
Sesampainya di rumah, benar saja Cherry langsung tidur. Padahal waktu masih menunjukkan pukul 11.
"Sayang... apa kau tidur?" tanya Lucas.
Cherry tak sedikitpun bergerak, padahal telinganya masih mendengar suara Lucas.
"Aku tau kau sangat takut, takut jika wanita lain menggangguku. Itu semua kau lakukan karena kau sangat mencintaiku." ucap Lucas dibalik punggung Cherry.
"Aku sangat bahagia karena kau begitu sayang padaku Cherry." imbuh Lucas.
"Baiklah... jika kau mau tidur, maaf jika aku sudah mengganggumu" ucap Lucas seraya beranjak dari tempat tidurnya.
"Tunggu" panggil Cherry menarik pergelangan tangan Lucas. Rupanya Cherry mengurungkan niatnya untuk mendiamkan Lucas. Ucapan yang dilontarkan Lucas baru saja membuat hatinya terharu. Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi Cherry langsung memeluk Lucas.
Lucas tersenyum kemudian membalas pelukan Cherry. Tak lupa Lucas mengecup ujung kepala Cherry.
Waktu menunjukkan waktu dhuhur, Lucas dan Cherry melaksanakan ibadah bersama sebelum memutuskan makan siang bersama. Lucas sudah terlebih dulu keluar dari kamarnya mencari baby Aksa, sedang Cherry seperti biasa waktunya pemompaan ASI.
45 menit Cherry selesai memompa ASI, kemudian mencari kedua kesayangannya.
"Kakak om... Aksa...," panggil Cherry.
"Kau mencari siapa Cherry?" tanya papa Hadi.
"Kakak om dan Aksa pa...," jawab Cherry.
"Kau carilah didekat kolam renang, mereka berdua sedang bermain disana." ucap papa Hadi memberitahu.
"Terimakasih pa...," ucap Cherry.
Cherry kemudian menuju kolam renang, benar saja Lucas sedang berenang, sedangkan baby Aksa berada dipangkuan mama Risti.
"Kenapa malah renang? bukannya tadi mau makan siang?" gerutu Cherry.
"Melihat air terasa segar sayang... kau ikutlah kemari berenang bersamaku." ajak Lucas.
"Terimakasih atas ajakannya suamiku. Tapi aku memilih untuk makan siang saja. Tenagaku sudah terkuras dan sekarang memerlukan amunisi lagi sebelum diserang baby Aksa." Cherry beralasan.
"Kalian ini selalu ada saja pembahasannya." ucap mama Risti ikut gemas melihat tingkah keduanya.
"Sayangnya mama sudah makan siang ya...," sapa Cherry melihat baby Aksa sedang minum susu dari dotnya.
"Kamu semakin gembul nak... mama jadi gemas...," Cherry menggoda putranya sendiri dengan mencubit gemas pipi gembulnya.
"Ga rugi ya nak, mama kurus... lemaknya ketarik di kamu semua...hehehe...," Cherry terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Ga gitu juga kali konsepnya...," sahut Yora yang entah sejak kapan tiba.
"Eh... kakakku satu-satunya yang paling cantik, baik hati, hemat, bersahaja, tidak sombong serta gemar menabung." ucap Cherry.
"Masih ada lagi hinaannya?" tanya Yora dengan wajah tak bersahabat.
Cherry langsung memperlihatkan rentetan giginya yang putih, bersih, harum mewangi sepanjang zaman.
"Bercanda ka...," ucap Cherry.
"Dimana kak Lexi, aku tak melihatnya...?" tanya Cherry mengedarkan pandangannya keseluruhan tempat.
__ADS_1
"Jangan kau tanyakan dia," jawab Yora kesal.
Mama Risti sedikit bingung, tak biasanya Yora marah dengan Lexi. Mama Risti kira, Lexi dan Yora adem-adem saja.
"Kalian sedang berantem?" tanya mama Risti.
"Bagaimana bisa Lexi bercerita kepada Agha kalau aku ini galak ma... Selama ini aku kan ga pernah marah-marah, hanya kadang kecewa." sahut Yora pada akhirnya.
Sontak tawa Cherry dan Lucas pecah mendengar permasalahan Lexi dan Yora.
"Kakak tuh cuma dikatain galak udah semarah ini, apalagi kalau dikatain tukang cemburu akut... bisa gulung tikar jatah kak Lexi... hahaha...!" tawa Cherry benar-benar pecah mendengarnya.
"Ini lagi, punya adik ga ada baik-baiknya. Bukannya belain malah ngejekin" protes Yora.
"Bukan mengejek kakakku sayang... kak Yora hanya dikatain itu sensitifnya luar biasa... apa kakak sedang pms?" bisik Cherry.
Yora terdiam mengingat jatah tamu bulanannya.
"Cherry, ini tanggal berapa?" tanya Yora.
"Ini... tanggal berapa ma? Cherry juga lupa, lama ga masuk sekolah lupa hari lupa tanggal... yang diingat cuma suamiku doang... " jawab Cherry.
"Idih.... ga jelas kamu Cherr...," protes Yora.
"Ini tanggal 21" sahut mama Risti sembari memindahkan baby Aksa kedalam strollernya.
Deg!
'Kalau ini tanggal 21 tandanya aku sudah telat 2 bulan ini' batin Yora.
"Memangnya mau kemana dia?" tanya Lucas sudah selesai berganti baju setelah renang. Cherry mengendikkan bahunya tak tahu.
"Kalian berdua makanlah dulu, biar Aksa mama yang menjaganya." ucap mama Risti.
"Terimakasih ma...," ucap Lucas dan Cherry bersama. Keduanya kini sedang makan siang.
"Mama....!" teriak Agha mencari Yora.
"Mama... mama dimana?" cari Agha. Mendengar suara keponakannya, Cherry menyahut panggilan Agha.
"Tampannya tante... sini nak," panggil Cherry.
"Agha mau makan?" tanya Cherry.
"Ga mau tante..." tolak Agha.
"Agha cuma mencari mama... mama menghilang saat turun dari rollercoaster"
"Kak Yora naik rollercoaster?" tanya Cherry langsung mendapat anggukan dari Agha.
"Kenapa ga ajak tante sih... tante kan juga mau main...,"
"Cherry... emangnya berani?" tanya Lucas ragu.
"Berani dong suamiku... kau tahu aku paling juara kalau dibidang ekstrim. Ga salah kan kalau aku berani memutuskan untuk menikah dengan om-om...," sahut Cherry.
Bukannya senang, Lucas langsung memasang wajah kesal.
__ADS_1
"Lucas, Cherry... apa kalian melihat Yora?" tanya Lexi khawatir.
"Tadi sih ada kak... tapi ini sudah keluar, ga tau kemana orangnya." jawab Cherry.
"Aku berharap Yora tak benar-benar marah," gumam Lexi.
**
"Desty... rasanya aku kenyang...," ucap Neva.
"Sama Nev... aku juga kenyang," sahut Desty.
"Aku ke kasir dulu Des...," Neva beranjak dari tempat duduknya kemudian menuju tempat kasir.
Saat Desty akan ke toilet, dia tak sengaja melihat Brandon bersama seorang wanita.
"Kenapa dengan hatiku," ucap Desty lirih sambil memegangi dadanya.
"Kenapa bisa mereka jalan bersama? bukankah Elsa sudah memiliki calon. Tapi kenapa ini..... aaah... bodo amatlah. Apa urusannya denganku...," tolak Desty pada hatinya.
Desty kembali memperhatikan Brandon, hatinya tak bisa berbohong kali ini rasanya semakin sakit melihat Brandon merangkul Elsa.
"Desty... sadar kau Des... kau itu sama Brandon hanya sebatas atasan dengan anak buah. Jangan berharap lebih." Desty meyakinkan dirinya lagi. Sengaja Desty langsung memalingkan wajahnya melangkah ke toilet.
Singkat cerita, Selesai Neva membayar di kasir Neva mencari Desty.
"Desty... kau dimana?" panggil Neva. Ternyata suara Neva terdengar Brandon. Brandon langsung menyapa Neva.
"Neva...," panggil Brandon.
"Kak Brandon disini juga?" tanya Neva.
"Iya... kakak baru tiba disini." jawab Brandon.
"Ikut gabung kakak saja..." tawar Brandon.
Neva melirik kearah Elsa, seperti familiar dengan wajah Elsa, Neva sedikit mengingatnya. Sayang ingatannya tak ketemu.
"Terimakasih kak... next time... aku harus mencari Desty dulu..." ucap Neva.
"Desty?" ucap Brandon. Hatinya langsung merasa bersalah saat nama Desty diucap. Ga seharusnya Brandon mengumpat Desty. Ini sungguh di luar kesadaran mereka. Tapi, Brandon sendiri tak memiliki rasa suka kepada Desty.
"Aku pamit dulu ya kak...," pamit Neva.
Bersambung....
...----------------...
Maaf kak baru bisa up🙏
Aku mau rekomendasi karya temanku dengan judul " Cinta Berselimut Dendam" jangan lupa mampir ya ka.
Qari tidak menyangka pertemuanya dengan pria misterius di atas gedung, membawa dia ke masalah yang runyam. Deon yang sejak lama menyimpan dendam dengan keluarganya, memanfaatkan gadis itu untuk membalas dendam atas kematian kakak dan juga papahnya. Laki-laki itu dengan sengaja mencampurkan obat perangsang ke minuman Qari. Sehingga Qari yang tengah pergi dari rumahnya, menghabiskan malam penuh dosa dengan laki-laki yang baru dikenalnya.
Alzam pria yang selama ini dicintai oleh Qari, akhirnya menikahi wanita itu untuk menyelamatkan nama baik keluarga Qari. Masalah bertubi-tubi kembali datang, setelah Deon tahu bahwa Qari hamil atas perbuatanya. Terlebih setelah Dion sadar bahwa ia sudah terjerat cinta dengan anak dari musuhnya. Bagaimanakah perjuangan Qari mengahdapi hidupnya yang semakin rumit? Siapa laki-laki yang akan menjadi pendamping sungguhanya?
__ADS_1