
...Jangan menjadikan kesepian sebagai alasan untuk jatuh cinta...
...Karena banyak yang telah jatuh cinta namun tetap merasa kesepian. ...
...----------------...
"u... u... u..." terdengar suara baby Aksa sedang berceloteh ala bayi imut. Sambil menendang-nendang Lucas yang masih terlelap disampingnya, bukannya bangun Lucas malah memeluk baby Aksa. Alhasil baby Aksa menoleh kearah Lucas lalu tersenyum tertawa tidak ketinggalan kaki mungil itu terus saja menendang-nendang keadaan sekitarnya. Baby Aksa kembali menoleh kearah Lucas lalu jari mungil itu dia masukkan ke lobang hidung Lucas sambil tertawa senang merasa menang sudah berhasil mengerjai papanya.
Merasa ada yang masuk kedalam hidungnya, Lucas mengerjap-ngerjapkan matanya. Lucas menyentuh hidungnya, namun dia merasakan ada sesuatu yang mengganjal. Lucas membuka matanya, betapa jengahnya dia setelah tahu jika itu jari baby Aksa. Rasa marah Lucas beralih senyum bahagia setelah melihat wajah menggemaskan itu tertawa kearahnya.
"Kau ingin menjahili papa nak...," ucap Lucas.
"Baiklah jika itu yang kau mau, sekarang gantian papa yang akan menjahilimu nak...," Lucas langsung saja menghujani ciuman kewajah baby Aksa. Merasa geli dengan kumis tipis Lucas, baby Aksa menangis. Tangisan baby Aksa terdengar hingga kamar mandi, membuat Cherry yang sedang mandi cepat-cepat menyelesaikannya.
"Sayangnya papa kenapa nangis nak? papa hanya menciummu dan kau malah menangis. Bukankah dicium papa merupakan hal yang enak, nyatanya mamamu sangat menyukainya...," ucap Lucas tak penting menurut baby Aksa. Anehnya tangis baby Aksa langsung reda sekarang berganti tertawa.
"Hei... kau tertawa nak... tawamu mirip sekali dengan papa, tatapan matamu teduh seperti mamamu. Sepertinya jika besar nanti kau akan menuruni sifat papamu," imbuh Lucas menertawakan ucapannya.
"Kakak om... apa yang terjadi? kenapa Aksa menangis?" tanya Cherry hanya menggunakan handuk kembennya.
Lucas langsung menoleh kearah istrinya. Tak biasanya Cherry menggunakan handuk kembennya, hal itu membuat Lucas mengalihkan kewarasannya. Bukannya menjawab, Lucas malah terus saja memperhatikan istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Apa yang terjadi denganmu nak?" kini Cherry beralih ke baby Aksa. Baby Aksa tersenyum kearah Cherry.
"Kenapa kau sangat menggemaskan Aksa seperti papamu," Cherry keceplosan membanggakan Lucas.
Mendengar ucapan Cherry, Lucas dengan sifat jahilnya langsung memeluk Cherry dari belakang.
"Apa yang kakak om lakukan?" tanya Cherry curiga.
"Melakukan yang harusnya dilakukan" jawab Lucas sambil mencium tengkuk leher jenjang istrinya.
"Ih... kakak om mau mesum lagi ya...," protes Cherry.
"Eh kok lagi? emangnya sudah ya? kan aku belum dapat apa-apa," balik protes Lucas.
"Baru libur satu hari kakak om...," sahut Cherry mengingatkan.
"Sehari itu bagai sewindu sayangnya aku," jawab Lucas kembali mencium tengkuk leher istrinya.
"Ih... ada-ada saja deh, tapi aku sudah mandi kakak om..." Cherry terus saja mencari alasan.
"Mandi lagi bisa, kalau mau juga dimandiin." ucap Lucas tak kalah menjawab.
"Tapi Adhyaksa masih ngajak main kakak om...," sahut Cherry dan Lucas langsung menoleh kearah baby Aksa yang sedang tertawa kearahnya.
Lucas langsung melepaskan pelukannya dan berbalik menuju kamar mandi.
"Mau kemana kakak om? gak jadi nih...," sindir Cherry terkekeh melihat tingkah suaminya.
"Menidurkan gajah." jawab Lucas dengan nada kesal. Cherry tak kuat lagi menahan tawanya saat Lucas menutup pintunya sontak Cherry tertawa terpingkal-pingkal.
Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan, Lucas masih dengan wajah cemberut karena ulah Cherry.
__ADS_1
"Mau disuapin sayangnya aku...," ucap Cherry sengaja.
Lucas sengaja tak mau menatap wajah istrinya. Lucas hanya menggelengkan kepalanya sambil menunduk.
"Ya udah kalau gak mau, aku mau suapin om Branded aja lah...," ucap Cherry sengaja lagi.
"Baik banget sih ingus..." sahut Brandon yang berada disamping Cherry dengan sengaja juga.
"Eh... eh... mau ngapain...!" protes Lucas.
"Mau nyuapin om Branded...," jawab Cherry dengan santainya.
"Gak boleh... gak boleh! kamu istriku, gak boleh suap-suapin pria lain." sahut Lucas menarik Cherry.
"Bukannya tadi kakak om gak mau...,"
"Em... bukannya gak mau tapi.... pokoknya gak boleh!" protes Lucas.
Papa dan mama Hadi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya. Setiap hari selalu ada aja drama yang terjadi.
Begitupun dengan Lexi dan Yora, dia sudah tak terganggu dengan tingkah keduanya yang saling jahil dan konyol.
"Janji gak marah ya..." ucap Cherry sambil menyodorkan jari kelingkingnya.
"Hem" jawab Lucas mentautkan jemarinya dengan jemari Cherry.
"Terimakasih suamiku, mmmuaaachhh" ucap Cherry lalu mencium pipi Lucas dihadapan semuanya.
Uhuk... uhuk... uhuk...!
"Sialan! ini lagi makan bukan mesra-mesraan ingus..." protes Brandon.
"Iri bilang bos." sahut Cherry. Baru beberapa saat mereka akur, sekarang mereka sudah kembali ke habitat asalnya tikus dan kucing.
"Kalau mau kayak kita, kawin om Branded..."
"Kawin... kawin... lu kata kucing...!" sahut Brandon kesal.
Cherry hanya tersenyum merasa tak bersalah.
"Brandon, bagaimana dengan Desty?" tanya papa Hadi.
"Desty sudah baikan om... sekarang dia sedang berada dikediaman tuan Sean." jawab Lucas.
"Pa... ternyata Desty itu putri kandung tuan Sean..." sahut Neva.
"Papa sudah mengetahuinya dari Vino." jawab papa Hadi.
"Papa dan mama berencana melamar Desty untuk Brandon." imbuh papa Hadi.
"Wow... pesta lagi..." ucap Neva bahagia.
"Tapi pa... apa boleh wanita yang sedang hamil menikah?" tanya Neva.
__ADS_1
Brandon menoleh kearah Neva memikirkan hal yang sama.
"Kandungan Desty akan menginjak bulan keempat, jadi masih ada waktu sekitar 5 bulan untuk mempersiapkan semuanya." jawab papa Hadi.
"Benar juga tuh om... yang utama mempersiapkan mental juga, soalnya kalau punya baby mau olahraga sulit, yang ada nanti om Branded marah kayak kakak om...," sahut Cherry dengan santainya. Sedangkan objek yang diomongin sedang menahan malu akibat istri setengah otaknya.
Selesai sarapan tak ada satupun yang mengerjai Lucas. Contohnya saat ini Lexi yang biasanya cuek, sedari tadi sudah membuat semuanya tertawa lepas akibat tema yang Cherry buat.
"Emangnya gak bisa ditahan dulu apa? kalau dilihat Aksa apa gak malu sih Cas..." sahut Lexi tak bisa menahan tawanya.
"Mungkin Lucas mau membuktikan super heronya kepada Aksa... hahaha...!" sahut Brandon.
"Atau kalau gak, bos gak sabar mau membuatkan Aksa adik... hahaha...!" sahut Vino.
"Sekali lagi ngeledekin bonus akhir tahun dibekukan." ucap Lucas langsung membuat ketiganya kicep tak berkutik sama sekali.
**
"Cherry... cinta itu ternyata nuntun kita kepada siapa ya..." ucap Neva.
"Kenapa tiba-tiba ngomong cinta? emangnya sedang lope lope ya...," tanya Cherry.
"Enggak..." sahut Neva hampir keceplosan hubungannya dengan Vino.
"Aku cuma ngomongin soal kak Brandon. Karena pada akhirnya cinta kak Brandon berlabuh kepada Desty."
...----------------...
Met rehat semuanya... semoga selalu diberikan kesehatan untuk para readersku tersayang. Aamiin.
Mau rekomendasiin karya temanku judulnya "Bertahan Luka"
Masihku berdiri dalam penantian yang kau janjikan.
Mencoba tetap bertahan meski ku tahu, aku telah dilupakan.
Masihku ingat, waktu itu kau memintaku untuk melupakanmu.
Kau tahu, saat itu aku meringkuk, meringkih bagaikan janin, tersiksa menahan perih.
Masihkah tak puas kau hancurkanku?
Kau putar kata, seolah perih ini salahku.
Inginku teriak semua janji yang kau ingkari yang membuatku menanti dan kini tersakiti.
Agar kau tahu, seberapa lelah aku akan sikapmu yang tak berperi.
Dan bila nanti kau tak temui lagi, jangan kau cari, jangan kau sesali.
Karena sesungguhnya saat itu aku benar-benar telah lelah menantimu. Akankah Angel, bertahan menjalani rumah tangganya bersama Veri? Lalu akankah Veri berubah atau pergi meninggalkan Angel, untuk hidup bersama tunangannya?
__ADS_1
**Yuk kepoin cerita mereka, hanya ada disini ...