
Epsd. 44. Apa yang harus ku lakukan?
Pukul 01.00 Cherry dan Lucas mencari Neva, dari setiap tempat yang mereka kunjungi tak ada tanda-tanda satupun keberadaan Neva.
"Neva... kamu dimana," ucap Cherry lirih namun masih terdengar khawatir di telinga Lucas.
Pandangan Cherry tak lepas dari jalanan ibu kota, harapannya menemui Neva sangat kuat.
"Om, kita coba ke taman tengah kota" ajak Cherry.
Lucas mengikuti arahannya, menerjang angin malam, serta membelah sepinya jalanan malam ini. Sesampainya di taman kota, Cherry segera membuka pintu mobilnya dan menuju tempat favorit mereka saat di landa kesedihan. Terlihat sosok wanita yang sangat Cherry dan Lucas kenal sedang meringkuk, tangannya yang sedang memeluk kakinya sendiri serta wajah yang tertunduk memperlihatkan betapa dirinya sedang terpuruk.
Cherry mensejajarkan tubuhnya dan memeluknya.
"Neva...," panggil Cherry pelan.
"Cherry...," sahut Neva lalu membalas pelukan Cherry. Neva yang tak tahu harus bagaimana hanya bisa menangis di pundak Cherry.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya Cherry.
"Aku tak tahu lagi Cherry, aku harus membencimu atau tidak. Aku tak tahu lagi Cherry....," ucap Neva sembari menangis.
Deg!
"Apa alasan kau membenciku Neva?" tanya Cherry melepas pelukannya.
"Sekarang bagaimana menurutmu jika orang yang kau sayangi tak menyayangimu?" tanya Neva sudah tak bisa membendungnya lagi.
"Hatiku pasti akan merasa sakit," jawab Cherry belum memahami arah pertanyaan Neva.
"Itu yang sedang aku rasakan Cherry" ucap Neva.
__ADS_1
"Apa ini ada kaitannya dengan Steve?" Cherry bertanya secara halus dan Neva mengangguk lalu membelakangi Cherry.
"Kau tahu Cherry, aku sangat bodoh dan terlalu bodoh. Seharusnya aku tak berharap dan tahu dari awal" ucap Neva.
"Neva.. aku yakin Steve pasti menyukaimu, aku akan membantu supaya kalian bersatu" rayu Cherry.
Neva tersenyum smirk sembari mengusap air matanya.
"Bagaimana caramu membantu kita sedangkan orang yang disukai Steve itu adalah kamu!" ucap Neva dengan berteriak.
"Kau sedang bercanda Neva, mana mungkin Steve su--suka aku" sahut Cherry dengan gugup sekaligus terkejut.
"Ingin aku mengatakan sama sepertimu Cherry, namun inilah kenyataannya...hiks..hiks..hiks" ujar Neva dengan suara parau.
"Neva..," panggil Cherry sekali lagi. Cherry sendiri saat ini sangat bingung karena tak tahu harus berbuat apa.
"Hatiku sakit Cherr.. sangat sakit.. Steve mencintaimu, apa yang harus lakukan sekarang... Hiks.. hiks.. hiks.." ucap Neva.
"Kaka...," Neva beralih memeluk Lucas.
"Tenangkan hati dan pikiranmu, kita pulang dulu ya. Tak baik seorang gadis jam segini masih berada diluar rumah" ucap Lucas.
Neva sendiri mengangguk dan mengikuti langkah Lucas menuju parkiran. Sedangkan Cherry masih berdiri menatap punggung keduanya. Sembari menyeka air matanya, Cherry menengadahkan kepalanya keatas langit.
"Ayah, ibu Cherry merindukanmu" ucap Cherry. Lalu dia mengikuti langkah Neva dan Lucas.
Sepanjang perjalanan Cherry terus saja terdiam di kursi penumpang. Sedangkan Neva duduk disamping Lucas yang sedang mengemudi. Meski bukan kesalahan Cherry, tapi dirinya merasa bersalah. Neva sudah membantunya selama ini, namun pria yang disukai dirinya malah menyukai Cherry. Disinilah mengapa Cherry sangat merasa bersalah.
Mama Risti dan papa Hadi sudah menunggu di depan pintu. Mereka berdua merasa plong, ayem karena Lucas dan Cherry berhasil menemukan Neva.
"Neva, mau kemana kamu nak?" tanya mama Risti melihat Neva melewati mereka berdua.
__ADS_1
"Neva... Nev---" panggil mama Risti.
"Ma... sudah, biarkan Neva sendiri dulu," ucap Lucas menenangkan sang mama.
"Tapi Lucas...,"
"Ma... Neva hanya membutuhkan waktu sendiri. Biar Lucas yang berbicara dengannya" saran Lucas yang langsung diterima oleh mama Risti.
"Cherry... malam ini kita menginap disini, kau tidurlah lebih dulu" Lucas berganti memberi saran kepada Cherry.
"Iya om," jawab Cherry singkat dan jelas.
Tok.. tok.. !
Lucas mengetuk pintu kamar Neva.
"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Lucas masih mendapati Cherry berdiri di balkon.
"Bukannya kaka menyuruhmu untuk segera tidur," imbuh Lucas.
"Kaka sudah mendengar semuanya?" tanya Neva.
"Kalau kaka sudah mendengar semuanya, apa yang harus kaka lakukan?" Lucas bukannya menjawab malah membalikkan pertanyaannya.
"Maafkan aku ka" pinta Neva.
"Kenapa harus meminta maaf kepada kaka, seharusnya kau minta maaflah kepada Cherry" saran Lucas.
"Kenapa aku harus meminta maaf dengannya?" tanya Neva dengan polosnya.
"Karena dia juga terluka sepertimu. Dia hanya tak mau kehilangan sahabat sepertimu, dia tak mau jika kamu memikirkan tentang hal lain tentangnya" ucap Lucas.
__ADS_1
Bersambung....