditolong oleh seorang laki-laki yang bernama Feri.
Siapakah Feri?
Akankah Indah menemukan kebahagiaannya?
__ADS_1
Ikuti terus kisahnya!