Kaget Nikah

Kaget Nikah
BAB 38#KAGET NIKAH


__ADS_3

Irene telah sampai di rumahnya. Ia melihat Gisella yang menonton televisi di ruang tamu bersama dengan Kenzie.


"Gisella, kamu kok ada disini,"


"Eh, kamu dah pulang Ren,"


"Mama," Kenzie berlari ke arah Irene dan memeluknya.


"Ren, aku kesini karena Kenzie meneleponku. Tangannya terluka saat mengambil makanan di dalam microwave. Tapi kamu tenang saja, tangannya sudah aku obati ku,"


"Benarkah itu sayang?,"


"Iya, Ma,"


"Lalu kenapa kamu tidak langsung menghubungi mama,"


"Aku sudah berkali - kali menelepon mama tapi mama tidak mengangkatnya,"


"Astaga maaf ya sayang, Handphone mama itu mama silent rupanya jadi mama tidak tau kalau kamu menelepon Mama,"


"Tidak apa - apa kok Ma kan tangan Kenzie sudah di obati dengan Tante Gisella,"


"Makasih yah, Gis. Aku gak tau gimana kalau gak ada kamu,"


"Gak apa - apa kok, Ren. Kita kan sahabat jadi sudah sewajarnya saling membantu,"


"Iya, Gis. Sekali lagi makasih yah,"


"Iya, Ren. Yaudah kalau gitu aku balik dulu ya Ren,"


"Iya, hati - hati di jalan ya Gisella,"


"Oke, Ren,"

__ADS_1


Setelah Gisella pergi, Irene pun mengajak putra semata wayangnya itu untuk tidur bersama dengan dirinya.


"Malam ini tidur bersama dengan Mama ya,"


"Beneran, Ma,"


"Iya, jadi kamu cuci tangan dan kaki, lalu basuh muka, terus gosok gigi. Mama mau mandi dulu,"


"Yeah tidur bareng mama lagi,"


Kenzie pun berlari kegirangan menuju ke kamar mandi untuk melakukan apa yang Irene perintahkan sebelum ia tidur.


"Kenzie adalah anakku, dia bukan anaknya Afnan. Jadi Afnan tidak berhak untuk mengambilnya, walaupun aku memiliki penghasilan yang pas - pas an tapi aku tetap tidak akan pernah rela kalau Kenzie di ambil oleh dirinya,"


****


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi, suara bel rumah terdengar hingga membangunkan Irene dari tidurnya yang nyenyak. Ia pun segera bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke pintu utama.


"Siapa sih yang datang pagi - pagi begini,"


"Reza?! Kamu ngapain kesini?,"


"Aku datang untuk menjemputmu, Ren. Aku tidak ingin kamu terlambat datang ke kantor lagi hari ini. Jadi aku sekalian saja menjemputmu pagi ini untuk berangkat ke kantor bersama denganku,"


"Astaga kenapa Reza harus datang sekarang sih, rambutku masih berantakan lagi, kemungkinan mataku ada belek nya atau ada bekas air liur di pipiku," Batin Irene.


"Ren, aku tidak datang kecepatan kan. Apakah aku menganggu istirahatmu,"


"Tidak kok, Rez. Ini sudah jam 8 jadi sudah waktunya memang aku untuk bangun. Masuklah dulu akan aku buatkan teh, lalu setelah itu aku mandi dan siap - siap terlebih dahulu,"


Reza pun masuk ke dalam rumah Irene. Dari caranya memperlakukan Irene sudah sangat terlihat bahwa Reza memiliki perasaan dengan Irene.


"Om siapa?,"

__ADS_1


Reza seketika terkejut saat mendengar suara anak kecil yang menegurnya. Ia pun refleks melihat ke arah sebelahnya.


"Aku tau kalau Irene memiliki anak yang berusia 7 tahun tapi kenapa anak ini terlihat lebih dingin padahal dari yang aku dengar anak ini seharusnya terlihat ceria dan bersemangat," Batin Reza.


Reza pun berjalan sedikit lebih mendekat ke arah Kenzie. Ia pun berusaha untuk membuat Kenzie senang dengan dirinya agar ia bisa lebih mudah mendekati Irene.


"Hai, nama Om adalah Reza. Om ini adalah teman ibumu,"


"Apakah Om menyukai mamaku?,"


"Ya, Om menyukai Ibumu. Bukan hanya menyukai tapi juga mencintai Ibumu, jika kamu setuju Om bersama dengan Ibumu maka Om berjanji akan menyayangimu seperti anak kandung Om sendiri,"


"Walaupun Om ini kelihatannya adalah orang yang baik tapi aku tidak akan membiarkan mama bersama dengannya karena aku hanya ingin mama bersatu kembali dengan Papa," Batin Kenzie.


"Kenzie, kamu sudah bangun sayang," Ucap Irene yang baru saja keluar dari dapur dengan membawa secangkir teh hangat dan meletakkannya di atas meja.


"Mama sudah ingin berangkat kerja,"


"iya sayang, mama mau mandi dulu. Kamu mengobrol lah dulu dengan Om Reza, Mama mau mandi dan siap - siap dulu,"


"Baiklah, Ma,"


"Rez, kamu minumlah teh dulu sambil mengobrol dengan Kenzie. Dia anak yang baik kok jadi aku yakin dia tidak akan merepotkan dirimu,"


"Aku percaya denganmu, Ren. lagipula aku lihat Kenzie ini juga anak yang sangat lucu dan manis,"


"Dasar laki - laki, pintar sekali Om ini mengambil hatinya Mama, tidak akan aku biarkan Mama jatuh hati pada laki - laki lain selain dengan Papa. Aku hanya ingin Mama bersama dengan Papa," Batin Kenzie.


"Yasudah kalau begitu, aku mau siap - siap dulu yah,"


"iya silahkan, Ren,"


"jangan lupa di minum teh nya mumpung masih hangat,"

__ADS_1


Irene pun berjalan pergi meninggalkan Kenzie dan Reza hanya berdua saja. Kenzie terlihat menunjukkan sikap tidak sukanya dengan Reza. Dan, Reza pun menyadari bahwa Kenzie akan menjadi rintangan terberatnya untuk mendapatkan cinta Irene.


.


__ADS_2