Kaget Nikah

Kaget Nikah
Epsd. 63. Mimpi yang sangat sempurna


__ADS_3

Disudut kamar, Cherry yang sedang meringkuk menatap luar jendela memikirkan nasibnya esok hari. Baru saja Kepala Sekolah menghubunginya jika saja besok dirinya tak dapat membuktikan ucapannya, maka dengan amat sangat Cherry harus keluar dari Sekolah tersebut dan tidak dapat mengikuti ujian yang akan dilaksanakan 3 hari kedepan.


"Om, andai om ada disini keadaan ga akan begini... aku harus gimana?" ucap Cherry lirih. Air mata yang sudah memenuhi matanya masih bisa Cherry tahan.


Bukan Cherry tak mau menghubungi Lucas, melainkan Cherry tak mau mengganggu pekerjaan Lucas hanya gara-gara permasalahannya.


"Aku sangat merindukanmu om....," imbuh Cherry masih dengan suara lirihnya.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan pintu sudah tak Cherry hiraukan, dia hanya mau sendiri dalam kamarnya.


Ceklek,


Suara langkah kaki menghampiri Cherry disudut kamar depan jendela, setelah sampai disampingnya posisi mereka sejajar berdampingan, namun Cherry tak menoleh sedikitpun. Cherry menganggap jika orang tersebut adalah tantenya yang setiap hari menemaninya terkadang menghiburnya dikala dirinya mulai jenuh.


"Tante, jangan paksa aku makan. Aku belum lapar," ucap Cherry masih mengira itu tantenya.


"Kalau tante memaksa tetap jawaban Cherry tetap sama belum lapar" ucap Cherry kembali.


"Tante, maafin Cherry jika nanti akan membuat tante dan Vino malu akibat kelakuan Cherry. Tapi percaya tante, kalau yang mereka bilang tentang Cherry semuanya salah, mereka tak mau mengenal Cherry lebih baik... hiks... hiks..," lanjut Cherry diujung ucapannya Cherry tak mampu lagi membendung kesedihannya.


"Sejak kapan istriku menjadi pendiam seperti ini?"


Cherry yang tak menyangka jika disampingnya itu Lucas langsung saja menoleh kearah sampingnya memastikan jika yang disampingnya itu benar-benar Lucas.


"Om... apa ini benar-benar om kulkas suami Cherry?" tanya Cherry belum percaya jika yang disampingnya adalah Lucas.


"Cherry berry strawberry mangga manalagi, ini beneran aku" Lucas meraih kedua tangan Cherry menaruhnya dikedua pipinya agar Cherry percaya jika dirinya tak bermimpi.


"Aku datang untuk melindungimu, sampai kapanpun aku tak akan pernah membiarkan orang-orang menyentuh dan menyakiti istriku" ucap Lucas.


"Aku sangat merindukanmu Cherry" Lucas menarik tubuh Cherry kedalam pelukannya.


Cherry sudah tak mampu membendung kesedihannya, semua kesedihan maupun kebahagiaan yang bercampur Cherry tumpahkan kedalam pelukan Lucas.


Mama Risti, papa Hadi, Neva, Brandon, Vino dan tante ikut menyaksikan dan merasakan terharu. Mereka semua tak menyangka jika Cherry harus mengalami permasalahan seperti ini.


"Sudahlah... jangan nangis lagi, malu tuh dilihat mereka" sahut Lucas.


Cherry menoleh kearah pintu, dia sangat terkejut karena tidak hanya Lucas yang berada disitu melainkan keluarga barunya.


"Cherry..." panggil Neva sembari berjalan menghampiri Cherry lalu memeluknya.


"Aku sangat merindukanmu Cherry..." ucap Neva.

__ADS_1


"Maafkan aku Neva harus meninggalkan kamu dan Steve" sahut Cherry merasa bersalah.


"Mama... papa... maafkan Cherry sudah pergi tanpa pamit--"


"Menantu mama ga boleh ngomong gini, Cherry ga salah,ga ada yang salah disini. Yang terpenting mama dan papa lega bisa melihatmu dalam keadaan sehat"


"Yang dikatakan mama benar Cherry, yang terpenting sekarang kita semua ada disini dan akan menjagamu dengan baik" ucap papa Hadi.


Cherry sangat senang dengan keadaan saat ini, semuanya datang disaat yang tepat. Namun.....


"Cherry... Cherry..." terdengar sayup-sayup suara memanggil Cherry. Dengan masih dalam keadaan mengantuk Cherry berusaha mengumpulkan nyawa.


"Cherry... bangun... sudah pukul 07.00 lebih, tante sudah membangunkanmu selesai sholat subuh tadi. Apa kau sedang tak enak badan?" tanya tante sembari mengguncangkan tubuh Cherry yang masih menggunakan mukena.


"Pukul berapa tante?" tanya Cherry masih dengan suara khas bangun tidur.


"Sudah pukul 07.00 Cherry apa kau tak sekolah?"


"Astaga tante!" teriak Cherry sembari berjangkit dari tempat tidurnya. Cherry tak menghiraukan ucapan tantenya, dia segera bergegas ke kamar mandi.


"Cherry... tante sudah menyiapkan sarapan untukmu" teriak tante didepan pintu kamar mandi.


Tak membutuhkan waktu lama sekitar 20 menit Cherry sudah bersiap berangkat ke Sekolah. Untungnya Lexi bersedia menjemputnya untuk berangkat sekolah.


"Mimpi yang sangat sempurna, kupikir kau benar-benar pulang om, aku sangat merindukanmu" imbuh Cherry.


"Anak bawel, sadar ga sih ini jam berapa?" protes Lexi.


Cherry yang masih bermood jelek hanya melirik Lexi dengan lirikan sinis.


"Makanya jangan suka begadang gini kan bangun kesiangan" protes Lexi kembali.


"Niat anter sekolah ga?" sindir Cherry ketus.


"Kalau enggak ya udah, aku bisa jalan kaki" sahut cherry melewati Lexi.


"Ga biasanya dia gitu, lagi pms apa ya" gumam Lexi memperhatikan Cherry yang aneh di pagi ini.


Lexi dengan terpaksa mengikuti Cherry dari belakang, melihatnya seperti ini Lexi menebak jika Cherry sedang ada masalah.


Cherry berjalan dengan lesu, tak sengaja kakinya tersandung sebuah batu. Cherry hampir terjatuh, bukannya berdiri dia malah menjatuhkan tubuhnya lalu menangis. Lexi yang tadinya menertawakan sikap Cherry, lalu menghentikan sepeda motornya lalu mendekati Cherry.


"Anak bawel, malu tau nangis dipinggir jalan" sindir Lexi niat menghibur.


"Aku harus gimana lagi ka? sekolahku sudah diujung tanduk... hiks.. hiks.. hiks.." ucap Cherry.

__ADS_1


"Eh, maksudnya gimana diujung tanduk? kamu ga sedang berulah kan?" tanya Lexi curiga.


Bukannya berhenti menangis, Cherry malah mengeraskan suara tangisnya sehingga menjadi perhatian orang-orang dipinggir jalan.


"Dasar anak bawel, kalau saja wajahmu tak mirip Yora tak sudi aku mengenalmu" gerutu Lucas dalam hati menahan malu.


Pada akhirnya Lucas merayu Cherry untuk tidak menangis lagi, dia mengajaknya ke sebuah taman dekat mereka berhenti.


"Sekarang udah ya nangisnya... Ceritakan tentang sebenarnya yang terjadi" rayu Lexi.


"Aku harus membuktikan tuduhan pak Alfian" ucap Cherry.


"Tuduhan?"


"Iya ka.. pak Alfian sudah membuat tuduhan kalau aku sebagai simpanan om-om"


Bukannya terkejut, Lexi malah tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini juga Cherry melihat Lexi bisa tertawa lepas mendengar ceritanya.


"Ih.... ngeselin! tau gitu ga jadi cerita" sahut Cherry kesal.


"Lah... kan emang kamu simpanan om-om... om Lucas" kembali lagi Lexi tertawa terbahak-bahak.


'Kalau dipikir emang iya sih, kan pernikahanku dan Lucas ga ada yang tahu, aku yang sudah menyuruh Lucas untuk tidak mempublikasikannya' batin Cherry.


Bersambung........


...----------------...


Mampir yuk ke karya ini, ceritanya ga kalah seru pokoknya...



Berharap pada pernikahan dengan Derald seorang aktor muda yang terkenal atas dukungan moril darinya, membuat Aline di butakan cinta oleh pria tersebut.


Derald hanya memanfaatkan kebaikan Aline. Tak ada cinta tulus dari Derald untuk gadis berkacamata dengan jerawat di wajahnya itu.


Hatinya sudah di butakan oleh cinta. Aline tak bisa membedakan mana itu cinta sejati dan cinta palsu hingga perselingkuhan Derald dengan Chyntia yang sama-sama bekerja di dunia entertainment itu sudah menyadarkan Aline. Tersimpan rasa ingin mengalahkan mereka berdua.


Kehadiran pria berpenampilan preman bermata elang itu membawa perubahan untuk Aline. Gadis itu bermetamorfosa menjadi seorang artis yang cantik dan bisa mengalahkan ketenaran kedua orang yang menghina dirinya.


Kedekatan Aline dan Galen menumbuhkan perasaan di antara mereka.


Bagaimana kisah Aline selanjutnya setelah perubahan terjadi dalam dirinya?


Lalu siapa yang memenangkan cintanya?

__ADS_1


__ADS_2