Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 89. Semua terasa aneh


__ADS_3

Hari menuju grand opening tinggal 1 hari lagi. Selama itu banyak sekali kerusuhan-kerusuhan yang dibuat oleh Cherry. Contohnya hari ini, Cherry yang mau mencari perlengkapan kekurangan acara besok malam harus menunggu Lucas mendampinginya. Sayangnya Lucas harus menjalani meeting team penting di ruangannya. Sudah hampir 3 jam Lucas belum juga selesai, hal itu membuat Cherry sedikit kesal.


"Neva... kalau kita menunggu mereka terlalu lama bisa-bisa kita kehabisan, sedangkan acara tinggal besok malam" gerutu Cherry.


"Kau benar Cherry... tapi ka Lucas sudah meminta kita untuk tidak keluar sendirian," ucap Neva mengingatkan Cherry.


"Tapi Neva... kita tak mempunyai waktu lagi. Kita berangkat sekarang," ajak Cherry beranjak dari tempat duduknya.


"Cherry... Cherry...," panggil Neva setengah berlari mengejar Cherry yang sudah berjalan terlebih dulu.


"Cherry... mungkin sebentar lagi ka Lucas selesai," rayu Neva tapi tak ditanggapi oleh Cherry.


Dengan terpaksa Neva harus menemani Cherry. Cherry sudah memesan Taxi online tak menunggu lama Taxi tersebut tiba. Neva maupun Cherry memasuki Taxi tersebut.


Sementara didalam ruang meeting, Brandon mengingatkan Lucas agar menyudahi meetingnya.


"Ssst... sssstt...," Brandon memanggil Lucas. Lucas sedikit menoleh kearah Brandon, "Sudah hampir 3 jam," memberi kode dengan bahasa isyarat.


Lucas kemudian menoleh ke pergelangan tangannya yang dilingkari dengan jam tangan. Lucas sangat terkejut melihatnya, ternyata meeting team membahas soal keamanan berlangsung kurang lebih sekitar 3 jam. Lucas langsung saja teringat dengan Cherry yang memintanya mengantar ke sebuah boutique untuk mengambil beberapa pesanan dress untuk acara besok malam.


"Terimakasih atas semuanya, kiranya cukup pembahasan kita. Saya tutup meeting ini," ucap Lucas.


"Lexi, kau handle tugas selanjutnya. Aku ada janji dengan istriku," imbuh Lucas kemudian berpamitan.


"Susi...," panggil Lucas.


"Eh... pak bos, ada yang boleh saya bantu bos," balik sapa Susi dengan genit. Susi terus bermain mata dengan Lucas, membuat Lucas menjadi risih.


"Apa kau melihat istriku?" tanya Lucas membuat kecewa Susi.


'Sial! kenapa dia mempertanyakan istrinya, bukan diriku' batin Susi.


"Maaf bos, saya tak Melihatnya" jawab Susi.


"Apa bos mau menanyakan hal lain?" tanya Susi sambil menempelkan dadanya ke lengan tangan Lucas.


Lucas seketika mundur dia lalu meninggalkan Susi begitu saja tanpa menjawab pertanyaannya.


"Hiii... dasar wanita gila, udah ga waras," gerutu Lucas bergidik ngeri.


Drrrttt... Drrrtttt...


"Cherry...," ucap Lucas melihat nama Cinta dilayar ponselnya. Lucas dengan segera menekan tombol hijau dilayar ponselnya.


"Sayang... dimana kau?" tanya Lucas.


"Aku sudah berada dilokasi boutique bersama Neva, kau terlalu lama akhirnya aku memutuskan untuk kesana bersama Neva," jawab Cherry.


"Sayang... kenapa kau tak menghubungiku?" keluh Lucas.

__ADS_1


"Apa om sudah mengecek panggilan di ponsel om?" balik tanya Cherry.


Lucas segera mengecek ponselnya, ada sekitar 20 panggilan tak terjawab di ponselnya.


"Hissssttt....," Lucas mendesis menyesali perbuatan lupanya.


"Oke, sekarang kau tetap disana aku akan menyusulmu" ucap Lucas kemudian menutup panggilannya.


"Bos... ini ada beberapa doku--," panggil Vino.


"Ikut bersamaku, penting!" sahut Lucas memotong ucapan Lucas.


"Tap--tapi ini gimana...," ucap Vino terbata-bata sambil mengikuti Lucas yang sudah berjalan terlebih dulu.


**


"Maaf nyonya Lucas, dress yang nyonya pesan ternyata tertukar dengan pesanan orang lain. Kami sudah menghubunginya tetapi belum mendapatkan respon dari beliau," ucap salah satu karyawan.


"Bagaimana bisa tertukar mbak? bukannya saya sudah menghubungi anda sebelumnya," tanya Cherry dengan nada kecewa.


"Sekali lagi kami meminta maaf nyonya Lucas, karena ini kesalahan dari pihak kami maka kami akan mempertanggung jawabkan semuanya," jawab kepala karyawan tersebut.


"Bagaimana cara anda mempertanggung jawabkan semuanya, sedang tak mungkin dress itu jadi besok pagi?"


"Kami akan mengusahakan yang terbaik nyonya," ucap kepala karyawan lagi kali ini dengan menundukkan kepalanya.


"Cherry ini bagaimana?" bisik Neva.


Diluar boutique,


"Cherry apa kau yakin mereka bisa menyelesaikan semuanya?" tanya Neva.


"Entahlah Neva... aku sedikit tak yakin," jawab Cherry.


"Sangat aneh, baru saja aku menelfon nya mereka bilang semua beres tapi kenapa sekarang mereka mengatakan yang berbeda?" gumam Cherry dengan lirih.


"Aaaaaa...!" teriak Neva sebelum membuka Taxi online yang akan mereka tumpangi. Cherry yang mendengar langsung berlari kearahnya.


"Ada apa Neva?" tanya Cherry.


"I--itu Cherr...," jawab Neva sambil menunjukan kesebuah tulisan dikaca Taxi online tersebut.


...Maju untuk mati...


...Mundur untuk berpisah selamanya...


Cherry lalu menoleh kearah pengemudi Taxi online tersebut, dia menggunakan topi ,kaca mata serta penutup mulut berwarna hitam. Sayangnya Taxi online tersebut langsung saja melaju dengan kencang.


"Hai... berhenti! buka jendelanya, turun sekarang juga!" teriak Cherry menggedor Taxi tersebut dengan berlari.

__ADS_1


"Cherry...," panggil Neva ikut berlari mengejar Taxi tersebut. Sayangnya mereka berdua gagal mengejarnya.


"Dasar Taxi gila!" teriak Cherry dan Neva.


"Cherry, lebih baik kita hubungi ka Lucas" saran Neva dan Cherry menyetujuinya.


Saat Cherry dan Neva akan menepi dari arah berlawanan sebuah mobil sedan berwarna hitam melaju dengan kencang. Neva yang sudah menepi lebih dulu menyadari mobil tersebut, Neva melihat mobil tersebut mengarah ke posisi Cherry yang masih menghubungi Lucas. Mobil tersebut makin kencang, "Cherry...!" teriak Neva ketakutan lalu menutup matanya.


BRUK!


"Sayang, kau tak apa?" tanya Lucas yang berhasil menolong Cherry. Cherry belum bisa berkata apa-apa, dia masih sedikit syok dengan yang baru saja dialami. Cherry hanya menggelengkan kepalanya.


"Vino... kau kejar dia!" teriak Lucas.


Vino kemudian mengejar mobil tersebut dengan kencang pula.


"Cherry... ka Lucas...," panggil Neva selesai membuka matanya.


"Kalian tak apa-apa?" tanya Neva khawatir.


"Neva, kau tak apa-apa?" bukannya menjawab Lucas balik bertanya keadaan adiknya.


"Aku tak apa-apa ka..." jawab Neva.


"Cherry...,"


"Aku tak apa-apa Neva," sahut Cherry mengerti pertanyaan Neva.


"Siapa orang-orang itu? jika tertangkap, aku tak akan pernah melepaskan kalian" ucap Lucas.


Lucas kemudian menghubungi Lexi agar menjemputnya, tak menunggu lama Lexi dan juga Steve tiba dilokasi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lexi khawatir.


"Cherry, Neva bagaimana kondisi kalian?" tanya Steve khawatir.


"Entahlah ka... aku dan Cherry tak mengenalinya," jawab Neva.


"Kami baik-baik saja Steve" gantian menjawab pertanyaan Steve.


"Maju untuk mati, mundur untuk berpisah selamanya. Apa maksud kalimat tersebut?" tanya Cherry.


"Mereka menuliskan kalimat itu," imbuhnya.


"Sudah dulu ya sayang, tak baik untuk kesehatanmu memikirkan hal itu. Lebih baik kita pulang" saran Lucas disetujui oleh semuanya.


Lucas terus saja menggenggam jemari Cherry, dia tahu sebenarnya Cherry ketakutan tapi dia tutupi.


"Ada aku yang akan selalu menjaga dan melindungimu sayang,"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2