Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 135. Balas budi


__ADS_3

Setelah Lucas menemukan kesadarannya, orang-orang meninggalkan mereka satu persatu memasuki kamarnya.


"Sayang... maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu berpikir yang bukan-bukan." ucap Lucas setelah tak sadarkan diri.


"Kau tak bersalah kakak om... wanita itu yang bersalah karena masih mengingkanmu" sahut Cherry.


"Aku tak menyangka jika Angel akan berbuat seperti itu," ucap Lucas.


"Dia sudah sangat terobsesi denganmu, wajar jika dia melakukan hal itu kakak om...," ucap Cherry kembali memberikan minuman jahe hangat kepada Lucas.


"Aku akan lebih waspada lagi. " ucap Lucas.


Cherry kemudian tidur dengan memeluk Lucas. Malam ini rasa badannya sangat lelah, tenaganya terforsir akibat mencari Lucas. Keesokan pagi seluruh televisi sangat ramai meliput berita tentang seorang pengusaha Jewelry Axosha telah menodai Dasya wanita sekaligus pemilik perusahaan Diamond star.


"Semuanya.... kemari...!" teriak Neva.


Papa Hadi yang masih bermain dengan Agha menghentikan permainannya lalu menghampiri Neva. Begitupun dengan mama Risti yang ikut membantu memandikan baby Aksa langsung berjalan kearah Neva.


"Ada apa Neva?" tanya semuanya.


"Lihat dong... itu si kastengle membuat berita sebaliknya." tunjuk Neva


Semuanya berganti menoleh kearah dimana ada televisi.


..."Seorang pria berinisial L pemilik perusahaan terbesar di bidang perhiasan, telah melakukan pelecehan terhadap nona D kemarin malam. Menurut informasi, pria tersebut nona D dipaksa oleh pria L untuk berbohong dihadapan petugas. ...


"Sialan Angel sudah membalikkan semua fakta!" keluh Lucas.


"Kakak om pasrahkan semuanya pada kita," mode songong Cherry. Sedangkan semuanya tersenyum kearah Cherry.


"Kalian sangat cerdas, kenapa aku tak terpikirkan soal ini ya?" ucap Lucas.


"Berarti semalam itu aku sempat mau diperk*osa dia? Hah...," sahut Lucas.


"Aku mau mandi dulu biar hilang semua yang berkaitan dengan mereka." pamit Lucas.


**


"Kau belum tahu selama ini seperti apa siapa aku. Ini baru permulaan lihatlah yang sebenarnya" ucap Angel dengan pedenya.


"Nona... sudah ditunggu di ruangan untuk melaksanakan rapat meeting." Panggil Elsa.


Angel beranjak dari tempatnya menuju ruangan untuk memulai rapat meeting. Dengan sangat Anggun Angel membuka peran tersebut berbeda dengan beberapa saat lalu. Angel berharap untuk membalas dendam kepada Cherry.


"Maaf nona, kami semua kemari untuk membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan anda." ucap salah seorang pria.


"Apa maksud anda berkata seperti itu?" tanya Angel.

__ADS_1


"Bagaimana kami bisa bekerjasama dengan seorang pemimpin yang merebut milik orang lain." jawab pria bernama pak Tyo.


"Apa maksudnya? saya disini adalah korban, apa alasan anda berkata seperti demikian... ," bantah Cherry.


"Nona bisa mengecek video yang sudah beredar." ucap pak Tyo.


Elsa dengan ragu menyerahkan ponselnya kepada Angel. Angel sangat terkejut. Kenapa semua berita berubah. Angel juga melupakan Desty yang sudah merekam secara live.


"Pending semua rapat hari ini!" ucap Angel lalu meninggalkan tempat rapat begitu saja.


**


"Kau sangat pintar istriku, cup!" ucap Lucas lalu mengecup pipinya dengan mesra.


"Ih... kakak om jangan cium-cium, ga enak sama om Branded, nanti dia iri." sindir Cherry.


"Biarin dia iri, salah siapa jomblo" ledek Lucas.


"Terserah kalian deh... gua masih ga mood buat debat," sahut Brandon.


"Kakak om... mulai hari ini aku mau bekerja di perusahaan kakak." sahut Cherry.


"Istriku itu ga boleh bekerja, biar aku saja yang bekerja untuk menafkahi kalian berdua." ucap Lucas.


"Udah tau jawabannya." sahut Cherry.


"Jalur khusus apalagi sih Cherr?" kali ini bukan Lucas yang protes tetapi Brandon.


"Jadi security 24 jam kemanapun kakak om pergi." jawab Cherry.


Singkat cerita, benar yang dikatakan Cherry. Dia melakukan apa yang sudah ditebak oleh Lucas. Cherry menjadi security pribadi Lucas.


Tap... tap... tap....


Suara sepatu Angel. Angel ke perusahaan Lucas untuk meminta ganti rugi atas apa yang sudah dialaminya.


"Lucas...," panggil Angel.


Seperti melihat petugas keamanan, Angel berinisiatif untuk duduk dekat Lucas. Namun langsung Cherry halangi.


"Anda tak bisa seenaknya keluar masuk perusahaan ini." sahut Cherry.


"Ini semua gara-gara kalian! kalian sudah merusak rencanaku!" bentak Angel.


"Masih belum kapok juga nih orang" ucap Cherry lirih.


"Eit... mau kemana?" tanya Desty.

__ADS_1


"Mau menghentikan kerusuhan," jawab Brandon.


"Lucas... kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau lakukan malam itu. " ucap Angel masih menuduh jika itu perbuatannya.


"Kau mau mengatakan apa saja, aku sudah tak perduli Angel." sahut Agha.


"Aku sudah mengatakan ini berkali-kali padamu kalau antara aku dan kau sudah tak ada ikatan lagi. Kau sudah lama meninggalkanku, dan aku sudah menganggap itu selesai." ucap Lucas langsung membuat Angel semakin sakit hati.


"Ini sangat tak adil Lucas. Kau dulu pernah berjanji untuk tidak meninggalkanku. Tapi sekarang apa, kau malah menikah dengan seorang wanita beranjak dewasa tanpa memberitahuku. Kau sangat jahat Lucas!" umpat kesal Angel.


"Mbak... apa mbaknya tuli. Semua pertanyaannya sudah dijawab suamiku. Sekarang mbak mendingan pulang, ambil wudhu, sholat, terus tobat ga akan mengulanginya lagi." sindir Cherry.


Bukannya menerima masukan dari Cherry, Angel menarik rambut Cherry, menjambaknya. Dua wanita saat ini sedang bertengkar layaknya anak kecil. Karena Angel menarik rambut Cherry, begitu sebaliknya Cherry menarik rambut Angel.


"Cherry... sudah ya sayang... lepaskan dia," teriak Lucas.


"Ga bisa kakak om... dia yang sudah mengawalinya, sekarang aku yang akan mengakhirinya" sahut Cherry.


"Aku sudah tak sabar ingin membunuhmu anak kecil!"


"Bunuh aja kalau bisa. Kalau kau membunuhku kau semakin tak bisa mendapatkan suamiku," ucap Cherry.


"Brandon, apa kita perlu maju melerai mereka?" tanya Elsa.


"Sepertinya kau benar,....." sahut Brandon terlebih dulu membantu Lucas melerai keduanya.


Akhirnya dengan cukup tenaga Angel maupun Cherry mampu melepaskan jambakannya masing-masing. Mereka berdua saling menata rambut masing-masing.


"Sayang... tahan emosimu," bisik Lucas.


"Bagaimana aku bisa menahan emosiku, sedangkan wanita ja*lang itu terus saja menggodamu. Biarpun aku tahu kau tak akan meresponnya, tetapi aku tak yakin padanya," melirik kearah Angel dengan sengit.


"Wanita ini bukan wanita baik-baik. Merebut suami orang seenak jidatnya" maki Cherry terus-terusan.


"Apa yang kau katakan! kau saja yang tak becus melayani suamimu. Lagian kau ini hanya anak kecil yang dinikahi Lucas atas dasar hutang budi bukan cinta." sahut Angel.


PLAK!


"Jaga ucapanmu mak Lampir! kalau ngomong jangan asal." Cherry sudah tak kuat dengan makian Angel, dia menampar pipi Angel lagi seperti sebelumnya.


"Kau hanya wanita pembalas hutang budi." ucap Angel sebelum pada akhirnya pergi meninggalkan kekacauan.


"Cherry... minum dulu"


"Kakak om... apa benar yang wanita Lampir itu katakan, kalau kakak om mencintaiku hanya untuk balas budi."


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2