
"Lu napa nangis?" tanya Brandon heran.
"Bukannya lu kudu nemenin Cherry berry strawberry alpukat duku dondong kesemek mangga apalagi tau ah..." imbuh Brandon malah menyebutkan nama-nama buah.
"Aku tak tega melihat Cherry kesakitan, rasanya pingin banget gantiin posisinya" ucap Lucas.
"Hahaha...!" tawa Brandon pecah mendengar alasan Lucas.
"Sejak kapan Lucas yang gua kenal melow gini... hahaha!" Brandon masih merasa geli mendengar ekspresi melow Lucas.
"Terserah mau ngatain aku gimana... suatu hari kau pasti akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini." ucap Lucas masih menahan sedih.
"Lucas... gimana dengan Cherry?" tanya Yora baru tiba bersama Lexi dan papa Hadi.
"Dia masih kekeh ga mau melahirkan secara sesar." jawab Lucas.
"Emang apa alasannya ga mau melahirkan secara sesar?" tanya Lexi.
"Cherry bilang takut aku terlalu lama puasa." jawab Lucas dengan polosnya.
Lexi, Yora dan Brandon rasanya ingin mengacak-acak wajah pria didepannya saat ini.
Didalam ruangan, mama Risti dan dokter Anggia serta suster masih berusaha membujuk Cherry untuk melahirkan secara sesar.
"Nak... agar lebih cepat bertemu twins sesar aja ya...," bujuk mama Risti.
"Maaf ma... Cherry maunya secara normal, Cherry ingin sekali merasakan menjadi ibu sempurna" ucap Cherry sambil sesekali meringis kesakitan akibat kontraksi yang hilang dan datang kembali begitu seterusnya.
"Nak... mau normal ataupun sesar seorang wanita yang melahirkan sudah menjadi seorang ibu. Perihal sempurna dan tidaknya, dimata sang Khalik mereka semua sempurna. Jangan berpikiran yang begitu lagi ya...," tukas mama Risti pelan memberi pengertian.
"Maafkan Cherry ma sudah berpikir salah mengenai itu. Tapi Cherry tetap ingin merasakan melahirkan secara normal" pinta Cherry.
"Dik... gimana, apa masih belum mengambil keputusan?" tanya Yora yang baru masuk.
"Cherry ingin melahirkan secara normal ka...," jawab Cherry kembali setelahnya meringis merasa kesakitan.
"Dokter... apa adik saya bisa melahirkan secara normal?" tanya Yora kepada dokter.
"Kami sudah mengecek semuanya, nyonya Cherry masih bisa melahirkan normal, tak ada masalah kondisi ibu dan bayinya. Air ketuban yang sudah keluar tak begitu banyak, maka masih bisa untuk melahirkan secara normal." jelas Dokter Anggia.
"Kaka mendukung apa yang menjadi keputusanmu Cherry. Jangan mengejan jika tidak merasakan mengejan," ucap Yora.
Dokter dan Suster bersiap membantu persalinan Cherry, kini gantian Lucas yang harus mendampingi sang istri didalam karena Cherry sudah mengalami pembukaan 8.
"Ma... Lucas merasa tak tega," keluh Lucas saat mama Risti menyuruhnya masuk kedalam.
"Emangnya waktu bikinnya kamu juga ga tega...," sindir mama Risti.
__ADS_1
"Mama ini apaan sih malah bawa-bawa bikinnya. Bikinnya kan rahasia," bisik Lucas tetapi masih terdengar oleh Brandon, Lexi dan papa Hadi.
"Ya sudah sekarang buruan masuk, kamu ga pingin apa nantinya twins bingung cariin wajah bapaknya pas keluar." sahut mama Risti langsung membuat Lucas berpikir ulang.
"Iya tuh, apa lu ga mau lihat wajah bayi lu pertama kali" ucap Brandon ikut mengompori suasana.
"Kaka aja dulu bahagia banget pertama kali melihat Agha meski ga tau lahirnya gimana, yang pasti ada rasa terindah sendiri ketika melihat anak kita melihat kita pertama kali," sahut Lexi.
"Kau yang berbuat sekarang kudunya tanggung jawab. Tanggung jawab sampai mereka lahir dengan selamat." ucap papa Hadi.
Dengan dukungan dari semua orang Lucas merasa yakin untuk menemani Cherry melahirkan.
"Lucas...!" panggil Yora keluar dari ruangan.
"Ga mau lihat anakmu?" tanya Yora tersenyum bahagia.
"Emang sudah lahir Yora?" tanya Lexi ganti.
"Hampir...," jawab Yora.
"Lucas.... buruan masuk!" bentak Yora langsung membuat Lucas terbirit-birit.
Di dalam ruangan kembali, kepala bayi sudah terlihat tinggal dorongan mengejan Cherry yang menentukan.
"Ambil nafas... Keluarkan pelan nyonya... sudah terlihat ubun-ubunnya," ucap Dokternya Anggia.
"Sayang... aku selalu disampingmu dalam keadaan apapun, jangan takut sayang... berjuang sayang demi anak kita," ucapan yang menurut Cherry tak penting karena Cherry lebih fokus untuk mengeluarkan bayinya.
"Oek... oek... oeeek..." suara tangis bayi langsung membuat Lucas yang tadinya kuat langsung meneteskan air mata haru bahagia.
"Alhamdulillah... tuan dan nyonya Lucas jenis kelamin laki-laki," ujar dokter Anggia.
"Dok... kok rasanya mau ada yang keluar lagi," ucap Cherry.
"Nyonya, ikuti aba-aba saya" pinta dokter Anggia.
"Tarik nafas nyonya... lepaskan dengan rilex" dokter Anggia terus memberikan aba-aba untuk Cherry.
Lucas sendiri malah terus memeluk Cherry sambil menangis tak kuat melihat orang yang disayangi kesakitan, apalagi Cherry harus merasakan sakit double karena mengeluarkan bayi kembar.
"Sebentar lagi nyonya, terus dorong perlahan... iya... terus nyonya... terus nyonya dan---"
"Oek... Oek... Oeeekk."
Bayi kedua lahir lebih cepat dari yang pertama.
"Selamat nyonya dan tuan Lucas atas kelahiran dua baby boy anda." ucap dokter Anggia.
__ADS_1
Lucas dan Cherry tak henti-hentinya bersyukur. Lucas terus saja menciumi istrinya.
"Terimakasih Cherry. Kau sudah menyempurnakan hidupku." ucap Lucas sembari menciumi wajah istrinya.
Selesai melahirkan, Cherry masih harus melakukan perawatan selanjutnya. Sedangkan Lucas langsung mendekati kedua buah hatinya. Dipandanginya satu persatu, tangan Lucas mulai menyentuh jemari keduanya. Air matanya menetes begitu saja, merasa haru bahagia karena pada akhirnya dia masih diijinkan untuk bertemu dua malaikat kecilnya.
Lucas lalu mengumandangkan azan satu persatu bayinya. Kemudian mencoba menggendongnya bergantian.
"Welcome Abimana dan Adhyaksa," panggil Lucas.
"Mohon maaf tuan kami harus membawa kedua putra anda untuk IMD (Inisiasi Menyusui Dini)" ucap suster.
Lucas lalu menaruh baby pertama kedalam box bayinya.
"Selamat nak... sekarang kau sudah menjadi papa" ucap selamat mama Risti.
"Terimakasih ma..., " sahut Lucas bahagia.
Selang 2 jam kini Cherry sudah berada di ruang pasien. Cherry masih saja mengeluarkan air mata sambil menatap kedua bayinya.
"Setiap seorang wanita yang sudah menjadi ibu akan merasakan bahagia yang tidak bisa digambarkan oleh siapapun," ucap Yora.
"Ayah dan ibu pasti bahagia melihat cucu-cucunya," Yora menggendong salah satu bayi Cherry lalu menciumnya dengan gemas.
"Kau benar ka... a sangat bersyukur memiliki keluarga kalian. Terimakasih ka Yora sudah bertahan untuk bertemu dengan adik manjamu ini" ucap Cherry.
"Cherry.... kenapa kau tak mengabariku..." protes Neva baru tiba bersama Steve.
"Astaga... mereka sangat lucu dan menggemaskan" Neva teralihkan oleh baby twins Abimana dan Adhyaksa.
"Ssssttt..., cuci tangan dulu jangan langsung pegang cucu mama,"
"Ih... mama... mereka sangat menggemaskan...," tolak Neva.
"Iya... tapi cuci tanganmu dulu, takutnya banyak setan yang ngikutin kalian dari belakang" ucap mama Risti.
"Iya... iya ma...," sahut Neva akhirnya menuruti perintah mamanya diikuti Steve.
"Nak... mama sudah menyuruh Lucas untuk mencarikan sayur daun katuk untukmu,"
"Memangnya Lucas cari dimana ma?" tanya Yora.
"Mama suruh cari di warung pojok tempatnya mbok Neni," jawab nama Risti.
Yora, Neva, Cherry mereka tertawa serempak.
Mau tau siapa mbok Neni? simak terus kisah Lucas dan Cherry ya.....
__ADS_1
Bersambung....