
...Terimakasih untuk tidak mudah mengeluh wahai diriku. ...
...Kalo bisa akan kupeluk diriku sendiri. Untuk menguatkannya lagi dan lagi....
...Karena tidak akan ada seseorang yg bisa lebih mengerti kamu ketimbang dirimu sendiri....
...Yakinlah bahwa setiap kebaikan yg kamu tanam akan berbuah suatu saat....
...Bukankah orang jahat akan mendapat balasan dari setiap perbuatannya, tanpa dia meminta. Apalagi yg berbuat kebaikan sudah Allah jamin setiap pahalanya apalagi hambanya sudah memohon ampun lalu berdoa....
...Eh bukan merasa diriku baik......
...Pesan seseorang, jangan pernah lelah untuk terus berbuat baik meski kamu merasa belum cukup baik......
...Akan sangat mudah jika kita baik pada seseorang yg jg berbaik hati padamu......
...Tapi akan sangat mulia jika kamu mampu berbuat baik pada seseorang yg pernah menyakiti hatimu......
...----------------...
Seperti mengerti jika itu papanya, Aksa tersenyum kearah Lucas. Senyum itu sangat mirip dengan senyum terakhir Abimana hingga tak terasa air mata menetes begitu saja.
"Hiiiish.... aku sangat benci melihat pria menangis," sindir Brandon.
"Kau merindukan papa nak?" tanya Lucas kepada baby Aksa. Seolah mengerti baby Aksa mengeluarkan suara kecilnya. Bibirnya membentuk huruf O, sesekali dia mengerjapkan matanya. Sungguh pemandangan yang sangat indah menurut Lucas. Lucas kembali mencium pipi Aksa kembali.
"Lucas...," panggil mama Risti dengan mata berkaca-kaca.
"Ma...," Lucas langsung menghampiri mama Risti mengambil tangannya lalu mencium punggung telapak tangannya.
"Mama sangat bahagia melihat anak-anak mama berkumpul kembali dalam keadaan selamat dan sehat," ucap mama Risti tak mampu lagi menahan rasa harunya.
"Terimakasih ma... pa... ini semua berkat campur tangan do'a kalian beserta semuanya." sahut Lucas.
"Dimana istriku ma?" tanya Lucas.
"Kau lihat dibelakangmu...," jawab mama Risti menyuruh Lucas untuk berbalik.
Lucas yang masih menggendong baby Aksa membalikkan badan, Cherry yang entah sejak kapan berdiri disana memperhatikan Lucas merasa sangat bahagia, karena pada akhirnya mereka dipertemukan kembali dalam keadaan sehat wal afiat.
"Cherryku...," panggil Lucas langsung memeluk Cherry dengan erat. Lucas terus saja menghujani ciuman ke kening dan pipi Cherry. Seperti halnya rindu berujung bertemu itu gambaran mereka saat ini.
"Aku sudah memenuhi janjiku pada Abimana Cherry--," ucap Lucas namun jari Cherry langsung menutup bibir Lucas.
"Abimana sudah bahagia di surga kak... dia sudah bahagia disana... hiks... hiks...," ucap Cherry. Mereka berdua kembali berpelukan.
Yora dan Lexi tersenyum kearah mereka. Papa dan mama menangis haru melihat mereka. Brandon, Steve, Vino, Neva, dan Desty ikut bahagia melihat pertemuan mereka.
"Kenapa daritadi peluk-peluk tante aku melulu sih om...," protes Agha spontan.
Lucas dan Cherry langsung melepaskan pelukan mereka dan tertawa kearah Agha.
"Apa ada larangan peluk tante Cherry, Gha? " tanya Steve.
__ADS_1
"Ada om setip. Mulai sekarang diberlakukan tidak boleh peluk-peluk tante cantik aku kecuali atas izinku." jawab Agha sudah seperti bos.
"Hahaha... setip, dia kira penghapus buku tulis apa di panggil setip!" tawa Neva pecah.
Wajah Steve memerah antara marah dan kesal karena Agha merubah namanya. Mau digetok ada bokapnya... kagak di getok nih anak jadi seenaknya. Ya sudah, terima nasib aja Steve.
"Untuk mensyukuri karunia Tuhan karena sudah mempersatukan keluarga kita, gimana kalau kita adain barbeque di pinggir pantai sana." saran Neva.
"Tante Neva ulang tahun?" tanya Agha.
"Bukan ulang tahun tampannya tante, hanya makan-makan biasa dipinggir pantai," jawab Neva menjelaskan kepada Agha agar dimengerti.
"Oh... kirain Agha ulang tahun tante, siapa tau dalam rangka ini tante Neva segera bertemu jodohnya, " sahut Agha tak disangka bisa berkata seperti itu membuat Neva mengamini do'anya.
Malam hari ketika semua berkumpul, Cherry mencari keberadaan Lucas dan Aksa. Disetiap ruangan Cherry perlahan membuka dan mencarinya.
"Cherry, dimana Lucas?" tanya Yora berpapasan dengan Cherry.
"Aku baru mencarinya ka... dia bersama Aksa, tapi entah kemana," jawab Cherry.
"Apa kau sudah mencarinya?" tanya Yora.
"Sedang dalam proses kak..." jawab Cherry kembali membuka menutup pintu setiap ruangan.
"Selamat berjuang mencarinya...," sahut Yora terkekeh.
Cherry berjalan ke ruang tengah,
"Itu kenapa bantal berantakan...," gerutu Cherry melihat bantal berserakan.
"Oups," Cherry menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Mereka sangat so sweet...," ucap Cherry melihat Lucas tertidur sedang baby Aksa tertidur di atasnya.
"Cherr--"
"Sssttt!"
Neva bertanya ada apa menggunakan kode gerak tangan dan kepalanya. Cherry langsung menunjuk kearah Lucas dan baby Aksa.
"Mereka menggemaskan...," ucap Neva lirih. Tak lupa Neva mengabadikan moment tersebut dengan ponselnya.
Setelah itu Neva membiarkan Cherry untuk terus memandangi kedua orang tercintanya tanpa mau mengganggunya. Neva sangat mengerti kondisinya, dia ikut bahagia melihat sahabat tercintanya kembali seperti semula. Lama Cherry menatap mereka sampai tak terasa tertidur di sebelahnya.
Oek..
Tubuh baby Aksa menggeliat, Lucas yang merasakan gerakan bayinya terbangun. Saat terbangun dia juga tak menyangka jika ada Cherry yang ikut tertidur disampingnya.
"Cherry...sayang...," panggil Lucas lirih membangunkan istrinya.
"Maaf kak... aku ikut tertidur,"
__ADS_1
"Hei... apa yang kau katakan, kau tak pantas meminta maaf. Bagiku kau tak pernah melakukan kesalahan apapun." sahut Lucas.
Cherry tersenyum, Lucas masih seperti yang dulu bedanya sekarang dia makin dewasa.
Oek.. oek.. oeeek...
Baby Aksa membuyarkan tatapan mereka.
"Sayangnya papa haus nak?"
"Iya papa... aku haus karena daritadi papa menyembunyikanku," bukan suara baby Aksa, melainkan suara Cherry menirukan suara anak kecil.
"Hem... baiklah, papa akan mencarikan ASI untukmu nak," sahut Lucas langsung menarik tubuh Cherry.
"Kakak om mau apa?" tanya Cherry kaget karena Lucas menarik tubuhnya dengan tatapan yang aneh.
"Mau meminta hakku." jawab Lucas dengan nada mengerikan.
"Ha--k... hak yang itu...," Cherry melirik kearah selak*angan Lucas.
"Saat ini bukan tengah malam," imbuh Cherry hati-hati.
"Tapi aku masih masa nifas belum boleh begituan kakak om...," lanjut Cherry pada akhirnya.
Langsung saja Lucas tertawa terbahak-bahak, niat hati ingin mengerjai Cherry buyar gara-gara kepolosan Cherry. Tangis baby Aksa pun ikut berhenti berubah menjadi senyum. Mungkin bayi itu mengerti juga kepolosan mamanya.
"Iiih... apa-apaan sih kakak om ngetawain aku....," sahut Cherry kesal.
"Sayang... kau masih saja polos seperti dulu. Sepertinya otak mesumku sudah beralih ke dirimu." ucap Lucas masih menahan tawa.
Cherry tentu saja kesal karena rupanya Lucas mengerjainya.
"Kau juga anakku, rupanya kau bersekongkol dengan papamu. Mulai malam ini minta ASI pada papamu," ucap Cherry kesal melihat Aksa tersenyum-senyum terus.
"Eit... mau kemana?" tarik Lucas.
"Bukan urusanmu." jawab Cherry masih dengan nada kesal.
Bersambung.....
...----------------...
Selamat petang semuanya.... aku mau rekomendasi nih karya temanku judulnya "Cinta Sejati Hot Duda"
Delon tidak menyangka di usianya yang ke 40 tahun dirinya menyandang status sebagai duda dan mempunyai dua anak kembar yang masing-masing berusia 20 tahun.
Hingga suatu ketika putra sulungnya yang bernama Edward meminta sekretaris pribadinya yang seumuran dengan Edward memintanya untuk merawat ayahnya yang bernama Delon yang sedang sakit.
Setiap hari bertemu hingga akhirnya mereka jatuh cinta dan ingin menikah. Bagaimana tanggapan ke dua anak kembarnya dan keluarga gadis tersebut? Apakah hubungan mereka berakhir bahagia atau kandas di tengah jalan mengingat perbedaan umur mereka yang terpaut 20 tahun.
Ikuti novelku yang ke 33
__ADS_1